<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SepociKopi &#187; tips</title>
	<atom:link href="http://sepocikopi.com/tag/tips/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sepocikopi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 02:00:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.3</generator>
		<item>
		<title>FabuLezlyCool: Sang Waktu</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/12/14/fabulezlycool-sang-waktu/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/12/14/fabulezlycool-sang-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 05:11:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[FabuLezlyCool]]></category>
		<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[individu]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pergerakan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[urban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=16709</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Chossy Tan
Ralph Waldo Emerson seorang  penyair dan penulis esai terkenal dari Amerika pernah mengucapkan suatu kalimat yang sangat inspiratif, &#8220;Hidup itu seperti  taksi. Argo akan terus berjalan entah kita menuju ke suatu tempat atau kita hanya berhenti di tempat saja.&#8221;
Sebelum naik taksi pasti kita sudah tahu tujuan yang akan kita tempuh. Tidak mungkin kan kita naik taksi dan hanya berputar-putar saja karena bingung mau ke mana? Dan yang pasti hal tersebut akan memboroskan waktu dan uang. Siapa sih yang mau membayar taksi mahal-mahal tetapi tidak tahu tempat ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/taxi_of_tomorrow2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-16710" title="taxi_of_tomorrow2" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/taxi_of_tomorrow2-300x201.jpg" alt="" width="300" height="201" /></a>Oleh: Chossy Tan</p>
<p>Ralph Waldo Emerson seorang  penyair dan penulis esai terkenal dari Amerika pernah mengucapkan suatu kalimat yang sangat inspiratif, &#8220;Hidup itu seperti  taksi. Argo akan terus berjalan entah kita menuju ke suatu tempat atau kita hanya berhenti di tempat saja.&#8221;</p>
<p><span id="more-16709"></span>Sebelum naik taksi pasti kita sudah tahu tujuan yang akan kita tempuh. Tidak mungkin kan kita naik taksi dan hanya berputar-putar saja karena bingung mau ke mana? Dan yang pasti hal tersebut akan memboroskan waktu dan uang. Siapa sih yang mau membayar taksi mahal-mahal tetapi tidak tahu tempat yang akan di tuju? Hal itu sama seperti dalam kehidupan kita, seringkali kita tidak tahu apa yang menjadi tujuan hidup ini. Kita menghabiskan masa muda  dengan cara yang salah dan akhirnya tidak terasa umur semakin bertambah tetapi belum mendapatkan apa-apa.</p>
<p>Memiliki tujuan yang jelas membuat kita bersemangat dalam menjalani hidup. Sebagai lesbian, tentunya boleh saja  memiliki target-target tertentu dalam hidup,  seperti umur sekian harus lulus kuliah, umur sekian harus kerja atau buka usaha, umur sekian memiliki rumah, hidup bersama kekasih tercinta, merasa bahagia, nyaman, tentram dan kaya raya. Meskipun poin-poin selanjutnya terasa agak berat untuk diwujudkan, toh tidak ada salahnya tetap menjadi target dalam hidup kita, syukur-syukur  bisa terwujud.</p>
<p>Untuk mencapai  tujuan yang  sudah kita tetapkan  memang tidak mudah dan yang pasti harus berani bayar harga. Kita harus bekerja keras dan menghargai waktu. Karena waktu akan  terus bergerak, jadi sangat penting untuk menetapkan tujuan dan bersegera dalam menjalani hidup. Waktu adalah pemberian Tuhan yang begitu berharga, setiap hari Tuhan memberi kita duapuluh empat jam untuk kita berkarya, bersosialisasi dan beristirahat, dan itu adalah ukuran yang sangat sempurna. Tetapi apa yang biasanya kita lakukan dengan waktu? Kita lebih suka menyia-nyiakannya. Karena itu, kita selalu merasa kekurangan waktu. Akhirnya, bukan manfaat yang kita dapat tetapi kesenangan sesaat yang berujung pada penyesalan.</p>
<p>Waktu laksana argo yang terus berjalan. Jika menunda untuk mencapai suatu tujuan, pasti akan tertinggal. Coba saja sehari menunda pekerjaan, kemudian di hari berikutnya menunda lagi sebuah pekerjaan. Di hari selanjutnya berapa pekerjaan yang harus dilakukan? Tiga pekerjaan ekstra! Pekerjaan ini terus tertunda kalau tidak dikerjakan sampai akhirnya meledak menjadi masalah besar. Bagaimana bisa memiliki rencana seandainya lesbian lebih suka bermalas-malasan dan hidup santai?</p>
<p>Jika kita sudah menentukan tujuan dengan jelas dan pasti, maka “argo” yang dibayar akan sebanding dengan tercapainya tujuan. Tanpa tujuan yang jelas kita hanya melakukan pemborosan. Apa pun yang kita lakukan saat ini lakukan yang terbaik, sekalipun hasilnya belum kelihatan atau seolah-olah percuma. Saya percaya bahwa Tuhan melihat jerih payah pekerjaan saya. Bahkan sekali pun saya mengalami kegagalan, saya tidak menyerah untuk belajar tidak menyerah agar bisa terus bekerja dan berharap.</p>
<p>Tentukan tujuan hidup dan bayarlah untuk mencapai tempat itu. Ingat, waktu terus berputar; jangan sampai kita tertinggal. Ingat, argo terus maju; jangan sampai kita tidak punya uang untuk membayar seluruh biaya perjalanan.</p>
<p>@Chossy Tan, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/12/14/fabulezlycool-sang-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix n’ Match: Kencan Tua-Muda di Vienna</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/11/27/mix-n-match-kencan-tua-muda-di-vienna/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/11/27/mix-n-match-kencan-tua-muda-di-vienna/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 13:54:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[Kencan]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=16322</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Carmen
Artikel ini cocok untuk yang biasanya berelasi atau ingin menjalin relasi dengan lesbian yang jarak umurnya jauh berbeda. Jadi lesbian yang merasa tersentil, kumpul-kumpul sini. Aku mau bagi-bagi tips nih untuk kencan romantis.
Tahu sendiri kan, kalau jarak umur jauh suka disindir, “Eh ngomongin apaan sih lu berdua? Emang bisa nyambung?” Atau ada yang sinis, “Udah deh lupain aja, paling dia mikir kamu anak kecil, dan paling hubungannya nggak serius.” Lainnya, “Apaan sih sama anak kecil, kamu kan udah tante-tante, nanti dia nganggep kamu membosankan lho.”
Aih orang-orang skeptis itu, berhasil ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-16334" title="7vienna_graben" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/7vienna_graben-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" />Oleh: Carmen</p>
<p>Artikel ini cocok untuk yang biasanya berelasi atau ingin menjalin relasi dengan lesbian yang jarak umurnya jauh berbeda. Jadi lesbian yang merasa tersentil, kumpul-kumpul sini. Aku mau bagi-bagi tips nih untuk kencan romantis.</p>
<p>Tahu sendiri kan, kalau jarak umur jauh suka disindir, “Eh ngomongin apaan sih lu berdua? Emang bisa nyambung?” Atau ada yang sinis, “Udah deh lupain aja, paling dia mikir kamu anak kecil, dan paling hubungannya nggak serius.” Lainnya, “Apaan sih sama anak kecil, kamu kan udah tante-tante, nanti dia nganggep kamu membosankan lho.”</p>
<p><span id="more-16322"></span>Aih orang-orang skeptis itu, berhasil tidaknya relasi kan tidak bergantung umur. Plus, tahu apa mereka soal betapa menakjubkannya perempuan energik muda yang memandang kehidupan sebagai ladang berbunga, tahu apa pula mereka soal kerennya perempuan dewasa yang keibuan, seperti malaikat cantik jatuh dari langit. Mulai lebay deh, hihihihi.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/3museumsquartier.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-16329" title="3museumsquartier" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/3museumsquartier-300x173.jpg" alt="" width="300" height="173" /></a>Oke, <em>back to </em>kencan. Yang paling utama tentu saja soal tempat. Bagaimanapun juga, tempat akan memengaruhi kondisi suasana kencan, juga dalam perkenalan, hingga soal nyambung-nggak nyambungnya percakapan, sampai ke level kenyamanan kedua belah pihak pada saat kencan. Hal-hal ini agak <em>tricky</em> karena kedua perempuan bisa jadi hidup di generasi yang berbeda, misalnya. Biar penggambaran tipsnya maksimal, kuambil contoh ekstrem nih soal tempat dan kondisi kencan ideal. Menurutku, tempat sangat romantis untuk dua perempuan berjarak umur jauh tersebut adalah wisata di Vienna, ibukota negeri Austria. Di peta ada di tengah-tengah benua Eropa.</p>
<p>Kenapa di sana, bukan di kota-kota lain di Eropa yang juga indah? <em>Well, </em>Vienna bisa jadi tempat yang bagus karena gaya hidup dan tata kotanya yang menarik. Di sana penggabungan antara “budaya klasik/tua” dengan “budaya modern/muda” adalah sempurna. Aaawww&#8230;. Asyik, kan?</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/2Hofburg_Palace-Vienna.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-16328" title="2Hofburg_Palace-Vienna" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/2Hofburg_Palace-Vienna-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Kota Vienna tahun 2001 dinobatkan menjadi UNESCO World Heritage town. Artinya, seluruh kota itu dianggap sangat penting secara signifikan bagi kebudayaan manusia di dunia. Jadi di seluruh bagian kota, bangunan yang ada kaitannya dengan kultur dan tempat ibadah, dilindungi secara legal oleh Konvensi Jenewa. Akibatnya, kalau jalan-jalan, nyaris semua yang dilewati adalah bangunan yang cantik-cantik dari zaman dahulu kala, hanya bawahnya etalase toko, misalnya. Selain itu, yang kuperhatikan, masyarakat kota ini, tua maupun muda, punya gaya hidup yang sangat nyeni. Salah satunya, aktif berpartisipasi di acara-acara kesenian, misalnya mengunjungi konser musik, pertunjukan drama, opera, dan lain-lain. Sudah terbayang kencan seperti apa yang cocok untuk yang berjarak umur jauh? Kencan budaya, dong!</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/1belvedere-palace-schloss-belvedere.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-16327" title="1belvedere-palace-schloss-belvedere" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/1belvedere-palace-schloss-belvedere-300x158.jpg" alt="" width="300" height="158" /></a>1. Museum<br />
