<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SepociKopi &#187; musik</title>
	<atom:link href="http://sepocikopi.com/tag/musik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sepocikopi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 02:00:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.3</generator>
		<item>
		<title>Mix n’ Match: Sexy Sound of the Month</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/11/13/mix-n-match-sexy-sound-of-the-month/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/11/13/mix-n-match-sexy-sound-of-the-month/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Nov 2011 15:45:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[urban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=16004</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Carmen
Setelah kencan sore di akhir  minggu yang santai, mungkin di pinggir pantai, atau duduk berdua di lantai atas gedung tinggi? Lalu lanjut, menyiapkan dinner berdua di rumah atau apartemen. Memasak bersama, menyiapkan lilin, menata meja. Entah kenapa, berhubung lesbian, melakukan pekerjaan rumah tangga bersama bisa dianggap sebagai pameran kualitas keperempuanan masing-masing. Jangan salah, butchie juga seksi pakai celemek! Bayangin deh, hehe.
Setelah puas dinner, sesekali melirik ke partner kencan yang suaranya makin terdengar seksi di bibirnya yang berdaras ide-ide intelektual.. umm yeah&#8230; lalu&#8230; This is it! One of the ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/Banda-Naira.jpg"><img src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/Banda-Naira-300x289.jpg" alt="" title="Banda Naira" width="300" height="289" class="alignleft size-medium wp-image-16005" /></a>Oleh: Carmen</p>
<p>Setelah kencan sore di akhir  minggu yang santai, mungkin di pinggir pantai, atau duduk berdua di lantai atas gedung tinggi? Lalu lanjut, menyiapkan <em>dinner</em> berdua di rumah atau apartemen. Memasak bersama, menyiapkan lilin, menata meja. Entah kenapa, berhubung lesbian, melakukan pekerjaan rumah tangga bersama bisa dianggap sebagai pameran kualitas keperempuanan masing-masing. Jangan salah, butchie juga seksi pakai celemek! Bayangin deh, hehe.</p>
<p>Setelah puas <em>dinner</em>, sesekali melirik ke partner kencan yang suaranya makin terdengar seksi di bibirnya yang berdaras ide-ide intelektual.. umm yeah&#8230; lalu&#8230; <em>This is it! One of the best moments in our lesbian life!</em> Itu adalah salah satu hadiah hari yang terbaik, tidak ada orang lain, hanya berdua. Yang lain minggirlah ke kontrakan. Jangan lupa juga menyetel musik yang sesuai suasana: <em>sexy and chillin</em>’-&#8230; Pastinya! Berikut ini rekomendasi lagu yang bisa bikin suasana makin <em>sexy</em>.<span id="more-16004"></span></p>
<p><strong>Goapele “Play”<br />
</strong><br />
Mau terlihat sepersekian kali lebih seksi di depan si cantik di depan kita? Jangan khawatir saudara-saudaraku sesama lesbian. Ada ramuan lagu mujarab dengan beat yang mudah membuat siapapun mengalami <em>ear-gasm</em>. Di album terbaru Goapele ini, ia banyak bereksperimen dengan gaya yang berbeda. Buktinya dengar saja lagu “Play” ini. Lihat juga video klipnya bernuansa hitam putih tapi berhasil bikin kita melirihkan kata “ah”.</p>
<p><iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/kRn2DAggPEE" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>Ella Fitzgerald “Let’s Do It (Let’s Fall in Love)”<br />
</strong><br />
Kata Frank Sinatra, &#8220;<em>The best way to start any musical evening is with this girl </em>(Ella Fitzgerald). I<em>t don&#8217;t get better than this.&#8221; </em>Siapa yang tidak setuju dengan Sinatra, apalagi saat kau mendengar lagu ms. Fitzgerald “Let’s Do It”. Siap-siap deh dengan suasana klepek-klepek yang bikin kelopak mata tidak cuma kedap kedip, tapi ada sensasi semriwing. Sori nih lebay, suara tante Ella bikin mendesah pelan sih!</p>
<p><iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/lXYKGL6MgKM" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>Seal “Touch”<br />
</strong><br />
Mungkin salah satu lagu yang tidak terkenal dari Seal, si pemilik suara wow-seksinya, irama yang klasik menunjukkan ciri khasnya bermusik. Lagunya yang<em> smooth</em> membuatnya sempurna untuk dilagukan waktu kau ingin lebih mengenal teman kencanmu lebih dekat. Saat kau berani memegang tangannya berlama-lama di atas meja makan dengan taplak putih, merapikan rambut ke telinganya dengan pelan, sambil secara singkat meletakkan jemari di pipinya yang bersih. Terbayang, ladies?</p>
<p><iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/GVomtC72r0U" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>Ituana “Amanha Talvez”<br />
</strong><br />
Mungkin tidak ada yang tidak suka musik-musik romantis santai ala Brazil. Disetel di penginapan bata di musim dingin menggigit pun membuat pendengarnya merasa hangat nuansa pantai, apalagi di dekat yang menarik hati. Lagu klasik opera sabun berbahasa Portugis ini dinyanyikan ulang oleh pemusik Ituana. Iramanya yang santai memastikan kita melihat tawa renyah si cantik, membuatnya nyaman. Dan hati pun ikut berdebar-debar.</p>
<p><iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/Bbe_4eXdChA" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>Bandanaira “Di Bawah Sinar Bulan Purnama”<br />
</strong><br />
Di album kerennya <em>The Journey of Indonesia</em>, duo Bandanaira memastikan bahwa lagu daur ulang klasik ini membawa pendengarnya bernostalgia merekoleksi memori berjalan di bawah bulan purnama. Liriknya mungkin tidak gombal, tapi tak ada kata lebih tepat selain romantis <em>to the max</em> untuk menggambarkan betapa cantiknya aransemen dan suara merdu sang biduan. Terkadang yang dibutuhkan oleh lagu adalah untuk mendukung suasana, dan apakah kata-kata yang melebihi dahsyatnya “beribu bintang taburan” atau “langit hijau” akibat “sinar bulan purnama”, hingga “airpun berkilauan”? &#8230;..Seksi!</p>
<p>(silakan streaming bagian lagunya di sini http://bandanairaduo.com/albums/the-journey-of-indonesia/)<br />
<em><br />
Enjoy the sound, girls&#8230;!</em></p>
<p>@Carmen, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/11/13/mix-n-match-sexy-sound-of-the-month/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix n’ Match: Playlist Mencintai Lesbian</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/08/21/mix-n-match-playlist-mencintai-lesbian/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/08/21/mix-n-match-playlist-mencintai-lesbian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Aug 2011 12:57:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[mood]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=14385</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Carmen
Di satu atau lain waktu, bisa dibilang nyaris semua lesbian pernah menjalani mimpi yang paling buruk. Yaitu saat ketika kita sulit untuk menerima diri sendiri, alih-alih mencintai. 
Carl Gustav Jung pernah berkata, “the most terrifying thing is to accept oneself completely.” Ungkapan tersebut ditujukan secara universal, tak terkecuali kaum perempuan pecinta perempuan. Mungkin malah bagi kita, perlu keberanian lebih untuk menerima satu bagian dari diri&#8212;yaitu menerima diri sebagai lesbian. 
