<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SepociKopi &#187; makanan</title>
	<atom:link href="http://sepocikopi.com/tag/makanan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sepocikopi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 02:00:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.3</generator>
		<item>
		<title>Tajuk: Hari Pangan Sedunia dan Kita</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2010/10/26/tajuk-hari-pangan-sedunia-dan-kita/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2010/10/26/tajuk-hari-pangan-sedunia-dan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 12:50:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Tajuk]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[urban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=8493</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Nuha Guwa
Seorang balita, isakannya lemah tidak bertenaga. Lengan kiri tersambung cairan infus, sementara ibu balita tersebut mengusap-usap kepalanya sambil menyanyikan lagu Nina Bobo. Sebentar tangisan itu mereda lalu mulai terisak kembali seperti sedang mengerang kesakitan.  “Sakit apa anaknya, Bu?” tanyaku. Belum sempat si ibu bersuara, seorang perawat langsung menjawab pertanyaanku. “Gizi buruk, Mbak.” Gizi buruk? Si balita ternyata anak kelima dari enam bersaudara, suami si ibu berprofesi sebagai penarik ojek. Ibu sendiri mengambil upah cucian sana sini untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Gizi buruk merupakan terminologi kedokteran yang dipakai ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2010/10/hari_pangan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-8494" title="hari_pangan" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2010/10/hari_pangan.jpg" alt="hari_pangan" width="210" height="127" /></a>Oleh: Nuha Guwa</p>
<p>Seorang balita, isakannya lemah tidak bertenaga. Lengan kiri tersambung cairan infus, sementara ibu balita tersebut mengusap-usap kepalanya sambil menyanyikan lagu Nina Bobo. Sebentar tangisan itu mereda lalu mulai terisak kembali seperti sedang mengerang kesakitan.  “Sakit apa anaknya, Bu?” tanyaku. Belum sempat si ibu bersuara, seorang perawat langsung menjawab pertanyaanku. “Gizi buruk, Mbak.” Gizi buruk? Si balita ternyata anak kelima dari enam bersaudara, suami si ibu berprofesi sebagai penarik ojek. Ibu sendiri mengambil upah cucian sana sini untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.</p>
<p><span id="more-8493"></span>Gizi buruk merupakan terminologi kedokteran yang dipakai untuk menunjukkan keadaan di mana berat badan anak hanya 60 persen dari berat badan ideal (BBI). Sedangkan gizi kurang adalah jika berat badan anak hanya mencapai 60-80 persen dari BBI. Berdasarkan hasil Susenas tahun 1999 itu, anak-anak berusia 24-29 bulan merupakan kelompok yang paling banyak menderita gizi buruk dan gizi kurang. Pada kelompok umur ini angka prevalensi gizi buruk mencapai 12 persen, sedangkan gizi kurang 32 persen. Konon pemerintah mencanangkan tahun 2015 gizi buruk tidak ada lagi di Indonesia , tapi mengapa harus menunggu 2015?</p>
<p>Menurut catatan terbaru FAO  (Food and Agriculture Organization), dari 44 juta jiwa penduduk Indonesia yang mengalami  kelaparan, terdapat 1,9 juta jiwa balita menderita gizi buruk, apa kita masih perlu menunggu? Menunggu lebih banyak korban maksudnya? Ironis kan? Masih ditemukan banyak balita kelaparan di negeri penghasil beras ini.</p>
<p>Lesbian, mari buka mata, kekurangan makanan yang melanda balita-balita tersebut adalah bencana. Dampak gizi buruk pada kelompok umur ini selain menjadi penyebab timbulnya berbagai penyakit yang mengakibatkan kematian, jelas merupakan ancaman serius terhadap masa depan negara, hilangnya generasi cerdas. Kekurangan gizi pasti akan mengganggu pertumbuhan dan mengurangi tingkat kecerdasan. Baiklah, di mana sebenarnya titik permasalahan semua ini?</p>
