Home » Archive

Articles tagged with: pergerakan

Headline, Humaniora, Noktah Merah »

[3 Feb 2012 | 3 Comments | 113 views]
Noktah Merah: The Children’s Hour, dari Sejarah Sampai Seni Pertunjukkan

Oleh: Lakhsmi
Apa yang terjadi ketika sepasang kepala sekolah/guru perempuan dituduh memiliki hubungan yang tidak alamiah oleh seorang murid? Cerita yang benar-benar terjadi pada tahun 1810 di Skotlandia diangkat menjadi pentas teater dan pembuatan film Hollywood selama dua kali, termasuk remake-nya. Pentas teaternya dipertunjukkan di Broadway pada tahun 1934, ditulis oleh penulis teater/screenplay Amerika yang sangat terkenal Lillian Hellman. Pertunjukkan ini berjalan selama dua tahun sebelum bergerak ke London  dan Dublin. Sepanjang sejarah teater Amerika, inilah salah satu pentas pertama yang mengangkat isu lesbianisme.

Humaniora, Kesehatan dan Seksualitas, Opini »

[24 Jan 2012 | 4 Comments | 432 views]
Tanda-tanda Lesbi?

Oleh: Edith
…Bahkan ketika kamu adalah seorang homoseksual, kamu tidak punya hak untuk mengklaim seseorang itu berkecenderungan atau bahkan seorang homoseksual atau bukan…

Saya benar-benar kesal dengan orang yang dengan mudahnya mengatakan bahwa seseorang punya indikasi menjadi homoseksual, hanya karena ia sudah berinteraksi dengan komunitas lesbian dan gay. Bagi saya, tidak ada yang layak untuk mempublikasikan, menebak-nebak, mendeklarasikan orientasi seksual atau identitas gender seseorang kecuali dianya sendiri.
Ini terjadi pada seorang teman dari Solo. Dia berencana mengadakan kegiatan bertema tentang homoseksual dan dia merasa sangat tidak nyaman ketika seorang lesbian yang seharusnya sudah …

Humaniora, Tajuk »

[10 Jan 2012 | 5 Comments | 218 views]
Tajuk: Dongeng Cinderella dan Kita

Oleh: Nuha Guwa
Pada zaman dahulu kala, di sebuah kerajaan besar, hiduplah seorang ibu peri yang pandai merapal sihir, baik hati, penggugup, dan pemalu. Jakarta, sebagai kerajaan padat dengan jurang-jurang sosial yang tinggi membuatnya menjadi linglung. Kehidupan manusia penuh sesak, kompleksitas perbedaan strata hidup antara kaya miskin, bodoh pintar, jahat baik, di antara pemukiman mewah dan kumuh, membuat hari-hari ibu peri yang bernama Lakhsmi tidak enak. Makan salah, tidur juga salah. Tongkat sihirnya menjadi berdebu karena sering terlupakan.

Humaniora, Telezkop »

[5 Jan 2012 | 10 Comments | 485 views]
te.Lez.kop: Malu Sama Umur

Oleh: Tya Andriani
Beberapa hari ini saya bergabung dengan komunitas dan di komunitas itu, saya bertemu dengan beberapa teman-teman SMA. Anak-anak SMA ini berusia sekitar 16-19 tahun. Dari beberapa kali bertemu, saya menduga beberapa di antara mereka berorientasi lesbian.
Anak SMA lesbian?

Humaniora, Tajuk »

[20 Dec 2011 | 10 Comments | 182 views]
Tajuk: (Bukan) Ibu dan Kita

Oleh: Nuha Guwa
Ketika aku masih duduk di sekolah dasar, aku paling malas bangun pagi. Namun, ibuku ini selalu sabar membujuk agar aku menghirup udara bersih setiap hari. Dia menemaniku bermain badminton di bawah sinar mentari. Katanya biar tulang-tulangku kokoh dan sekuat baja. Ayahku, beliau selalu mengajakku menyempatkan diri berkunjung ke tetangga kami yang kulit dan statusnya sangat berbeda. Sehingga aku mengenal apa artinya kemuliaan dan toleransi. Mereka memelihara sehelai jiwaku yang masih kecil untuk selalu peduli dengan kepapaan orang lain.

FabuLezlyCool, Humaniora »

[14 Dec 2011 | 3 Comments | 234 views]
FabuLezlyCool: Sang Waktu

Oleh: Chossy Tan
Ralph Waldo Emerson seorang penyair dan penulis esai terkenal dari Amerika pernah mengucapkan suatu kalimat yang sangat inspiratif, “Hidup itu seperti taksi. Argo akan terus berjalan entah kita menuju ke suatu tempat atau kita hanya berhenti di tempat saja.”

Humaniora, Opini »

[13 Dec 2011 | 5 Comments | 348 views]
Membuka Jendela

Oleh: Appu
Di usia sebelas tahun, saya menyadari bahwa saya sudah tertarik pada makhluk perempuan. Tertarik pada rambutnya yang indah. Tertarik pada tengkuknya yang landai. Tertarik pada kelembutannya yang khas. Maka, saya mendekat dan terus mendekat pada perempuan. Hingga saya tersentak, kalau saya benar-benar jatuh cinta pada perempuan. Dan hanya bisa jatuh cinta pada perempuan.

Humaniora, Opini »

[7 Dec 2011 | 5 Comments | 258 views]
Trilogi Cinta: I Love Me! (2)

Oleh: Carmen dan Lakhsmi
(Sambungan dari bagian 1)
Nah, kemarin kan kita bicara soal akibat dari “tidak mencintai diri sendiri” yang tidak bisa dianggap enteng, karena bisa memengaruhi kualitas hidup si individu lesbian. Perasaan inferior terhadap kaum heteroseksual membuat si lesbian menjadi kikuk bergaul dengan kaum itu karena dihantui perasaan takut ketahuan lesbian melulu. Dia bahkan tidak berani melakukan hal-hal intelektual yang berhubungan dengan LGBT, misanya mengikuti seminar/diskusi tentang homoseksual, membeli buku gay/lesbian di toko buku, dan lain-lain. Istilah ini dinamakan heterophobia. Di kasus pertama, Irene akhirnya diam-diam menjadi lesbian yang introver, …

Humaniora, Tajuk »

[6 Dec 2011 | 3 Comments | 158 views]
Tajuk: Percaya Diri dan Kita

Oleh: Nuha Guwa
Lesbian? Tapi tidak percaya diri? Tunggu. Jangan buat pengakuan yang mengerikan, atau pernyataan yang hanya memberikan alasan-alasan agar kita cukup pantas dikasihani. Rasa percaya diri tentu saja bukan kodrat pemberian Tuhan seperti halnya kelesbianan. Rasa pede – seperti juga rezeki, baru bisa muncul jika kita yang memunculkannya. Untuk itu penting bagi kita memberi ruang bagi diri untuk membuatnya tumbuh ke permukaan.

Humaniora, Noktah Merah »

[25 Nov 2011 | 7 Comments | 277 views]
Noktah Merah: Virginia Woolf, Penulis Lesbian Garis Depan

Oleh: Lakhsmi

The truth is, I often like women. I like their unconventionality. I like their completeness. I like their anonymity.
Kutipan ini adalah kutipan klasik dan legendaris dari Virginia Woolf, di buku esainya yang terkenal berjudul A Room of One’s One. Terlahir dengan nama Adeline Virginia Stephen tanggal 25 Januari 1882 di Hyde Park Gate, London. Dia adalah pengarang yang berasal dari Inggris.