Ada yang merasa bahwa mempunyai keberanian tersebut sangat sulit? Hmm&#8230; Bagaimana tidak sulit? Kecuali kamu memang orang yang paling beruntung, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/08/playlist.jpg"><img src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/08/playlist.jpg" alt="" title="playlist" width="200" height="100" class="alignleft size-full wp-image-14387" /></a>Oleh: Carmen</p>
<p>Di satu atau lain waktu, bisa dibilang nyaris semua lesbian pernah menjalani mimpi yang paling buruk. Yaitu saat ketika kita sulit untuk menerima diri sendiri, alih-alih mencintai. </p>
<p>Carl Gustav Jung pernah berkata, <em>“the most terrifying thing is to accept oneself completely.”</em> Ungkapan tersebut ditujukan secara universal, tak terkecuali kaum perempuan pecinta perempuan. Mungkin malah bagi kita, perlu keberanian lebih untuk menerima satu bagian dari diri&#8212;yaitu menerima diri sebagai lesbian. </p>
<p>Ada yang merasa bahwa mempunyai keberanian tersebut sangat sulit? Hmm&#8230; Bagaimana tidak sulit? Kecuali kamu memang orang yang paling beruntung, umumnya lingkungan masyarakat di sekitar kita hidup masih bersifat heteroseksis dan homonegatif. Intinya heteroseksualitas adalah kewajiban, dirayakan, dan dijunjung tinggi, sedangkan homoseksualitas relatif didemonisasi, dimarjinalisasi, bahkan terkadang dikriminalisasi. </p>
<p>Seberapa pun hebatnya resistensi diri terhadap stres, terkadang sebagai manusia normal pastilah merasa tertekan juga. Hal ini berkontribusi pada sulitnya memberikan cinta pada diri sendiri. Di sisi lain, ketidaksanggupan menerima diri sendiri juga mempunyai konsekuensi-konsekuensi yang bisa mengerikan. Misalnya, tidak heran bila realitas ini membuat fenomena depresi banyak dialami oleh lesbian (lihat artikel tentang <a href="http://sepocikopi.com/2010/06/16/on-depression-and-suicide-tamat/">Depression</a>). Contohnya aku, yang relatif <em>super-humanly stress-free </em>dan menganggap diri sangat baik resistensinya terhadap stressor tinggi (bahkan terkadang mencari<em> stressor</em> untuk pencapaian ambisi). Aku akhirnya sadar bahwa diri ini manusia, apalagi saat tombol stresnya menyala terutama waktu berusaha rekonsiliasi antara identifikasi/pengekspresian ketertarikan kita pada makhluk perempuan terindah dengan konsekuensi-konsekuensi sosial, legal, fisik, dan emosional. </p>
<p>Padahal, teman-teman&#8230; sini deh mendekat, aku pengin bisikin sesuatu: Kita, lesbian, adalah orang-orang yang patut dicintai. Sebagai lesbian yang cantik hatinya, tidak ada hal satu pun di dunia ini yang bisa mengubah kenyataan bahwa kita adalah makhluk yang berharga di mata Tuhan, tidak terkecuali. Kuulangi ya, aku dan kamu adalah berharga. Tidak ada yang menakutkan dari mencintai bagian diri yang lesbian. Malahan, kemampuan secara cukup untuk mencintai diri sendiri ini adalah salah satu prekursor kesehatan jiwa.</p>
<p><em>Playlist</em> berikut adalah persembahan sayangku pada saudara-saudaraku lesbian terkasih yang sedang mengalami kesulitan paling hebat dalam hidupnya. Apa pun yang sedang dijalani, hei, kamu tidak sendiri.</p>
<p>Lagu yang pertama adalah <em>All About Your Heart</em> dari Mindy Gledhill di albumnya yang keren <em>Anchor</em> (2010). Aku biasanya menyanyikannya untukku sendiri &#8211;> “dari aku” untuk “bagian diriku yang lesbian.”<br />
<em><br />
“There is no me, if i cannot have you (lesbian-part of me). Oh i’ve loved you from the start. In every single way, and more each passing day. You are brighter than the stars. Believe me when I say: It’s not about your scars, it’s all about your heart&#8230;!”</em></p>
<p><iframe width="420" height="345" src="http://www.youtube.com/embed/xBVX5qOtvA8" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Lagu yang kedua adalah <em>Mixed Up World</em>, dari penyanyi cantik Sophie Ellis Bextor. Cocok untuk yang lagi pusing tentang kacaunya dunia yang penuh kontradiksi dan kekacauan; tapi di tengah kekacauan itu, semua pasti bisa dijalani karena kita lesbian adalah perempuan yang kuat!<br />
<em><br />
“Why do i feel this pain? why has this world gone insane? so when you&#8217;re feeling kind of mixed up, just remember it&#8217;s a mixed up world. And when you&#8217;re feeling life is just too tough&#8230; just remember you&#8217;re a real tough girl&#8230;!”</em></p>
<p><iframe width="420" height="345" src="http://www.youtube.com/embed/u64ghTDs3ps" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Siapa yang tidak kenal Cher? Di benakku, salah satu lagu terbaiknya, <em>You Haven’t Seen the Last of Me</em> (Dave Aude Radio Edit version) di film <em>Burlesque</em> menggambarkan bagaimana hebatnya seorang perempuan bertahan, walaupun digempur sana-sini. Siapa yang tidak mencintai perempuan (perempuan = kamu sendiri!) yang luar biasa seperti itu?<br />
 <em><br />
“I&#8217;ve been brought down to my knees, and I&#8217;ve been pushed way past the point of breaking, but I can take it..!! I&#8217;ll be back.. back on my feet. This is far from over.. You haven&#8217;t seen the last of me&#8230;!”</em></p>
<p><iframe width="420" height="345" src="http://www.youtube.com/embed/rB-ZzWDJJgc" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Lagu selanjutnya adalah dari Agnes Obel (Denmark) di album <em>Philharmonic</em>. Musisi yang disebut di majalah <em>Time</em> sebagai salah satu jenius musik ini di lagu <em>Just So</em> awalnya berbicara tentang hari yang “gelap” dijalani seperti biasa. Namun pada saatnya akan ada momen untuk bersinar. Saatnya adalah sekarang, jadi mulailah dengan tidak diam saja&#8230; Bergerak meraih kebahagiaan..!<br />
<em><br />
“Today is gonna be the day. You hear somebody say, we need you right away. You hear the moments kick and play. The order of the day is already in the way.”</em></p>
<p><iframe width="420" height="345" src="http://www.youtube.com/embed/5NmjJeNFUVU" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Setelah kelelahan dan terimpit sampai sesak napas yang menghambat mencintai diri sendiri, apa yang terjadi? Masih banyak tuh yang bertahan pada kemampuan untuk melihat harapan. Penyanyi favoritku sepanjang masa, Barbra Streisand  secara live mengungkapkan dunianya yang ideal di lagu <em>Somewhere</em> di mana semua orang dengan segala perbedaannya bisa hidup bersebelahan. Lesbian pun bisa melengkapi dunia yang super ideal itu.<br />
<em><br />
“There’s a place for us. Somewhere a place for us. Peace and quiet and open air. Wait for us somewhere&#8230;.. time together, time to spare, time to learn, time to care. Someday, somewhere. We&#8217;ll find a new way of living. We&#8217;ll find there&#8217;s a way of forgiving. Somewhere..!”</em></p>
<p><iframe width="420" height="345" src="http://www.youtube.com/embed/DkuDmvAPs8o" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Semoga kita semua diliputi cinta kasih berlimpah-limpah, termasuk cinta pada bagian lesbian dalam diri. <em>I love you, lesbians&#8230; how can you not?<br />
</em></p>
<p>@Carmen, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/08/21/mix-n-match-playlist-mencintai-lesbian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Musik: Playlist Dongkrak Semangat</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/07/04/musik-playlist-dongkrak-semangat/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/07/04/musik-playlist-dongkrak-semangat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 14:01:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=13289</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Shane
“Pretty, pretty, please, if you ever, ever feel
Like you&#8217;re nothing, you are perfect to me.”
Intro dikit….
Bosen sama playlist di HP, iseng-iseng gue browsing 100 Top Chart Amerika yang kebanyakan memang jadi tren musik negara-negara berikutnya yang mengekor. Muncul sederet lagu. Gue termasuk orang yang bisa menikmati semua musik, film dan cewek. (Yang terakhir bercanda doang!). Musik apa saja bisa mampir di telinga gue. Mungkin orang bingung karena gue bisa favoritin aneka jenis musik atau ngefans band mana pun.
Kalau disuruh pilih, gue bakalan pilih lagu-lagunya Linkin Park, meski pun gue ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/07/rainbow_music_eyes_by_katiealves-d36n25f.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-13332" title="rainbow_music_eyes_by_katiealves-d36n25f" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/07/rainbow_music_eyes_by_katiealves-d36n25f-300x236.jpg" alt="" width="300" height="236" /></a>Oleh: Shane</p>
<p><em>“Pretty, pretty, please, if you ever, ever feel<br />
Like you&#8217;re nothing, you are perfect to me.”</em></p>
<p>Intro dikit….</p>
<p>Bosen sama <em>playlist </em>di HP, iseng-iseng gue <em>browsing </em>100 Top Chart Amerika yang kebanyakan memang jadi tren musik negara-negara berikutnya yang mengekor. Muncul sederet lagu. Gue termasuk orang yang bisa menikmati semua musik, film dan cewek. (Yang terakhir bercanda doang!). Musik apa saja bisa mampir di telinga gue. Mungkin orang bingung karena gue bisa favoritin aneka jenis musik atau ngefans band mana pun.</p>
<p><span id="more-13289"></span>Kalau disuruh pilih, gue bakalan pilih lagu-lagunya Linkin Park, meski pun gue harus malu karena ternyata gue tidak bisa nonton penampilan Linkin Park yang datang di bulan September.</p>
<p>Gue dengerin semua lagu dan ternyata gue menemukan empat lagu dengan tema yang sama. Keempat lagu itu mengusung tema yang sama, yaitu penerimaan diri, kesempurnaan dan ketidaksempurnaan. Memang lagu apa aja sih? <em>Lets check these out!</em></p>
<p><strong>1. Born This Way – Lady Gaga</strong></p>
<p>Busyet deh! Lady Gaga memang selalu sensasional. Intro video klip selalu panjang dan gue nggak bisa complain karena emang keren. Tentang lagu ini sudah dibahas oleh Fla Puding di <a href="http://sepocikopi.com/2011/06/02/born-this-way/">Born This Way</a>. Videonya tidak kalah keren dengan <em>Bad Romance</em> yang lebih dulu <em>hit</em>. Dari lagu ini, gue menyadari dan mulai berpikir, ya beginilah keadaan gue dan menjadi bahagia dengan keadaan gue.<br />
<em><br />
I&#8217;m beautiful in my way<br />
&#8216;Cause God makes no mistakes</em></p>
<p>Karena Tuhan tidak pernah salah, kesempurnaan tetap milik-Nya. Jadi, kenapa harus tetap bersedih karena lahir &#8220;tidak sempurna&#8221;, cinta yang &#8220;tidak sempurna&#8221;, kehidupan yang &#8220;tidak sempurna&#8221;, semuanya tidak perlu disesali. Come on gals, dunia terus berlari tanpa berhenti menunggu!</p>
<p><strong>2. Fuckin Perfect – Pink</strong></p>
<p><em>Made a wrong turn, once or twice<br />
Dug my way out, blood and fire<br />