<p>Krisis pangan yang berdampak pada gizi buruk memang bukan hanya masalah Indonesia. Hari Pangan Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 16 Oktober, untuk menyadarkan pentingnya memerangi kelaparan. Hari Pangan Sedunia didirikan oleh negara-negara anggota FAO pada konferensi umum ke-20 bulan November 1979. Delegasi Hongaria Menteri Pertanian dan Pangan, Dr. Pal Romany berperan penting pada konferensi tersebut dan mengusulkan ide perayaan Hari Pangan Sedunia untuk membasmi kelaparan. Hal ini telah diperhatikan setiap tahun di lebih dari 150 negara, meningkatkan kepedulian dan membangun solidaritas untuk mengurangi kemiskinan. Sejak tahun 1981, Hari Pangan Sedunia mengadopsi berbagai tema untuk perayaan tiap tahunnya dengan tujuan menekankan pada bagian penting dari dunia pangan yang memerlukan perhatian khusus.</p>
<p>Berdasarkan data terakhir FAO mencatat penduduk yang kekurangan gizi di seluruh dunia mencapai 1,02 miliar. Sementara jumlah penduduk yang kelaparan di Indonesia hingga saat ini masih terus mengalami lonjakan yakni terdapat sebanyak 150 juta orang kelaparan hingga akhir tahun lalu dan menurut Global Hunger Index (GHI) 2010 Indonesia masuk dalam kategori &#8216;serius&#8217; yang berada di bawah level &#8216;mengkhawatirkan&#8217; dan &#8216;sangat mengkhawatirkan&#8217;.  Astaga! Bagaimana kita bisa ikut serta mengatasi ini semua?</p>
<p>Krisis Pangan Global yang disebabkan cuaca tidak menentu atau<em> global warming</em> yang berimbas pada perubahan iklim secara signifikan selalu dikambinghitamkan sebagai penyebab harga pangan dunia yang melonjak. Kondisi ini memaksa negara-negara berkembang seperti Filipina dan Bangladesh secara khusus menggelontorkan program bagi-bagi pangan kepada rakyatnya yang sudah tidak sanggup lagi membeli kebutuhan pokok.  Akibat situasi ekonomi di luar sana, sektor perekonomian dalam negeri pun menuai getahnya, kenaikan harga minyak dunia disambut pemerintah dengan melakukan konversi sejumlah bahan bakar minyak (BBM) beralih ke elpiji dan mengurangi pasokan BBM. Apakah pemerintah kita sadar bahwa permasalahan ini sukses melahirkan balita-balita generasi gizi buruk tadi?</p>
<p>Sistem ketahanan pangan sebetulnya sudah dikenal sejak zaman Mesir kuno. Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa kerajaan mesir kuno membangun sistem pangan karena tahu akan datangnya kekeringan. Penyediaan pangan menjadi agenda pokok pemerintahan dengan menunjuk pelaksana, memungut dan menguasai seperlima tanah Mesir serta menyimpan bahan makanan di berbagai kota. Sayangnya, pengertian sistem keamanan dan ketahanan pangan belum banyak disosialisasikan di Indonesia. Seperti menambah luas area yang akan ditanam, sepertinya cuma mimpi, pemerintah lebih gila menawarkan pengembang untuk membuat industri atau perumahan.</p>
<p>Padahal ekstensifikasi pertanian bisa dicapai dengan mendorong agar masyarakat menghidupkan tanah yang mati tapi bukan untuk proyek <em>real estate</em>. Caranya, Pemerintah memberikan tanah secara cuma-cuma kepada mereka yang mampu bertani tetapi tidak memiliki tanah. Sebaliknya, pemerintah harus mengambil tanah secara paksa dari orang-orang yang menelantarkannya selama tiga tahun berturut-turut. Lesbian, bagaimana menurutmu?</p>
<p>@Nuha Guwa, SepociKopi, 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2010/10/26/tajuk-hari-pangan-sedunia-dan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cuci Mata: Empat Sehat Yogurt Sempurna</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2009/11/01/cuci-mata-empat-sehat-yogurt-sempurna/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2009/11/01/cuci-mata-empat-sehat-yogurt-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 16:10:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cuci Mata]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=4633</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Sidney
Masih ngantre donat? Atau ngopi-ngopi di cafe? Sekarang udah basi. Masyarakat urban sekarang sedang tergila-gila pada yogurt. Sebenarnya sih udah sejak beberapa bulan lalu mania yogurt ini meracuni mall-goers seperti aku. Mulai dari yogurt merek A, B, C, sampai Z bisa ditemui di mal-mal di kota besar di Indonesia. Bahkan ada mal yang memiliki beberapa kedai yogurt yang letaknya berjejeran. Sehingga bisa jadi pilihan desert sehabis makan di resto atau jadi tempat nongkrong gaul sambil dilihat dan melihat.
