Home » Archive

Articles tagged with: Novel

Buku, Seni Budaya »

[28 Jan 2013 | 5 Comments | 1,349 views]
Tokoh Lesbian Dalam Novel Indonesia

Oleh: Vilinnz
Olahraga sudah menjadi salah satu kebutuhan kita yang tak bisa diabaikan. Banyak sekali manfaat yang kita dapatkan darinya. Saya sendiri salah satu dari sekian penduduk Indonesia yang terdata di  2012-2013 berjumlah 237.641.326 jiwa yang terjerat dalam dunia olahraga.
Salah satu dampak positif yang saya dapatkan dari olahraga adalah kemampuan berpikir lebih jernih, karena olahraga mampu menghambat pembentukan hormon kortisol atau hormon stres dan membantu menghasilkan sel baru menggantikan sel otak yang rusak karena stres.

Buku, Seni Budaya »

[24 Dec 2012 | 10 Comments | 2,530 views]
Evolusi ‘Wajah’ Lesbian di Sampul Novel

Oleh: Chieru
Jangan menilai buku dari sampulnya.
Ungkapan itu memang dimaksudkan agar kita tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu hanya dengan bermodal pengamatan sejenak terhadap sampul. Namun sama seperti isi, sampul juga sebenarnya sangat penting karena bukan hanya berperan sebagai penutup dan penahan halaman-halaman buku supaya tidak tercerai berai, sampul sebenarnya juga punya cerita yang ingin disampaikan.

Humaniora, Telezkop »

[26 Jan 2012 | 17 Comments | 819 views]
te.Lez.kop: Kesepian Oh Kesepian!

Oleh: Tya Andriani
“Saya kesepian. Kenalan dong.”
Selalu ada kata-kata “kesepian” dan ajakan “kenalan” di nyaris semua Facebook atau situs lesbian. Menurut kakak-kakak redaksi SepociKopi, Guestbook, komentar, mention Twitter, dan wall Facebook SepociKopi juga dihajar oleh puluhan (atau ratusan?) lesbian yang mengatakan kesepian dan mengajak kenalan. Menurut SepociKopi, media ini memiliki aturan main bagi setiap postingan, sehingga pesan-pesan “kesepian” dan “kenalan” itu sebagian dihapus jika tidak sesuai dengan rules dan regulation SepociKopi.

Buku, Remaja »

[2 Jan 2012 | 5 Comments | 1,141 views]
Buku: Boy Meets Boy – Cinta dan Galau Remaja

Oleh: Alex
Perkenalkan Paul. Anak kelas dua SMA dan gay. Gay yang sudah coming out ke keluarganya dan diterima baik hingga ke sepenjuru kota. Kota kecil di New Jersey, Amerika Serikat. Dan inilah hidupnya sebagai gay dan kisahnya dengan sahabat-sahabatnya.
Paul bersahabat dengan Joni, gadis yang menjadi sahabat baiknya sejak kanak-kanak. Juga Tony, yang sama-sama gay namun tidak seterbuka Paul dan tidak diterima dengan baik oleh orangtuanya yang amat religius. Lalu ada sahabatnya Infinite Darlene, yang aslinya lelaki tapi berpakaian perempuan, ratu homecoming yang juga bintang futbol. Semua tokoh dengan kepribadian beragam …

Gaya Hidup, Mix n' Match »

[25 Jul 2010 | 15 Comments | 1,718 views]

Oleh: Alex
Saya selalu percaya bahwa salah satu kelompok yang menggerakkan dunia adalah para remaja. Mereka punya kekuatan yang begitu besar. Anak-anak belasan tahun yang menjadi calon penguasa nantinya. Merekalah yang menentukan masa depan bangsa. Mau jadi bangsa yang lembek, berikan remaja-remaja itu segala kelembekan di dunia. Mau jadi lesbian menye-menye, telan semua derita itu dan merataplah.
Saya percaya pada happy ending. Saya percaya happy ending bukan berarti kita jadi manusia pemimpi, tapi akhir yang bahagia dalam kisah lesbian berarti memberi harapan bahwa sebagai lesbian kita memang layak bahagia. Lima buku ini …

Buku, Seni Budaya »