Bad decisions, that&#8217;s alright<br />
Welcome to my silly life</em></p>
<p><em>Pretty, pretty please, don&#8217;t you ever, ever feel<br />
Like you&#8217;re less than, less than perfect<br />
Pretty, pretty please, if you ever, ever feel<br />
Like you&#8217;re nothing you are perfect to me</em></p>
<p>Lagu ini bercerita tentang seorang cewek yang dari kecil menurut gue udah agak aneh, berbeda, melakukan banyak kesalahan, dan mendapat tekanan juga di rumah dan lingkungannya. Sampai akhirnya, dia bisa bangkit sendiri dan menyadari semua kesempurnaan dan segala kekurangan yang ada pada dirinya selama ini tidak lagi penting. Justru dengan rasa pede akan membuat diri semakin bersinar dan lebih berguna</p>
<p><strong>3. Who says – Selena Gomez</strong></p>
<p>Begh! Kalau lihat cewek mungil yang satu ini jadi gemes. Pantes Justin kepincut sama dia. Suaranya juga wow, wow,&#8230;. lembut, enak banget, kayak kalau lagi mau tidur terus dinyanyiin <em>lullaby</em>.</p>
<p><em>You made me insecure<br />
Told me I wasn&#8217;t good enough<br />
But who are you to judge<br />
When you&#8217;re a diamond in the rough<br />
I&#8217;m sure you got some things<br />
You&#8217;d like to change about yourself<br />
But when it comes to me<br />
I wouldn&#8217;t want to be anybody else</em></p>
<p><em>Na na na na na<br />
Na na na na na na<br />
I&#8217;m not beauty queen<br />
I&#8217;m just beautiful me</em></p>
<p>Mungkin banyak orang yang menjelek-jelekkan gue, entah langsung di depan gue or di belakang gue yang kadang membuat kuping memerah panas, otak berpikir rumput tetangga selalu lebih hijau, dan mulut sekongkol bilang <em>if I were you, if I were her, if I were him</em>. Dan pada kenyataannya, kalau itu terjadi, percaya deh semuanya tidak 100% semudah yang gue pikirkan jika menjadi mereka. <em>So I’ve made a decision</em>! Yah, gue nggak mau jadi orang lain. <em>If you told me that you love me then love me just the way I am. </em>Jadi inget Bruno Mars sama lagunya <em>Just The Way You Are</em>.</p>
<p><object width="500" height="306"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/BzE1mX4Px0I?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/BzE1mX4Px0I?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="306" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><strong>4. Nobody&#8217;s perfect – Jessie J.</strong></p>
<p>Lagu pertama yang gue denger dari seorang Jessie J. judulnya <em>Doing Like A Dude</em>. Bagus juga sih! Dan menurut gue, lebih terasa ke arah lesbian. Tapi gue lebih terkesan sama lagu berikutnya <em>Nobodys Perfect.</em> Lagu ini dimulai dari intro yang kurang lebih menjlaskan kalau kadang seseorang pernah melakukan kesalahan karena emosi, kemudian menyesalinya. Seharusnya setiap orang memperlakukan sosok yang disayang dengan semestinya.  Dalam setiap hubungan, entah itu persahabatan, kekeluargaan or percintaan, baik hetero maupun homo, disengaja ataupun tidak, gue yakin nggak ada yang lepas dari kesalahan.</p>
<p><em>But I never meant to hurt you, I know it&#8217;s time that I learnt to<br />
Treat the people I love like I wanna be loved<br />
This is a lesson learnt , I hate that I let you down and I feel so bad about it<br />
I guess karma comes back around cause now I&#8217;m the one that&#8217;s hurting yeah<br />
And I hate that I made you think that the trust we had is broken<br />
So don&#8217;t tell me you can&#8217;t forgive me<br />
Cause nobody&#8217;s perfect, no, no, no, no, no, no, no, nobody&#8217;s perfect</em></p>
<p>Jadi inget sama kesalahan-kesalahan gue. Kalimat di atas bisa gue tunjukin buat orang-orang yang udah gue bikin sakit hati atau mungkin sampai menangis. &#8220;Maafin gue, ya? Tapi kalau ternyata nggak dimaafin ya sudahlah… Gue juga mau memaafkan kesalahan kalian kok.&#8221;</p>
<p><object width="500" height="306"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/aSZVYZTze74?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/aSZVYZTze74?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="306" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Mungkin deretan lagu di atas masih disusul dengan lagu-lagu tema serupa yang belum gue denger, silakan saja ditambahin. Mengutip dari Jessie J, kalau ternyata gue bikin kesalahan, yah wajar <em>Nobody&#8217;s Perfect</em>. Eits, jangan jadikan ketidaksempurnaan (sebagai lesbian) sebagai alasan untuk berkelit dari semua kesalahan ya! Parah kalau keterusan. Intinya tuh, yang paling sempurna dari dunia ini adalah karena adanya ketidaksempurnaan itu sendiri. Dengan tetap jadi diri sendiri, lesbian yang pede, jadilah apa yang lu inginkan. Jadikan ketidaksempurnaan lu sebagai kekuatan lu. <em>Cheers Up!</em></p>
<p>@Shane, SepociKopi, 2011</p>
<p><strong>Tentang Shane (The Princess Of Mountain) :</strong><br />
Usia 23 tahun hobby <em>traveling </em>and <em>climbing</em>, bekerja di sebuah perusahaan otomotif. Penyuka SepociKopi. Pernah sekali punya partner serius dalam waktu seumur jagung dan mengakibatkan patah hati yang dalam. Belum bisa memulai lagi dan menerima cinta lain setelah tiga tahun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/07/04/musik-playlist-dongkrak-semangat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Andronesia</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/05/18/andronesia/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/05/18/andronesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 May 2011 15:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Relationship]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[urban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=12172</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ade Rain
Aku berlari mengejar pesawat. Apalagi yang membuat aku terlambat kalau bukan barang-barang duty free yang liar menggoda. Napasku nyaris putus begitu duduk di nomor bangkuku.
“Where have you been, dear?”
Seorang pramugari dengan bahasa tubuh, memintaku memasang sabuk pengaman. Pertanyaannya tadi tidak serius, intonasi bicaranya seolah seorang ibu yang memaklumi kenakalan anak-anak, ia menyiramiku dengan senyuman. Barangkali iba melihat aku ngos-ngosan. Aku pasang muka manis, sedikit terpaksa sebenarnya. Nggak terbayang kalau aku ketinggalan pesawat. Bakalan nggak pulang ke tanah air! Busyet deh. Itu tadi nyaris!
Begitu napasku normal kembali, aku bisa ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/3640632817_ded7363295.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-12173" title="3640632817_ded7363295" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/3640632817_ded7363295-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Oleh: Ade Rain</p>
<p>Aku berlari mengejar pesawat. Apalagi yang membuat aku terlambat kalau bukan barang-barang <em>duty free </em>yang liar menggoda. Napasku nyaris putus begitu duduk di nomor bangkuku.</p>
<p><em>“Where have you been, dear?”</em></p>
<p><em><span id="more-12172"></span></em>Seorang pramugari dengan bahasa tubuh, memintaku memasang sabuk pengaman. Pertanyaannya tadi tidak serius, intonasi bicaranya seolah seorang ibu yang memaklumi kenakalan anak-anak, ia menyiramiku dengan senyuman. Barangkali iba melihat aku ngos-ngosan. Aku pasang muka manis, sedikit terpaksa sebenarnya. Nggak terbayang kalau aku ketinggalan pesawat. Bakalan nggak pulang ke tanah air! Busyet deh. Itu tadi nyaris!</p>
<p>Begitu napasku normal kembali, aku bisa merasakan sekelilingku dengan baik. Ternyata aku duduk di lorong, ada <em>headset </em>masih terbungkus plastik yang belum dirusak, monitor televisi di kursi depan berwarna biru menunggu kujamah, bantal, selimut, semua dalam keadaan penyet kududuki. Tetangga di lorong sebelah kiriku seorang bule muda. Kulitnya seperti warna dinding krim pucat, sepertinya seorang pelajar sepertiku. Ia mengutak-atik <em>remote </em>yang kabelnya kusut, mencoba merapikan dan tidak memedulikan aku yang memerhatikannya.</p>
<p>Bosan menoleh ke kiri dan mengeksplorasi orang-orang di bagian sana, aku menoleh ke kanan. Ceweeek, doh doh doooh manisnyaaa! Rambut pendek, hidung tinggi, kulit sawo matang gelap, bibirnya bergerak-gerak mengunyah permen karet. Mukanya mirip-mirip aku, Indonesia maksudnya.</p>
<p><em>&#8220;Hi…&#8221;</em> Kusapa ia sambil mengemasi semua pernak-pernik di kursiku.</p>
<p>&#8220;Eh! Hai juga. Orang Indonesia ya?&#8221; Matanya tajam ke arahku seolah aku barang langka yang sudah lama tidak dilihat. Suaranya enak didengar. Bakalan betah sepanjang perjalanan nih.</p>
<p>&#8220;Iya. Ini muka asli kok, belum dioperasi. Hahaha…”</p>
<p>Ia tertawa, kekakuan di antara kami pecah. Dilihat dari wajahnya, ia pasti jauh beberapa tahun lebih muda dariku.</p>
<p>&#8220;Pulang ke tanah air juga?&#8221;</p>
<p>Aku mengangguk. Mukanya menarik. Seperti sosok yang sangat familiar. Barangkali karena energi mudanya sangat kuat. Dia terlihat penuh vitalitas.</p>
<p>&#8220;Sendirian aja? Kamu orang mana?&#8221; Pertanyaanku nggak berbobot rasanya.</p>
<p>&#8220;Nggak! Ini dengan dua teman. Saya asal Jakarta, tapi sudah lama menetap di Swiss. Ini pertama kalinya pulang ke Indonesia, mumpung liburan kuliah.&#8221;</p>
<p>Dia tampaknya siap menjawab apa saja. Mungkin karena sudah lama tidak mempergunakan bahasa ibu, seolah menemukan harta karun. Ia pun berbinar-binar mengomentariku tentang layanan pesawat, antrean, majalah, cuaca, makanan yang akan dihidangkan&#8230; ini itu seolah sedang memastikan bahasa Indonesia-nya masih lancar. Sepertinya aku akan punya saingan ngoceh selama dua belas jam penerbangan. Aku tidak yakin pesawat akan transit di Abu Dhabi. Kalau transit berarti kami punya waktu selama empat belas jam bersama-sama.</p>
<p>&#8220;Di sini ngapain?&#8221; Ia memandangku serius, seolah jawabanku merupakan pengumuman undian.</p>
<p>&#8220;Belajar.&#8221; Mataku lurus menatap dirinya. &#8220;Program kelas pendek musim panas.” Kusambung kalimatku karena ia tidak berkomentar, malah memerhatikan barang-barang bawaaanku. &#8220;Kamu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku cukup lama di sini. Orang tuaku pindah sejak aku berumur enam tahun. Perusahaan induknya kekurangan karyawan.&#8221; Ia menutup kalimatnya dengan cepat. Aku menebak-nebak umurnya.</p>
<p>&#8220;Perusahaan apa kalau boleh tahu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Merck.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh, menarik sekali. Pasti menjalani masa kecil yang menantang ya?&#8221; Semakin banyak dia bicara, rasanya aku semakin tahu dia seperti apa. Aku pun mulai mencium bau aneh.</p>
