Home » Archive

Articles tagged with: masyarakat

Mix n' Match »

[13 May 2012 | 10 Comments | 676 views]
Mix n’ Match: Lesbian Anti Kepancing

Oleh: Carmen
Kamu tipe yang mudah kepancing emosinya? Ih cupu. Atau yang sering merasa tersinggung? Ya ampun, capeknya. Gampang stres kalau ada yang mengintimidasi? Aduh kasihan… Sini-sini merapat ke penulis lesbian yang cantik.
Oke, sebelum mulai, aku mengaku bahwa objek tulisan kali ini bisa dibilang mikroskopik–menunjuk ke diri sendiri. Lesbian kan umumnya gemar menjelek-jelekkan diri sendiri tuh, nah sekarang mungkin saatnya sekali-sekali ada yang mengangkat diri sendiri secara terbuka terang-terangan.

Telezkop »

[10 May 2012 | 9 Comments | 798 views]
te.Lez.kop: Paradoks Lesbian

Oleh Lakhsmi dan Alex
“Kebahagiaan lesbian berasal dari penderitaan yang terpelihara.” Tunggu, jangan lempar kami dengan batu sebelum membaca makna kutipan ini. Banyak manusia yang merasa bersalah jika terlalu bahagia. Kadang banyak orang yang merasa belum cukup menderita untuk bisa menikmati kebahagiaan, jadi dia pun memelihara derita agar tidak merasa bersalah ketika merasa bahagia.

Humaniora, Opini »

[10 May 2012 | 6 Comments | 436 views]
Kesuksesan yang Sukses

Oleh: Mel Latte
Saya mengikuti acara dari Keuskupan Agung Jakarta dengan tema Compassionate Profesionals and Entrepreneurs yang menghadirkan empat narasumber yang sangat menginspirasi saya; yaitu Pak Dahlan Iskan menteri BUMN, Pak Hasnul Suhaimi CEO XL Axiata, Prijono Sugiarto CEO PT Astra Internasional, dan Romo Deshi.

Humaniora, Tajuk »

[8 May 2012 | 2 Comments | 304 views]
Tajuk: Kebangkitan Lesbian dan Kita

Oleh: Nuha Guwa
Melihat grafis karya Rie di pojok kanan halaman situs SepociKopi terasa ada kesan ‘garang’ dengan tema kita bulan ini. Kebangkitan Lesbian: Yes I Can Do It. Jika yang membaca judul tersebut dari kalangan awam hetero, semoga tidak ada konotasi atau anggapan bahwa para lesbian akan melakukan revolusi barbar terhadap apa yang sedang terjadi/dialami para LGBT saat ini.

Coming Out, Humaniora »

[8 May 2012 | 12 Comments | 646 views]
Menghadapi Momok Para Lesbian

Oleh: Ema
Lesbian punya momok. Mendengar istilahnya saja sudah merinding, apalagi kalau membayangkan rupanya. Si momok dibicarakan sembunyi-sembunyi, dengan hati was-was dan keringat mengucur deras. Sebenarnya semua bertanya dalam hati, ‘Semengerikan itukah momok yang sebenarnya?’ atau ‘Apa yang harus aku lakukan jika bertemu si momok?’. Sayangnya, ketakutan komunal terhadap momok terlanjur mematikan keberanian lesbian untuk mencari jawabannya.

Humaniora, Telezkop »

[3 May 2012 | 8 Comments | 645 views]
te.Lez.kop: the Butterfly Effect

Oleh: Tya Andriani
Istilah Butterfly Effect yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai Efek Kupu-kupu ada dalam istilah teori Chaos. Artinya, ketergantungan pada kondisi awal, di mana perubahan kecil pada satu tempat dalam suatu sistem non-linear dapat mengakibatkan perbedaan besar dalam keadaan kemudian. Istilah yang dipakai pertama kali oleh Edward Norton Lorenz, seorang ahli matematika dan perintis teori Chaos, merujuk pada sebuah teori bahwa kepakan sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil dapat menghasilkan tornado di Texas beberapa bulan kemudian.

Humaniora, Opini »

[3 May 2012 | 5 Comments | 378 views]
Never Give Up

Oleh: Cleo Andromeda
Bayangkan jika dulu RA Kartini tidak pernah memulai gerakan untuk memperjuangkan emansipasi perempuan dan tetap menjadi perempuan Jawa patuh yang hanya mendengar kata orangtua. Beliau tahu dia adalah perempuan, dan perempuan tidak boleh bersuara kalau tidak diminta. Bisa jadi sampai saat ini perempuan masih hidup dalam kodrat ‘manak, masak, macak’ yang berarti hanya boleh mengurus rumah, berdandan cantik untuk suami, dan melahirkan anak. Ruang perempuan hanyalah sebatas kasur dan dapur.

FabuLezlyCool, Humaniora »

[2 May 2012 | 33 Comments | 1,372 views]
FabuLezlyCool: Gaya Pacaran yang Nggak Banget

Oleh: Nura Ranu
Kali ini, saya bakal berbagi tentang gaya berpacaran absurd yang terjadi di antara kaum lesbian tanpa kita sadari. Tulisan ini tidak bermaksud menyokong anti-gaya-berpacaran-yang-demonstratif, namun memberikan fakta bahwa hei, dunia tidak kosong melompong diisi sama pasangan yang lagi asyik berpacaran saja. Ada makhluk lain yang bayar pajak juga loh.  Dan tentu saja, tulisan ini merupakan wujud nyata dari luapan kegalauan dan kesedihan para tuna asmara seperti saya ini.

Humaniora, Tajuk »

[1 May 2012 | 4 Comments | 193 views]
Tajuk: Pendidikan Bermutu dan Kita

Oleh: Nuha Guwa
Manusia memiliki harapan yang menggunung atas kehidupannya. Materi dan kekayaan sering dijadikan tujuan dan tokoh utama yang diinginkan. Padahal kesehatan dan kebahagiaanlah yang seharusnya menjadi sugesti pencapaian tertinggi dalam kehidupan. Orang-orang naif dengan harapan menjulang ini tidak sadar, bahwa pencapaian tersebut sangat berhubungan dengan pengetahuan dan pendidikan yang dimiliki. Seseorang mahir, mengetahui, bisa, dan sukses karena mempelajari bidang yang membuatnya menjadi penuh gagasan.

Buku, Mix n' Match »

[29 Apr 2012 | 4 Comments | 534 views]
Mix n’ Match: Es Krim Nonfiksi

Oleh: Carmen
“Poetry is a way of coming to know the realness of things; fiction is a way of coming to know the world of relationships; nonfiction is a way of coming to know the world of the mind.” (Nancy Bunge)
Harinya panas terik. Di luar rumah udaranya juga kering, ditandai debu-debu yang beredar dimana-mana. Keringat mengalir di leher dan pelipis jika tidak di ruangan ber-AC. Di saat seperti itu, es krimlah yang kuingat. Benda kecil dingin yang enak rasanya itu secara langsung menawarkan hal yang berbeda dari udara saat ini: sensasi dingin.