Articles tagged with: sosial
Humaniora, Opini »
Oleh: Cleo Andromeda
Bayangkan jika dulu RA Kartini tidak pernah memulai gerakan untuk memperjuangkan emansipasi perempuan dan tetap menjadi perempuan Jawa patuh yang hanya mendengar kata orangtua. Beliau tahu dia adalah perempuan, dan perempuan tidak boleh bersuara kalau tidak diminta. Bisa jadi sampai saat ini perempuan masih hidup dalam kodrat ‘manak, masak, macak’ yang berarti hanya boleh mengurus rumah, berdandan cantik untuk suami, dan melahirkan anak. Ruang perempuan hanyalah sebatas kasur dan dapur.
FabuLezlyCool, Humaniora »
Oleh: Nura Ranu
Kali ini, saya bakal berbagi tentang gaya berpacaran absurd yang terjadi di antara kaum lesbian tanpa kita sadari. Tulisan ini tidak bermaksud menyokong anti-gaya-berpacaran-yang-demonstratif, namun memberikan fakta bahwa hei, dunia tidak kosong melompong diisi sama pasangan yang lagi asyik berpacaran saja. Ada makhluk lain yang bayar pajak juga loh. Dan tentu saja, tulisan ini merupakan wujud nyata dari luapan kegalauan dan kesedihan para tuna asmara seperti saya ini.
Humaniora, Opini »
Oleh: Carmen dan Lakhsmi
“You cannot strengthen one by weakening another; and you cannot add to the stature of the dwarf by cutting off the leg of a giant.” Benjamin Franklin Fairless
Pernahkah kamu mempunyai teman yang sangat berprestasi, sukses, dan terkenal; tapi si teman ternyata harus berhadapan dengan sekelompok orang yang selalu menyerang, melakukan kekerasan verbal, dan mengeksekusi pembunuhan karakter kepada orang ini? Hal ini bukan fenomena yang aneh, dan tentu saja bisa dijelaskan secara ilmiah. Nama psikologis populernya adalah “tall poppy syndrome” sedangkan nama ilmiahnya biasanya disebut “threatened egotism prior …
Buku, Mix n' Match »
Oleh: Carmen
“Poetry is a way of coming to know the realness of things; fiction is a way of coming to know the world of relationships; nonfiction is a way of coming to know the world of the mind.” (Nancy Bunge)
Harinya panas terik. Di luar rumah udaranya juga kering, ditandai debu-debu yang beredar dimana-mana. Keringat mengalir di leher dan pelipis jika tidak di ruangan ber-AC. Di saat seperti itu, es krimlah yang kuingat. Benda kecil dingin yang enak rasanya itu secara langsung menawarkan hal yang berbeda dari udara saat ini: sensasi dingin.
Buku, Seni Budaya »
Oleh: Lazy
Akhir-akhir ini buku menjadi topik utama yang dibicarakan SepociKopi. It’s amazing! Angkat topi untuk SepociKopi. Di sini, saya juga ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana buku bisa mengantarkan atau menjadikan saya seperti sekarang ini. Pertama, saya ingin mengatakan, ‘Saya bangga menjadi kutu buku’. Melalui buku saya belajar banyak hal melebihi apa pun; melebihi pengalaman, melebihi pendidikan di sekolah, dan melebihi nasihat-nasihat yang pernah saya terima.
Renungan, Sepocikopiana »
Oleh: Ade Rain
Jemari itu membuka laptop, membuka jendela Twitter yang langsung terafiliasi ke status Facebooknya.
”Selamat sore menjelang malam. Hujan masih membabi buta. Hati-hati yang masih di jalan…”Ia menyapa follower. Meneguk kopi. Duduk diam sambil membaca linimasa tentang patah hati, bertemu pacar, pulang kampung, masturbasi, intimasi, pengkhianatan, desahan, rintihan, galau, hingga trik dan tips mencari pasangan. Ada juga perang antar-lesbi, cemburu, amarah, bullying, pornografi, kutukan pada keluarga. Ah, sontoloyo, gumamnya resah.
Humaniora, LezBiz »
Oleh: Seez Lim
Anggaran atau yang disebut sebagai budget memang kerap kita dengar, tapi apakah kita sebagai lesbian mengerti makna di balik kata ‘anggaran’? Apa pentingnya anggaran khususnya bagi kita seorang lesbian? Anggaran berarti perencanaan. Konteks ini artinya perencanaan dalam keuangan kita yaitu berapa yang ingin kita alokasikan selama periode tertentu, baik itu mengalokasikan pendapatan atau pengeluaran.
FabuLezlyCool, Humaniora »
Oleh: Chossy Tan
Mendapat uang kembalian yang kotor, kumal, bau, dan lecek pasti sangat menjengkelkan. Tapi, sekusut-kusut dan seburuk-buruknya penampilan uang itu, kita pasti tidak mau membuangnya begitu saja, bukan? Kita pasti akan tetap menggunakannya untuk bertransaksi. Bagaimana pun juga, lembaran kertas kusut dan bau itu tetap memiliki nilai uang. Nilai uang yang kucel tetap sama dengan nilai uang yang lembarannya masih baru keluar dari Bank Indonesia.
Perempuan, Sepocikopiana »
Oleh: Ratri Sujat
Baru kali ini saya menulis tentang Kartini, di tanggal 21 April ini, hari yang sejak 1964 diperingati oleh bangsa Indonesia sebagai hari besar untuk mengingat jasa-jasa Raden Ajeng Kartini atas pemikirannya yang cemerlang untuk kemajuan perempuan Indonesia. Saya tergerak menuliskannya setelah merenung panjang sambil membayangkan kondisi saat itu dengan icon-icon: perempuan, Indonesia, Jawa ningrat, sebelum tahun 1900.
Friendship, Humaniora »
Oleh: Yasmin
Geng kami punya markas. Bukan markas betulan, tapi rumah baru salah satu anggota geng yang kami anggap sebagai markas. Di sanalah kami paling sering berkumpul. Rumahnya superasyik! Sebenarnya rumah biasa, tapi halamannya luas dengan berbagai fasilitas. Tiap Selasa dan Jumat di rumah ini ada pelajaran berenang untuk anak-anak pemilik rumah plus anak-anak dari anggota geng, gurunya mantan atlet nasional Polo Air. Jadwal lain, setiap Sabtu latihan Marching Band. Secara acak sang pemilik rumah juga sering mengadakan kumpul-kumpul dan pesta yang tamu-tamunya juga acak. Pokoknya rumah ini nyaris nggak pernah …





