Home » Archive

Articles tagged with: tubuh

Have Your Say, Humaniora, Label, Sepocikopiana »

[20 Jan 2012 | 18 Comments | 374 views]
Have Your Say: Saya Adalah Tipe Q

Masih belum mengenal orientasi seksual dengan tepat? Pasti masih ada banyak orang yang kebingungan dengan orientasi seksualitasnya. Dalam label LGBTIQ, orang-orang ini adalah mereka yang masuk dalam kategori Q, yaitu Questioning. Inilah manusia yang masih bertanya-tanya dan mencari tahu tentang orientasi seksualnya. Bagaimana lesbian menyikapi persahabatan dengan orang seperti ini? Dengarkan kisah sahabat kita, miss_lazy77, yang masih mencari kejujuran atas orientasi seksualnya.
Untuk orientasi seksual, sejujurnya saya adalah orang yang paling bingung seperti apa saya sebenarnya. Tipe heterokah, lesbiankah atau biseksualkah. Saya sendiri tidak begitu memahami, karena sampai detik ini saya …

Obrolan Cewek, Sepocikopiana »

[4 Jan 2012 | 19 Comments | 397 views]
Asyiknya Jalan Pagi

Oleh: Ade Rain
Berjalan kaki sambil menikmati udara pagi yang sejuk sungguh menyenangkan. Biasanya saat berpapasan dengan sesama penikmat pagi saling menabur cinta, eh, senyum maksudnya, dibarengi sapa olahraga yang lazim, “Selamat pagi! Sepatu larinya bagus, loh!” atau “Ayooo! Belum keringatan tuh.” Aku memilih rute jalan kaki di kompleks perumahan, di antara pertokoan sepi. Daerah yang masih banyak gedung kosong. Belum jauh melangkah, terdengar suara datang dari arah belakang.
“Boleh bergabung?”

Humaniora, Label »

[31 Dec 2011 | 40 Comments | 534 views]
My Label is No Label

Oleh: Yasmin Sutomo
Saya mulai mengenal dunia lesbian, mengakui diri sebagai lesbian dan berteman dengan sesama lesbian (termasuk mulai pacaran sama perempuan, eheeem…) di tahun 80an.  Kala itu lesbian yang tomboy—baik sedikit tomboy maupun tomboy banget—disebut Butch.  Pasangannya “pasti” Femme.  Sebenarnya mungkin tidak se-saklek itu, tapi di lingkungan tempat saya bergaul ya begitu.
Kondisi ini makin lama menjadi stigma dalam kelompok lesbian pertemanan saya bahwa sesama Butch dilarang saling naksir.  Begitu juga kalau ada pasangan yang keduanya berpenampilan feminin, kami akan memandang dengan aneh. Siapa yang jadi laki dan siapa yang jadi …

Cuci Mata »

[21 Dec 2011 | 3 Comments | 169 views]
Cuci Mata: I Love Me

Oleh: Sidney
Bukannya mau memberi kesan narsis atau egois tapi mencintai yang terpenting adalah mencintai diri sendiri. Siapa gitu pernah bilang, sebelum kita bisa membahagiakan orang lain, kita harus bahagaia lebih dulu. Sama dengan cinta. Sebelum kita mencintai diri orang lain, kita harus bisa mencintai diri sendiri. Sebelum bisa memanjakan orang lain, kita harus bisa memanjakan diri. I can go on and on about this, but I think you’ve got my point.
Tadi sore aku baru mendapat kabar tentang seorang teman yang sakit. Oleh dokter, dia diagnosis… kurang gizi dan kurang makan. …

Humaniora, Perempuan, Sepocikopiana »

[10 Dec 2011 | 23 Comments | 575 views]
Aku Cantik, dan Aku Lesbian

Oleh: Frizzy Jo
”Sayang sekali ya dia itu lesbian, padahal dia cantik lho.”
Pernah mendengar kalimat di atas?
Aku yakin sebagian besar dari kita pernah mendengarnya. Secara personal aku mendengar teman-teman heteroku mengucapkan kalimat tersebut pada saat Lindsay Lohan dikabarkan coming out sebagai lesbian. Selain itu, kalimat tersebut juga biasanya terselip pada bisik-bisik alias ngegosip tentang perempuan yang “diduga lesbian”
Tapi kalimat bernada penyesalan itu tidak hanya ditujukan kepada para perempuan lho, tapi juga menimpa Mas Bro kita, para pria tampan bertubuh maskulin dengan wajah rupawan yang ”ternyata” seorang gay.
Sikap mencemooh juga tak jarang …