</strong>Kencan bisa dimulai dari jalan-jalan ke museum. Jadi nggak usah cari topik lagi, topiknya sudah dikasih sama museumnya. Jenis museumnya juga bisa macam-macam. Contoh, museum yang banyak benda-benda klasik, seperti di istana musim panas Belvedere di sana kita bisa melihat lukisan dari Gustav Klimt atau pelukis-pelukis utama lainnya, dan koleksi-koleksi kerajaan; atau di istana musim panas yang menakjubkan Schloss Schonbrunn di sana Ratu pertama di Eropa, Maria Theresia tinggal bersama keluarganya; atau di kompleks istana Hofsburg di tengah kota tempat Sisi (Princess Elizabeth) yang terkenal itu tinggal. (lihat link-link di bawah).</p>
<p>Setelah berjalan-jalan di museum yang klasik, kita bisa jalan 2 menit dari istana Hofsburg ke MuseumsQuartier, tempat kompleks museum-museum yang mengusung tema seni modern dan kontemporer. Contohnya, museum Kuntshalle mengkhususkan diri memamerkan eksibisi seni kontemporer dengan media fotografi, instalasi, video, film dan alat media baru lainnya. Dijamin akan terus ngobrol dan terkejut kalau memasuki museum Mumok dengan koleksi Viennese Actionism (bentuk seni ekstrem seni modern, seperti foto bayi yang meninggal atau foto badan telanjang dilumuri salad, sebagai bentuk aksi politik represi sosial dan seksual di kota ini tahun 1957-1968), dan koleksi lain bergaya <em>pop art, photorealism</em>, Nouveau Realisme, dan <em>minimal art</em> diperagakan.</p>
<p>Jadi sembari jalan, bisa sambil memperhatikan antusiasme kesukaan si teman kencan. Selain itu, bisa dikait-kaitkan sama topik yang personal. Misalnya, di Museum Kaiserappartements, aku menemukan piring kerajaan koleksi ratu yang bergambar dua perempuan berhubungan mesra. Jadilah langsung heboh ngobrol bahwa lesbi itu ada di mana-mana, sejak dulu kala.</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/5staatsoper1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-16332" title="5staatsoper" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/5staatsoper1.jpg" alt="" width="288" height="215" /></a>2. Belanja Karya Seni<br />
</strong>Kalau kira-kira lebih suka melihat-lihat karya seni sambil bisa belanja karya seninya (lukis, patung, porselen, dll), untuk yang klasik bisa jalan-jalan ke area sekitar Naschmarkt, tempat banyak <em>chic cafes</em> dan galeri-galeri seni (misalnya, Lichterloch di Gumpendorfer Strasse 17, the Vintagerie di Plosslgasse 11, atau Galerie Rauminhalt di Schleifmuhlgasse 13). Untuk yang karya seni modern dan kontemporer, bisa jalan-jalan ke sekitar jalan Eschenbachgasse (lihat galeri Mobel atau Galerie Martin Janda), atau di Friedrichstrasse (lihat galeri Secession).</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/6konzerthaus.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-16333" title="6konzerthaus" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/6konzerthaus.jpg" alt="" width="288" height="215" /></a>3. Pertunjukan musik, drama</strong><br />
Ke Vienna tentu saja rugi kalau tidak ikut-ikut orang lokal berpartisipasi di pertunjukan seninya, sekalian kencan malam-malam. Mozart aja bilang, <em>&#8220;Vienna is the best place for my profession!&#8221;</em> Bisa dicoba melihat pertunjukan musik klasik, jazz, kontemporer, hingga musik rock di Konzerthaus. Setelah itu, untuk pengalaman unik dan berkelas, bisa dicoba ke pertunjukan opera di gedung utama Statsooper, tempat produksi opera terbaik. Kalau ragu, bisa dibaca panduan <a href="http://sepocikopi.com/2011/05/15/mix-n-match-terapi-opera/http://sepocikopi.com/2011/05/15/mix-n-match-terapi-opera/">Terapi Opera </a>untuk lesbian pemula penikmat opera. Untuk pertunjukan yang hip dan masa kini (<em>halah!</em>), bisa dilihat produksi-produksi di <em>venue </em>Volkstheater. Bisa nemuin lesbiankah di tempat-tempat ini? Ah <em>dear</em>, jangankan lesbian perorangan, ini banyak pasangan berkeliaran. Jadi, mari berjalan-jalan sambil menyantap kesenian tanpa ragu bersama komunitas lesbian di Vienna!</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/4cafesperl.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-16331" title="4cafesperl" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/4cafesperl-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>4. Dinner + Acara Ngopi<br />
</strong>Kencan romantis pasti tidak jauh-jauh dari makan malam dong. Di sepanjang kota Vienna, tempat makan pun banyak yang tradisional maupun kontemporer, maupun yang gabungan. Ceritanya kan “gabungan yang tua dan muda = sempurna”, jadi pesan tersirat ini bisa diperpanjang juga ke elemen makanan. Konsistensi <em>to the max</em>! Untuk makanan tradisional Vienna, bisa dicoba <em>beisln pub </em>manapun yang menyajikan <em>wienerschnitzel </em>yang super yummy, dan <em>dessert </em>seperti <em>kaiserschmarrn </em>(pancake manis dengan raisin) atau <em>applestruddle</em>. Yum! Atau resto-resto <em>Neo-beisln </em>(yang versi lebih modern tapi tetap memakai resep tradisional ditambah inovasi) juga bisa jadi pengalaman yang berbeda. Contoh bisa dicoba resto Plachuttas Gasthaus zur Oper (di Walfischgasse 5, dekat gedung opera).</p>
<p>Sore-sore sebelum <em>dinner</em>, ngapain dong? Pengin tetep deket-deket sama teman kencan lebih lama, nih! <em>No worries, </em>teman. Untuk penyuka kopi, di Vienna, kopi adalah raja. Tradisi minum kopi sangat kental di sini. Banyak sekali kafe kopi bertebaran di penjuru kota. Untuk kafe tradisional yang melegenda, bisa dicoba Cafe Sperl, dekat MuseumsQuartier. Untuk kafe yang lebih modern di area sama, bisa dicoba Cafe Freiraum atau Cafe Europa. Kalau yang rada-rada bikin gaydarnya nguing-nguing berjam-jam <em>(aku curiga ini kafe tempat ngumpul gay/lesbian)</em>, coba ke Cafe Berg di jalan Bergasse (dekat Museum Sigmund Freud). Selain kopi, kafe-kafe ini juga menyajikan makanan dan minuman lain.</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/8_Stefansdom.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-16335" title="8_Stefansdom" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/8_Stefansdom-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>5. Shopping<br />
</strong>Kencan budaya berikutnya termasuk budaya belanja, hehehe. Untuk yang tradisional plus sentuhan berkelas lainnya, bisa pergi ke daerah Graben atau Kohlmarkt di dekat kompleks museum istana Hofsburg, sambil foto-foto di katedral St Stephen yang gede banget dan beraroma gothic. Untuk yang berjiwa masih muda, bisa lanjut jalan beberapa menit ke arah Mariahilferstrasse (sebelahnya MuseumsQuartier) dan Neubaugasse. Dari yang barang biasa seperti baju, sepatu, sampai yang lucu-lucu seperti coklat dan alat-alat olahraga aneh juga ada; tempat-tempat yang akomodatif bagi dua insan bergenerasi berbeda adalah krusial bagi suksesnya kencan!<br />
<a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/9naschmarkt.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-16336" title="9naschmarkt" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/9naschmarkt-300x223.jpg" alt="" width="300" height="223" /></a><br />
Nah Vienna kan kota ideal versi SepociKopi, tujuannya hanya agar ilustrasi lima tempat kenlcan lebih jelas. Sambil membaca ini, bisakah kamu membayangkan paralelnya dengan tempat-tempat di daerahmu? Bikin rencana yang tepat dan kreatif sangat penting lho, apalagi menyangkut hajat hidup kebahagiaan lesbian *wink*. Selain itu, kalau ada rencana, si teman kencan lebih bisa menjawab “mau” lho kalo diajak kencan! Tinggal pede bilang, <em>“d&#8217;you want to be my date*?”</em></p>
<p>@Carmen, SepociKopi, 2011</p>
<p>PS: Ini bukan ajang promosi kencan sama penulis. Kalau ada yang tertarik, anggap saja memang iya. <em>Keep smiling, be happy </em>:p</p>
<p><span style="color: #000000;">Informasi </span>situs tentang Vienna:</p>
<p><a href="http://www.wien.info">www.wien.info</a><br />
<a href="http://www.belvedere.at">www.belvedere.at</a><br />
<a href="http://www.schoenbrunn.at">www.schoenbrunn.at</a><br />
<a href="http://www.hofburgwien.at">www.hofburgwien.at</a><br />
<a href="http://www.kuntshallewien.at">www.kuntshallewien.at</a><br />
<a href="http://www.mumok.at">www.mumok.at</a><br />
<a href="http://www.konzerthaus.at">www.konzerthaus.at</a><br />
<a href="http://www.staatsoper.at">www.staatsoper.at</a><br />
<a href="http://www.volkstheater.at">www.volkstheater.at</a><br />
<a href="http://www.cafesperl.at">www.cafesperl.at</a><br />
<a href="http://www.cafe-berg.at">www.cafe-berg.at</a><br />
<a href="http://www.stephanskirche.at">www.stephanskirche.at</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/11/27/mix-n-match-kencan-tua-muda-di-vienna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cuci Mata: Belanja Cantik dan Sukses</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/08/18/cuci-mata-belanja-cantik-dan-sukses/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/08/18/cuci-mata-belanja-cantik-dan-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 14:16:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cuci Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[fesyen]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[urban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=14349</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Sidney
&#8220;Sid, besok 17an kita lihat sale sandal yuk.&#8221; Demikian seorang teman lesbian mengirim BBM pada siang hari, mengajakku melihat sale up to 70% sandal/sepatu berlogo buaya di sebuah mal di Jakart Barat. Sedetik aku tergoda ingin mengiyakan ajakan sahabat lesbian yang kebetulan teman SMA-ku ini.  Lucu juga sih, di hari kemerdekaan, diajak upacara di mal. Tapi membayangkan antreannya yang pasti mengular gila-gilaan, sejujurnya aku masih trauma sisa mengantre beli android bulan lalu. Yap, aku menolak ajakannya. Bayangkan, Sidney menolak ajakan melihat sale.
