Browse Categories

Sepocikopiana

Pelukan hangat dari segenap keluarga SepociKopi.

Gaya Hidup

Obrolan santai di beranda, milik kita

Humaniora

Bukalah jendela pemikiran, melangkahlah keluar.

Seni Budaya

Mari jatuh cinta pada estetika

Reportase

Segala yang paling aktual dari pelosok dunia.

Home » Archive by Tags

Articles tagged with: sejarah

te.Lez.kop: Persepsi Perempuan Lewat Mahabharata

29/08/2014 – 8:15 am | 411 views

Oleh: Alex
Belakangan ini masyarakat penonton Indonesia sedang menggandrungi tayangan televisi Mahabharata. Walau iklannya kadang lebih lama daripada tayangannya, mulai dari abege sampai eyangnya bisa duduk manis di depan televisi menyaksikan kisah epik Pandawa dan Kurawa ini setiap malam.

2 A.M

07/05/2014 – 10:45 pm | 3 Comments | 615 views

Oleh: Alex
In the wee small hours of the morning,
While the whole wide world is fast asleep,
You lie awake and think about the girl
And never, ever think of counting sheep.

Lili and Gerda: The Gender Bending Love

06/01/2014 – 7:00 am | 1,218 views

Oleh: Chieru
Lili Elbe (28 Desember 1882 – 13 September 1931) adalah salah seorang intersex yang menjalani operasi pengukuhan kelamin sebagai seorang perempuan. Elbe yang terlahir di Denmark dengan nama Einar Mogens Wegener dan diyakini berjenis kelamin laki-laki adalah seorang pelukis yang ternama dan berprestasi.

Pencapaian Dari Pengalaman

14/09/2013 – 7:00 am | One Comment | 929 views

Oleh: FlaPuding
Banyak orang bilang, melahirkan itu rasanya sakit, tapi saat melihat sang bayi keluar dari mulut rahim dan menggapainya dalam pelukan, rasa sakit itu hilang seketika. Orang juga sering bilang kalau sekarang cari pekerjaan sulit sekali, persaingan semakin ketat, harus S2, tidak seperti zaman dulu yang lulus SMA saja sudah bisa dapat kerja. Orang juga suka bilang, terutama orang yang sudah lulus kuliah dan mulai …

Tajuk: Belajar Dari Masa Lalu dan Kita

03/09/2013 – 11:31 pm | 2 Comments | 692 views

Oleh: Nuha Guwa
Fatih berbaring di tempat tidur, seperti yang begitu sering dilakukannya berhari-hari. Mungkin beberapa bulan? Tidak penting berapa lama. Dengan muram ia termenung, memandangi sarang laba-laba di pojok dinding ruangan. Kamar yang memiliki begitu banyak cerita tentang masa lalu. Kenangan-kenangan muncul dan pergi, sejarah buruk terlintas bagai awan gelap, yang manis memenjarkan warna-warni bagai tumpahan minyak di atas air.

Berita: Makna Lain Festival Perahu Naga

17/06/2013 – 7:00 am | 654 views

Dikutip dari: www.fridae.asia
Oleh: Kenneth Tan and Horace Lu
Rabu, 12 Juni 2013  
Hingga saat ini,  jutaan masyarakat etnis Tionghoa di seluruh dunia masih memperingati kejadian bersejarah di mana seorang sastrawan dan penyair klasik Cina bernama Qu Yuan memutuskan mengorbankan dirinya demi negara. Hal yang belakangan diungkap oleh para akademisi tidak dilandasi kecintaannya kepada negara semata.

Tamara de Lempicka: The Art Deco Socialite

22/04/2013 – 7:00 am | 2 Comments | 1,158 views

Oleh: Chieru
Tamara de Lempicka lahir pada tanggal 16 Mei 1898 dengan nama Maria Górska di Warsawa, Polandia. Ayahnya, Boris Gurwik-Górski, adalah seorang pengacara dan ibunya, Malvina Decler, adalah seorang sosialita.
Dia disekolahkan di sekolah bergengsi berasrama di Lausanne, Swiss dan kerap menghabiskan liburan bersama neneknya di Italia dan Perancis, yang memungkinkannya berkenalan langsung dengan lukisan-lukisan luar biasa.

Bulan Kartini di Rembang

21/04/2013 – 3:30 pm | 2 Comments | 971 views

Oleh: Yasmin dan Karina
Bagi kita orang Indonesia, bolehlah menyebut bulan April sebagai bulan Kartini, mengingat tanggal 21 April adalah hari lahir R.A. Kartini yang kita peringati setiap tahun. Biasanya menjelang dan sesudah tanggal tersebut banyak kegiatan yang mengatasnamakan dalam rangka Hari Kartini. Misalnya lomba-lomba, dari mulai penyisihan, semifinal sampai final kan memakan waktu sebulan penuh, jadilah bulan Kartini.
Lalu Rembang, jadi spesial juga karena kota di …

Noktah Merah: Mary dan Jeannette, Setia Sampai Tiada

20/04/2012 – 7:24 pm | 5 Comments | 2,185 views

Oleh: Lakhsmi
Boston marriage adalah istilah yang digunakan pada akhir abad sembilan belas dan awal abad dua puluh di Amerika dan daratan Eropa yang menjelaskan hubungan dua perempuan tinggal bersama dan mengarungi rumah tangga. Dalam sejarah dan identitas LGBT, Boston marriage tidak sama dengan kehidupan lesbian, tapi dilihat sebagai cara bagi pasangan lesbian di masa itu untuk tinggal bersama dalam bingkai yang lebih normatif.

Noktah Merah: Pernikahan Lesbian di Cina Pada Abad 17-20

02/03/2012 – 7:42 pm | 8 Comments | 1,717 views

Oleh: Lakhsmi
Ratusan tahun lalu, di seluruh daratan dan tanah Cina, kekuasaan dalam keluarga dan masyarakat dipegang oleh kaum lelaki. Lelaki mewarisi semua obyek benda dan properti. Dengan power seperti itu, tentu saja lelaki dianggap sebagai kaum superior alias kaum kuat. Lelaki juga berhak memiliki istri lebih dari satu. Perempuan hanyalah dianggap sebagai benda yang bisa diambil dan disimpan.
Pada abad 19, perempuan juga tidak bisa memilih …