Articles tagged with: Relationship
Have Your Say, Headline, Sepocikopiana »
Ketika pertama kali jatuh cinta, ada rasa bingung yang menggebu. Mengapa ternyata perempuan? Kebingungan itu ditambah dengan ketakutan untuk memulai sebuah hubungan, apalagi jika si dia sudah memiliki pacar. Apa yang harus dilakukan? Dengarkan kisah sahabat lesbian kita, Arindy, yang mengalami jatuh cinta pertama dengan perempuan yang sudah memiliki kekasih lelaki.
L'Amour »
Have Your Say, Sepocikopiana »
Putus sambung, ditinggal menikah, diduakan pacar, pacar melaporkan diri lesbian kepada ortu; sungguh semua itu adalah kisah-kisah klasik yang terjadi pada percintaan lesbian. Bukankah sudah terasa seperti sinetron sepanjang ribuan episode? Benar-benar melelahkan. Bersyukurlah jika kita memiliki pasangan sejati yang jauh dari drama lesbian. Dengarkan kisah sahabat kita, Nita, yang hidupnya penuh dengan percintaan yang tragis.
FabuLezlyCool, Humaniora »
Oleh: Lo
Di antara sederet masalah pribadi, yang ampuh membuat lesbian bertransformasi menjadi galauers, salah satunya yaitu: jreng, jreng… susah move on! Kalau urusan satu ini sih, tak kenal umur, siapa saja bisa terkena. Perempuan yang kelihatannya tangguh, dewasa dan anti-galau pun bisa banjir airmata deh.
Humaniora, Opini »
Oleh: Indy
“If you aren’t happy single, you won’t be happy taken. Happiness comes from within; not from others.” (Anonymous)
Siapa yang sekarang sedang jomblo alias single, coba angkat tangannya! Yak, nampaknya sekarang banyak lesbian yang sedang berada dalam masa jomblo. Tengok deh linimasa Twitter, ada banyak sekali kicau nan galau dari para jomblo. Buruk? Kondisi ini menjadi salah satu indikator yang membuat jomblo selalu diasosiasikan dengan konotasi negatif seperti tidak bahagia, galau, pengeluh, dan lain-lain.
Coming Out, Humaniora »
Oleh: Ema
Lesbian punya momok. Mendengar istilahnya saja sudah merinding, apalagi kalau membayangkan rupanya. Si momok dibicarakan sembunyi-sembunyi, dengan hati was-was dan keringat mengucur deras. Sebenarnya semua bertanya dalam hati, ‘Semengerikan itukah momok yang sebenarnya?’ atau ‘Apa yang harus aku lakukan jika bertemu si momok?’. Sayangnya, ketakutan komunal terhadap momok terlanjur mematikan keberanian lesbian untuk mencari jawabannya.
Film, Humaniora, Opini, Seni Budaya »
Oleh: bE
Sejujurnya, aku dan partner sama-sama belum membaca buku The Hunger Games dan hanya mengenal tokoh Katniss dari SepociKopi, tapi kami memutuskan untuk mengikuti ajakannya menikmati ‘permainan’ yang satu ini.
Nah, singkat cerita kami akhirnya menonton filmnya. Tulisan ini bukan resensi film The Hunger Games. Ada beberapa hal menarik yang aku tangkap sebagai pesan yang ingin disampaikan lewat kisah The Hunger Games. Mungkin teman-teman juga merasakan yang sama, tapi mungkin juga tidak, karena itu aku memutuskan untuk menuliskan pesan-pesan yang berhasil kutangkap di sini:
FabuLezlyCool, Humaniora »
Oleh: Nura Ranu
Kali ini, saya bakal berbagi tentang gaya berpacaran absurd yang terjadi di antara kaum lesbian tanpa kita sadari. Tulisan ini tidak bermaksud menyokong anti-gaya-berpacaran-yang-demonstratif, namun memberikan fakta bahwa hei, dunia tidak kosong melompong diisi sama pasangan yang lagi asyik berpacaran saja. Ada makhluk lain yang bayar pajak juga loh. Dan tentu saja, tulisan ini merupakan wujud nyata dari luapan kegalauan dan kesedihan para tuna asmara seperti saya ini.
Humaniora, Opini »
Oleh: Carmen dan Lakhsmi
“You cannot strengthen one by weakening another; and you cannot add to the stature of the dwarf by cutting off the leg of a giant.” Benjamin Franklin Fairless
Pernahkah kamu mempunyai teman yang sangat berprestasi, sukses, dan terkenal; tapi si teman ternyata harus berhadapan dengan sekelompok orang yang selalu menyerang, melakukan kekerasan verbal, dan mengeksekusi pembunuhan karakter kepada orang ini? Hal ini bukan fenomena yang aneh, dan tentu saja bisa dijelaskan secara ilmiah. Nama psikologis populernya adalah “tall poppy syndrome” sedangkan nama ilmiahnya biasanya disebut “threatened egotism prior …
L'Amour, Sepocikopiana »
Oleh: Della Quinzha
Perempuanku…
Masih melekat jelas dalam ingatanku, tubuh ini bergetar saat harus mengantarmu kembali pulang. Mau tidak mau aku berada di stasiun itu lagi. Tempat itu selalu menghadapkanku pada dua hal yang berseberangan; kalau bukan pertemuan yang mendebarkan, pasti perpisahan yang melukai perasaan.