&#8220;Tapi murah-murah lho, Sid,&#8221; rayu temanku lagi. &#8220;Yuk, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/08/Girls-Shopping.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-14351" title="Girls-Shopping" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/08/Girls-Shopping-300x232.jpg" alt="" width="300" height="232" /></a>Oleh: Sidney</p>
<p>&#8220;Sid, besok 17an kita lihat <em>sale </em>sandal yuk.&#8221; Demikian seorang teman lesbian mengirim BBM pada siang hari, mengajakku melihat <em>sale up to</em> 70% sandal/sepatu berlogo buaya di sebuah mal di Jakart Barat. Sedetik aku tergoda ingin mengiyakan ajakan sahabat lesbian yang kebetulan teman SMA-ku ini.  Lucu juga sih, di hari kemerdekaan, diajak upacara di mal. Tapi membayangkan antreannya yang pasti mengular gila-gilaan, sejujurnya aku masih trauma sisa mengantre beli android bulan lalu. Yap, aku menolak ajakannya. Bayangkan, Sidney menolak ajakan melihat <em>sale</em>.</p>
<p><span id="more-14349"></span>&#8220;Tapi murah-murah lho, Sid,&#8221; rayu temanku lagi. &#8220;Yuk,  Lisa juga mau. Sekalian cuci mata, mungkin ada andro-andro cakep yang ikut mengantre sandal. Lisa juga pasti nraktir kita makan sushi sehabis belanja-belanja cantik.&#8221; Aku sedikit goyah. Sahabat lesbianku satu ini ya&#8230; Pintar sekali merayuku denganku tiga kegemaranku. <em>Sale, </em>sushi, dan andro. Tapi aku mengeraskan hati, dan tetap menolak.</p>
<p>Nah, pada hari kemerdekaan kemarin aku diajak makan sushi sama partner di mal tempat <em>sale </em>berlangsung. Teganya! Ini bukan hari merdeka namanya. Aku melirik <em>banner </em><em>sale </em>itu beberapa kali lalu melirik partnerku dan aku melihat dia menahan senyum. Tahu bahwa aku tergoda. Jahatnya! Tapi aku tidak mau kalah dan tidak mengajaknya ke sana.</p>
<p>Pagi ini dalam suasana pasca liburan, kantorku penuh dengan gejolak adrenalin yang belum surut. Alias masih malas-malasan kerja. Rasanya kepingin buru-buru jam pulang sehingga aku bisa pulang ke apartemen partnerku dan masak di sana.<em> Tik tok. </em>Jam pulang tiba. Tiba-tiba bosku memanggil.</p>
<p>&#8220;Sid, kemari sebentar.&#8221;<br />
Pasti mau dikasih<em> last minute </em>kerjaan deh.<br />
&#8220;Sid!&#8221; Panggilnya lagi, lebih mendesak.<br />
&#8220;Ya, Bu?&#8221; Aku bergerak ke arahnya.<br />
&#8220;Sid, nanti kita ke <em>sale </em>sandal yuk. Sebentar lagi kita jalan.&#8221; Aku bengong. Dia menyebut dua nama manajer lain yang bakal ikut dan klien kami. Aduh! Bayangkan, klien juga ikutan. K.L.I.E.N.</p>
<p>Bagaimana ini? Diajak gaul sama bos-bos ke <em>sale </em>yang sudah kutahan sejak kemarin. Bagaimana bisa menolak<em> female bonding</em> dengan bos, manajer, dan klien? Ini atas nama bisnis, bukan main-main. Bukan ajakan ala teman lesbianku kemarin. Akhirnya aku luluh. Aku harus patuh dengan panggilan bisnis, bukan?<em> I can resist everything except temptation,</em> kata Oscar Wilde. Sepanjang perjalanan menuju mal, aku menyugesti diriku, &#8220;Lihat aja, jangan beli apa-apa.&#8221; Kuucapkan berkali-kali seperti mantra.</p>
<p>Tapi, ini kan Sidney ya. Aku sudah tahu <em>ending</em>-nya. Dalam suasana <em>sale </em>yang ramai dan penuh orang kalap, aku terseret-seret. Akhirnya aku membeli sandal dengan diskon 50 persen. Setidaknya, aku berhasil menahan diri tidak membeli sepatu kanvas Hello Kitty warna <em>pink</em>.</p>
<p>Apa kabar dengan belanja bisnisnya? Berhasil dengan baik, akhirnya klien dengan rupa bahagia langsung menyetujui permintaan bos untuk menurunkan <em>budget</em>-nya, di antara keriuhan memilih sandal. Inilah pentingnya belanja-belanja cantik dengan para eksekutif perempuan. Seharusnya setiap lesbian mengerti pentingnya aktivitas <em>sale </em>untuk meluluhkan hati cewek gebetan. Ini sudah terbukti! Sekarang, aku mengetik tulisan ini sambil menunggu orderan sushi. Ditraktir bos yang sedang bahagia &#8211; dapat sandal, klien yang oke, dan gosip di lingkungan bisnis. Ihiy!</p>
<p>@Sidney, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/08/18/cuci-mata-belanja-cantik-dan-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FabuLezlyCool: Love is Never Rude</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/05/18/love-is-never-rud/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/05/18/love-is-never-rud/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 May 2011 04:48:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[FabuLezlyCool]]></category>
		<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[KDRT]]></category>
		<category><![CDATA[Relationship]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=12215</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Flapuding
&#8220;Fla&#8230; Masa kemarin cuma karena hasil nilai ulanganku lebih tinggi dari Abang, dia jadi marah sama aku. Si Abang tuh tempramen sekali. Dari mulut yang berbicara sampai tangan yang bertindak, ditoyor lah kepalaku, ditampar, dan yang paling parah dia juga mencekik aku….”
Mencekik?! Batinku, ngeri. Tapi pertanyaan itu tersangkut di tenggorokan.
“ Kalau sudah mulai ringan tangan seperti itu ujung-ujungnya hanya air mataku doang yang keluar. Ngga tau deh, Fla… udah berapa liter air mata yang aku tumpahkan. Tapi herannya, jika emosi si Abang sudah reda, gantian dia yang menangis minta ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/soft_by_moonmiracle-d3e1u2l.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-12217" title="soft_by_moonmiracle-d3e1u2l" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/soft_by_moonmiracle-d3e1u2l-271x300.jpg" alt="" width="271" height="300" /></a>Oleh: Flapuding</p>
<p>&#8220;Fla&#8230; Masa kemarin cuma karena hasil nilai ulanganku lebih tinggi dari Abang, dia jadi marah sama aku. Si Abang tuh tempramen sekali. Dari mulut yang berbicara sampai tangan yang bertindak, ditoyor lah kepalaku, ditampar, dan yang paling parah dia juga mencekik aku….”</p>
<p>Mencekik?! Batinku, ngeri. Tapi pertanyaan itu tersangkut di tenggorokan.</p>
<p>“ Kalau sudah mulai ringan tangan seperti itu ujung-ujungnya hanya air mataku doang yang keluar. Ngga tau deh, Fla… udah berapa liter air mata yang aku tumpahkan. Tapi herannya, jika emosi si Abang sudah reda, gantian dia yang menangis minta maaf. Dan aku kembali luluh…  dan hal itu terjadi lagi, terus dan terus berulang.&#8221;</p>
<p>Setelah sesi curhat selesai, pikiran Fla terus berkecamuk dan bertanya-tanya. Seperti itu kah yang dinamakan cinta?  Mulut yang bertubi-tubi mengutarakan ungkapan besarnya rasa cinta, ternyata bibir itu juga melontarkan caci maki. Jemari yang membelai lembut wajah sang kekasih, tapi jemari itu pula yang melebamkan tak hanya raga namun menusuk ke dalam jiwa.</p>
<p>Adakah diantara teman-teman yang pernah mengalami hal seperti itu? Mendapat perlakuan kasar dari kekasih?</p>
<p>Lho, lho… kok ada yang ngacung? Fla hitung ya, 1… 2&#8230;4 … 6. Wah ternyata banyak juga!</p>
<p>Awalnya Fla pikir, kekerasan itu hanya dilakukan oleh seorang lelaki. Memang ada sebagian lelaki yang tempramental, emosional, dan merasa dominan. Tapi ternyata ada juga perempuan yang melakukan kekerasan. Padahal perempuan sendiri dikenal sebagai makhluk yang lemah-lembut.  Fla menyebutnya KDHP, Kekerasan Dalam Hubungan Percintaan. Istilah ini Fla rasa lebih cocok buat kita, para remaja.</p>
<p>Meski sudah banyak organisasi atau LSM perempuan yang menghimbau untuk menolak KDRT, tapi kasus-kasus KDRT masih banyak ditayangkan di televisi. Seorang suami yang tega menganiaya istrinya, ayah atau ibu yang tega menyiksa anaknya hanya karena si anak menangis minta uang jajan. Ternyata keadaan ini tidak jauh berbeda dalam hubungan percintaan remaja, kekerasan atau KDHP ini juga sering kali terjadi. Nggak perduli  pacaran hetero atau pacaran yang sesama jenis.</p>
<p>Aduh, kenapa begitu ya? Padahal baru juga pacaran, sudah main kasar. Bagaimana kalau nanti kalau sudah menikah? Atau yang lesbian, baru juga pacaran tiga bulan, gara-gara salah paham saja sudah berani melakukan kekerasan, bagaimana kalau sudah setahun atau lebih? Jangan-jangan lebih berani tuh…</p>
<p>Namun sangat disayangkan, nggak banyak korban KDHP yang berani dengan tegas melawan atau menolak tindakan kekerasan tersebut. Kenapa? Karena terbutakan oleh rasa cinta. Berharap kekerasan  itu hanya terjadi sekali hanya karena sang pacar tidak mampu menahan emosi atau karena benar-benar khilaf  dan tidak akan terulang lagi. Apa lagi kalau si pacar atau pelaku sudah memohon maaf dengan  aksi yang meyakinkan; ungkapan penyesalan lengkap dengan derai air mata serta janji untuk tidak mengulanginya. Nah, kalau sudah begitu, siapa yang nggak luluh coba? Apalagi kita-kita jenis cewek yang baik hati, tidak sombong serta mudah memaafkan. Ujungnya bisa ditebak, siklus yang sama terjadi lagi. Bertengkar-menampar-meminta maaf-akur-bertengkar-mencaci maki dan mempermalukan-menyesal-akur-bertengkar-menoyor kepala-meminta ampun-akur-bertengkar….aduuh, aduh… Fla nggak sanggup meneruskannya deh!</p>
<p>Seperti kata Agnes Monica, ”cinta ini kadang-kadang tak ada logika!” Mayoritas kita, kaum perempuan memang didominasi oleh perasaan. Kalau sudah menyangkut urusan hati, logikanya lebih sering nggak bisa diajak kerjasama. Rasa kasihan sama sang pacar yang sudah menghiba-hiba, rasa takut kehilangan pacar kalau nanti putus atau alasan-alasan lainnya. Mungkin itu sebabnya sang pelaku tidak jera karena merasa akan dimaafkan dan ditoleransi setiap kali amarahnya meledak tanpa pernah benar-benar sadar apa yang telah mereka lakukan itu menyakiti kekasihnya.</p>
