Home » Archive

Articles tagged with: pergerakan

Humaniora, Poling »

[19 Apr 2012 | 4 Comments | 641 views]
Sayap-sayap Patah

Oleh: Samuel Steffany
Kekayaan ayahku telah menempatkanku di pasar budak, dan pria ini telah membeliku. Aku tidak tahu dan tidak mencintainya, namun aku akan belajar mencintainya, melayaninya, dan membuatnya bahagia. Aku akan memberi dia semua yang dapat diberikan seorang wanita lemah pada laki-laki kuat.

FabuLezlyCool, Humaniora »

[18 Apr 2012 | 3 Comments | 413 views]
FabuLezlyCool: Laskar Pengeluh

Oleh: Lo
Pernah tahu arti pasukan cuci tangan? Itu istilah pribadi saya untuk menggambarkan orang-orang yang suka cuci tangan. Cuci tangan di sini bukan berarti denotasi. Saya tidak sedang membantu produsen sabun untuk mensosialisasikan gerakan cuci tangan. Pasukan cuci tangan yang saya maksud adalah orang-orang yang suka (sekali) mengeluh tapi nol untuk urusan tindakan.

Film, Humaniora, Seni Budaya, wawancara »

[18 Apr 2012 | 4 Comments | 762 views]
Lola Amaria: Sanubari Jakarta, Persembahan Kecil untuk Indonesia

Oleh: Alex dan Vilinnz
Pada tanggal 11 April 2012, #QASK di Twitter SepociKopi kedatangan tamu istimewa, yaitu Lola Amaria. Perempuan yang memulai karier sebagai wajah Femina ini, belakangan lebih dikenal sebagai sutradara dan produser. Betina (2003), Novel Tanpa Huruf R (2004), Minggu Pagi di Victoria Park (2006) adalah beberapa film yang dihasilkannya sebagai sutradara.

Humaniora, Tajuk »

[10 Apr 2012 | 5 Comments | 348 views]
Tajuk: Tanpa Pamrih dan Kita

Oleh: Nuha Guwa
Akhir-akhir ini banyak pertanyaan, mulai dari pertanyaan bernada kagum, ingin tahu, sampai sinis yang dilemparkan kepada redaksi SepociKopi. “Mengapa sih mau menulis/bekerja untuk SepociKopi tanpa pamrih? Adakah tujuan-tujuan tak terlihat yang memang sengaja disembunyikan?”

Persona, Seni Budaya, wawancara »

[2 Apr 2012 | 3 Comments | 1,445 views]
Persona: Suksma Ratri – Virus Ini Adalah Sahabat Saya

Oleh: Vilinnz dan Ade Rain
Saya dan redaksi SepociKopi sangat beruntung sebenarnya ketika sebuah nama muncul dari Helga Worotitjan, yang menjadi nara sumber sepekan lalu untuk Tamu Istimewa Twitter SepociKopi. Sebenarnya beberapa kali sliwar sliwer memerhatikan deretan daftar link blog yang direkomendasikan beliau di blognya, saya acuh.

Humaniora, Opini »

[29 Mar 2012 | 8 Comments | 543 views]
Label Jars, Not People

Oleh: Zara Aulia
Bagaimana reaksi sesama lesbian waktu mendengar kata lesbian? Oke, mungkin kata ini sudah biasa dibaca di situs lesbian kesayangan kita semua. Bagaimana dengan kata-kata lainnya, seperti: homofobia, konservatif, radikal, liberal, atau sekuler? Lihatlah, bagaimana setiap kata mampu memberikan gambaran mengenai suatu hal. Saya tidak bisa menjabarkan tafsir yang satu dan tunggal ketika saya menyebutkan (salah satu) kata di atas.

Humaniora, Twitter »

[29 Mar 2012 | One Comment | 300 views]
Ucapan Terima Kasih

Ucapan terima kasih kepada Suksma Ratri yang bersedia menjadi tamu istimewa pada diskusi dan tanya jawab virtual bertema HIV/AIDS pada tanggal 28 Maret 2012 di Twitter. Terima kasih atas ceritanya yang berani, kuat, dan inspiratif. Sungguh, kisah hidupnya menyemangati dan memberikan secercah harapan bagi setiap lesbian. SepociKopi sangat terhormat dengan kehadiran @suksmaratri di linimasa @sepocikopi.
Sampai bertemu lagi di acara diskusi dan tanya jawab Twitter @sepocikopi.
@SepociKopi, 2012

Humaniora, Opini »

[27 Mar 2012 | 22 Comments | 974 views]
Berhenti Menjadi Lesbian

Oleh: Samuel Steffany
Beberapa waktu yang lalu, saya berkata gagah ke teman dan pada diri saya sendiri: “Saya mau berhenti menjadi lesbian!”
Teman tertawa terkekeh-kekeh dan saya juga terkekeh-kekeh, tertawa ironis. Saya memutuskan tidak mau membaca artikel-artikel SepociKopi yang ditulis oleh Lakshmi. Sebab, setiap selesai membacanya, bulu kuduk saya berdiri, pipi tertampar, disertai rasa mulas di perut. Pokoknya, saya tidak mau tertular positive zone yang ada dalam tulisannya! Saya pikir, semua yang Lakhsmi tulis hanyalah utopia.

Persona, Seni Budaya, wawancara »

[26 Mar 2012 | 2 Comments | 876 views]
Persona: Helga Worotitjan – Memecahkan Kebisuan yang Terkunci Rapat

Oleh: Vilinnz dan Ade Rain
Kekerasan seksual? Yang pasti ini bukan jenis makanan, bukan pertunjukan seni tradisional, bukan juga permainan olah raga yang bisa buat pertemanan makin hangat. Kekerasan seksual yang pasti kekerasan yang berhubungan dengan kriminal seksual, mulai dari pelecehan ringan, berat hingga perkosaan.

Humaniora, Telezkop »

[22 Mar 2012 | 9 Comments | 447 views]
te.Lez.kop: Terorisme Lesbian

Oleh: Tya Andriani
Banyak lesbian yang tidak mau bahkan jarang coming out dengan kaum heteroseksual. Alasannya macam-macam. Mulai dari takut tidak diterima, takut dilecehkan, sampai takut ditinggalkan. Akhirnya, lesbian coming out dengan sesama lesbian. Coming out dengan lesbian tentu lebih aman, bukan? Selain rasanya lebih nyaman, toh, ini kan juga sesama lesbian, tahu sama tahu. Sama-sama merasakan deritanya. Sama-sama memiliki rahasia.