Articles tagged with: urban
Have Your Say, Headline, Sepocikopiana »
Ketika pertama kali jatuh cinta, ada rasa bingung yang menggebu. Mengapa ternyata perempuan? Kebingungan itu ditambah dengan ketakutan untuk memulai sebuah hubungan, apalagi jika si dia sudah memiliki pacar. Apa yang harus dilakukan? Dengarkan kisah sahabat lesbian kita, Arindy, yang mengalami jatuh cinta pertama dengan perempuan yang sudah memiliki kekasih lelaki.
Mix n' Match »
Oleh: Carmen
Kamu tipe yang mudah kepancing emosinya? Ih cupu. Atau yang sering merasa tersinggung? Ya ampun, capeknya. Gampang stres kalau ada yang mengintimidasi? Aduh kasihan… Sini-sini merapat ke penulis lesbian yang cantik.
Oke, sebelum mulai, aku mengaku bahwa objek tulisan kali ini bisa dibilang mikroskopik–menunjuk ke diri sendiri. Lesbian kan umumnya gemar menjelek-jelekkan diri sendiri tuh, nah sekarang mungkin saatnya sekali-sekali ada yang mengangkat diri sendiri secara terbuka terang-terangan.
Telezkop »
Oleh Lakhsmi dan Alex
“Kebahagiaan lesbian berasal dari penderitaan yang terpelihara.” Tunggu, jangan lempar kami dengan batu sebelum membaca makna kutipan ini. Banyak manusia yang merasa bersalah jika terlalu bahagia. Kadang banyak orang yang merasa belum cukup menderita untuk bisa menikmati kebahagiaan, jadi dia pun memelihara derita agar tidak merasa bersalah ketika merasa bahagia.
Humaniora, Opini »
Oleh: Indy
“If you aren’t happy single, you won’t be happy taken. Happiness comes from within; not from others.” (Anonymous)
Siapa yang sekarang sedang jomblo alias single, coba angkat tangannya! Yak, nampaknya sekarang banyak lesbian yang sedang berada dalam masa jomblo. Tengok deh linimasa Twitter, ada banyak sekali kicau nan galau dari para jomblo. Buruk? Kondisi ini menjadi salah satu indikator yang membuat jomblo selalu diasosiasikan dengan konotasi negatif seperti tidak bahagia, galau, pengeluh, dan lain-lain.
Coming Out, Humaniora »
Oleh: Ema
Lesbian punya momok. Mendengar istilahnya saja sudah merinding, apalagi kalau membayangkan rupanya. Si momok dibicarakan sembunyi-sembunyi, dengan hati was-was dan keringat mengucur deras. Sebenarnya semua bertanya dalam hati, ‘Semengerikan itukah momok yang sebenarnya?’ atau ‘Apa yang harus aku lakukan jika bertemu si momok?’. Sayangnya, ketakutan komunal terhadap momok terlanjur mematikan keberanian lesbian untuk mencari jawabannya.
wawancara »
Oleh: Villinz dan Bening
Tuti H. Mochtar, perempuan kelahiran London, Mei 1969 adalah petinggi SCAI (Specialty Coffee Association of Indonesia) yang berasal dari kota kembang Bandung. SCAI merupakan asosiasi penting dalam hal pengembangan kualitas kopi di Indonesia dengan misi meningkatkan kualitas, nilai, dan volume kopi arabika spesial (Specialty Coffee) di Indonesia.
Mix n' Match »
Oleh: Alex
Beberapa waktu lalu sempat ramai di milis SepociKopi tentang “I’ll Go Straight For”, jadi kita bermain pengandaian bagaimana jika. Flapuding melempar ini ke milis mencomot keisengan saya di twitter yang saat itu sedang kesengsem Mas Adam di “The Voice”, lalu milis pun meledak.
Asumsi pun muncul bahwa lesbian yang menjawab siapa laki-laki yang bisa membuatnya straight dianggap bukan lesbian sejati. Duh! *tepok jidat* kok jadi serius ya? Maksud saya gini lho, apakah salah jika lesbian bisa mengagumi lelaki? Lelaki, bagaimanapun, tetap makhluk yang indah kok.
Humaniora, Personal Life »
Film, Humaniora, Opini, Seni Budaya »
Oleh: bE
Sejujurnya, aku dan partner sama-sama belum membaca buku The Hunger Games dan hanya mengenal tokoh Katniss dari SepociKopi, tapi kami memutuskan untuk mengikuti ajakannya menikmati ‘permainan’ yang satu ini.
Nah, singkat cerita kami akhirnya menonton filmnya. Tulisan ini bukan resensi film The Hunger Games. Ada beberapa hal menarik yang aku tangkap sebagai pesan yang ingin disampaikan lewat kisah The Hunger Games. Mungkin teman-teman juga merasakan yang sama, tapi mungkin juga tidak, karena itu aku memutuskan untuk menuliskan pesan-pesan yang berhasil kutangkap di sini:
Humaniora, Telezkop »
Oleh: Tya Andriani
Istilah Butterfly Effect yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai Efek Kupu-kupu ada dalam istilah teori Chaos. Artinya, ketergantungan pada kondisi awal, di mana perubahan kecil pada satu tempat dalam suatu sistem non-linear dapat mengakibatkan perbedaan besar dalam keadaan kemudian. Istilah yang dipakai pertama kali oleh Edward Norton Lorenz, seorang ahli matematika dan perintis teori Chaos, merujuk pada sebuah teori bahwa kepakan sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil dapat menghasilkan tornado di Texas beberapa bulan kemudian.