<p>Mungkin ada pelaku KDHP yang protes, menuntut pembenaran akan amarah yang meledak. Misalnya: “Gue kan sayang banget sama femme gue, ya wajar dong gue ngamuk kalau dia meladeni butch lain yang sok akrab. Gue ‘keras’ juga supaya femme gua ngerti kalo gue sayang banget sama dia.”</p>
<p>Waduh, marah sih boleh saja, tapi jangan sampai membentak, memaki dengan kata-kata keji apalagi sampai menyakiti secara fisik, bahkan menarik atau menyeret lengan sang pacar dengan kasar juga sudah termasuk KDHP.</p>
<p>Contoh lain, “Saya kan udah capek kerja, pusing sama sama <em>deadline</em> kerjaan di kantor hingga mudah terpancing emosinya. Saya nggak nyakitin kok, cuma kalau marah semua kebun binatang keluar. Karyawan saya aja, saya bego-begoin!”</p>
<p>Aduh jeung…, kalau memang sudah nasib punya pacar ber-IQ jongkok, ya diajarin dong, bukan malah menghantamnya secara verbal dengan ucapan yang membuatnya terluka. Kalau luka fisik itu mudah disembuhkan, tapi kalau luka hati apalagi yang menjatuhkan harga diri dan rasa percaya diri sang pacar, bekasnya sulit lho disembuhkan.</p>
<p>Satu contoh lagi KDHP yang sering terjadi: “Gue mengancam dia begitu supaya dia nggak jadi mutusin gue. Itu karena gue masih ingin bersamanya dan nggak bisa hidup tanpanya.”</p>
<p>Yang ini Fla sudah nggak bisa tolerir deh. Apapun alasannya, bagaimanapun kondisinya, kalau si pacar sudah berani “MENGANCAM”, lebih baik segera tinggalkan. SEKARANG JUGA. Biasanya sih, ancaman seputar akan membuka kelesbianan pada keluarga kalau diputusin, mengancam akan membeberkan rahasianya  pada teman-teman kampus dan teman kerja, mengancam akan bunuh diri kalau diputusin, dll.</p>
<p>Fla ingin sekali agar siklus KDHP ini bisa kita hentikan sedini mungkin. Karena itu Fla berpesan pada teman-teman semua.</p>
<p><strong>Buat para pelaku KDHP:</strong></p>
<ol>
<li>Berhentilah      melakukan KDHP sekarang juga. Kalau kamu nggak bisa berhenti dan terus      mengulanginya lagi, carilah bantuan (psikolog) untuk menghentikannya.</li>
<li>Berhentilah      melakukan KDHP, karena nggak ada manusia yang sanggup menghadapi      kekerasan. Cepat atau lambat kamu akan ditinggalkan.</li>
<li>Berhentilah      melakukan KDHP, kekerasan hanya menghasilkan kebencian dan dendam.</li>
</ol>
<p><strong>Buat para korban KDHP:</strong></p>
<ol>
<li>Berhentilah      menjadikan dirimu korban/objek kemarahan.  Tidak ada toleransi untuk KDHP.</li>
<li>Jangan pernah      memberi kesempatan ke-3 pada pelaku KDHP.</li>
<li>Segera      tinggalkan bila pelaku KDHP melakukan ancaman dalam bentuk apapun dan dengan alasan apapun.</li>
<li>Minta      dukungan teman, sahabat atau keluarga untuk melepaskan diri dari pelaku      KDHP.</li>
</ol>
<p>Fla yakin, sesama perempuan kita tentu lebih mengerti apa yang diinginkan perempuan sebagai pacar kita, yaitu kasih sayang dan kelembutan yang membuatnya nyaman bersama kita dan merasakan seperti cinta sebenarnya.</p>
<p><em>&#8220;Love is always patient and kind. It is never jealous. Love is never boastful or conceited. It is never rude or selfish. It does not take offense and is not resentful.&#8221;</em></p>
<p><em>@</em>Flapuding, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/05/18/love-is-never-rud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix n’ Match: Terapi Opera</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/05/15/mix-n-match-terapi-opera/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/05/15/mix-n-match-terapi-opera/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 May 2011 05:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[opera]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=12157</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Carmen
Pernah jatuh sakit saat menjalani long distance relationship (LDR)? Tersayat-sayat ya rasanya hati. Rasanya kangen, sedih, mungkin ada sedikit romantisme, uneasy gimanaaaa gitu. Harus tidur sepanjang hari karena tubuh terasa lemah dan hanya bisa melihat ke jendela membayangkan kekasih nun jauh di sana. Oke, akan ku-stop karena mulai berlebihan.
Saat-saat kangen seperti itu, aku mempunyai kebiasaan cukup manjur untuk melegakan hati bagi lesbian dirundung kemalangan, yaitu dengan menyetel musik yang lebih intensdari kondisi hati. Yang kuputar adalah lagu-lagu indah dari opera, dinyanyikan secara duet oleh dua orang perempuan.
Ups, jangan protes ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/opera_8_by_chaton75-d331yhi.jpg"><img src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/opera_8_by_chaton75-d331yhi-300x199.jpg" alt="" title="opera_8_by_chaton75-d331yhi" width="300" height="199" class="alignleft size-medium wp-image-12162" /></a>Oleh: Carmen</p>
<p>Pernah jatuh sakit saat menjalani l<em>ong distance relationship </em>(LDR)? Tersayat-sayat ya rasanya hati. Rasanya kangen, sedih, mungkin ada sedikit romantisme, uneasy gimanaaaa gitu. Harus tidur sepanjang hari karena tubuh terasa lemah dan hanya bisa melihat ke jendela membayangkan kekasih nun jauh di sana. Oke, akan ku-stop karena mulai berlebihan.</p>
<p>Saat-saat kangen seperti itu, aku mempunyai kebiasaan cukup manjur untuk melegakan hati bagi lesbian dirundung kemalangan, yaitu dengan menyetel musik yang lebih intensdari kondisi hati. Yang kuputar adalah lagu-lagu indah dari opera, dinyanyikan secara duet oleh dua orang perempuan.</p>
<p>Ups, jangan protes dulu, atau teriak “ngaco ih!”</p>
<p>Hipotesisku, semakin intens level konteks emosional lagu yang didengar, semakin turun ketegangan emosional lesbian. <em>Rationale</em>-nya paralel dengan teknik <em>flooding</em>; dimana kalau ada orang yang fobia laba-laba, misalnya, seorang psikolog aliran behavioristik akan menyuruh kliennya untuk masuk ke ruangan penuh laba-laba (dengan kontrol tentunya; misalnya mengontrol waktu intervensi). Sehingga setelah beberapa sesi, diharapkan ketakutannya akan binatang laba-laba menjadi menurun karena biasa dengan laba-laba. Sama halnya dengan emosi lesbian sepertiku yang malang; jadi ditaruh di konteks berlatar  belakang pemutaran karya seni yang lebih intens biar emosiku lebih terjaga. Maaf aku bukan psikolog, jadi kalau rada ngaco harap maklum. Tapi logis, kan?! (maksa) hehe.</p>
<p>Seperti teknik <em>flooding </em>tersebut, tentu perlu ada kontrol. Karena jika musiknya terlalu berlebihan untuk emosi hati karakter bersangkutan, bisa jadi ada efek-efek negatif yang tak diharapkan. Jadi ada sedikit peringatan: Intervensi opera aria ini mudah-mudahan berhasil bila dua asumsi berikut terpenuhi. Yaitu, lesbian yang berpartisipasi masih cinta kehidupan (berhubung cerita opera nyaris semua endingnya tragis; jangan sampai partisipan pengen ikut-ikut tragis) DAN lesbian yang berpartisipasi bukan drama queen akut (misalnya, merasa nasibnya lebih tragis daripada kisah tragedi jaman Romawi purba).</p>
<p>Partisipan pertama adalah aku. Komitmen, nih. Berani bereksperimen, berani jadi kelinci percobaan. Seperti yang biasa orang lakukan, sebelum menonton opera, perlu membaca sinopsis. Ini adalah supaya tidak menggantungkan diri pada lirik-lirik yang aneh dan sulit dimengerti (biasanya subtitlenya bisa dibaca di layar atas panggung); dan supaya emosinya lebih mengena (karena lebih mengerti arti lagu, yang biasanya berbahasa Italia, atau Jerman, atau Perancis). Sinopsis berikut akan kugabung dari aslinya dan ditambahkan imajinasi agar cocok untuk konteks lesbian.</p>
<p><strong>1. Untuk saat tingkat keparahan emosi: Mild</strong><br />
- Sull’Aria (dari opera The Marriage of Figaro)</p>
<p>The Marriage of Figaro adalah opera yang “menyenangkan”, sebuah art<br />
masterpieceyang berbau komedi dari komposer Mozart. Umumnya opera-opera oleh Mozart akan kurekomendasikan untuk yang pertama kali menonton opera; selain opera-opera kontemporer (e.g., karya Stephen Sondheim). </p>
<p>Di lagu ini, seorang Countess dari Spanyol bersama dengan pelayannya berdiskusi menulis surat palsu untuk menguji kesetiaan Count, suami dari Countess. Nyanyian merdu kedua soprano terdengar berkesinambungan dan saling mengulang kata masing-masing; dengan intensi yang rada “devious”. Lagu ini cocok untuk lesbian yang punya pikiran-pikiran curiga sama pacarnya yang lagi nun jauh di sana. Tapi juga kangen banget, rasanya pengen mengancam, “awas kalau <em>flirting </em>sana, <em>flirting</em> sini, kukitik-kitik pake cutter”.</p>
<p><iframe width="480" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/gaVIwwNhocg" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>(lirik) <em>sotto i pini del boschettooo&#8230; .</em> (di bawah pohon pinus, di tengah pepohonan)<br />
Exposure: Lagu diputar lima kali.<br />
Hasil: Ketawa-ketawa sendiri.<br />
Kesimpulan: Eksperimen sukses.</p>
<p><strong>2. Untuk saat tingkat keparahan emosi: Medium</strong><br />
- Barcarolle (dari opera The Tales of Hoffman)<br />
Cerita opera oleh Jacques Offenbach ini termasuk aneh, karena mengisahkan seorang poet bernama Hoffman yang menantikan orang yang dicinta, dan selama menunggu, bercerita tentang cintanya itu kepada murid-muridnya di tiga babak.</p>
<p>Hasil karyanya, poetry, menjelma menjadi sahabatnya, Nicklausse (perempuan yang berpakaian laki-laki). Di lagu ini, Nicklausse bernyanyi bersama Giulletta (perempuan yang dicinta Hoffman). Mereka berdua bernyanyi sambil membayangkan berlayar di atas gondola di kanal kota Venice. Ritme dari lagu ini mirip dengan cara pemegang perahu gondola mengayuh gondolanya. Lagu ini cocok untuk lesbian yang merasa emosi rindu melanda, dan membayangkan berduaan dengan kekasihnya di<br />
perahu gondola mengelilingi sungai kecil diiringi nyanyian tukang perahu. Aduh, romantis.</p>