Kalau dulu cuma taunya yogurt produksi pabrikan atau rumahan sekarang di mal ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-4635" title="poci1" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2009/11/poci1.jpg" alt="poci1" width="113" height="170" />Oleh: Sidney</p>
<p>Masih ngantre donat? Atau ngopi-ngopi di cafe? Sekarang udah basi. Masyarakat urban sekarang sedang tergila-gila pada yogurt. Sebenarnya sih udah sejak beberapa bulan lalu mania yogurt ini meracuni <em>mall-goers</em> seperti aku. Mulai dari yogurt merek A, B, C, sampai Z bisa ditemui di mal-mal di kota besar di Indonesia. Bahkan ada mal yang memiliki beberapa kedai yogurt yang letaknya berjejeran. Sehingga bisa jadi pilihan <em>desert</em> sehabis makan di resto atau jadi tempat nongkrong gaul sambil dilihat dan melihat.</p>
<p>Kalau dulu cuma taunya yogurt produksi pabrikan atau rumahan sekarang di mal kita bisa menemukan yogurt yang harganya 3-5x lipat harga yogurt Cisangkuy. Secara kita anak mal gaul tentu kita harus mencobanya. Masa nggak bisa bedain rasa Sour Sally vs Red Mango vs Tutti Frutti. Tiga merek itu cuma ilustrasi aja. Masa nggak tau jenis-jenis toping yang ada? Mulai dari buah-buahan eksotis sampai cokelat dan almond? Atau beragam jenis rasa yogurt yang tersedia dan rasanya mulai dari yang manis sampai superasam.</p>
<p><span id="more-4633"></span>Sebelum dijual dengan harga paket makan siang kantoran, yogurt ini sebenarnya bukanlah barang baru. Yogurt sudah dikenal sejak 4500 tahun lalu ketika bangsa Turki tanpa sengaja melakukan fermentasi ketika menyimpan susu dalam tas kulit kambing, dan bakteri liar masuk ke dalam susu tersimpan itu. Sekarang beragam jenis yogurt tersedia dalam berbagai bentuk dan harga.</p>
<p>Tanpa bermaksud mempromosikan merek tertentu, yogurt sebenarnya sangat baik untuk kita, perempuan. Kandungan kalsium dan  zat besinya yang tinggi bagus untuk mencegah keropos tulang. Karena tidak semua orang bisa mencerna susu dalam tubuhnya alias <em>lactose intolerance</em>, yogurt bisa menggantikan peran susu karena laktosa dalam susu sudah diubah menjadi asam laktat sehingga aman untuk dikonsumsi. Konon juga nih, yogurt bisa mencegah penuaan dini.</p>
<p>Dan yang terpenting bagi kita-kita lesbian gaul ini, menikmati yogurt berdua dengan pasangan di kedai yogurt yang<em> hip</em> dan trendi sambil menyuap yogurt dari cup yang sama bukanlah pemandangan yang aneh. Coba lihat orang-orang yang makan yogurt dengan <em>cup</em> besar (dengan alasan menghemat karena beli <em>cup </em>besar jatuhnya lebih murah).</p>
<p>Jadi dengan alasan yang sama menikmati yogurt juga bisa sebagai satu cara untuk menunjukkan kemesraan dengan pacar. Satu <em>cup </em>dengan dua sendok. Dimakan sambil saling memandang mata pasangan. Sambil suap-menyuap juga boleh kok. Tambahkan dengan cokelat yang katanya bisa meningkatkan gairah seksual dan stroberi untuk menaikkan libido. Kita lihat ke mana yogurt akan membawa kita.</p>
<p>@Sidney, SepociKopi, 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2009/11/01/cuci-mata-empat-sehat-yogurt-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

