Articles tagged with: pendidikan
FabuLezlyCool, Humaniora »
Oleh: Chossy Tan
Setiap tahun di hutan digelar kontes menyanyi antar binatang. Semua binatang boleh mengikuti audisi di wilayah masing-masing. Di pinggiran hutan nampak seekor babi yang lugu dan ndeso ikut mendaftar. Babi berhasil lolos audisi dan masuk ke babak duapuluh besar. Maka dia berangkat ke hutan. Babi menunjukkan kemampuan menyanyinya di depan para juri. Para juri kagum dengannya. Mereka tidak menyangka Babi yang udik ini mampu memikat mereka dengan suaranya yang indah. Pujian tak henti-henti mengalir untuk Babi. Tentu saja Babi senang bukan main.
FabuLezlyCool, Humaniora »
Oleh: Lo
Ada satu filosofi yang kusuka tentang lilin. Dunia telah memberi sosok-sosok lilin yang setia menerangi sekelilingnya, sekali pun api perlahan akan menghabisinya. Bagi mereka yang hidup dalam terang, lilin tak begitu berarti. Tapi bagi hening dan gelapnya malam, lilin menjadi hadiah tak terkira.
Personal Life, Sepocikopiana »
Oleh: Legendre
“Tunggu! Tunggu! Ini jidat bercelah, nggak?” ujar Ve sebelum kamera dijepret.
“Haduuh, dibilang nggak! Rapat tuh gorden menutupin jidat lu!” jawab Yan gemas.
Aku cekikikan sambil mengamati mereka dari kejauhan. Kedua temanku, Ve dan Yan baru tiba di Sorong, kota tempatku di Propinsi Papua Barat. Sudah lama mereka merencanakan liburan ini. Dan aku, tentunya senang sekali kedatangan sahabat-sahabat dunia mayaku ini. Kami saling kenal lewat internet. Kami sama-sama tertarik dengan Papua. Bedanya, aku telah tinggal dan menetap di sini, sedang Ve dan Yan lahir dan tinggal di Jawa.
Humaniora, Opini »
Oleh: Appu
Bicara tentang jatuh cinta, para lesbian harus mengakui bahwa kita adalah pemuja keindahan yang berdiam dalam wujud perempuan. Namun, sebagai manusia yang berakal budi, kita pun perlu mendefinisikan kembali keindahan menurut pribadi masing-masing. Contohnya, ketika banyak rekan lesbian yang ternganga habis melihat Agnes Monica, saya tetap adem ayem. Tetapi, saat melihat Sophie Marceau beraksi sebagai salah satu gadis James Bond era Pierce Brosnan, saya langsung garuk-garuk tembok.
Coming Out, Humaniora, Lagak Lajang, Renungan, Sepocikopiana »
Oleh: Oscar A.
Ada hamparan perasaaan yang muncul ketika melihat kolom yang sama terbit lagi di majalah ini. Namanya, hamparan perasaan bangga, senang, sekaligus iri dan cemburu. Bangga dan senang, tak perlu dijelaskan lagi. Tapi iri dan cemburu yang muncul di hati penulisnya sendiri, bagaimana menafsirnya? Kalaulah semuanya ideal, dualisme sungguh tak diperlukan lagi kehadirannya. Menjadi ini, lalu besok menjadi itu, adalah fase menjijikkan yang harus saya hadapi setiap waktu. Bermuka dua. Saya adalah orang yang bermuka dua, menjadi pengajar baik-baik di institusi, lalu berubah menjadi lesbian munafik yang nangkring sana-sini …
Humaniora, Noktah Merah »
Oleh: Lakhsmi
The truth is, I often like women. I like their unconventionality. I like their completeness. I like their anonymity.
Kutipan ini adalah kutipan klasik dan legendaris dari Virginia Woolf, di buku esainya yang terkenal berjudul A Room of One’s One. Terlahir dengan nama Adeline Virginia Stephen tanggal 25 Januari 1882 di Hyde Park Gate, London. Dia adalah pengarang yang berasal dari Inggris.
Humaniora, Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
Banyak orang mengandalkan angka-angka hoki untuk mendapatkan berkah. Melakukan hal-hal aneh dan monumental pada tanggal yang dianggap sakral tersebut. Maka tanggal 11 bulan 11 tahun 2011 pun terasa istimewa. Saking spesial, banyak ibu melakukan permintaan melahirkan anak di tanggal tersebut. Ada juga perkawinan dan acara peresmian. Di tanggal cantik ini pula, situs SepociKopi mendapat berkah istimewa dengan jumlah pengunjung yang mencapai dua juta.
Humaniora, Opini »
Oleh: Appu
“Miss?”
Mereka memanggil saya dengan sebutan itu. Yang saya maksud dengan “mereka” itu adalah murid-murid saya. Ya, saya adalah seorang pengajar. Tepatnya, guru di sebuah Sekolah Dasar Nasional Plus. Menjadi seorang guru adalah salah satu panggilan hidup saya yang telah saya tekuni selama bertahun-tahun. Bukan sekedar kecemplung atau karena tidak ada pekerjaan lain, namun dengan sepenuhnya saya sadari dan nikmati.
Friendship, Humaniora, L'Amour, Sepocikopiana »
Oleh: Krishna
Sering saya membaca dan mendengar bagaimana persahabatan berubah menjadi cinta. Bahkan saya pun mengalaminya sendiri, beberapa pacar saya merupakan teman yang saya kenal, teman SMP, teman SMA atau teman kuliah S1. Tapi partner saya yang sekarang berbeda, dia bukan “teman” melainkan kompetitor ketika saya mengambil kuliah S2.
Kami suka terkikik geli kalau membayangkan bagaimana selama setahun sebelumnya kami selalu bersaing untuk mendapatkan nilai terbaik atau pujian dari para pengajar, lalu berujung menjadi pasangan kekasih hingga tiga tahun terakhir.
Saat pertama kali berkenalan, kami seperti siang dan malam. Partner seseorang perempuan yang …