[1 Jun 2010 | 18 Comments | 238 views]

Oleh: Lakhsmi
Setiap pertunjukan memiliki tamat. Ketika drama mencapai titik puncak, musik melembut, dan para tokoh utama menyelesaikan masalahnya, panggung siap ditutup. Seberapa besarnya keinginan penonton untuk terus menerus di kursi, pertunjukan harus berakhir.
Demikian juga dengan Novela Reality Camilan season kedua. Ya, kami menyebutnya Novela Reality, kisah-kisah realitas yang ditulis dengan gaya novela. Sebelas bulan, tiga penulis didampingi awak (editor) SepociKopi sudah menemani para pembaca, kini saatnya menutup kisah. Dengan segala hormat, aku mengingat langkah ketergesaan dan kesintingan ketika detik-detik deadline harus diisi. Aku mengingat SMS dan BBM yang mengepulkan asap …

Buku, Seni Budaya »

[15 Mar 2010 | 7 Comments | 581 views]
Buku: Ash

Oleh: Alex
Beberapa penulis sudah mencoba melakukan redefinisi dongeng. Kali ini yang dilakukan oleh Malinda Lo dalam novel Ash adalah menulis kembali kisah Cinderella dari sudut padangnya dengan cara yang tak biasa. Ada gadis muda, peri, pemburu, dan tambahan twist kisah cinta lesbian.
Tokoh utama novel ini adalah gadis muda bernama Aisling (Ash). Sejak kematian sang ibu, ayah Ash menikah lagi dengan perempuan yang membawa dua anak perempuan sebagai saudara tiri Ash. Tapi tidak lama kemudian ayah Ash meninggal, membuat Ash terpaksa harus tinggal bersama ibu tirinya yang kejam. Ia …

Buku, Seni Budaya »

[22 Jan 2010 | 7 Comments | 258 views]
Buku: The Price of Salt

Oleh: Alex
Setiap kali membuka situs yang mereferensi buku-buku lesbian, buku ini selalu masuk tiga urutan teratas, meskipun The Price of Salt adalah buku yang terbit tahun 1953. Patricia Highsmith menerbitkan buku ini dengan menggunakan nama Claire Morgan. Penerbitnya menolak menerbitkan novel ini karena pemaparannya yang jujur dalam tema homoseksual, sehingga Highsmith terpaksa harus mengganti namanya untuk bisa menerbitkan novel ini. Sebelum The Price of Salt, Highsmith dikenal sebagai novelis thriller, dengan bukunya Strangers on a Train, yang sukses secara komersil dan difilmkan oleh Alfred Hitchcock. Atau banyak orang belakangan ini …

Buku »

[30 Nov 2009 | 21 Comments | 578 views]

Oleh: Alex
Novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi mungkin menjadi semacam “bacaan wajib” lesbian Indonesia. Pertama kali diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama tahun 1983, dan pada bulan November 2009 diterbitkan kembali dalam edisi cetakan ketujuh (versi cover baru di sebelah kiri) oleh penerbit yang sama. Dua puluh enam tahun yang lalu Mira W., sang pengarang menciptakan satu tonggak sejarah sastra lesbian dengan menerbitkan satu karya fenomenal pada masa ketika kata “lesbian” sendiri masih menjadi momok dan aib yang nista.
Kita harus angkat topi pada Mira W. yang mencatat sebuah sejarah zaman dalam bentuk …

Buku, Seni Budaya »

[28 Sep 2009 | 9 Comments | 464 views]

Oleh: Grey Sebastian
*spoiler alert*

“Pernah nggak terlintas di pikiran kamu kalau orang yang bersama kamu sekarang bukanlah orang yang seharusnya bersama kamu, dan orang yang harusnya bersama kamu sekarang masih menunggu di luar sana untuk kamu temukan?”
Beginilah kalimat pembuka pada bagian prolog Un Homme et Une Femme. Sejak halaman pertama, pembaca sudah dijelaskan dengan permasalahan yang menjadi kebingungan kedua tokoh utama dalam novel ini.
Cerita di buka ketika Lara, seorang perempuan muda yang mulai merasa galau dan terus bertanya-tanya apakah Khrisna adalah pria “the one” dalam hidupnya. Karena itulah ia …