<p>&#8220;Memang, eh parfummu enak, Mbak, pakai apa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Baru beli tadi di <em>duty free.</em> Merek nggak terkenal,” Kataku mulai merasa risih ditanyai hal pribadi. Selagi ada jeda diam, aku memasangkan <em>headset </em>tadi di telingaku. Terdengar informasi dari kru kabin.</p>
<p>Aku mulai memerhatikannya; sepatu sport, jam tangan yang sama warnanya dengan sepatu olah raga itu. Kaos lengan panjang, bagian dalamnya ada baju berkerah, kerahnya di keluarin. Aku mulai kuat mencium bau tadi. Parfum? Ah, bukan! ini bau yang… yang serupa denganku. Kalau mereka juga sama, berarti harus hati-hati dengan identitas asliku. Ah aku memang paranoid! Tapi nggak mungkin. Nggak mungkin aku ditakdirkan duduk di sebelah lesbian. Terlalu mengarang hidup ini.</p>
<p>Aku tidak memerhatikan siapa perempuan di sampingnya, sepertinya Indonesia juga. Hanya saja kulitnya lebih cemerlang sedikit dari kulit si cewek di sebelahku. Ia sedang berbicara dengan orang yang ada di sebelah kanannya lagi. Jadi kursi di deretanku ada empat. Saat kulepas <em>headset</em>-ku untuk ke toilet. Terdengar mereka berbicara dalam bahasa Indonesia yang bagus dan indah. Begitu aku duduk kembali, perempuan muda tadi mulai berbicara lagi. Aku bertubrukan mata dengan yang di sebelahnya. Ia tersenyum manis. Kubalas dengan senyuman juga.</p>
<p>&#8220;Kami bertiga sekota, Mbak. Yang di sebelah saya ini baru dua tahun di sini, yang di ujung sana sudah satu setengah tahun. Mereka anak Jakarta.&#8221;</p>
<p>&#8220;Eh, kompak banget bisa pulang bareng. Emang satu sekolah ya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Nggak, kami beda kampus, aku ambil teknik, mereka berdua <em>art</em>.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kok bisa kompak ya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, kami punya hobi ngeband, jadi kompak. Band kami baru satu bulan dibentuk, tapi lagu-lagu kami sudah banyak.” Dia mengobok-obok tasnya, kemudian mengeluarkan CD yang keliatan hasil bakaran sendiri. Tulisan di sampulnya berwarna merah hati.</p>
<p>&#8220;Ambil saja. Ini buat kamu, Mbak.&#8221; Ia memindahkan CD itu ke tanganku.</p>
<p>&#8220;Wah, keren, anak Indonesia buat band sendiri di luar negeri. Boleh tahu nama band kalian?&#8221;</p>
<p>&#8220;Andronesia.&#8221;</p>
<p>&#8220;Indonesia?&#8221;</p>
<p>&#8220;Bukan Indonesia.&#8221; Ia dengan percaya diri memperbaiki ucapanku. &#8220;Andronesia.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh. Terimakasih CD-nya ya.&#8221;</p>
<p>Aku tiba-tiba gugup. Kulihat deretan huruf merah hati di sampul CD berwarna kuning. <em>A Tale of Two Subways by ANDRONESIA.</em> Hah, sundal jepit?! Kupandangi lampu-lampu kabin di atas langit-langit pesawat. Rasanya lampu-lampu itu berkelap-kelip mengejekku hina: mau lari ke mana? Kurobek bungkus plastik yang berisi kacamata tidur. Kuletakkan di kelopak mata, dan percayalah aku tak bisa tidur sepanjang perjalanan itu!</p>
<p>@Ade Rain, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/05/18/andronesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix n’Match: Playlist of the Month</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/03/06/mix-nmatch-playlist-of-the-month/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/03/06/mix-nmatch-playlist-of-the-month/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Mar 2011 13:35:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=10903</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Alex
Akhir pekan yang santai, ditemani pasangan atau sendirian menikmati liburan akan lebih nikmat dengan alunan suara penyanyi-penyanyi bersuara indah ini. Dalam mix n&#8217;match kali ini saya akan membagi apa yang ada dalam playlist mp3 player saya. Perempuan-perempuan cantik ini adalah penyanyi-penyanyi hebat yang bisa membawa musiknya ke dalam kepala pendengarnya dan hidup di sana. Vokal yang unik dalam alunan lirik yang memesona ditemani secangkir kopi&#8230; ah, bliss.

Corinne Bailey Rae
Corinne Bailey Rae  adalah penyanyi dan gitaris kelahiran Inggris tahun 1979. Album pertamanya dirilis tahun 2006 dan menduduki posisi nomor 1 ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/03/playlist1.jpg"><img src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/03/playlist1.jpg" alt="" title="playlist" width="201" height="330" class="aligncenter size-full wp-image-10913" /></a>Oleh: Alex</p>
<p>Akhir pekan yang santai, ditemani pasangan atau sendirian menikmati liburan akan lebih nikmat dengan alunan suara penyanyi-penyanyi bersuara indah ini. Dalam mix n&#8217;match kali ini saya akan membagi apa yang ada dalam <em>playlist</em> mp3 player saya. Perempuan-perempuan cantik ini adalah penyanyi-penyanyi hebat yang bisa membawa musiknya ke dalam kepala pendengarnya dan hidup di sana. Vokal yang unik dalam alunan lirik yang memesona ditemani secangkir kopi&#8230; ah, <em>bliss</em>.<br />
<span id="more-10903"></span><br />
<strong>Corinne Bailey Rae</strong><br />
Corinne Bailey Rae  adalah penyanyi dan gitaris kelahiran Inggris tahun 1979. Album pertamanya dirilis tahun 2006 dan menduduki posisi nomor 1 di Inggris. Setelah kematian suaminya pada tahun 2008, Bailey Rae sempat vakum selama dua tahun, pada tahun 2010, ia merilis album keduanya, The Sea. Diperkirakan dari kedua albumnya, 4 juta albumnya terjual di seluruh dunia. Lagu-lagu Bailey Rae sering menjadi soundtrack serial televisi dan filmseperti di serial “Grey&#8217;s Anatomy” dan “CSI”, juga di film “He&#8217;s Just Not that Into You” dan “27 Dresses”. Buat yang nggak sempat menyaksikan Corinne Bailey Rae di Java Jazz 2011 ini, silakan browsing video lagu-lagunya di Youtube dan beli albumnya, siapa tahu tahun depan dia datang lagi.<br />
<iframe title="YouTube video player" width="350" height="250" src="http://www.youtube.com/embed/wkEeNpWMvgk" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>Sara Bareilles</strong><br />
Sara Bareilles adalah penyanyi dan pianis kelahiran Amerika tahun 1979.  Awal kariernya tidak langsung melejitkan namanya karena dia lebih banyak bernyanyi di klub dan bar. Baru pada tahun 2007, ia meraih sukses dengan lagu&#8221;Love Song&#8221;, yang menjadi nomor 1 dalam tangga lagu Billboard Pop 100. Bareilles mendapat nominasi Grammy sebanyak 3 kali dan lebih dari 1 juta albumnya beredar di seluruh dunia. Suara Bareilles yang biasanya diiringi permainan piano atau gitarnya mengingatkan kita pada Norah Jones dan Alicia Keys, namun tetap memiliki keunikan tersendiri. . Lagu-lagu yang dinyayikannya kebanyakan ciptaannya sendiri dan disebut oleh  kritikus “mampu menyampaikan kebijaksanaan dan kerapuhan dalam lirik yang bicara jujur tentang hubungan dari sudut padang perempuan.” Lagu Gravity-nya jadi soundtrack dalam film “Loving Annabelle”. Oya, bulan Mei 2011 ini, rencananya Sara Bareilles akan manggung di Jakarta lho.<br />
<iframe title="YouTube video player" width="350" height="250" src="http://www.youtube.com/embed/rEXhAMtbaec" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>Lucy Schwartz</strong><br />
Lucy Schwartz is a singer and songwriter from Los Angeles, California. Penyanyi kelahiran tahun 1990 ini relatif baru di dunia musik. Namun gadis muda yang satu ini patut diperhatikan karena bakatnya yang besar dan suaranya yang unik. Pada usia 16 tahun dia sudah memenangkan  International Songwriting Competition namun pada tahun 2010-lah namanya dikenal ketika berduet bersama Landon Pigg untuk OST “Shrek Forever” berjudul “Darling I Do” dan mendapan nominasi untuk Best Original song Oscar bersama lagunya yang lain berjudul &#8220;Little One&#8221;  dari film “Mother and Child”.<br />
<iframe title="YouTube video player" width="350" height="250" src="http://www.youtube.com/embed/ILspCwF-3lE" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>Esperanza Spalding</strong><br />
Penyanyi kelahiran tahun 1984 adalah penyanyi dan basis yang multitalenta. Kemenangan Esperanza  Spalding sebagai Best New Artist mengalahkan Justin Bieber pada Grammy Award tahun 2011 ini mengejutkan banyak orang. Sebenarnya Spalding bukan nama baru dalam dunia musik. Pada tahun 2006, ia sudah mengeluarkan album indie, namun baru tahun 2010-lah album mainstream-nya dirilis. Spalding adalah pemusik hasil didikan sekolah Boston Jazz Society berkat beasiswa. Pada usia 20 tahun, Spalding menjadi dosen musik termuda di  Berklee College of Music. Salah satu puncak prestasi Spalding adalah tahun 2009 ketika dia bernyanyi di Oslo dalam Nobel Prize Concert.<br />
<iframe title="YouTube video player" width="350" height="250" src="http://www.youtube.com/embed/15M62OtLrBQ" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>Adele</strong><br />
Adele adalah penyanyi muda berusia 22 tahun kelahiran Inggris. Pada usia 19 tahun, ia merilis album pertamanya dan menerima   BRIT Awards Critics&#8217; Choic. Pada tahun 2009, Adele memenangkan dua Grammy Awards untuk   Best New Artist dan Best Female Pop Vocal Performance. Albumnya juga meraih penghargaan platinum di Inggris. Ia menyanyikan ulang lagu &#8220;Make You Feel My Love&#8221; ciptaan Bob Dylan dan menjadi OST dalam film &#8220;When in Rome&#8221; dan menorehkan namanya di pasar Amerika Serikat. Tidak banyak penyanyi Inggris yang berhasil sukses menembus pasar Amerika Serikat, dan Adele adalah salah satu yang sukses. Album keduanya yang dirilis tahun 2011 langsung meduduki puncak tangga lagu di AS dalam minggu pertamanya dirilis.<br />
<iframe title="YouTube video player" width="350" height="250" src="http://www.youtube.com/embed/0put0_a--Ng" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Selamat mendengarkan, semoga Anda menikmatinya&#8230;.</p>
<p>@Alex, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/03/06/mix-nmatch-playlist-of-the-month/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix n’Match: Love Duet</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2010/07/18/mix-nmatch-love-duet/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2010/07/18/mix-nmatch-love-duet/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 12:20:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=7855</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Shinigami
Mungkin karena cinta sering ditempatkan sebagai napas hidup manusia, inti dari segala-galanya sehingga begitu diagung-agungkan, lagu cinta adalah jenis lagu yang paling sering ditulis manusia. Dan di antara sekian banyak lagu cinta yang bagus di dunia ini, ada jenis yang, menurut saya, mampu mengeluarkan aura cinta dengan lebih lagi yaitu lagu-lagu cinta yang dibawakan secara duet. Tidak bisa dipungkiri, duet membuat suatu lagu cinta menjadi lebih hidup karena adanya komunikasi yang jelas antara kedua penyanyinya. Dan cinta memang melibatkan dua orang, bukan?