<p><iframe width="480" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/KEiZ-J97O5A" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Exposure: Lagu diputar empat kali.<br />
Hasil: Senyum-senyum.<br />
Kesimpulan: Eksperimen sukses.</p>
<p><strong>3. Untuk saat tingkat keparahan emosi: Medium-Well</strong><br />
The Flower Duet (dari opera Lakmé)</p>
<p>Opera karya Léo Delibes yang terkenal eksotis ini adalah tentang Lakmé, anak dari pemimpin agama Hindu yang jatuh cinta pada seorang prajurit Inggris. Di lagu ini, Lakmé bersama pelayannya, Mallika bersiap untuk mandi bersama di kebun; sambil memberikan puja puji terhadap alam yang indah.</p>
<p>Lagu yang cukup populer ini bisa dibilang lagu klasik lesbian (pernah diputar di film The Hunger dan The L Word). Cocok diputar oleh lesbian yang sangat rindu pada pasangan setelah kegiatan menelpon atau sms, dan pengen banget ketemu dan melihat wajah<br />
cantik/cakepnya.</p>
<p><iframe width="480" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/MWqup5t1FHU" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Exposure: Lagu diputar tiga kali<br />
Hasil: Senyum-senyum; agak muncul gairah terhadap pasangan.<br />
Kesimpulan: Eksperimen sukses.</p>
<p><strong>4. Untuk saat tingkat keparahan emosi: Well-done</strong> (kematengan, akibat api emosi yang berkobar-kobar)<br />
- Ah, Come Mai Quell Anima? (dari opera Tancredi)</p>
<p>Opera melodramatik oleh Gioachino Rossini di era Romantic ini mengisahkan tentang prajurit bernama Tancredi (selalu diperankan oleh contralto perempuan) yang mencintai dan dicintai oleh Amenaide, perempuan kelas atas. Duet ini adalah tentang kesalahpahaman akibat miskomunikasi; padahal kedua orang ini ingin yang terbaik bagi orang yang dicintainya. Kisah ini berakhir tragedi karena Amenaide dibunuh; dan Tancredi membalas dendam untuk Amenaide, tanpa tahu bahwa perempuan yang dicintanya itu juga mencintainya. </p>
<p>Cocok didengarkan oleh lesbian dalam kesendirian yang punya rasa marah pada pasangan karena alasan masing-masing tapi juga merasa sangat cinta. Ciri-cirinya adalah perasaan yang ambivalen dan resah.</p>
<p><iframe width="480" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/YGH3mkcYxfk" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Exposure: Lagu diputar dua kali<br />
Hasil: Menangis lega<br />
Kesimpulan: Eksperimen sukses.</p>
<p><strong>5. Untuk saat tingkat keparahan emosi: Gosong</strong><br />
- Mira, O Norma (opera Norma)</p>
<p>Opera oleh Vincenzo Bellini yang unsurnya dari awal sampai akhir adalah tragedi ini adalah tentang Norma, seorang perawan pemuja Druid yang menjalin affair dengan Pollione, seorang pemimpin Roma, kelompok yang dibenci Druid. Norma melahirkan kedua anak perempuannya secara diam-diam; tapi Pollione kemudian bosan pada Norma dan berpaling ke yang lain. Lalu Norma berniat membunuh dua<br />
anak perempuannya, daripada tidak punya ayah dan membawa malu kelompok Druid. Di saat Norma seolah “buta” seperti itu, Adalgisa (yang ingin dinikahi suami Norma) muncul dan menyatakan kesetiaannya pada Norma. Maka Norma menyerahkan kedua anaknya ke Adalgisa, yang juga sangat dicintainya. Di lagu yang sangat intens ini, mereka menyatakan kesediaannya untuk bersama satu sama lain hingga maut<br />
memisahkan. Coba perhatikan lagu yang termasuk paling sulit dinyanyikan tapi yang sangat menyentuh ini; lirik dinyanyikan dengan saling sahut, berakhir dengan penyatuan kedua suara penyanyi yang indah. Akhir kisah ini super tragedi juga, karena Norma kemudian bunuh diri. Jreng Jreng. </p>
<p>Ini cocok untuk lesbian yang pikirannya sedang kacau-kacaunya dan deskripsi perasaan yang intens tidak bisa dideskripsikan oleh kata-kata. Kacau deh pokoknya; menderita, capek, sakit; <em>you name them.</em></p>
<p><iframe width="480" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/HCYNHEpl85s" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Exposure: Lagu diputar satu kali<br />
Hasil: Langsung ketiduran habis menangis<br />
Kesimpulan: Eksperimen sukses.</p>
<p>Untuk mengecek bahwa keberhasilan intervensi terapi musik ini adalah valid, tentu perlu ada pengulangan ke orang yang berbeda; nah silakan dicoba putar musik yang sesuai kondisi masing-masing, mariii&#8230;.</p>
<p>&#8230;..(menunggu beberapa menit)&#8230;.</p>
<p>Gimana? Manjurkah, teman?</p>
<p>Kalau manjur, <em>I am so happy for you!</em> Mungkin sudah saatnya menonton opera secara langsung bersama orang terkasih. Karakteristik opera tuh live, lho! Dan suara penyanyinya tidak perlu amplifikasi (tanpa mikrofon), dan di kondisi seperti itu, setiap artistic masterpiece dari jenius-jenius musik diperagakan! Hati-hati ketagihan!</p>
<p>Kalau tidak manjur dan malah ada muncul emosi marah (e.g., akibat tambah pusing), mudah-mudahan teriakanmu kepada penulis tidak senyaring Queen of the Night di bawah ini (aria Der Hölle Rache, dari The Magic Flute, Mozart).</p>
<p><iframe width="480" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/DvuKxL4LOqc" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Tapi kalau memang lengkinganmu setinggi itu, BRAVA!! Tanpa sadar, mungkin kau telah sukses mencapai “klimaks” yang didambakan penyanyi soprano. Uh yay!!</p>
<p>Enjoy the <em>beautiful music</em>, semoga disertai senyum di sudut bibirmu, bukan dengan kerutan di dahimu <img src='http://sepocikopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@Carmen, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/05/15/mix-n-match-terapi-opera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FabuLezlyCool: Ngapain Minder? Pede Aja Lagi!</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/04/20/pede-aja-lag/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/04/20/pede-aja-lag/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 23:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[FabuLezlyCool]]></category>
		<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[individu]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=11703</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Cheese 

Bagi sebagian besar orang, masa remaja itu dikatakan sebagai masa paling seru dalam sejarah kehidupan. Hura-hura, berpikir simpel dan impulsif, tanggung jawab yang sekadarnya, dan konflik-konflik sederhana yang semakin mendewasakan. Ngomong-ngomong, memang menyenangkan bagi sebagian orang, loh. Nah, gimana dengan sebagian kecil orang yang malah cenderung membenci bahkan berusaha melupakan masa remaja yang tidak begitu berkesan?
Tidak populer, dikucilkan, tidak banyak dikenal seantero sekolah, bahkan sering mendapat julukan kutu buku dan pecundang. Well, memang mengerikan, sih.  Gimana dengan teman-teman lesbian di luar sana? Ada yang sedang dan pernah merasakan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/At_School_by_bx.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-11723" title="At_School_by_bx" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/At_School_by_bx-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Oleh: Cheese <strong><br />
</strong></p>
<p>Bagi sebagian besar orang, masa remaja itu dikatakan sebagai masa paling seru dalam sejarah kehidupan. Hura-hura, berpikir simpel dan impulsif, tanggung jawab yang sekadarnya, dan konflik-konflik sederhana yang semakin mendewasakan. Ngomong-ngomong, memang menyenangkan bagi sebagian orang, loh. Nah, gimana dengan sebagian kecil orang yang malah cenderung membenci bahkan berusaha melupakan masa remaja yang tidak begitu berkesan?</p>
<p><span id="more-11703"></span>Tidak populer, dikucilkan, tidak banyak dikenal seantero sekolah, bahkan sering mendapat julukan kutu buku dan pecundang. <em>Well</em>, memang mengerikan, sih.  Gimana dengan teman-teman lesbian di luar sana? Ada yang sedang dan pernah merasakan masa-masa semacam itu?</p>
<p>Berbekal pertanyaan: kenapa harus ada kaum yang dikucilkan dan kenapa ada kaum yang mengucilkan, membuat gue tertarik untuk membagi tips-tips berikut, harapannya sih, supaya teman-teman bisa keluar dari <em>trademark</em> kutu buku atau pecundang.</p>
<p><strong>Satu. Pede! </strong><em>Semua manusia itu berharga dan punya kelebihan masing-masing.</em> Gue pikir, itulah yang patut membuat kita jadi pede. Buat apa minder? Apalagi buat para butchi dan andro yang makin minder kalau dapat tatapan tajam dari kaum cewek-cewek manis dan <em>pinky</em>. <em>Well</em>, anggap aja mereka naksir. Oh iya, sekedar pengingat aja, kadar pede-nya jangan sampe lewat batas ya. Tau sendiri kan, anak-anak remaja itu paling jijik liat anak <em>overacting</em>. Jadilah orang yang pede <em>and cool</em>.</p>
<p><strong>Dua. Tunjukan bakatmu. </strong>Jangan bilang lo ga punya bakat? Semacam, olahraga, musik atau dalam pelajaran. Buat gue, itu udah menjadi satu modal untuk lo memamerkan bakat yang lo punya, nggak perlu terlalu berlebihan. Tapi buat gue sih pamer itu kadang perlu, hanya agar orang lain mengetahui kalau kita punya kelebihan yang patut dihargai. <em>Pamerlah dengan tindakan, jangan cuma dengan omong kosong.</em> Carilah kesempatan dan waktu yang tepat di mana lo bisa memamerkan bakat lo di hadapan orang banyak.</p>
<p><strong>Tiga. Jangan pelit. </strong><em>Paling tidak, jadilah orang yang suka berbagi.</em> Nggak selalu dalam bentuk materi. Kalau lo memang punya otak jenius yang hanya butuh satu menit untuk mencerna geometri, lo bisa mengajarkan teman-teman lo yang kurang paham pelajaran itu pada jam istirahat. Percaya deh, setelah itu akan ada banyak orang yang bergantung dan membutuhkan lo. Dan rasa membutuhkan dari teman-teman itu merupakan satu gerbang terbuka untuk lo menjalin pertemanan dengan orang lain.</p>