Humaniora, Opini »

[7 Dec 2011 | 5 Comments | 258 views]
Trilogi Cinta: I Love Me! (2)

Oleh: Carmen dan Lakhsmi
(Sambungan dari bagian 1)
Nah, kemarin kan kita bicara soal akibat dari “tidak mencintai diri sendiri” yang tidak bisa dianggap enteng, karena bisa memengaruhi kualitas hidup si individu lesbian. Perasaan inferior terhadap kaum heteroseksual membuat si lesbian menjadi kikuk bergaul dengan kaum itu karena dihantui perasaan takut ketahuan lesbian melulu. Dia bahkan tidak berani melakukan hal-hal intelektual yang berhubungan dengan LGBT, misanya mengikuti seminar/diskusi tentang homoseksual, membeli buku gay/lesbian di toko buku, dan lain-lain. Istilah ini dinamakan heterophobia. Di kasus pertama, Irene akhirnya diam-diam menjadi lesbian yang introver, …

Humaniora, Tajuk »

[6 Dec 2011 | 3 Comments | 158 views]
Tajuk: Percaya Diri dan Kita

Oleh: Nuha Guwa
Lesbian? Tapi tidak percaya diri? Tunggu. Jangan buat pengakuan yang mengerikan, atau pernyataan yang hanya memberikan alasan-alasan agar kita cukup pantas dikasihani. Rasa percaya diri tentu saja bukan kodrat pemberian Tuhan seperti halnya kelesbianan. Rasa pede – seperti juga rezeki, baru bisa muncul jika kita yang memunculkannya. Untuk itu penting bagi kita memberi ruang bagi diri untuk membuatnya tumbuh ke permukaan.

L'Amour, Perempuan, Sepocikopiana »

[4 Dec 2011 | 9 Comments | 439 views]
L’Amour: Kamu Membuatku Cantik

Oleh: Saraswati Firdauz
Jika ada yang bertanya padaku apakah aku merasa cantik? Aku akan menjawab, tidak!
Aku adalah gadis muda yang sangat percaya dengan kemampuanku, bukan karena aku merasa sangat pintar tapi aku sangat percaya bahwa manusia bisa melakukan apa pun selama dia mau belajar. Aku sangat yakin bahwa aku punya kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru.
Tapi tidak untuk urusan fisik.
Kepercayaan diriku untuk hal-hal yang berkaitan dengan fisik sangat rendah. Dengan tinggi hanya 153 sentimeter, berat badan mencapai 50 kilogram, kulit cokelat, dan hidung yang menurutku keterlaluan peseknya, membuat rasa percaya diriku merosot. …

FabuLezlyCool, Humaniora »

[23 Nov 2011 | 5 Comments | 223 views]
FabuLezlyCool: I Hate You

Oleh: Wasabi
Berapa banyak kata “I hate you” terlontar lantang kepada sahabat, teman, sesama sista, mantan, bahkan pacar? Atau ada jugakah lesbian yang pernah berteriak “I hate you” kepada orangtua? Kalau gue, kata “I hate you” memang terucapkan kalau seseorang menyakiti gue sedemikian rupa sampai-sampai gue ingin mencekiknya agar dia merasakan derita yang gue derita. Salah satu alasan kebencian karena si pembenci pernah tersakiti.

Humaniora, Telezkop »

[17 Nov 2011 | 12 Comments | 561 views]
te.Lez.kop: Belok Kiri Jurang

Oleh: Tya Andriani
Bulu kuduk saya pasti berdiri kalau membaca komen dari pembaca lesbian yang menyebut diri sebagai kaum “belog” atau “belok” atau “beloq”. Dulu saya berusaha mengerti, kata “belok” ini pasti berasal dari lawan kata “lurus” alias straight. Lesbian adalah lawan katanya kaum heteroseksual. Homoseksual lawan katanya heteroseksual. Demikian hidup “lurus” lawan katanya adalah hidup “belok”. Kalau belok kiri jurang, apa lesbian tetap mau kalau disuruh belok?