Namun dalam kumpulan semesta lagu cinta, khususnya lagu ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Shinigami</p>
<p>Mungkin karena cinta sering ditempatkan sebagai napas hidup manusia, inti dari segala-galanya sehingga begitu diagung-agungkan, lagu cinta adalah jenis lagu yang paling sering ditulis manusia. Dan di antara sekian banyak lagu cinta yang bagus di dunia ini, ada jenis yang, menurut saya, mampu mengeluarkan aura cinta dengan lebih lagi yaitu lagu-lagu cinta yang dibawakan secara duet. Tidak bisa dipungkiri, duet membuat suatu lagu cinta menjadi lebih hidup karena adanya komunikasi yang jelas antara kedua penyanyinya. Dan cinta memang melibatkan dua orang, bukan?</p>
<p>Namun dalam kumpulan semesta lagu cinta, khususnya lagu cinta duet, ada beberapa yang begitu mengenanya di hati sehingga mampu terus bertahan melampaui era pertama kali lagu itu diciptakan dan dinyanyikan. Lagu-lagu itu memuaikan rasa hangat di dada para pendengarnya bagai balon udara berisi udara panas yang kemudian membuatnya terbang ke angkasa luas nan indah. Yang paham dengan perasaan itu, siap-siap terbang, sebab inilah lima lagu cinta duet paling romantis versi saya untuk SepociKopi:</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="300" height="250" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/SAOQJ84ZV_8&amp;hl=en_US&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="250" src="http://www.youtube.com/v/SAOQJ84ZV_8&amp;hl=en_US&amp;fs=1" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always"></embed></object><br />
<span id="more-7855"></span><strong>#5: “Please Be Careful With My Heart”</strong><br />
Yang sedang kasmaran dengan pasangan dijamin suka banget dengan lagu yang aslinya dibawakan oleh dua penyanyi Filipina, Jose Mari Chan dan Regine Velasquez ini. Apalagi bila salah satunya baru pertama kali jatuh cinta, sebab nuansa pengharapan dan malu-malu sangat terasa di bagian yang dinyanyikan oleh Regine. Sedangkan janji setia yang begitu kesatria datang dari bagian Jose. Bagi generasi 2.0 di Indonesia, untunglah ada Christian Bautista (lagi-lagi penyanyi Filipina) dan Bunga Citra Lestari yang kembali menduetkannya sehingga kalian juga mengalami lagu indah ini. Tapi kalau boleh saya bilang, versi aslinya masih tetap lebih membuai.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="300" height="250" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/sNGPyH3avS4&amp;hl=en_US&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="250" src="http://www.youtube.com/v/sNGPyH3avS4&amp;hl=en_US&amp;fs=1" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always"></embed></object></p>
<p><strong>#4: “We Could Be in Love”<br />
</strong>Brad Kane dan—entah kebetulan atau apa, penyanyi asal Filipina lainnya—Lea Salonga berduet dengan sangat manis di lagu ini pada tahun 1993. Saya tak punya kata-kata lain untuk menggambarkan lagu ini selain manis dan malu-malu, tapi di atas segalanya, lagu ini begitu manis. Seperti gula-gula rasa cinta. Sweet and cute. Paras Lea Salonga di video klipnya semakin menunjang kesan ini, membuat kita ingin merasakan jatuh cinta lagi. Bagian yang saya suka adalah,<em> “I ask myself why I sleep like a baby through the night, maybe it helps to know you’ll be there tomorrow.”</em></p>
<p><em><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="300" height="250" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/soO0CMnU9Bo&amp;hl=en_US&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="250" src="http://www.youtube.com/v/soO0CMnU9Bo&amp;hl=en_US&amp;fs=1" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always"></embed></object></em></p>
<p><strong>#3: “Don’t Know Much”</strong><br />
Dibanding dua lagu sebelumnya, “Don’t Know Much” terdengar jauh lebih mellow. Namun lagu melankolis yang menjadi terkenal ketika dibawakan oleh Linda Ronstadt bersama Aaron Neville tahun 1989 ini bukan melankolis sedih nan terpuruk. Kehangatan cinta yang sederhana masih terasa dengan kuat di tengah nuansa keberserahan dan kelemahan yang ada. <em>“I don’t know much, but I know I love you, and that may be all I need to know.”</em> Satu kalimat itu mampu membuat kita termangu dan hanyut dalam kesederhanaan cinta, tak mampu lagi berkata-kata.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="300" height="250" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/NlifzBLlWr0&amp;hl=en_US&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="250" src="http://www.youtube.com/v/NlifzBLlWr0&amp;hl=en_US&amp;fs=1" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always"></embed></object></p>
<p><strong>#2: “I’ve Finally Found Someone”<br />
</strong>Kali ini seorang <em>rock star </em>kelahiran Kanada dan penyanyi yang telah begitu matang di dunia musik mengingatkan kita betapa manis dan romantisnya hubungan cinta yang tumbuh dari suatu persahabatan, bagaimana hal-hal sekarang tak lagi sama namun keduanya menyambut perubahan itu dengan senyum senang, lega, meski kadang sedikit kikuk. Mereka yang dulunya teman namun sekarang pasangan tentu sangat paham isi dan emosi lagu ini. Apalagi Bryan Adams dan Barbra Streisand mampu membawakannya dengan pas dan apik. <em>Chemistry </em>mereka di lagu ini akan sulit ditandingi oleh siapa pun yang mencoba membawakan ulang nanti.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="300" height="250" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/qnfwnOp6uek&amp;hl=en_US&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="250" src="http://www.youtube.com/v/qnfwnOp6uek&amp;hl=en_US&amp;fs=1" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always"></embed></object></p>
<p><strong>#1: “Endless Love”<br />
</strong>Kalau ada kalimat ngetop agak<em> flirty</em> yang berbunyi, “<em>You had me at hello,”</em> maka saya bisa mengatakan hal yang sama untuk lagu ini, untuk kalimat pertamanya: “<em>My love, there’s only you in my life, the only thing that’s right.”</em> Perpaduan kata-kata, melodi, dan musik pengiring di kalimat itu saja sudah cukup untuk membuat seseorang terharu dan berkaca-kaca. Saya berterima kasih pada Lionel Richie dan Diana Ross yang dengan begitu menawan menyanyikan lagu ini pertama kalinya, tetapi terutama kepada Lionel Richie yang telah menciptakannya. Entah berlebihan atau tidak, tapi kalau boleh saya bilang, romantisme cinta di dunia ini berutang kepadanya. Lagu ini sendiri begitu indahnya sehingga tak peduli siapa pun yang menyanyikannya—mulai dari Mariah Carey dan Luther Vandross hingga Lea Michele dan Matthew Morrison-nya <em>Glee</em>—kita masih bisa merasakan pesona cinta yang berembus dari setiap nadanya.</p>
<p>@Shinigami, SepociKopi, 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2010/07/18/mix-nmatch-love-duet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix n’ Match: Country Babes</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2010/05/16/mix-n-match-country-babes/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2010/05/16/mix-n-match-country-babes/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 16:14:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[musisi]]></category>
		<category><![CDATA[seksualitas]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=7183</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Alex
Merayakan coming out-nya penyanyi country Chely Wright, dalam edisi Mix n&#8217; Match saya mencoba mengulas tentang perempuan-perempuan dalam musik country. Musik country identik dengan Amerika Serikat, setingkat dengan dangdut bagi orang Indonesia. Pertama kali musik country berkembang pada tahun 1920-an di wilayah selatan Amerika Serikat dan pegunungan Appalachia. Lagu-lagu country juga biasanya dekat dengan hati pendengarnya karena biasanya liriknya sederhana dan berisi curahan hati. Membuat lagu berdasarkan pengalaman pribadi adalah hal yang biasa dalam genre musik ini.