<p><strong>Empat. Mulai bergaul. </strong>Pastikan udah ada banyak yang kenal lo, entah dari bakat lo ataupun kebaikan lo yang suka berbagi. Nah, selanjutnya coba deh perlahan-lahan lo masuk ke dalam satu kelompok yang dirasa cocok dan cukup terbuka untuk orang lain. <em>Nggak eksklusiflah istilahnya, nggak perlu merasa sok pintar ataupun berusaha menonjol dan ingin didengar dalam kelompok itu. </em>Untuk tahap awal, cukuplah lo menjadi pendengar yang baik dalam satu kelompok baru. Pasti akan ada kesempatan lo bisa ikut bergabung dan berbicara di sana.</p>
<p>Nah setelah itu, pasti lo akan dapat banyak pengalaman deh. Jangan lupa sesekali ikut acara ngumpul bareng yang diadakan teman-teman lain, selain bikin lo ga kuper, lo jadi tahu cara bergaul mereka di luaran.</p>
<p><strong>Lima. Ubah penampilan. </strong>Bukannya seperti di tivi-tivi cewek culun dengan kacamata setebal pantat botol minuman soda, tiba-tiba berwajah cantik tak ubahnya boneka Barbie. Terlalu ekstrim ya kayaknya? Kalau sebelumnya lo ke sekolah tanpa menyisir rambut dan nggak keberatan absen mandi seharian, coba deh sekarang diubah. Gak ada jeleknya toh? Cari lah referensi-referensi mengenai gaya pakaian yang terlihat modis dan pas di badan lo, dari majalah maupun internet. SepociKopi ada kolom fesyen juga kan, namanya Side Effect. Intip di sana. Efek sampingnya, siapa tahu tiba-tiba ada cewek kece yang ga disangka-sangka nyantol dan tertarik? Selain itu, penampilan rapih dan menarik bisa menjadi satu nilai plus. <em>Mau donk jadi cantik dan menarik?</em></p>
<p><strong>Enam. Tetap jadi diri sendiri.</strong> Yang penting dan terpenting, <em>jangan sampai lingkup pergaulan membikin lo kehilangan diri lo sendiri. </em>Contohnya, karena keranjingan ingin tahu kafe terbaru dan jadi sasaran tempat nongkrong teman sebaya, lo sampai kelupaan bantuin Mama di rumah atau kelupaan ngecek bujet pengeluaran lo setiap minggunya. Dan nggak perlu juga jadi korban mode untuk terlihat modis. Jadilah anak gaul yang <em>smart</em>.</p>
<p>Nah, sekian tips dari gue. Semoga bisa menjadi masukan yang berguna buat teman-teman lesbian yang memang kebetulan lagi membutuhkan. Ngomong-ngomong, populer itu memang bukan yang terpenting dalam kehidupan masa remaja, tapi menambah pergaulan berarti menambah jaringan kerja dan pengalaman, lebih bagus lagi kalau sekalian nambah pacar. Hehehe&#8230;.</p>
<p>@Cheese, SepociKopi, 2011</p>
<p><strong>Tentang Cheese</strong><strong><br />
</strong></p>
<p>Penggemar keju dan selalu <em>say cheese! </em>kalau lagi difoto. Takut nonton film horor. Sesegera mungkin akan menjadi salah seorang dari Indonesian Young Enterpreneurs.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/04/20/pede-aja-lag/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>te.Lez.kop: For You, Dear</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/04/14/te-lez-kop-for-you-dear/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/04/14/te-lez-kop-for-you-dear/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 09:09:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Telezkop]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[partnership]]></category>
		<category><![CDATA[seksualitas]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=11584</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Shinigami
Kamu kenapa? Baik-baik saja? Kok sepertinya keningmu berkerut setelah mengecek kalender? Wah, ulang tahun pacarmu ya? Senang dong! Sebentar, sebentar… Ulang tahun pacar dan kening berkerut… sepertinya  saya tahu masalahnya. Belum dapet kado buat dia ya? Hehehe… Kalau mau dengar usulanku, silakan teruskan membaca artikel ini. Siapa tahu bisa membantu.
Yang harus dipertimbangkan, dan diputuskan, pertama-tama adalah kesenangan vs kebutuhan. Ya, menurut saya, kado apa pun bisa digolongkan dalam dua kategori besar itu. Untuk menjawabnya diperlukan waktu untuk mengamati keseharian pacar belakangan ini. Perhatikan apakah ada hal-hal yang belakangan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/romantic-gift-giving-tips-800X800.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-11585" title="romantic gift box" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/romantic-gift-giving-tips-800X800-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Oleh: Shinigami</p>
<p>Kamu kenapa? Baik-baik saja? Kok sepertinya keningmu berkerut setelah mengecek kalender? Wah, ulang tahun pacarmu ya? Senang dong! Sebentar, sebentar… Ulang tahun pacar dan kening berkerut… sepertinya  saya tahu masalahnya. Belum dapet kado buat dia ya? Hehehe… Kalau mau dengar usulanku, silakan teruskan membaca artikel ini. Siapa tahu bisa membantu.</p>
<p><span id="more-11584"></span>Yang harus dipertimbangkan, dan diputuskan, pertama-tama adalah kesenangan vs kebutuhan. Ya, menurut saya, kado apa pun bisa digolongkan dalam dua kategori besar itu. Untuk menjawabnya diperlukan waktu untuk mengamati keseharian pacar belakangan ini. Perhatikan apakah ada hal-hal yang belakangan ini diperlukannya namun belum terpenuhi entah karena belum sempat beli atau karena belum cukup uang. Kalau ada, berbahagialah, karena itu seperti ada tanda panah besar yang menunjuk pada kado yang akan kauberikan kepada si pacar tersayang. Ada satu catatan kecil, kalau barang yang dibutuhkannya itu mahal, sangat disarankan untuk menabung jauh-jauh hari.</p>
<p>Kalau tidak ada barang yang diperlukan sang kekasih, jangan putus asa dulu, sebab selalu ada pilihan kedua, yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal yang disenanginya. Kalau dia lagi menggemari hobi baru, pernak-pernik yang berhubungan dengan hobinya itu bisa jadi kado yang sangat menyenangkan baginya. Misalnya pasangan sedang mulai aktif di komunitas dance, maka aksesoris semacam topi atau bahkan sepatu kets yang keren bisa menjadi hadiah yang sangat pas. Pacar sedang belajar memasak? Boleh dikado apron atau buku-buku resep yang sesuai dengan minatnya. Catatannya sama dengan paragraf sebelumnya, kalau barangnya mahal, nabung dulu yak.</p>
<p>Bagaimana kalau baik kesenangan maupun kebutuhan itu hadir dua-duanya? Hm. Yah, kalau bisa dipenuhi dua-duanya akan sungguh baik, tapi kalau tidak bisa ya pilih salah satunya.</p>
<p>Selain faktor kesenangan vs kebutuhan, waktu adalah faktor lain yang harus diperhitungkan. Dalam hal kado, waktu itu tidak kalah penting dengan hadiah itu sendiri, terutama waktu membeli hadiah tersebut. Demi menjadikan hadiahmu kejutan baginya, harus pintar mencari waktu untuk membeli hadiah. Terkadang malah tak hanya mencari, tapi mencuri waktu sehingga entah bagaimana si pacar tak akan tahu. Mau membeli dari jauh-jauh hari atau menjelang hari H itu juga perlu dipikirkan. Membeli jauh hari memang memberimu rasa aman. Tapi rasa aman itu bisa berubah jadi rasa campur aduk ketika tahu-tahu pasanganmu membeli sendiri barang tersebut seminggu setelah kau membelinya. Harus cari ide lagi deh. Kalau begitu beli dekat-dekat hari ultah saja. Bisa juga. Tapi yang bikin bete adalah ketika sudah mepet begitu, eh barang yang dimau susaaahhhhh banget didapatkan. Jadinya balik lagi, harus cari ide lain.</p>
<p>Ribet ya? Tidak sepenuhnya kok. Dan kalau pun memang ribet, semua keribetan itu saya yakin akan terbayar lunas ketika pacar membuka hadiahmu. Jadi ketika kau pusing di tengah segala proses pencarian hadiah ulang tahun untuknya, bayangkan saja reaksi yang akan diberikan olehnya. Saya percaya semangat juangmu akan langsung kembali, bahkan berlipat ganda.</p>
<p>Bicara soal reaksi, tidak perlu takut dengan bayangan pacar akan bereaksi negatif terhadap hadiahmu. Saya yakin kau terlalu mencintainya untuk memberinya hadiah yang aneh-aneh atau bahkan yang dibencinya. Dan sebagai pacar yang baik, dia juga akan menjaga perasaanmu ketika membuka hadiah yang kauberikan. Jadi tenang aja, bayangkan saja senyum gembira dan binar matanya.</p>
<p>Kenapa masih gelisah juga? Ohhh… ini ulang tahun pertama dia selama pacaran denganmu? Ngomong dong dari tadi. Kalau itu situasinya, lebih mudah. Serius. Mau tahu kenapa? Karena hadiah pertama dari pacar itu seperti memiliki sihir tersendiri. Kalau boleh dibilang, apa pun yang kauberikan untuk pacar sebagai hadiah pertama ulang tahunnya—sekali lagi, apa pun itu—akan terasa begitu istimewa baginya. Kado-kado berikutnya boleh jadi terlupakan suatu saat nanti, tapi kado pertama akan selalu diingat dan memiliki kesan yang sangat mendalam. Apalagi kalau kamu enggak kasih kado apa-apa. Heheh… bercanda. Selamat berburu kado!</p>
<p>@Shinigami, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/04/14/te-lez-kop-for-you-dear/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FabuLezlyCool: Melawan Rasa Malas</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/04/13/fabulezlycool-melawan-rasa-malas/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/04/13/fabulezlycool-melawan-rasa-malas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 07:43:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[FabuLezlyCool]]></category>
		<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[individu]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=11555</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: FlaPuding
Aduuuhh&#8230; Baru pertama kali mau menulis kolom FabuLezlyCool ini keadaan lagi tidak mendukung. Telunjuk kiri keseleo dan memar. Nyut-nyutan terus walau sudah dikompres dengan arak gosok. Apa harus pakai anggur merah kali yah biar ampuh? Sakitnya mantab, rek! Apalagi biasa mengetik pakai sebelas jari. Alamak, tinggal sisa satu jari dong. Ya sudahlah, minta bantuan jari yang lain saja, pasti si manis mau membantu hehehe.
