Home » Archive

Articles tagged with: renungan

Humaniora, Tajuk »

[15 May 2012 | 2 Comments | 378 views]
Tajuk: Pola Pikir Lesbian dan Kita

Oleh: Nuha Guwa
“Ada lesbian yang begitu takut ketahuan lesbian sampai tidak mau melakukan apa-apa, bahkan berbuat kebaikan untuk sesama. Teganya! Teganya!” Sepotong kalimat di atas mengisi pagi kami hari ini di rapat redaksi.Yang disusul dengan sahutan-sahutan ini.

Humaniora, Telezkop »

[3 May 2012 | 8 Comments | 645 views]
te.Lez.kop: the Butterfly Effect

Oleh: Tya Andriani
Istilah Butterfly Effect yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai Efek Kupu-kupu ada dalam istilah teori Chaos. Artinya, ketergantungan pada kondisi awal, di mana perubahan kecil pada satu tempat dalam suatu sistem non-linear dapat mengakibatkan perbedaan besar dalam keadaan kemudian. Istilah yang dipakai pertama kali oleh Edward Norton Lorenz, seorang ahli matematika dan perintis teori Chaos, merujuk pada sebuah teori bahwa kepakan sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil dapat menghasilkan tornado di Texas beberapa bulan kemudian.

Humaniora, Opini »

[3 May 2012 | 5 Comments | 378 views]
Never Give Up

Oleh: Cleo Andromeda
Bayangkan jika dulu RA Kartini tidak pernah memulai gerakan untuk memperjuangkan emansipasi perempuan dan tetap menjadi perempuan Jawa patuh yang hanya mendengar kata orangtua. Beliau tahu dia adalah perempuan, dan perempuan tidak boleh bersuara kalau tidak diminta. Bisa jadi sampai saat ini perempuan masih hidup dalam kodrat ‘manak, masak, macak’ yang berarti hanya boleh mengurus rumah, berdandan cantik untuk suami, dan melahirkan anak. Ruang perempuan hanyalah sebatas kasur dan dapur.

Humaniora, Opini »

[1 May 2012 | 5 Comments | 386 views]
Politik Iri Hati

Oleh: Carmen dan Lakhsmi
“You cannot strengthen one by weakening another; and you cannot add to the stature of the dwarf by cutting off the leg of a giant.” Benjamin Franklin Fairless
Pernahkah kamu mempunyai teman yang sangat berprestasi, sukses, dan terkenal; tapi si teman ternyata harus berhadapan dengan sekelompok orang yang selalu menyerang, melakukan kekerasan verbal, dan mengeksekusi pembunuhan karakter kepada orang ini? Hal ini bukan fenomena yang aneh, dan tentu saja bisa dijelaskan secara ilmiah. Nama psikologis populernya adalah “tall poppy syndrome” sedangkan nama ilmiahnya biasanya disebut “threatened egotism prior …

Renungan, Sepocikopiana »

[26 Apr 2012 | 11 Comments | 822 views]
Jelangkung

Oleh: Ade Rain
Jemari itu membuka laptop, membuka jendela Twitter yang langsung terafiliasi ke status Facebooknya.
”Selamat sore menjelang malam. Hujan masih membabi buta. Hati-hati yang masih di jalan…”Ia menyapa follower. Meneguk kopi. Duduk diam sambil membaca linimasa tentang patah hati, bertemu pacar, pulang kampung, masturbasi, intimasi, pengkhianatan, desahan, rintihan, galau, hingga trik dan tips mencari pasangan. Ada juga perang antar-lesbi, cemburu, amarah, bullying, pornografi, kutukan pada keluarga. Ah, sontoloyo, gumamnya resah.

FabuLezlyCool, Humaniora »

[18 Apr 2012 | 3 Comments | 413 views]
FabuLezlyCool: Laskar Pengeluh

Oleh: Lo
Pernah tahu arti pasukan cuci tangan? Itu istilah pribadi saya untuk menggambarkan orang-orang yang suka cuci tangan. Cuci tangan di sini bukan berarti denotasi. Saya tidak sedang membantu produsen sabun untuk mensosialisasikan gerakan cuci tangan. Pasukan cuci tangan yang saya maksud adalah orang-orang yang suka (sekali) mengeluh tapi nol untuk urusan tindakan.

Humaniora, Opini, Renungan »

[17 Apr 2012 | 8 Comments | 488 views]
The Game Theory

Oleh: Melissa
John Nash, nama tersebut tidak asing di telinga kita. Nash adalah peraih Nobel tahun 1994, karena penemuan “The Game Theory”. Teori ini adalah teori ekonomi, yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan untuk perusahaan, politik, sosial, dan bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Teori tersebut sangat berkaitan dengan Nash Equilibrium, yaitu ketika strategi yang digunakan menguntungkan semua pihak dan bertemu satu sama lain.

Have Your Say, Sepocikopiana »

[13 Apr 2012 | 19 Comments | 1,942 views]
Have Your Say: Hidupku Sebagai Lesbian Selama Puluhan Tahun

Pengalaman hidup sebagai lesbian memang adalah pengalaman yang sangat berharga. Apakah kita perlu mengalami seluruh pengalaman itu agar bisa belajar? Ataukah kita bisa belajar dari mendengar pengalaman orang-orang lain dan mendapatkan hikmahnya? Dengan begitu, kita bakal tahu rambu-rambu mana yang sebaiknya tidak kita langgar dalam kehidupan.  Dengarkan kisah hebat sahabat lesbian kita, Lola, yang bercerita tentang hidupnya sebagai lesbian dari tahun 1990.

Renungan, Sepocikopiana »

[12 Apr 2012 | 17 Comments | 1,247 views]
Apakah Ini Takdirku?

Oleh: Nura Ranu
Lesbian. What is ‘Lesbian’?
Pertanyaan itu sering banget mengganggu pikiranku. Menurut KBBI, lesbian adalah perempuan yang mencintai atau merasakan rangsangan seksual sesama jenisnya; perempuan homoseks. Sedangkan menurut temanku, lesbian adalah perempuan yang hanya bisa hidup dengan bernafaskan cinta perempuan. Hmm…

Humaniora, Tajuk »

[10 Apr 2012 | 5 Comments | 348 views]
Tajuk: Tanpa Pamrih dan Kita

Oleh: Nuha Guwa
Akhir-akhir ini banyak pertanyaan, mulai dari pertanyaan bernada kagum, ingin tahu, sampai sinis yang dilemparkan kepada redaksi SepociKopi. “Mengapa sih mau menulis/bekerja untuk SepociKopi tanpa pamrih? Adakah tujuan-tujuan tak terlihat yang memang sengaja disembunyikan?”