Elvis Presley merupakan penyanyi yang memiliki basis musik country sebelum kemudian pindah jalur ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Alex</p>
<p>Merayakan <em>coming out</em>-nya penyanyi country <a href="http://sepocikopi.com/2010/05/10/berita-chely-wright/">Chely Wright, </a>dalam edisi Mix n&#8217; Match saya mencoba mengulas tentang perempuan-perempuan dalam musik country. Musik country identik dengan Amerika Serikat, setingkat dengan dangdut bagi orang Indonesia. Pertama kali musik country berkembang pada tahun 1920-an di wilayah selatan Amerika Serikat dan pegunungan Appalachia. Lagu-lagu country juga biasanya dekat dengan hati pendengarnya karena biasanya liriknya sederhana dan berisi curahan hati. Membuat lagu berdasarkan pengalaman pribadi adalah hal yang biasa dalam genre musik ini.</p>
<p>Elvis Presley merupakan penyanyi yang memiliki basis musik country sebelum kemudian pindah jalur rock and roll. Karena berasal dari musik rakyat, alat musik yang populer dipakai dalam lagu country adalah gitar karena kemudahannya untuk mengiringi nyanyian ketika berkumpul bersama, juga mandolin, harmonika, dan banjo. Tidak heran jika pemusik-pemusik country sering menenteng gitar mereka ke atas panggung.</p>
<p><span id="more-7183"></span>Selain menghasilkan koboi-koboi bernyanyi, musik country menghasilkan perempuan-perempuan cantik yang tidak hanya bersuara emas juga memiliki wajah dan tubuh yang molek. Mulai dari generasi Patsy Kline, Dolly Parton, hingga Reba McEntire, sejak tahun 1960-an hingga tahun 1990-an, tahun 2000-an semakin banyak perempuan muda cantik yang masuk ke ranah musik country. Lihat saja keberhasilan Carrie Underwood meraih juara American Idol dan Taylor Swift dengan album multi platinumnya. Nggak usah berpanjang-panjang lagi, mari kita lihat daftar penyanyi country cantik dan ciamik versi SepociKopi.</p>
<p><strong>Trisha Yearwood<br />
</strong>Menurut saya, penyanyi yang satu ini adalah penyanyi country yang sering terlewat, padahal dia memiliki suara yang kuat dan mantap. Di Indonesia dia terkenal dengan lagu <em>How Do I Live </em>yang juga menjadi soundtrack film <em>Con Air</em>, lagu ini juga yang memberinya penghargaan Grammy Award 1998. Saat ini penyanyi kelahiran 1964 ini menikah dengan Garth Brooks, suaminya dalam pernikahan ketiga, yang juga merupakan penyanyi country papan atas. Terakhir dia merilis album pada tahun 2007, berjudul <em>Heaven, Heartache, and the Power of Love. </em>Ini adalah salah satu lagu dalam album tersebut, <em>This is Me You&#8217;re Talking To.</em></p>
<p><em> </em><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="300" height="220" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/vjLc_b6utWE&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="220" src="http://www.youtube.com/v/vjLc_b6utWE&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><strong>Shania Twain<br />
</strong>Siapa tidak kenal penyanyi yang satu ini? Cantiknya luar biasa, bahkan para ilmuwan menyatakan bahwa wajahnya memiliki &#8220;ukuran sempurna&#8221; untuk wajah perempuan. Penyanyi kelahiran Kanada tahun 1965 bernama asli Eileen Twain ini sekarang tinggal tanah pertanian di Selandia Baru dan tahun 2008 berpisah dengan suaminya Robert &#8220;Mutt&#8221; Lange, produser musik yang sudah memberinya satu anak. Pemenang 5 kali Grammy Award ini merupakan penyanyi Kanada yang memiliki album terlaris di seluruh dunia, setelah Celine Dion. Album terakhirnya, <em>Greatest Hits, </em>rilis tahun 2004. Di dalam album ini terdapat lagu, <em>From This Moment On, </em>yang menjadi lagu yang kerap dipilih menjadi lagu pernikahan.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="300" height="220" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/a-Lp2uC_1lg&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="220" src="http://www.youtube.com/v/a-Lp2uC_1lg&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><strong>Faith Hill<br />
</strong>Bersama suaminya, Tim McGraw, Faith Hill merupakan pasangan <em>superpower </em>di dunia musik country. Setelah vakum beberapa lama untuk mengurus keluarga, Faith Hill kembali dengan album Natal pada tahun 2008. Kabarnya tahun ini dia sedang menyiapkan rilis album terbarunya yang kembali ke akar musik <em>country</em>. Beberapa lagunya yang crossover ke pop seperti <em>This Kiss</em> dan <em>There You&#8217;ll Be</em> menjadi OST film <em>Practical Magic</em> dan <em>Pearl Harbour</em>. Untuk penyanyi yang satu ini, saya akan memposting video lagunya yang berjudul <em>Breathe, </em>yang membuat saya ternganga terpesona melihat kecantikannya pertama kali di layar televisi. Tapi youtube menyiksa saya sehingga saya tidak menemukan video klip tersebut sementara <em>deadline </em>tulisan sudah dekat. Jadi saya memposting salah satu lagu favorit saya dari Faith Hill, <em>When The Lights Go Down.</em></p>
<p><em></em><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="300" height="220" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/ZxUUNsE9lWE&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="220" src="http://www.youtube.com/v/ZxUUNsE9lWE&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><strong>Martina McBride<br />
</strong>Penyanyi kelahiran tahun 1966 ini sering disebut sebagai Celine Dion-nya music country karena range vokal sopranonya. Dia adalah penyanyi yang pernah menang 4 kali dalam Country Music Award sebagai Female Vocalist of the Year. Lagu <em>Valentine </em>yang dinyanyikannya bersama Jim Brickman pada tahun 1997 mengangkat namanya tidak hanya dalam jajaran musik country tapi juga ke level musik pop dunia. Belakangan Martina McBride juga rajin melakukan kegiatan amal untuk remaja dan mengedukasi perempuan dalam masalah kekerasan dalam rumah tangga.  Salah satu lagu favorit saya dari Martina McBride adalah <em>Anyway </em>dari albumnya yang dirilis tahun 2007.<br />
<object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="300" height="220" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/Cr_iNfxZl0I&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="220" src="http://www.youtube.com/v/Cr_iNfxZl0I&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><strong>Carrie Underwood<br />
</strong>Penyanyi kelahiran 1983 yang berasal dari kota kecil di Oklahoma ini merupakan contoh bahwa impian Amerika bisa dicapai. Dia adalah pemenang <em>season </em>keempat American Idol. Album perdananya, <em>Some Hearts</em> (2006), merupakan album terlaris yang memperoleh tujuh platinum. Dia merupakan penyanyi perempuan pertama yang memenangkan Academy of Country Music (ACM) Awards untuk Entertainer of the Year berturut-turut untuk tahun 2009 dan 2010. Di antara lulusan American Idol, Carrie Underwood merupakan penyanyi dengan album penjualan tertinggi. Salah satu lagu favorit saya, yang membuat saya berkaca-kaca adalah <em>Just a Dream </em>yang berasal dari album keduanya, <em>Carnival Ride</em>.<br />
<object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="300" height="220" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/RmG3l3jLdIY&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="220" src="http://www.youtube.com/v/RmG3l3jLdIY&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><strong>Taylor Swift<br />
</strong>Penyanyi yang baru berumur 20 tahun ini sudah menjadi perbincangan musik country sejak tahun 2006, ketika dia merilis single berjudul <em>Tim McGraw</em>, yang meraih multiplatinum, kemudian disusul dengan rilis album perdananya. Judul lagu <em>Tim McGraw</em> ini merupakan dedikasi Taylor Swift terhadap ikon musik country yang juga suami Faith Hill. Setelah itu, ia merilis album kedua berjudul <em>Fearless-lah, </em>yang menduduki ranking #1 album terlaris Billboard 200 selama 11 minggu. Berkat album kedua ini juga Taylor Swift meraih penghargaan Artist of the Year dari majalah Billboard tahun 2009. Album ini juga memenangkan Grammy Award untuk Album of the Year pada tahun 2010. Delapan lagu dari album <em>Fearless </em>masuk ke jajaran Billboard 100 pada bulan November 2009, menjadikan Taylor Swift penyanyi dengan lagu terbanyak dalam satu album yang menduduki Billboard 100 pada saat bersamaan. Banyak lagu yang saya suka dari album <em>Fearless </em>ini, tapi saya pilihkan <em>Love Story, </em>karena menurut saya Taylor Swift paling cantik di video klip ini.<br />
<object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="300" height="220" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/8xg3vE8Ie_E&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="220" src="http://www.youtube.com/v/8xg3vE8Ie_E&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>@Alex, SepociKopi, 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2010/05/16/mix-n-match-country-babes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix n’Match: The Element of Freedom</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2010/04/26/mix-nmatch-the-elements-of-freedom/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2010/04/26/mix-nmatch-the-elements-of-freedom/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 05:43:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[musisi]]></category>
		<category><![CDATA[selebritis]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=6940</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Shinigami
Dua tahun sejak album As I Am yang memuat hits “No One” dan “Teenage Love Affair”, Alicia Keys mengeluarkan album studio keempatnya, The Element of Freedom (2009). Meskipun album ini dirilis 11 Desember 2009, keberadaannya di Indonesia tercatat agak terlambat hingga hampir akhir tahun. Dengan jeda dua tahun dari album sebelumnya, The Element of Freedom mungkin tak terlalu dinanti-nantikan seperti ketika fans gelisah menunggu As I Am yang berjarak empat tahun dari The Diary of Alicia Keys (2003), jeda terlama dalam sejarah produksi penyanyi yang mampu memainkan banyak alat ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-6941" title="Alicia_Keys_The_Element_of_Freedom" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2010/04/Alicia_Keys_The_Element_of_Freedom1.jpg" alt="Alicia_Keys_The_Element_of_Freedom" width="280" height="280" />Oleh: Shinigami</p>