Tapi tunggu, kalau urusan bersih-bersih yang biasanya tugas si tangan kiri. Masa harus si  kanan juga yang turun tangan. Wah, gawat. Sudah bersih-bersih terus makan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/teen-girl-lazy.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-11556" title="teen girl lazy" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/teen-girl-lazy-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Oleh: FlaPuding</p>
<p>Aduuuhh&#8230; Baru pertama kali mau menulis kolom FabuLezlyCool ini keadaan lagi tidak mendukung. Telunjuk kiri keseleo dan memar. Nyut-nyutan terus walau sudah dikompres dengan arak gosok. Apa harus pakai anggur merah kali yah biar ampuh? Sakitnya mantab, rek! Apalagi biasa mengetik pakai sebelas jari. Alamak, tinggal sisa satu jari dong. Ya sudahlah, minta bantuan jari yang lain saja, pasti si manis mau membantu hehehe.</p>
<p>Tapi tunggu, kalau urusan bersih-bersih yang biasanya tugas si tangan kiri. Masa harus si  kanan juga yang turun tangan. Wah, gawat. Sudah bersih-bersih terus makan nasi padang lupa cuci tangan. Aduh, jangan sampai deh. Kalau gitu, minta pacar aja kali yang tolongin? Hehehe.  Berkat si jari manis, Fla bisa lanjutin tulisan ini deh. Padahal rasanya malas sekali dengan keadaan seperti ini. Maunya tidur saja biar tidak terasa sakitnya. Merana sekali&#8230; Arrgh! Stop mengeluh Fla!</p>
<p>Seringkali rasa malas menghalalkan berbagai cara untuk menghentikan akhtivitas belajarku. Dari godaan lelah sampai dengan rencana ingin tidur sebentar akhirnya malah kebablasan sampai pagi. Godaan main <em>games </em>yang baru di <em>download </em>tadi siang di waktu senggang ditambah obrolan seru tentang gossip si A dengan si B yang kepergok <em>make out </em>di toilet sekolah. Tak sanggup kalau semua itu dilewatkan biar mulai fokus pada tugas sekolah. Ups. Untuk hal yang satu ini cuma para penggosip yang tertarik membahasnya. Tapi, namanya juga perempuan, senang saja sama yang namanya gossip pastinya?</p>
<p>Sulit sekali mau fokus buat tugas. Saat lagi <em>browsing </em>cari bahan untuk tugas eh ada <em>link </em>menarik tentang Justin Bieber yang katanya sekarang punya pacar. Klik sebentar ah, klik lagi yang lain lagi, lagi, lagi dan terus hingga lupa sama tugas yang harus dikumpulkan besok pagi. Atau godaan lainnya. Ada film seri yang seminggu sekali diikuti dan alur ceritanya lagi seru-serunya, sayang sekali rasanya kalau dilewatkan. Sehabis menonton, dering ponselku pun berbunyi, tanda pacarku yang kangen menelpon. Saking serunya membicarakan rencana liburan, tanpa sadar berjam-jam sudah berlalu hingga tengah malam pun tiba. Alamak!</p>
<p>Baru kusentuh bukunya doang nih, belum juga ada yang dimasukin ke otak. Akhirnya jalur bergadang yang kupilih untuk tetap belajar. Kalau mata tak bisa kompromi juga, modal nekat belajar pagi-pagi dalam perjalanan sekolah kadang terpaksa kulakukan. Asal ada yang nyantel, baca-baca sedikit, batinku. Alhasil nilai yang kuperoleh tidak maksimal. Lalu rasa sesal baru mulai merasuki hati, tapi hanya sesaat, setelahnya hal yang sama terulang lagi. Aduh jangan diikuti deh ya cara belajar Fla yang seperti itu. Tapi itu dulu, Fla sudah kapok gagal. Sekarang Fla sudah lebih rajin kok. Oya, pacar juga selalu mendukung dan mengingatkanku untuk selalu rajin agar kelak kami bisa sukses membangun bisnis yang kami impikan.</p>
<p>Sekarang Fla sadar banyak keuntungan yang kita bisa dapat dengan rajin. Menyicil tugas dan bahan ulangan pastinya tidak bertumpuk di hari-hari terakhir. Liat teman yang lain masih kalang kabut belum selesai sama tugasnya untuk besok, padahal ada ulangan tambahan yang bahannya super tebal seperti KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Sedangkan Fla sudah bisa fokus untuk tugas-tugas lainnya. Enak kan? Tidak hanya rajin belajar yang memberikan keuntungan dan kesenangan batin, rajin menabung juga pangkal kaya. Rajin berdoa pastinya Tuhan selalu menjaga kita. Rajin ngapel ke rumah pacar, makin mesra hubungan sama si doi. Hahahaha. Asik kan? Oya, buat anak kelas 3 SMA sukses UAN nya yah, jangan sampai menyesal seperti pengalaman Fla! SEMANGAT!</p>
<p>@FlaPuding, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/04/13/fabulezlycool-melawan-rasa-malas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Have Your Say: Aku Korban Penipuan</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/04/01/have-your-say-aku-korban-penipuan/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/04/01/have-your-say-aku-korban-penipuan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2011 09:51:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Have Your Say]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[partnership]]></category>
		<category><![CDATA[Relationship]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[urban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=11345</guid>
		<description><![CDATA[Lagi-lagi kasus kejahatan dalam dunia maya. Lagi-lagi penipuan dalam dunia maya. Baik dunia maya atau pun dunia riil, kita lesbian harus berhati-hati. Dengarkan kisah sahabat lesbian kita, Sellya yang ditipu di dunia maya.
Sebenarnya aku tidak mau bercerita hal ini buat siapa-siapa. Malu rasanya hati membayangkan aku menjadi korban penipuan lesbian. Tapi belakangan ramai dibicarakan tentang penipu perempuan bernama S, yang menipu ratusan orang, mendadak aku teringat tentang peristiwa kejahatan yang terjadi padaku. Aku memutuskan untuk menceritakan ini buat SepociKopi. Semoga ceritaku berkenan.
Setahun lalu, aku mengenal dunia maya setelah mengetikkan kata ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/howto_DryRedRoses.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-11346" title="howto_DryRedRoses" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/howto_DryRedRoses.jpg" alt="" width="180" height="271" /></a><em>Lagi-lagi kasus kejahatan dalam dunia maya. Lagi-lagi penipuan dalam dunia maya. Baik dunia maya atau pun dunia riil, kita lesbian harus berhati-hati. Dengarkan kisah sahabat lesbian kita, Sellya yang ditipu di dunia maya.</em></p>
<p>Sebenarnya aku tidak mau bercerita hal ini buat siapa-siapa. Malu rasanya hati membayangkan aku menjadi korban penipuan lesbian. Tapi belakangan ramai dibicarakan tentang penipu perempuan bernama S, yang menipu ratusan orang, mendadak aku teringat tentang peristiwa kejahatan yang terjadi padaku. Aku memutuskan untuk menceritakan ini buat SepociKopi. Semoga ceritaku berkenan.</p>
<p><span id="more-11345"></span>Setahun lalu, aku mengenal dunia maya setelah mengetikkan kata lesbian, aku terdampar di dunia yang baru pertama kali aku masuki. Dunia ini adalah dunia impianku. Sebelumnya aku tidak pernah membayangkan bisa melihat dunia seperti ini. Aku adalah lesbian yang sangat berada di dalam almari. Aku tidak bisa membayangkan kehidupanku kalau aku sampai ketahuan.</p>
<p>Begitu aku berkenalan dengan beberapa teman lesbian, sempat <em>chat </em>beberapa kali, sempat bertukar pikiran, bahkan aku juga menemukan situs SepociKopi. Aku pernah mengirim cerita ke SepociKopi menggunakan nama lain, nama yang dulu aku pergunakan, tapi setelah kejadian buruk yang menimpaku, aku menghapus semua nama lamaku. Aku menyadari SepociKopi tak pernah lelah mengingatkan pembacanya untuk selalu berhati-hati dengan orang asing.</p>
<p>Kejadian ini bermula ketika kau berkenalan dengan P. Maaf, aku tidak menggunakan nama nick-nya. Jika ada yang mengalami persis seperti yang aku alami dan dengan seseorang yang memiliki nick dengan alfabet yang sama, kemungkinan adalah dirinya. P sangat santun, manis, dan pendengar yang baik. Mudah sekali langsung suka dengan orang ini.</p>
<p>Saat itu aku masih dalam keadaan labil. Setiap kali YM! ku menyala, P langsung menyapaku. Dia memperhatikan keadaanku, menyayangiku, dan juga selalu bertanya apa masalahku. Kalau aku sedang dirundung problem, dia pasti menjadi pendengar setia yang baik. Dia juga betah menemaniku untuk mengobrol berjam-jam tentang orietasi seksual dan kegelisahanku sebagai lesbian.</p>
<p>Lama-lama, di antara teman-teman chat yang lain, aku menjadi dekat dengannya. Aku memberanikan diri membeli nomor hape baru dan menggunakan hape bekas yang jarang dipakai hanya supaya bisa berkomunikasi dengannya. Ini tindakan berjaga-jaga yang ilmunya kudapat dari teman di SepociKopi. Setelah beberapa kali berkomunikasi lewat nomor hape, dia menjadi semakin dekat. Sikapnya yang selalu penuh perhatianlah yang paling aku suka. Dia selalu mengingatkanku untuk makan siang, menyapaku kalau aku baru bangun tidur, memberitahuku kalau ada info-info berita terbaru, minta diyakinkan bahwa aku selamat apabila naik kendaraan umum, dan tidak pernah alpa mengucapkan selamat malam. Tindakan yang sangat santun dan penuh persahabatan kan?</p>
<p>Mungkin kelak aku baru tahu bahwa beginilah cara penipu beroperasi ketika mengincar mangsanya. Setelah berkomunikasi beberapa saat (sebulan), aku memutuskan tidak ada salahnya kopdar dengannya. Akhirnya kami bertemu pertama kali di sebuah restoran. Aku lumayan kaget! Ternyata dia jauh dari yang aku bayangkan. Fotonya juga berbeda, sebab dia lebih cantik daripada yang kulihat di foto. Aku mengobrol dengannya selama tiga jam, tidak menyangka dia benar-benar memperhatikanku. Dia manis sekali!</p>
<p>Aku jatuh cinta. Jatuh cinta setengah mati sama dia. Tanpa pikir panjang, aku memberitahukan nomor hapeku yang satu lagi, yang isinya sangat pribadi, tempat teman-teman dan keluarga. Aku juga malah pernah mengizinkannya menjemputku di kantorku, mengintip ke ruangan kerjaku, bahkan sempat bertemu dan kukeperkenalkan dengan atasanku.</p>
<p>Tiga bulan berkenalan, kami semakin dekat dan tanpa sadar kami berpacaran. Semua terjadi dengan cepat dan begitu saja. Baru sekitar seminggu berpacaran, tiba-tiba dia datang padaku mengatakan bahwa ibunya sakit keras dan dia harus pulang ke kota tempatnya lahir. Aku yang tulus mencintainya ikut merasa sedih melihat kesedihannya. Baru sore ketika dia tiba di kota kelahirannya, dia langsung mengabarkanku bahwa ibunya perlu dioperasi sehingga dia butuh uang. Dengan berderai air mata, dia bercerita bahwa keluarganya tak ada yang memiliki uang dalam jumlah besar. Tanpa sadar, terbujuk dan kepalang jatuh kasihan, aku mengirimkannya sejumlah uang. Memang tidak besar, tapi aku ingin membantu sebisaku.</p>
