Articles tagged with: pendidikan
Film, Humaniora, Seni Budaya, wawancara »
Oleh: Alex dan Vilinnz
Pada tanggal 11 April 2012, #QASK di Twitter SepociKopi kedatangan tamu istimewa, yaitu Lola Amaria. Perempuan yang memulai karier sebagai wajah Femina ini, belakangan lebih dikenal sebagai sutradara dan produser. Betina (2003), Novel Tanpa Huruf R (2004), Minggu Pagi di Victoria Park (2006) adalah beberapa film yang dihasilkannya sebagai sutradara.
Humaniora, Opini, Renungan »
Oleh: Melissa
John Nash, nama tersebut tidak asing di telinga kita. Nash adalah peraih Nobel tahun 1994, karena penemuan “The Game Theory”. Teori ini adalah teori ekonomi, yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan untuk perusahaan, politik, sosial, dan bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Teori tersebut sangat berkaitan dengan Nash Equilibrium, yaitu ketika strategi yang digunakan menguntungkan semua pihak dan bertemu satu sama lain.
bisnis, Gaya Hidup, Keuangan »
Oleh: Seez Lim
Uang dan investasi adalah topik yang menarik dan tidak ada habisnya untuk dibahas. Kedua kata tersebut saling berkaitan erat. Setiap kali ada bahasan tentang uang, pasti akan berakhir dengan investasi. Pertanyaannya, apa yang sudah kita lakukan dengan uang kita? Bagi banyak lesbian yang sudah bekerja, mungkin uang yang ada akan diinvestasikan. Atau malah masih banyak yang belum memulai apa-apa?
Persona, Seni Budaya, wawancara »
Oleh: Vilinnz dan Ade Rain
Saya dan redaksi SepociKopi sangat beruntung sebenarnya ketika sebuah nama muncul dari Helga Worotitjan, yang menjadi nara sumber sepekan lalu untuk Tamu Istimewa Twitter SepociKopi. Sebenarnya beberapa kali sliwar sliwer memerhatikan deretan daftar link blog yang direkomendasikan beliau di blognya, saya acuh.
Humaniora, Twitter »
Ucapan terima kasih kepada Suksma Ratri yang bersedia menjadi tamu istimewa pada diskusi dan tanya jawab virtual bertema HIV/AIDS pada tanggal 28 Maret 2012 di Twitter. Terima kasih atas ceritanya yang berani, kuat, dan inspiratif. Sungguh, kisah hidupnya menyemangati dan memberikan secercah harapan bagi setiap lesbian. SepociKopi sangat terhormat dengan kehadiran @suksmaratri di linimasa @sepocikopi.
Sampai bertemu lagi di acara diskusi dan tanya jawab Twitter @sepocikopi.
@SepociKopi, 2012
Relationship, Sepocikopiana »
Oleh: Chossy Tan
Jantung berdegup kencang, berdebar-debar, bahkan terkadang bergemuruh, seperti ada serombongan marching band yang gegap gempita mempertunjukan aksinya. Degupannya semakin hari semakin kuat, mungkin nyaris menjebol rongga dada. Aku mulai curiga dan ketakutan, ada apa dengan jantungku? Tidak biasanya aku mengalami seperti ini.
Humaniora, Telezkop »
Oleh: Tya Andriani
Banyak lesbian yang tidak mau bahkan jarang coming out dengan kaum heteroseksual. Alasannya macam-macam. Mulai dari takut tidak diterima, takut dilecehkan, sampai takut ditinggalkan. Akhirnya, lesbian coming out dengan sesama lesbian. Coming out dengan lesbian tentu lebih aman, bukan? Selain rasanya lebih nyaman, toh, ini kan juga sesama lesbian, tahu sama tahu. Sama-sama merasakan deritanya. Sama-sama memiliki rahasia.
Humaniora, Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
Diri hari, seorang sahabat baik menggetarkan BB dengan panggilan PING-nya yang berulang-ulang. Memanggil seseorang di waktu yang sangat langka artinya “bencana”, “kematian” “unit gawat darurat” “berita menggenaskan”, atau “sakit/meninggal dunia”. Sontak dini hari saya itu pun riuh. Benar saja, berita duka cita. Seseorang melakukan bullying padanya di Twitter. Dia terluka oleh pelecehan tersebut.
Humaniora, Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
Betapa hebatnya kemajuan teknologi komunikasi, sehingga seorang individu atau beberapa orang saja dapat membuat media massa sendiri. Dia yang menjadi reporter, menjadi editor, lay-outer, kemudian menyebarluaskan, hingga menanggung resiko sendiri terhadap apa yang diberitakan tersebut. Siapa saja bisa menjadi penyebar informasi, agen perubahan yang baik atau agen malapetaka.





