Articles tagged with: partnership
Have Your Say, Headline, Sepocikopiana »
Ketika pertama kali jatuh cinta, ada rasa bingung yang menggebu. Mengapa ternyata perempuan? Kebingungan itu ditambah dengan ketakutan untuk memulai sebuah hubungan, apalagi jika si dia sudah memiliki pacar. Apa yang harus dilakukan? Dengarkan kisah sahabat lesbian kita, Arindy, yang mengalami jatuh cinta pertama dengan perempuan yang sudah memiliki kekasih lelaki.
Humaniora, Telezkop »
Oleh: Tya Andriani
Sekitar setahun lalu, pesohor Kim Kardashian mendapat kejutan dua juta dolar di jemarinya. Cincin tunangan karya desainer Lorraine Schwartz yang terbuat dari batu permata emerald 20,5 karat, dikelilingi oleh berlian sebesar dua karat, adalah hadiah lamaran dari calon suami (saat itu) Kris Humphries. Mereka menikah tanggal 20 Agustus dengan menghabiskan sepuluh juta dolar untuk pesta pernikahan super mewah. Dalam waktu 72 hari setelah pernikahan, mereka bercerai.
Partnership, Sepocikopiana »
Oleh: Carmen
Pernahkah kamu merasa tersesat seperti domba yang hilang? Aku pernah, tepatnya saat ini.
Tertegun lama saat aku membaca kisah Bening yang manis dengan kekasihnya di Dongeng Mati Lampu. Rasanya cerita yang familiar, tapi sempat terlupa. Tinggal bersama dengan yang dicinta; saling jaga, saling memperhatikan satu sama lain; dan bertahan hidup di masyarakat. Ah tentu saja, aku pernah mengalaminya selama sembilan tahun lamanya dengan mantanku saat itu.
Have Your Say, Sepocikopiana »
Putus sambung, ditinggal menikah, diduakan pacar, pacar melaporkan diri lesbian kepada ortu; sungguh semua itu adalah kisah-kisah klasik yang terjadi pada percintaan lesbian. Bukankah sudah terasa seperti sinetron sepanjang ribuan episode? Benar-benar melelahkan. Bersyukurlah jika kita memiliki pasangan sejati yang jauh dari drama lesbian. Dengarkan kisah sahabat kita, Nita, yang hidupnya penuh dengan percintaan yang tragis.
FabuLezlyCool, Humaniora »
Oleh: Lo
Di antara sederet masalah pribadi, yang ampuh membuat lesbian bertransformasi menjadi galauers, salah satunya yaitu: jreng, jreng… susah move on! Kalau urusan satu ini sih, tak kenal umur, siapa saja bisa terkena. Perempuan yang kelihatannya tangguh, dewasa dan anti-galau pun bisa banjir airmata deh.
Humaniora, Opini »
Oleh: Indy
“If you aren’t happy single, you won’t be happy taken. Happiness comes from within; not from others.” (Anonymous)
Siapa yang sekarang sedang jomblo alias single, coba angkat tangannya! Yak, nampaknya sekarang banyak lesbian yang sedang berada dalam masa jomblo. Tengok deh linimasa Twitter, ada banyak sekali kicau nan galau dari para jomblo. Buruk? Kondisi ini menjadi salah satu indikator yang membuat jomblo selalu diasosiasikan dengan konotasi negatif seperti tidak bahagia, galau, pengeluh, dan lain-lain.
Coming Out, Humaniora »
Oleh: Ema
Lesbian punya momok. Mendengar istilahnya saja sudah merinding, apalagi kalau membayangkan rupanya. Si momok dibicarakan sembunyi-sembunyi, dengan hati was-was dan keringat mengucur deras. Sebenarnya semua bertanya dalam hati, ‘Semengerikan itukah momok yang sebenarnya?’ atau ‘Apa yang harus aku lakukan jika bertemu si momok?’. Sayangnya, ketakutan komunal terhadap momok terlanjur mematikan keberanian lesbian untuk mencari jawabannya.
Humaniora, Personal Life »
Have Your Say, Sepocikopiana »
Film, Humaniora, Opini, Seni Budaya »
Oleh: bE
Sejujurnya, aku dan partner sama-sama belum membaca buku The Hunger Games dan hanya mengenal tokoh Katniss dari SepociKopi, tapi kami memutuskan untuk mengikuti ajakannya menikmati ‘permainan’ yang satu ini.
Nah, singkat cerita kami akhirnya menonton filmnya. Tulisan ini bukan resensi film The Hunger Games. Ada beberapa hal menarik yang aku tangkap sebagai pesan yang ingin disampaikan lewat kisah The Hunger Games. Mungkin teman-teman juga merasakan yang sama, tapi mungkin juga tidak, karena itu aku memutuskan untuk menuliskan pesan-pesan yang berhasil kutangkap di sini:





