Home » Archive

Articles tagged with: sosial

Humaniora, Opini »

[3 May 2012 | 5 Comments | 378 views]
Never Give Up

Oleh: Cleo Andromeda
Bayangkan jika dulu RA Kartini tidak pernah memulai gerakan untuk memperjuangkan emansipasi perempuan dan tetap menjadi perempuan Jawa patuh yang hanya mendengar kata orangtua. Beliau tahu dia adalah perempuan, dan perempuan tidak boleh bersuara kalau tidak diminta. Bisa jadi sampai saat ini perempuan masih hidup dalam kodrat ‘manak, masak, macak’ yang berarti hanya boleh mengurus rumah, berdandan cantik untuk suami, dan melahirkan anak. Ruang perempuan hanyalah sebatas kasur dan dapur.

FabuLezlyCool, Humaniora »

[2 May 2012 | 33 Comments | 1,372 views]
FabuLezlyCool: Gaya Pacaran yang Nggak Banget

Oleh: Nura Ranu
Kali ini, saya bakal berbagi tentang gaya berpacaran absurd yang terjadi di antara kaum lesbian tanpa kita sadari. Tulisan ini tidak bermaksud menyokong anti-gaya-berpacaran-yang-demonstratif, namun memberikan fakta bahwa hei, dunia tidak kosong melompong diisi sama pasangan yang lagi asyik berpacaran saja. Ada makhluk lain yang bayar pajak juga loh.  Dan tentu saja, tulisan ini merupakan wujud nyata dari luapan kegalauan dan kesedihan para tuna asmara seperti saya ini.

Humaniora, Opini »

[1 May 2012 | 5 Comments | 386 views]
Politik Iri Hati

Oleh: Carmen dan Lakhsmi
“You cannot strengthen one by weakening another; and you cannot add to the stature of the dwarf by cutting off the leg of a giant.” Benjamin Franklin Fairless
Pernahkah kamu mempunyai teman yang sangat berprestasi, sukses, dan terkenal; tapi si teman ternyata harus berhadapan dengan sekelompok orang yang selalu menyerang, melakukan kekerasan verbal, dan mengeksekusi pembunuhan karakter kepada orang ini? Hal ini bukan fenomena yang aneh, dan tentu saja bisa dijelaskan secara ilmiah. Nama psikologis populernya adalah “tall poppy syndrome” sedangkan nama ilmiahnya biasanya disebut “threatened egotism prior …

Buku, Mix n' Match »

[29 Apr 2012 | 4 Comments | 534 views]
Mix n’ Match: Es Krim Nonfiksi

Oleh: Carmen
“Poetry is a way of coming to know the realness of things; fiction is a way of coming to know the world of relationships; nonfiction is a way of coming to know the world of the mind.” (Nancy Bunge)
Harinya panas terik. Di luar rumah udaranya juga kering, ditandai debu-debu yang beredar dimana-mana. Keringat mengalir di leher dan pelipis jika tidak di ruangan ber-AC. Di saat seperti itu, es krimlah yang kuingat. Benda kecil dingin yang enak rasanya itu secara langsung menawarkan hal yang berbeda dari udara saat ini: sensasi dingin.

Buku, Seni Budaya »

[28 Apr 2012 | 3 Comments | 368 views]
Si Kutu Buku

Oleh: Lazy
Akhir-akhir ini buku menjadi topik utama yang dibicarakan SepociKopi. It’s amazing! Angkat topi untuk SepociKopi. Di sini, saya juga ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana buku bisa mengantarkan atau menjadikan saya seperti sekarang ini. Pertama, saya ingin mengatakan, ‘Saya bangga menjadi kutu buku’. Melalui buku saya belajar banyak hal melebihi apa pun; melebihi pengalaman, melebihi pendidikan di sekolah, dan melebihi nasihat-nasihat yang pernah saya terima.

Renungan, Sepocikopiana »

[26 Apr 2012 | 11 Comments | 822 views]
Jelangkung

Oleh: Ade Rain
Jemari itu membuka laptop, membuka jendela Twitter yang langsung terafiliasi ke status Facebooknya.
”Selamat sore menjelang malam. Hujan masih membabi buta. Hati-hati yang masih di jalan…”Ia menyapa follower. Meneguk kopi. Duduk diam sambil membaca linimasa tentang patah hati, bertemu pacar, pulang kampung, masturbasi, intimasi, pengkhianatan, desahan, rintihan, galau, hingga trik dan tips mencari pasangan. Ada juga perang antar-lesbi, cemburu, amarah, bullying, pornografi, kutukan pada keluarga. Ah, sontoloyo, gumamnya resah.

Humaniora, LezBiz »

[25 Apr 2012 | One Comment | 241 views]
LezBiz: Merancang Anggaran

Oleh: Seez Lim
Anggaran atau yang disebut sebagai budget memang kerap kita dengar, tapi apakah kita sebagai lesbian mengerti makna di balik kata ‘anggaran’? Apa pentingnya anggaran khususnya bagi kita seorang lesbian? Anggaran berarti perencanaan. Konteks ini artinya perencanaan dalam keuangan kita yaitu berapa yang ingin kita alokasikan selama periode tertentu, baik itu mengalokasikan pendapatan atau pengeluaran.

FabuLezlyCool, Humaniora »

[25 Apr 2012 | 5 Comments | 590 views]
FabuLezlyCool: Lesbian Hebat Ukuran XXXL

Oleh: Chossy Tan
Mendapat uang kembalian yang kotor, kumal, bau, dan lecek pasti sangat menjengkelkan. Tapi, sekusut-kusut dan seburuk-buruknya penampilan uang itu, kita pasti tidak mau membuangnya begitu saja, bukan? Kita pasti akan tetap menggunakannya untuk bertransaksi. Bagaimana pun juga, lembaran kertas kusut dan bau itu tetap memiliki nilai uang. Nilai uang yang kucel tetap sama dengan nilai uang yang lembarannya masih baru keluar dari Bank Indonesia.

Perempuan, Sepocikopiana »

[21 Apr 2012 | One Comment | 241 views]
Kartini Saja Bisa

Oleh: Ratri Sujat
Baru kali ini saya menulis tentang Kartini, di tanggal 21 April ini, hari yang sejak 1964 diperingati oleh bangsa Indonesia sebagai hari  besar untuk mengingat jasa-jasa Raden Ajeng Kartini atas pemikirannya yang cemerlang untuk kemajuan perempuan Indonesia.  Saya tergerak menuliskannya setelah merenung panjang sambil membayangkan kondisi saat itu dengan icon-icon: perempuan, Indonesia, Jawa ningrat, sebelum tahun 1900.

Friendship, Humaniora »

[21 Apr 2012 | 9 Comments | 881 views]
KuRus dan KasKus

Oleh: Yasmin
Geng kami punya markas. Bukan markas betulan, tapi rumah baru salah satu anggota geng yang kami anggap sebagai markas. Di sanalah kami paling sering berkumpul.  Rumahnya superasyik! Sebenarnya rumah biasa, tapi halamannya luas dengan berbagai fasilitas. Tiap Selasa dan Jumat di rumah ini ada pelajaran berenang untuk anak-anak  pemilik rumah plus anak-anak dari anggota geng, gurunya mantan atlet nasional Polo Air. Jadwal lain, setiap Sabtu latihan Marching Band.  Secara acak sang pemilik rumah juga sering mengadakan kumpul-kumpul dan pesta yang tamu-tamunya juga acak. Pokoknya rumah ini nyaris nggak pernah …