<p>P memang mengembalikan uang itu. Dia berjanji akan mengembalikan dan dia melakukannya, walaupun secara bertahap tiga kali selama tiap tiga hari. Aku percaya dan lega, sama sekali tidak berpikir buruk apa-apa. Setelah balik dari kampung halaman, dia menciumiku habis-habisan dan mengucapkan terima kasih padaku. Hatiku berbunga karena lega ibunya sembuh.</p>
<p>Seminggu setelah kejadian itu, tahu-tahu aku mendapat kabar bahwa motor adiknya (yang dicicil oleh dirinya) dipinjam teman dan hilang dicuri di tempat kos-kosannya. Lagi-lagi aku diminta tolong supaya membantu dirinya untuk membayar polisi agar polisi bisa menemukan motor ini. Dengan rela hati, aku mengirimkan uang kepadanya dengan jumlah yang lebih banyak. Esoknya dia memang mengembalikan uangku, tapi tidak semua. Dia berjanji akan mengembalikan minggu depan. P menepati janji, dia menuntaskan hutangnya.</p>
<p>Setelah itu, kemalangan seolah-olah terjadi begitu cepat. Blackberry-nya dirampas orang. Ibunya sakit lagi, kemudian meninggal. Dalam dua kondisi ini, dia meminjam uang dariku semakin banyak. Mulanya sekian juta, lama-lama dia belum mengembalikan yang dulu, dia meminjam lagi. Dia pamit padaku hendak pulang ke kota kelahirannya untuk menunggu ibunya dikuburkan (katanya ibunya meninggal). Ketika aku menawarkan untuk menemaninya, dia mengelak mengatakan bahwa dia takut keluarganya bertanya-tanya tentang keberadaan diriku.</p>
<p>Itu hari terakhir aku melihatnya. Setelah itu, dia benar-benar menghilang. SMS yang kukirimkan tak pernah dibalas (BB-nya hilang, jadi aku tidak bisa mnghubunginya lewat BBM). Telepon tidak pernah diangkat. Aku sendiri tidak pernah tahu alamat di kota kelahirannya. Aku mendatangi kos-kosannya, dan alangkah terkejutnya aku ketika tahu kamar kosnya telah kosong melompong. Kata ibu kos, P sudah pindah sejak dua hari lalu. Seketika kakiku langsung dingin. Aku nyaris terjatuh dan pingsan.</p>
<p>P sudah menggondol uangku sebesar beberapa juta yang kuberikan secara bertahap. Aku baru tahu ternyata P juga memiliki hutang dengan beberapa teman-teman lesbian di sekelilingku. Semuanya hanya terjadi dalam waktu tujuh bulan. Selama itu pula, kalau aku ingat lagi, kebanyakan P selalu aku bayarkan kebutuhan-kebutuhannya. Ngeri! Aku ngeri ketika mendengar cerita ini. Bagaimana mungkin sesama lesbian tega melakukan hal ini? Ataukah P bukan lesbian yang menyamar menjadi lesbian agar bisa mengeruk keuntungan dari komunitas ini?</p>
<p>Karena itu, aku ingin mengingatkan lagi kepada seluruh pembaca SepociKopi agar berhati-hati dengan orang-orang yang ditemui di dunia maya. Mereka berkedok persahabatan. Mereka berkedok persaudarian. Jangan serta merta menganggap seseorang sebagai sahabat dekat, atau kakak, atau adik jika belum mengenalnya secara jauh. Ketahui siapa orangtuanya (ini penting!), ketahui siapa atasannya, tempat kerjanya (datangi tempat kerjanya dan lihat sendiri apakah dia memang sungguh-sungguh bekerja di sana), google namanya di internet, minta kenalkan teman-temannya. Kalau dia sepertinya tidak tampak terbuka tentang hal-hal (sangat) pribadi tentang keluarga/teman/kantor, berhati-hatilah. Seringkali sahabat ditentukan dari kualitas dan kuantitas. Lamanya persahabat sering menjadi tolak ukur kualitas pertemanan. Semoga ceritaku bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Dan oya, berhati-hatilah dengan P, yang mungkin masih beroperasi sekarang dengan menggunakan nama nick yang berbeda dan penampilan yang diubah. Dulu P cantik, rambutnya sebahu, tubuhnya tinggi 160 cm, kulit putih, dan memiliki tahi lalat di bawah mata sebelah kanan.</p>
<p>@Sellya, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/04/01/have-your-say-aku-korban-penipuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cuci Mata: Investasi (Bagian 2)</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/03/30/cuci-mata-investasi-bagian-2/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/03/30/cuci-mata-investasi-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Mar 2011 08:43:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cuci Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pergerakan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[urban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=11305</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Sidney
Di tulisan bagian kedua ini (baca bagian pertama: Investasi) aku ingin membahas ragam dan rupa investasi. Sebelum lupa, aku ingatkan ya, investasi itu nggak perlu menunggu kita menjadi kaya dan sukses dulu. Sejak kita mulai bekerja, kita  harus sudah memiliki perencanaan keuangan yang baik. Kebanyakan lesbian tidak punya anak atau suami dan kemungkinan akan hidup sendirian di masa tuanya, jadi pikirkan apakah kamu mau jadi lesbian yang merana atau hidup nyaman.
Yuk, kita pelajari jenis-jenis investasi yang ada:
Tabungan B erencana

Tabung yang dimaksud di sini bukan tabungan biasa, melainkan tabungan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/03/money-and-piggy-bank.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-11306" title="money-and-piggy-bank" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/03/money-and-piggy-bank.jpg" alt="" width="236" height="163" /></a>Oleh: Sidney</p>
<p>Di tulisan bagian kedua ini (<a href="http://sepocikopi.com/2011/03/16/cuci-mata-investasi-bagian-1/">baca bagian pertama: Investasi</a>) aku ingin membahas ragam dan rupa investasi. Sebelum lupa, aku ingatkan ya, investasi itu nggak perlu menunggu kita menjadi kaya dan sukses dulu. Sejak kita mulai bekerja, kita  harus sudah memiliki perencanaan keuangan yang baik. Kebanyakan lesbian tidak punya anak atau suami dan kemungkinan akan hidup sendirian di masa tuanya, jadi pikirkan apakah kamu mau jadi lesbian yang merana atau hidup nyaman.</p>
<p><span id="more-11305"></span>Yuk, kita pelajari jenis-jenis investasi yang ada:</p>
<p><em>Tabungan B erencana<br />
</em></p>
<p>Tabung yang dimaksud di sini bukan tabungan biasa, melainkan tabungan berencana. Menyimpan uang untuk menabung memang baik, tapi menurutku tidak akan kuat untuk menjamin masa depan. Menabung adalah aktivitas keuangan yang berbahaya jika dilakukan untuk jangka panjang sebab kita berhadapan dengan inflasi atau biaya kenaikan kehidupan. Karena itulah, pilihlah tabungan berencana. Banyak bank kini yang memiliki tabungan berencana. Biasanya jenis tabungan ini mengharuskan kita menyetor uang dalam jumlah tertentu setiap bulannya lalu dalam jangka waktu tertentu, uangnya bisa diambil dengan bunga yang lebih besar daripada tabungan biasa. Tabungan berencana ini bisa dicoba untuk mereka yang merasa sulit menyisihkan uang setiap bulan untuk ditabung.</p>
<p><em>Deposito</em></p>
<p>Deposito adalah jenis investasi yang mengharuskan seseorang menaruh jumlah uang tertentu (minimal 10 juta rupiah) pada bank dan mendapat imbalan bunga yang lebih tinggi daripada tabungan. Deposito memiliki jangka waktu penyimpanan, biasanya 1, 3, 6, 12 bulan  jadi tidak dapat diambil sewaktu-waktu sebelum jatuh tempo jika tidak mau kena penalti. Saranku, jika ingin menjadikan deposito sebagai sarana menyimpan uang, pilih yang<em> Automatic Roll Over, </em>jadi saat deposito jatuh tempo akan diperpanjang otomatis beserta bunganya.</p>
<p><em>Reksadana</em></p>
<p>Reksa Dana merupakan pilihan investasi bagi pemilik modal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.  Investor menyetorkan dana ke manajer Investasi atau yang biasa disebut <em>fund</em>/<em>investment </em>manager Saat kita membeli unit Reksadana, Manajer Investasi akan menginvestasikan dana Anda bersamaan dengan dana pemodal lain untuk dikelola ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya. Selain memberi keuntungan lebih disbanding tabungan/deposito, reksadana juga memiliki risiko kerugian bagi investor saat nilai unit kita turun. Tanyakan pada  manajer investasi sedetail mungkin ketika ingin berinvestasi dalam reksadana.</p>
<p><em>Logam Mulia</em></p>
<p>Logam mulia alias emas adalah investasi yang dianggap paling aman karena sepanjang sejarah emas tidak pernah turun harganya. Membelinya juga relatif mudah juga jika ingin dijual lagi. Yang ribet cuma di penyimpanannya saja karena sekali hilang, ya kita<em> bye-bye forever </em>sama si emas itu.</p>
<p><em>Properti</em></p>
<p>Tempat tinggal adalah investasi yang jarang dipikirkan oleh banyak lesbian karena mereka merasa hanya yang menikah saja yang butuh rumah. Atau sudah asyik tinggal di  rumah orangtua yang akan jadi rumah mereka jika saat pembagian warisan tiba. Atau cukup tinggal di kos yang nggak ribet. Salah besar. Memiliki properti itu adalah investasi penting bagi semua orang. Jika membeli rumah/tanah di lokasi yang tepat, pasti nilai investasi kita akan melonjak. Saranku, lebih baik membeli tanah/rumah dibanding apartemen jika ingin menjadikannya investasi masa depan karena tanah itu akan sangat mahal di bumi yang main sesak.</p>
<p><em>Bisnis</em></p>
<p>Berbisnis adalah salah satu investasi yang penting dan memiliki kecepatan rasio penghasilan yang tinggi. Berbisnis tidak harus mempunyai modal milyaran dulu, ada juga bisnis yang dimulai dengan nol. Sekarang ini, banyak bank yang memberikan pinjaman lunak untuk bisnis kecil dan menengah. Untuk terjun di bisnis, bersiap-siaplah untuk menjadi pemain wiraswasta yang tangguh. Kalau mencari partner untuk berbisnis, teliti partner dengan bijak dan serius, bukan hanya berdasarkan orientasi seksual. Banyak lesbian yang tertipu di dunia bisnis oleh sesama lesbian lain karena mudah percaya.</p>
<p>Oke, itu tadi enam jenis investasi yang bisa jadi pilihan pembaca SepociKopi. Jika sudah berinvestasi dan masih ada uang lebih, yuk, kita ke Plasa Indonesia dan beli Christian Loubotin terbaru. Selamat berinvestasi. Semoga di masa tua, investasi yang dilakukan di masa muda melindungi dan menjaga lesbian dari segala kemalangan. Ciao.</p>
<p>@Sidney, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/03/30/cuci-mata-investasi-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

