Articles tagged with: seksualitas
Friendship, Humaniora »
Oleh: Yasmin
Geng kami punya markas. Bukan markas betulan, tapi rumah baru salah satu anggota geng yang kami anggap sebagai markas. Di sanalah kami paling sering berkumpul. Rumahnya superasyik! Sebenarnya rumah biasa, tapi halamannya luas dengan berbagai fasilitas. Tiap Selasa dan Jumat di rumah ini ada pelajaran berenang untuk anak-anak pemilik rumah plus anak-anak dari anggota geng, gurunya mantan atlet nasional Polo Air. Jadwal lain, setiap Sabtu latihan Marching Band. Secara acak sang pemilik rumah juga sering mengadakan kumpul-kumpul dan pesta yang tamu-tamunya juga acak. Pokoknya rumah ini nyaris nggak pernah …
Humaniora, Noktah Merah »
Oleh: Lakhsmi
Boston marriage adalah istilah yang digunakan pada akhir abad sembilan belas dan awal abad dua puluh di Amerika dan daratan Eropa yang menjelaskan hubungan dua perempuan tinggal bersama dan mengarungi rumah tangga. Dalam sejarah dan identitas LGBT, Boston marriage tidak sama dengan kehidupan lesbian, tapi dilihat sebagai cara bagi pasangan lesbian di masa itu untuk tinggal bersama dalam bingkai yang lebih normatif.
Humaniora, Poling »
Oleh: Samuel Steffany
Kekayaan ayahku telah menempatkanku di pasar budak, dan pria ini telah membeliku. Aku tidak tahu dan tidak mencintainya, namun aku akan belajar mencintainya, melayaninya, dan membuatnya bahagia. Aku akan memberi dia semua yang dapat diberikan seorang wanita lemah pada laki-laki kuat.
Film, Humaniora, Seni Budaya, wawancara »
Oleh: Alex dan Vilinnz
Pada tanggal 11 April 2012, #QASK di Twitter SepociKopi kedatangan tamu istimewa, yaitu Lola Amaria. Perempuan yang memulai karier sebagai wajah Femina ini, belakangan lebih dikenal sebagai sutradara dan produser. Betina (2003), Novel Tanpa Huruf R (2004), Minggu Pagi di Victoria Park (2006) adalah beberapa film yang dihasilkannya sebagai sutradara.
Humaniora, Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
Kini cukup banyak manusia iseng yang menunggu di balik tembok monitornya, mengintip situs-situs atau chatroom berisi pornografi dan aktivitas seksual vulgar. Mereka berharap bisa mendapatkan hal-hal berbau mesum ini untuk memenuhi hasrat seksualitasnya. Sehingga jemari mereka sanggup mengarahkan cursor menjelajah setiap kode seks yang bisa memuaskan.
Humaniora, Opini, Renungan »
Oleh: Melissa
John Nash, nama tersebut tidak asing di telinga kita. Nash adalah peraih Nobel tahun 1994, karena penemuan “The Game Theory”. Teori ini adalah teori ekonomi, yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan untuk perusahaan, politik, sosial, dan bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Teori tersebut sangat berkaitan dengan Nash Equilibrium, yaitu ketika strategi yang digunakan menguntungkan semua pihak dan bertemu satu sama lain.
Have Your Say, Sepocikopiana »
Pengalaman hidup sebagai lesbian memang adalah pengalaman yang sangat berharga. Apakah kita perlu mengalami seluruh pengalaman itu agar bisa belajar? Ataukah kita bisa belajar dari mendengar pengalaman orang-orang lain dan mendapatkan hikmahnya? Dengan begitu, kita bakal tahu rambu-rambu mana yang sebaiknya tidak kita langgar dalam kehidupan. Dengarkan kisah hebat sahabat lesbian kita, Lola, yang bercerita tentang hidupnya sebagai lesbian dari tahun 1990.
FabuLezlyCool, Humaniora »
Oleh: Wasabi
Gila, sungguh gila melihat kehidupan kaum lesbian yang lagi keselek cinta. Cinta dipuja sampai to the max. Pacar dicintai sampai lebay. Ketika bertepuk sebelah tangan, kelihatan sedihnya seperti tiada hari esok. Apalagi ketika putus cinta, penderitaan patah hati seakan penderitaan satu-satunya dan termalang di dunia. Ternyata ini bukan fenomena zaman sekarang. Dari dulu, komunitas lesbian selalu berkutat di urusan cinta.
Humaniora, wawancara »
Oleh: Villinz dan Ade Rain
Sulit menemukan kelegaan di pagi hari? Maracau dan ngelayap semalaman dengan mata enggan tertutup karena kekalutan? Galau? Patah hati? Kehilangan sesuatu yang berharga? Merasa ada yang tak beres dengan kondisi diri sendiri sehingga rasanya mau mati saja? Butuh seseorang untuk berbagi? Bagaimana jika berbagainya dengan seorang profesional?
Partnership, Sepocikopiana »
Oleh: Jesica
Hari ini aku pulang lebih awal. Kuliah siang tadi ditunda karena sang dosen sedang mengikuti seminar di luar kota. Aku tiduran di kamar kos, memandangi hujan yang turun sejak jam satu tadi. Kulirik jam di dinding, masih jam setengah empat sore. Tiga jam lagi menuju pertandingan basket melawan jurusan lain di kampusku.
Tiba-tiba hapeku menjeritkan SMS. Dari Maya rupanya.





