Articles tagged with: menulis
Perempuan, Sepocikopiana, Ulang Tahun »
Oleh: Arie Gere
Kataku suatu hari, “Bagaimana kalau aku setuju menulis untuk Camilan?”
Kata Alex dengan serius, “Mau ke mana pun dan di mana pun, tulisanmu akan kutagih terus.”
Dialog di atas mungkin bukan hal baru di SepociKopi, tapi menjadi hal baru bagiku karena tulisanku untuk Camilan harus muncul dua kali seminggu. Agak berbeda dengan tulisan-tulisan tunggal lainnya, menulis di Camilan kali ini merupakan episode berantai yang harus dipelototi setiap hari. Benar-benar setiap hari! Sebab, tulisan selanjutnya adalah awal dari tulisan seterusnya. Bagaimana kalau koneksi internet ngadat? Satu tulisan yang macet akan berantai …
Sepocikopiana, Tentang Cinta, Ulang Tahun »
Oleh: Frizy Jo
Sudah seminggu ini aku sakit kepala. Bukan sakit kepala lantaran kepala terkena air hujan. Bukan juga sakit kepala karena tesis yang tak kunjung selesai. Sakit kepala yang ini cuma bisa sembuh oleh kemurahan hati sang editor SepociKopi. Lho, kok editor SepociKopi disebut-sebut? Ya, tentu saja, karena sudah seminggu ini aku bingung harus menulis tentang apa untuk ulang tahun SepociKopi yang kelima ini.
Kalau bicara tentang kecintaanku pada majalah online ini, nggak usah diragukan lagi deh! Cintaku mengalahkan rasa takut terhadap dewan redaksi. Tentunya sudah pada tahu dong kalau dewan …
Ulang Tahun »
Oleh: Yasmin
Sepanjang umurnya yang lima tahun, saya mengenal SepociKopi di setengah umurnya. Kok mbulet ya? Maksudnya saya mengenal majalah lesbian online ini baru sekitar dua setengah tahun lalu. Berawal dari seseorang yang transparan—ha ha ha maksudnya Bening—meng-add saya di Facebook. Siapakah Bening? Seseorang menjawab: anggota redaksi SepociKopi. Saya tanya lagi: Apaan tuh SepociKopi? Dijawab: Ah, panjang deh jadinya… Masuk aja langsung ke website-nya.
Begitu masuk, Jreeeng…. Wiiih…. Waduh…. Buset…. Gokil! Inilah gudang jawaban yang saya cari-cari selama ini. Ibaratnya, saya sudah lama mengerjakan soal-soal dari buku kumpulan soal, selama ini saya …
Humaniora, Opini »
Oleh: Saraswati Firdauz
Tengah malam ini, aku terkena insomnia lagi, tapi tidak masalah. Aku selalu menyukai tengah malam. Kutengok dia yang sudah terlelap sejak jam sebelas. Awalnya, aku memilih untuk mengganggunya saat tidur. Memberikan sentuhan dan kecupan ringan, tapi setengah jam kemudian aku bosan. Lalu aku ingat, dia bercerita tentang mantannya. Dia memintaku membuka FB mantannya.
Humaniora, Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
Banyak orang mengandalkan angka-angka hoki untuk mendapatkan berkah. Melakukan hal-hal aneh dan monumental pada tanggal yang dianggap sakral tersebut. Maka tanggal 11 bulan 11 tahun 2011 pun terasa istimewa. Saking spesial, banyak ibu melakukan permintaan melahirkan anak di tanggal tersebut. Ada juga perkawinan dan acara peresmian. Di tanggal cantik ini pula, situs SepociKopi mendapat berkah istimewa dengan jumlah pengunjung yang mencapai dua juta.
Humaniora, Opini »
Oleh: parikesit n1nna
Cuti ini membuatku sedikit gila. Aku berada di rumah terus selama empat hari karena penyakit cacar air yang kuderita. Penyakit yang sangat menular. Sungguh rasanya tak tahan! Ingin keluar rumah, tapi malu. Vesikel-vesikel di mukaku parah. Aku mendengarkan musik sampai muak. Tak bisa bermain gitar karena tidak terlalu lancar, sementara belajar keyboard sudah menyerah. Membaca pun malas. Apa yang harus kulakukan?
Opini, Sepocikopiana »
Oleh: Afida Husniya
Saya lahir dari keluarga yang banyak aturan. Jujur, saya mengakuinya. Apa saya bosan? Hampir setiap hari ‘iya’. Sejak saya masih SMP, saya sadar bahwa ada sesuatu yang harus saya keluarkan dari otak saya. Sesuatu yang akan jadi masalah kalau terus-terusan mengendap di kepala saya. Sesuatu yang berkobar-kobar dan tidak wajar. Sesuatu itu sifatnya ‘tidak masuk akal’ dan kadang-kadang ‘dilarang orang-orang’, seperti: naik helikopter pribadi, mendaki gunung Kilimanjaro, tersesat di India, pacaran dengan orang Korea, dan lain-lain.
Humaniora, Opini »
Oleh: Harumi
Aku menikmati masturbasi. Bolehlah dulu aku memaknai hubunganku dengan kaum lesbian sebagai masturbasi, artinya aku sibuk dengan diriku sendiri, hidup sendiri, tidak melakukan apa-apa yang ada hubungannya dengan memperjuangkan kelompokku (lesbian) yang minoritas di negeri ini. Namun itu tidak berlangsung lama. Dan memang tidak boleh terlalu lama.
Humaniora, Noktah Merah »
Humaniora, Renungan »
Oleh: Carmen
Beberapa tahun lalu, pertama kali membuka blog SepociKopi, aku terbengong-bengong. Wah! Asyik nih. Tulisan-tulisannya menampilkan cara berbahasa yang baik — itu kesan pertamaku. Aku memang cinta sekali sama bahasa Indonesia. Jadi kalau ada penggabungan antara bahasa Indonesia dan lesbian, itu nilainya sempurna! Itu karena aku juga menyukai diriku yang seperti ini, yang lesbian.