<p>Dua tahun sejak album <em>As I Am </em>yang memuat hits “No One” dan “Teenage Love Affair”, Alicia Keys mengeluarkan album studio keempatnya, <em>The Element of Freedom</em> (2009). Meskipun album ini dirilis 11 Desember 2009, keberadaannya di Indonesia tercatat agak terlambat hingga hampir akhir tahun. Dengan jeda dua tahun dari album sebelumnya, <em>The Element of Freedom</em> mungkin tak terlalu dinanti-nantikan seperti ketika fans gelisah menunggu <em>As I Am </em>yang berjarak empat tahun dari <em>The Diary of Alicia Keys</em> (2003), jeda terlama dalam sejarah produksi penyanyi yang mampu memainkan banyak alat musik termasuk cello dan synthesizer ini.</p>
<p><span id="more-6940"></span>Lantas, bagaimanakah album terbaru Alicia Augello Cook ini? Mari kita jalan-jalan mengunjungi keempat belas lagu yang mengisinya.</p>
<p>“Element of Freedom (Intro)”, bukan lagu yang berdurasi dua belas detik ini ditaruh sebagai pembuka. Ya, saya bilang ‘bukan lagu’ karena isinya hanya suara Ms. Keys yang mengucapkan, “<em>And the day came when the risk it took to remain tightly closed in the bud was more painful than the risk it took to bloom. This is the Element of Freedom.</em>” Terus terang, ketika pertama kali mendengarnya, saya merasa ‘Heh? <em>What</em>?’ sambil mengklik untuk mendengarkannya sekali lagi. Setelah tahu apa sebenarnya isi dua belas detik itu, saya tetap tidak mengerti apa pentingnya meletakkan ini sebagai <em>track</em> pertama album. Kalau masih ada musiknya sih bolehlah, nah ini udah cuma kata-kata, volumenya relatif kecil pula.</p>
<p>Untunglah “Love is Blind” cepat menyusul dengan <em>beat</em> sedang yang cukup mengena. Satu hal dari lagu ini adalah penggunaan <em>echo</em> yang cukup berani hampir di setiap kalimatnya membuat lagu ini terkesan muncul dari era akhir ’80-an. Tetapi begitu “Doesn’t Mean Anything” mulai, mesin waktunya telah kembali ke kurun tahun 2000 ke atas. <em>Beat </em>yang dipakai di lagu ini menjadikannya “No One” versi <em>mellow</em>. Sedangkan dari segi lirik, lagu ini mengusung tema yang sama dengan “If I Ain’t Get You” meskipun dilihat dari sudut patah hati.</p>
<p>Setelah itu hadir “Try Sleeping with a Broken Heart”. Lagu ini memberi kesan segar setelah nuansa melankolis yang dihadirkan lagu sebelumnya. Hanya saja <em>loop</em> drum yang dengan setia mengiringi nomor ini lagi-lagi mentransfer kita ke masa lalu, ke zaman yang diwarnai lagu-lagu macam “Nothing Compares 2U”-nya Sinead O’Connor. “Wait Til You See My Smile” tidak terlalu berbeda. Ritme drum dan alunan keyboardnya menggunakan ramuan lawas yang sudah sering dijumpai. Kemelankolisan kembali hadir lewat melodi piano di “That’s How Strong My Love Is.” Pengagung cinta menye-menye bermotto aku-tak-akan-berhenti-mencintaimu-sampai-kapan-pun sepertinya akan berminat menjadikan ini lagu kebangsaan.</p>
<p>“Un-Thinkable (I’m Ready)” tak menampilkan variasi yang berarti. Nuansa yang dibangun masih seputar itu-itu saja. “Love Is My Disease” dimulai secara menjanjikan dengan vokal serak Keys. Namun lagi-lagi mood kembali ke kondisi sebelumnya, dan lagi-lagi <em>loop </em>drumnya meniupkan nuansa retro yang sudah terlalu sering muncul hingga track kedelapan ini. Sampai di sini orang mulai berpikir bahwa album ini hanya punya satu corak. “Like the Sea” semakin memperkokoh anggapan itu.</p>
<p>“Put It in a Love Song” yang dinyanyikan bersama Beyoncé mungkin adalah satu-satunya penolong untuk kategori nuansa.  Iramanya yang lebih <em>up-beat</em> daripada lagu-lagu lainnya membuat kita merasa seperti muncul ke permukaan air lalu menghirup udara sebanyak-banyaknya di bawah langit cerah setelah sekian lama berada di dalam laut yang dingin dan gelap; membuat kita mengucap syukur kepada Yang Kuasa. Nikmatilah, sebab kita akan kembali ke bawah permukaan air begitu lagu “This Bed” mulai. Kedalaman semakin bertambah pada lagu “Distance and Time.” Seperti menunggu munculnya spesies ikan langka….atau oksigen habis. Yang tak tahan sebaiknya langsung lanjut ke lagu berikutnya, “How It Feels to Fly.” Err…kalau dipikir-pikir lagi, ke dua lagu berikutnya deh, alias lagu terakhir: “Empire State of Mind (Part II) Broken Down.” Yang sedari tadi nyaris putus asa menantikan ciri khas vokal Keys akan menemukan pencerahan di sini. Dari semua lagu yang ada—empat belas lagu dalam satu album bukan jumlah sedikit—tarikan vokal Keys di “Empire State…” inilah satu-satunya yang akan disambut dengan kelegaan luar biasa, membebaskan kita dari kekhawatiran telah salah membeli album orang lain.</p>
<p>Setelah mendengarkan seluruh lagu di album <em>The Element of Freedom</em> ini, saya berpikir mungkin Alicia Keys memiliki terlalu banyak kebebasan pada waktu menggarapnya sehingga hasilnya juga terlalu bebas dari ciri khas vokal dan jenis lagu yang selama ini menjadi daya tarik dan kekuatan Keys. Tempo tanggung yang dipakai hampir di setiap lagunya membuat album ini jatuh ke kategori membosankan. Dan kalau ada yang bilang label pop lebih cocok untuk dilekatkan pada album ini ketimbang R&amp;B atau soul, saya akan akur-akur saja. Bukannya anti dengan perkembangan gaya bermusik seorang penyanyi, tetapi kalau mau dibilang terobosan baru pun, album ini tak menghadirkan apa-apa yang baru atau lebih baik dari yang sudah-sudah. Penggemar Alicia Keys yang kritis sebaiknya melewatkan album yang satu ini dan berharap Ms. Keys melakukan introspeksi sungguh-sungguh sehingga muncul dengan sesuatu yang lebih khas dia pada album berikutnya.</p>
<p>@Shinigami, SepociKopi, 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2010/04/26/mix-nmatch-the-elements-of-freedom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix n’ Match: Just Play It</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2010/04/11/mix-n-match-just-play-it/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2010/04/11/mix-n-match-just-play-it/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 11:55:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[musisi]]></category>
		<category><![CDATA[partnership]]></category>
		<category><![CDATA[Relationship]]></category>
		<category><![CDATA[urban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=6766</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Shinigami
Ada banyak cara menarik hati seseorang, dan musik sudah pasti menjadi salah satunya. Tetapi di tengah-tengah maraknya acara unjuk bakat menyanyi, kemampuan olah vokal sepertinya telah menjadi sesuatu yang terlalu biasa untuk ditunjukkan. Dengan kata lain, kecuali suaramu begitu unik dan khas—tidak hanya merdu—pikirkan lagi untuk memikat hati gebetan melalui pita suaramu. Jadi, menyerah? Siapa yang bilang tentang menyerah? Saya hanya bilang jangan gunakan pita suaramu, bukan jangan gunakan musik. Caranya? Main alat musik dong!
Ah, main alat musik kan susah? Saya akan balik  bertanya: niat enggak sih mau memikat ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Shinigami</p>
<p>Ada banyak cara menarik hati seseorang, dan musik sudah pasti menjadi salah satunya. Tetapi di tengah-tengah maraknya acara unjuk bakat menyanyi, kemampuan olah vokal sepertinya telah menjadi sesuatu yang terlalu biasa untuk ditunjukkan. Dengan kata lain, kecuali suaramu begitu unik dan khas—tidak hanya merdu—pikirkan lagi untuk memikat hati gebetan melalui pita suaramu. Jadi, menyerah? Siapa yang bilang tentang menyerah? Saya hanya bilang jangan gunakan pita suaramu, bukan jangan gunakan musik. Caranya? Main alat musik dong!</p>
<p>Ah, main alat musik kan susah? Saya akan balik  bertanya: niat enggak sih mau memikat perempuan yang ditaksir? Kalau niat ya usaha dong. Main alat musik apa? Nah, pertanyaan yang satu ini bisa lah dibahas. Di antara sekian banyak alat musik yang telah diciptakan manusia, berikut adalah beberapa alternatif yang bisa dipertimbangkan untuk dipelajari dan dikuasai.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-6768" title="poci-mita" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2010/04/poci-mita.jpg" alt="poci-mita" width="175" height="251" />Yang pertama tentu saja gitar. Sepertinya alat musik satu ini begitu lumrah dan jamak sehingga mungkin satu dari lima orang memilikinya. Harganya yang relatif murah dan fungsinya yang relatif bermacam-macam menjadikannya alat musik favorit banyak orang. Ketika saya mengatakan fungsi, bukan berarti gitar dapat digunakan untuk memasak atau bersih-bersih, yang saya maksudkan adalah kebisaannya untuk difungsikan sebagai pengiring nyanyian maupun alat musik yang berdiri sendiri, yang menyajikan alunan melodi bagi pendengarnya. Dan saya cukup yakin, keberadaan gitaris perempuan macam Mitha The Virgin pasti menambah semangat para lesbian untuk menguasai alat musik ini. <em>Chick and guitar look good together.</em> Catatan buat yang berniat belajar gitar: siap-siap saja jari-jari tangan sebelah kiri memerah sakit akibat menekan senar. Awalnya akan pedih. Tapi lama-lama enggak kok. Soalnya kulit jemari kalian sudah menebal. Hehe…</p>
