Articles tagged with: pernikahan sesama jenis
Have Your Say, Sepocikopiana »
Lesbian yang memiliki anak mengharapkan memiliki pasangan yang bersikap dewasa dan menjadi seorang istri yang berdedikasi untuk mencintai seorang anak. Mampukah lesbian menerima tanggung jawab sebesar itu? Membesarkan anak bukan urusan sepele, namun berliku dan berat. Apakah lesbian hanya menginginkan cinta semanis madu gulali tanpa mengerti nilai tanggung jawab? Dengarkan kisah D’Heart seorang mombian yang berkisah tentang pengalaman hidupnya dengan pasangan perempuannya.
Humaniora, Telezkop »
Oleh: Tya Andriani
Kalau di dunia heteroseksual, kita sudah biasa mendengar bahwa pernikahan memiliki batas usia minimal. Banyak negara melindungi warganegaranya, khususnya anak-anak, sehingga tidak terjadi pernikahan di bawah umur. Hukum mengawasi jika ada orangtua yang berani menikahkan remaja di bawah umur. Pernikahan itu dianggap ilegal dan cacat hukum.
L'Amour, Sepocikopiana »
Oleh: Renn
Sahabat terbaikku akan menikah.
Satu kalimat itu membuatku memikirkan banyak hal. Apakah aku akan kehilangan dia setelah menikah nanti, ke manakah aku mencari gantinya, ke mana aku “ngapel” malam minggu ketika aku sedang jomblo, dan kapan aku akan menyusulnya menikah?
Namanya Dewi, teman yang selalu setia mendengarkan curahan hatiku, menguatkanku ketika aku patah hati dan ikut bersukaria ketika melihat mataku berbinar saat bercerita aku punya pacar baru. Bahkan ketika sosok “pacar” dalam ceritaku itu absurd, karena Dewi tidak pernah bertemu dengannya. Dewi pernah memintaku dipertemukan dengan pacarku waktu itu, tapi dia …
Around the World, Reportase »
Berita dari: Yahoo!News Indonesia
7 September 2011: Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, menikah dapat memperpanjang umur seseorang hingga 17 tahun.
“The American Journal Of Epidemiology” menyebutkan, setiap pria lajang memiliki risiko kematian 32 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang menikah. Itu artinya, mereka kemungkinan meninggal 8-17 tahun lebih cepat dari rata-rata pria yang sudah menikah.
Wanita yang lajang, jangan salah sebut, mungkin sedikit lebih beruntung. Mereka memiliki harapan hidup sebanyak 23 persen, atau 7-15 tahun lebih rendah dibandingkan mereka yang telah memiliki pasangan hidup.
Berita, Reportase »
Berita dari: The Jakarta Post
Kabar baik minggu ini datang dari Amerika Serikat ketika pada hari Jumat 24 Juni 2011 gubernur New York Andrew Cuomo menandatangi undang-undang yang memberikan kewenangan pada negara bagian untuk mengesahkan pernikahan sesama jenis di New York.
New York adalah negara bagian keenam dan negara bagian terbesar yang melegalkan pernikahan sesama jenis di Amerika Serikat. Sebelumnya, negara bagian Connecticut, Iowa, Massachusetts, New Hampshire, Vermont dan Washington sudah melegalkan pernikahan sesama jenis. Selamat untuk New York!
Berita selengkapnya:
Same-sex marriage is now legal in …
Humaniora, Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
Pernah tidak mengalami digertak, diancam, dilecehkan, diejek, dihina, bahkan dicacimaki secara langsung di dunia maya? Pelakunya melakukan tekanan-tekanan negatif dengan beragam versi. Meninggalkan pesan di email, meninggalkan offline message di chatroom, memberikan komentar-komentar keji, mengintimidasi , mengancam membeberkan nama asli melalui Twitter, Facebook dan blog?
L'Amour, Sepocikopiana »
Oleh: Cleo
Aku kenal dengan parterku lewat internet, by accidentally. Kalau lewat chatting mana ada yang sengaja, ya? Pasti accidentally semua he he he. Awalnya hanya chat selama satu jam, lalu tiga jam dan akhirnya jadi berjam-jam, deh. Percis kayak orang yang lagi ngejar setoran online setiap harinya.
Waktu itu kami sepakat hanya jadi teman virtual saja. No meet and greet, karena masing punya alasan.
Saat itu dia masih serumah dengan mantan partnernya. Nah, bingung
kan? Aku aja bingung saat itu, kok bisa dia masih serumah sama mantan ya? Kirain hal begitu cuma ada …
Have Your Say, Sepocikopiana »
Berkali-kali tidak mau menjadi lesbian, tapi berkali-kali gagal. Familiar dengan ucapan itu? Atau berkali-kali mencoba berpacaran, malah tidak bisa jatuh cinta. Terkadang sungguh sulit melawan takdir yang sudah digariskan. Apakah benar itu takdir atau kehendak bebas? Dengarkan kisah teman lesbian kita, Aleana, yang berkisah tentang perjuangannya menjadi heteroseksual.
Waktu saya kecil, saya sering diberikan wejangan dari orangtua dan tante-tante saya untuk menikah dan memiliki keluarga sakinah. Tanpa sadar, pola pikir saya terbentuk seperti itu. Lelaki dan perempuan, berbahagia, memiliki anak. Itu adalah cita-cita dan impian saya.
Waktu saya SD, karena paras …
Have Your Say, Sepocikopiana »
Di negara yang masih menabukan orientasi seksual, maka pilihan menjadi lesbian adalah pilihan penuh kerahasiaan. Bagaimana dengan para lesbian yang memutuskan menikah? Ada yang diteror oleh mantan sehingga hidup menjadi berantakan dan hancur lebur. Dengarkan kisah Wiliana, sahabat lesbian kita yang bercerita tentang masa lalu kelam di hidupnya.
Around the World, Reportase »
Berita dari: 365 Gay
26 Januari 2011. Dalam hubungan heteroseksual, lelaki akan melamar perempuan. Masalahnya, dalam hubungan lesbian, ada dua perempuan dalam satu hubungan. Jadi, siapa yang sepantasnya melamar? Pertanyaan ini diajukan kepada Kirsten Palladino, pemimpin redaksi majalah pernikahan untuk sesama jenis di Amerika, Equally Wed. Majalah ini mengurus pernik-pernik pernikahan kaum LGBT, berikut vendor-vendor yang gay-friendly. Lesbian berwarganegara Amerika yang merencanakan menikah di negara bagian yang sudah melegalkan pernikahan sesama jenis bisa juga berkonsultasi dengan konsultan pernikahan Equally Wed. Apakah jawaban dari The Expert untuk pertanyaan di atas? Coba …





