Articles tagged with: sejarah
Puisi, Reportase, Seni Budaya »
Dikutip dari: www.fridae.asia
Oleh: Kenneth Tan and Horace Lu
Rabu, 12 Juni 2013
Hingga saat ini, jutaan masyarakat etnis Tionghoa di seluruh dunia masih memperingati kejadian bersejarah di mana seorang sastrawan dan penyair klasik Cina bernama Qu Yuan memutuskan mengorbankan dirinya demi negara. Hal yang belakangan diungkap oleh para akademisi tidak dilandasi kecintaannya kepada negara semata.
Persona, Seni Budaya »
Oleh: Chieru
Tamara de Lempicka lahir pada tanggal 16 Mei 1898 dengan nama Maria Górska di Warsawa, Polandia. Ayahnya, Boris Gurwik-Górski, adalah seorang pengacara dan ibunya, Malvina Decler, adalah seorang sosialita.
Dia disekolahkan di sekolah bergengsi berasrama di Lausanne, Swiss dan kerap menghabiskan liburan bersama neneknya di Italia dan Perancis, yang memungkinkannya berkenalan langsung dengan lukisan-lukisan luar biasa.
Uncategorized »
Oleh: Yasmin dan Karina
Bagi kita orang Indonesia, bolehlah menyebut bulan April sebagai bulan Kartini, mengingat tanggal 21 April adalah hari lahir R.A. Kartini yang kita peringati setiap tahun. Biasanya menjelang dan sesudah tanggal tersebut banyak kegiatan yang mengatasnamakan dalam rangka Hari Kartini. Misalnya lomba-lomba, dari mulai penyisihan, semifinal sampai final kan memakan waktu sebulan penuh, jadilah bulan Kartini.
Lalu Rembang, jadi spesial juga karena kota di pesisir utara Jawa Tengah inilah tempat tinggal Ibu Kartini setahun terakhir hidupnya. Di kota kabupaten inilah kami berada di bulan Kartini. (padahal sih cuma sehari, …
Humaniora, Noktah Merah »
Oleh: Lakhsmi
Boston marriage adalah istilah yang digunakan pada akhir abad sembilan belas dan awal abad dua puluh di Amerika dan daratan Eropa yang menjelaskan hubungan dua perempuan tinggal bersama dan mengarungi rumah tangga. Dalam sejarah dan identitas LGBT, Boston marriage tidak sama dengan kehidupan lesbian, tapi dilihat sebagai cara bagi pasangan lesbian di masa itu untuk tinggal bersama dalam bingkai yang lebih normatif.
Humaniora, Noktah Merah »
Oleh: Lakhsmi
Ratusan tahun lalu, di seluruh daratan dan tanah Cina, kekuasaan dalam keluarga dan masyarakat dipegang oleh kaum lelaki. Lelaki mewarisi semua obyek benda dan properti. Dengan power seperti itu, tentu saja lelaki dianggap sebagai kaum superior alias kaum kuat. Lelaki juga berhak memiliki istri lebih dari satu. Perempuan hanyalah dianggap sebagai benda yang bisa diambil dan disimpan.
Pada abad 19, perempuan juga tidak bisa memilih suami. Pernikahan akan diatur dan ditentukan oleh ayah dan lelaki lain. Bahkan perempuan tidak bisa melihat siapakah yang menjadi suaminya sampai pada hari pernikahannya.
Humaniora, Opini »
Oleh: Cleo Andromeda
Suatu hari, seorang gadis pengelana yang pemberani terjatuh kelelahan. Dia memutuskan untuk mencari tempat peristirahatan. Gadis ini adalah seorang petualang yang telah berkelana ke se-antero negeri. Apa yang dicarinya? Tidak ada yang tau. Ketika orang bertanya dia selalu menjawab dengan tersenyum, “Aku ingin menemukan diriku.” Kemudian gadis ini berlalu dan menyisakan kebingungan di hati penanyanya.
Humaniora, Noktah Merah »
Oleh: Lakhsmi
Apa yang terjadi ketika sepasang kepala sekolah/guru perempuan dituduh memiliki hubungan yang tidak alamiah oleh seorang murid? Cerita yang benar-benar terjadi pada tahun 1810 di Skotlandia diangkat menjadi pentas teater dan pembuatan film Hollywood selama dua kali, termasuk remake-nya. Pentas teaternya dipertunjukkan di Broadway pada tahun 1934, ditulis oleh penulis teater/screenplay Amerika yang sangat terkenal Lillian Hellman. Pertunjukkan ini berjalan selama dua tahun sebelum bergerak ke London dan Dublin. Sepanjang sejarah teater Amerika, inilah salah satu pentas pertama yang mengangkat isu lesbianisme.
FabuLezlyCool, Humaniora »
Oleh: Lo
Ada satu filosofi yang kusuka tentang lilin. Dunia telah memberi sosok-sosok lilin yang setia menerangi sekelilingnya, sekali pun api perlahan akan menghabisinya. Bagi mereka yang hidup dalam terang, lilin tak begitu berarti. Tapi bagi hening dan gelapnya malam, lilin menjadi hadiah tak terkira.
Memory, Sepocikopiana, Ulang Tahun »
Januari 2007 – Maret 2009
www.sepocikopi.blogspot.com
Sub-blog Say It Out Loud!
http://kafesepocikopi.blogspot.com/
Sub-blog Community and Traveling
http://komunitassepocikopi.blogspot.com/
Sub-blog The Planet
http://planetsepocikopi.blogspot.com/
Sub-blog Camilan SepociKopi
http://camilansepocikopi.blogspot.com/
Maret 2009 – Februari 2011
www.sepocikopi.com
Sub-blog Camilan SepociKopi
http://camilansepocikopi.blogspot.com/
Maret 2011 – Januari 2012
www.sepocikopi.com
Sub-blog Camilan SepociKopi – Flambé
http://camilan.sepocikopi.com/
@Bening, SepociKopi, 2012
Humaniora, Noktah Merah »
Oleh: Lakhsmi
The truth is, I often like women. I like their unconventionality. I like their completeness. I like their anonymity.
Kutipan ini adalah kutipan klasik dan legendaris dari Virginia Woolf, di buku esainya yang terkenal berjudul A Room of One’s One. Terlahir dengan nama Adeline Virginia Stephen tanggal 25 Januari 1882 di Hyde Park Gate, London. Dia adalah pengarang yang berasal dari Inggris.