<p><span id="more-6766"></span><img class="alignleft size-full wp-image-6769" title="poci-vanes" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2010/04/poci-vanes.jpg" alt="poci-vanes" width="220" height="246" />Alat musik kedua yang mampu membuat pemainnya terlihat tak kalah seksi dibanding pemain gitar adalah biola. Tak percaya? Bayangkan Sharon Corr dari grup The Corrs. Masih kurang yakin? Baiklah, mari saya ingatkan kalian pada&#8230;Vannesa Mae. Uh, begitu seksinya aksi perempuan yang satu ini sampai-sampai lesbian mana pun akan ingin menjadi biola yang dimainkannya. Nah, kalau memang mau belajar bermain biola, dibutuhkan ketelatenan tersendiri. Betapa tidak, berbeda dengan gitar yang memiliki kolom-kolom fret yang jelas, biola hadir dengan leher yang polos. Tak ada penanda apa pun di sana. Kemampuan untuk menghapal secara persis posisi jari untuk menghasilkan nada tertentu sangatlah diperlukan. Selain itu masih ada teknik menggesek yang juga tak kalah rumit. Tidak berhenti sampai di sini, leher dan bahu pun terekspos pada kemungkinan pegal-pegal karena biola mengharuskan pemainnya menjepit si biola di antara dagu dan bahunya. Jangan ciut nyali dulu. Ber-rakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian; bersakit-sakit dahulu, berseksi-seksi kemudian.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-6771" title="poci-alicia" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2010/04/poci-alicia1.jpg" alt="poci-alicia" width="218" height="251" />Alat musik berikutnya adalah piano. Maksudnya keyboard? Tanpa merendahkan derajat keyboard dan pemainnya, saya bersikukuh: piano. Dentingan nada-nada dari alat musik ini mampu menyentuh hati siapa pun. Melodi yang paling sederhana dan lembut hingga yang paling kompleks dengan kombinasi berbagai not mampu dihadirkan dengan baik. Nyaris semua lagu oke dibawakan dengan piano, mulai dari Bethoven hingga Sherina, rock macam Queen hingga jazz seperti Norah Jones. Dan kebetulan nama yang saya sebut terakhir tadi adalah salah satu dari perempuan pemain piano yang bisa dijadikan bukti bagaimana menawannya perempuan yang bermain piano. Nama-nama lain yang dapat saya sebutkan adalah Vanessa Carlton dan tentu saja Alicia Keys. Satu hal yang mungkin menghambat niat untuk menguasai alat musik ini adalah harga. Yap, alat musik ini memang mahal, apalagi yang keluaran merk-merk kelas internasional. Selain itu, berbeda dengan penyeteman pada gitar atau biola yang dapat dilakukan sendiri, piano membutuhkan ahli khusus untuk mengembalikan akurasi nada-nadanya setelah lama dipakai.</p>
<p>Sebenarnya saya ingin melanjutkan dengan harpa, tetapi menaruh harpa—yang jelas-jelas jauh lebih rumit dan mahal meskipun berhasil membuat Maya Hasan terlihat sungguh seksi—setelah piano akan menjadi terlalu kejam. Malah saya mungkin akan merontokkan niat kalian untuk mempelajari salah satu alat musik yang ada. Saya bisa jadi hanya menuliskan tiga alat musik dalam artikel ini, tetapi itu bukan berarti hanya tiga itu yang bisa dipelajari  untuk memikat sang pujaan hati. Pada dasarnya, alat musik apa pun bila dikuasai dan dimainkan dengan penuh kepiawaian akan membuat pemainnya terlihat seksi di mata yang menonton. Percaya deh. Jadi, jangan tunda lagi. <em>Just play it</em>.</p>
<p>@Shinigami, SepociKopi, 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2010/04/11/mix-n-match-just-play-it/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix ‘n Match: Soldier of Love</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2010/03/28/mix-n-match-soldier-of-love/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2010/03/28/mix-n-match-soldier-of-love/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 12:47:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[musisi]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=6584</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Shinigami
Setelah lama vakum, Sade kembali menyapa para penggemarnya dengan album Soldier of Love (Sony Music) yang resmi dirilis secara internasional pada 8 Februari 2010 lalu. Band asal Inggris ini—ya, Sade adalah band yang memang mengambil namanya dari nama panggilan vokalisnya, Helen Folasade Adu, atau yang lebih dikenal dengan Sade Adu—tetap begitu dinantikan oleh para penggemar setianya; fakta bahwa album tersebut langsung menempati #4 pada UK Album Chart serta menjuarai U.S. Billboard 200 pada waktu diluncurkan adalah buktinya.
Berjarak delapan tahun dari Lovers Live (Epic Record), album berisikan lagu-lagu mereka yang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-6585" title="sade-soldier-of-love-album-cover" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2010/03/sade-soldier-of-love-album-cover-300x300.jpg" alt="sade-soldier-of-love-album-cover" width="215" height="215" />Oleh: Shinigami</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah lama vakum, Sade kembali menyapa para penggemarnya dengan album <em>Soldier of Love</em> (Sony Music) yang resmi dirilis secara internasional pada 8 Februari 2010 lalu. Band asal Inggris ini—ya, Sade adalah band yang memang mengambil namanya dari nama panggilan vokalisnya, Helen Folasade Adu, atau yang lebih dikenal dengan Sade Adu—tetap begitu dinantikan oleh para penggemar setianya; fakta bahwa album tersebut langsung menempati #4 pada UK Album Chart serta menjuarai U.S. Billboard 200 pada waktu diluncurkan adalah buktinya.<span id="more-6584"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berjarak delapan tahun dari <em>Lovers Live</em> (Epic Record), album berisikan lagu-lagu mereka yang direkam <em>live</em> sewaktu tur konser di Amerika, <em>Soldier of Love </em>menyuguhkan sepuluh lagu yang tak mengkhianati esensi bermusik band yang beranggotakan Sade Adu (vokal), Andrew Hale (keyboard), Stuart Matthewman (gitar dan saxophone), serta Paul S. Denman (bass) ini. Struktur musik, vokal, serta lirik lagu-lagu di album ini mempunyai jiwa yang serupa dengan album-album sebelumnya sehingga seakan menyangkal fakta bahwa mereka telah absen sekian lama.<br />
<object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="225" height="200" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/T4SI4BLE6l0&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="225" height="200" src="http://www.youtube.com/v/T4SI4BLE6l0&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;">“The Moon and The Sky” dijadikan nomor pembuka. Alunan mendayu suara gitar di intro lagu ini seakan mengingatkan pendengarnya pada citra musik Sade, melemparkan kita pada ingatan atas lagu-lagu mereka yang memberi ruang bagi permainan solo alat-alat musik seperti “Jezebel”di album terdahulu yang dibuka dengan rayuan saxophone. Pada <em>track </em>kedua, kita akan menjumpai lagu yang dijadikan judul album. Sekilas, untuk masa yang singkat, suara string dan drum pada intronya bisa mengingatkan pada “Mercy” milik Duffy. Namun kesan itu langsung buyar begitu irama drum membentuk pola tetabuhan genderang perang atau derap baris sepasukan tentara, <em>beat </em>yang sangat sesuai dengan judul lagu: “Soldier of Love.” Bila “The Moon and The Sky” mengusung tema cinta, maka “Soldier of Love” berbicara tentang menjadi tegar dan berjuang tanpa kenal putus asa setiap hari. “Morning Bird” yang menyusul memberikan nuansa yang lebih kontemplatif melalui bunyi piano/keyboard yang sesekali menimpali bunyi gemerincing yang hadir sejak awal hingga akhir lagu.<br />
<object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="320" height="265" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/FYz4T0n9Kt0&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="320" height="265" src="http://www.youtube.com/v/FYz4T0n9Kt0&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object><br />
Sade tak membiarkan kita berlama-lama merasa sedikit sendu dalam kontemplasi, sebab “Babyfather” yang bercerita tentang arti seorang anak bagi orangtuanya kemudian hadir dengan irama yang membuat perasaan menghangat. “<em>Your Daddy’s love comes with a lifetime guarantee</em>,” adalah salah satu liriknya. Tema bagaimana ketabahan dan kasih sayang kerap menjadi obat bagi hidup yang kadang compang-camping kembali hadir di dua lagu berikutnya, “Long Hard Road” dan “Be That Easy.” Mendengar dua lagu ini seperti merasakan tangan kita digenggam erat pada saat-saat gundah. Menenangkan dan membuat kita percaya bahwa semua akan baik-baik saja. Ada kekuatan dalam melodinya yang <em>mellow</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedikit variasi muncul pada lagu “Bring Me Home.” Temponya yang relatif lebih <em>up-beat</em> memberikan kesegaran di tengah alunan lambat yang telah berturut-turut hadir. <em>Track</em> berikutnya, “In Another Time,” membuat kita terhanyut, terutama saat bunyi saxophone dan string berdansa pada interlude yang cukup panjang, menyatakan kepiawaian musik Sade. “Skin” yang berbicara tentang melepaskan orang yang dicintai disusul dengan “The Safest Place” yang memberikan penutup cukup cantik bagi album ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, apakah album ini termasuk <em>must-have</em> album? Tergantung. Saya telah menyebutkan bagaimana album ini secara jiwa cukup menyerupai album-album sebelumnya. Menurut saya, hal ini menjadi kekuatan sekaligus kelemahan <em>Soldier of Love</em>. Bagi yang mengharapkan perubahan signifikan setelah mereka absen sedemikian lama dan setelah dunia menyaksikan begitu banyak perubahan di dunia musik sejak 2002, album ini mungkin tak akan mengabulkan harapan itu. Kekecewaan mungkin akan diperparah dengan relatif sedikitnya lagu-lagu <em>catchy </em>di album ini dibandingkan album-album sebelumnya. Namun mereka yang telah lama jatuh hati dengan gaya musik Sade akan mendekap album ini dengan hangat penuh rasa akrab dan kerinduan. Nah, bagaimana dengan yang baru pertama kali ini mengenal Sade? Menurut saya sih jangan mulai dengan album ini. Buatlah diri kalian jatuh cinta lebih dahulu pada kelompok yang mulai bermusik pada tahun 1983 ini melalui banyak nomor <em>catchy </em>yang terdapat di <em>Lovers Rock </em>(Epic Records, 2000)<em>,  Lovers Live</em> (Epic Records, 2002)<em>, </em>atau mungkin yang termudah adalah <em>The Best of Sade </em>(Epic Records, 1994). Setelahnya, mencintai <em>Soldier of Love </em>akan lebih mudah.</p>
<p style="text-align: justify;">@Shinigami,  SepociKopi, 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2010/03/28/mix-n-match-soldier-of-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

