Articles tagged with: kesetiaan
Partnership, Personal Life »
Tentang Cinta, Twilight Zone »
Oleh: I. Monica
Jingga, mengenalmu di persimpangan malam adalah sebuah mukzijat paling istimewa. Jangan kausebut aku berlebihan, karena ini adalah bisikan suara hatiku yang mengendap di bilik hujan. Pernah kumiliki selimut-selimut tebal sebelum kau. Hangatnya untuk sementara memang bisa mencairkan kutub hatiku yang tengah membeku, tapi ada satu hal yang tak mereka miliki, yaitu kelembutan.
FabuLezlyCool, Uncategorized »
Oleh: Zovanovsky
Banyak yang mengucapkan, “kau adalah cinta terakhirku” kepada pasangan mereka, dan tidak jarang juga yang mengucapkannya saat mereka putus cinta atau patah hati, berkeyakinan bahwa meski mereka harus patah hati, meski cinta bertepuk sebelah tangan, seseorang itu akan menjadi cinta terakhir mereka. Namun kenyataanya, beberapa waktu mendatang, bahkan kadang dalam hitungan minggu, mereka sudah mendapatkan cinta kembali, lalu di mana keyakinan mereka tentang cinta terakhir itu yang digembar-gemborkan itu?
Have Your Say »
Apa yang dapat dilakukan cinta dalam hidup kita? Nyaris segalanya. Dari membuat kita tertawa bahagia hingga membuat terluka. Tapi saat terluka, dan berdarah, cinta pula yang sanggup mengobati. Tidak percaya? Bacalah selembar surat dari teman kita Rainy Lie untuk kekasihnya. Ia bertutur tentang cinta yang mampu melakukan segala. Bahkan ketika sang pecinta sudah tegak berdiri, ia rela melepaskan sang kekasih, demi pilihannya. Dan kebahagiaannya.
L'Amour, Tentang Cinta »
Oleh: Kenanga
Ada bait dalam sajakku yang kubiarkan tersembunyi di dasar danau. Ada butiran-butiran kisah dalam prosaku yang kubiarkan menyatu dengan pasir di pesisir pantai. Ada arus-arus liar dalam adrenalinku yang kubiarkan hanyut di aliran sungai. Ada rahasia-rahasia kecil yang menggelikan yang kubiarkan terselip di antara dedaunan rindang di puncak gunung.
Have Your Say, Sepocikopiana »
Banyak yang membuktikan bahwa persahabatan tulus, tanpa tendensi antarlesbian sangat mungkin terjadi. Namun fakta berkata, persahabatan lesbian memang kerap memercikkan rasa suka. Seperti yang dirasakan teman kita, Cupay, terhadap sahabatnya yang telah memiliki kekasih, Zey. Hanya butuh sedikit tiupan flirting dari sang sahabat, dan sedikit siraman gombal coba-coba serta mengababaikan kesetiaan pada pasangan, persahabatan yang tadinya manis berakhir prahara.
Have Your Say, Sepocikopiana »
Sahabat adalah anugerah hidup, tempat kita berbagi suka-duka, meminta masukan juga dukungan. Tapi ada kalanya, seseorang yang pernah kita anggap sahabat, justru menikam dari belakang. Mengambil kesempatan dalam kesempitan, seperti yang dialami teman kita, Andro Uwouwo. Saat seperti inilah kita bisa mempertanyakan kembali arti sahabat, dan menilai kualitas sahabat yang telah kita pilih.
Humaniora, Telezkop »
Oleh: Alex
Hubungan paling sehat tentunya hubungan yang seimbang. Apa yang kuberi, itu pula yang kuterima. Tapi bagaimana membuat timbangan yang sempurna? Tentunya hubungan antar-manusia bukanlah seperti menimbang gula. Tambahkan macam-macam rasa emosi manusia, bumbui dengan hadirnya orang lain, mantan, dan situasi yang mendukung, timbangannya pun akan jadi oleng seperti menimbang di atas ombak.
Ombak itu timbul dari cinta memabukkan bak mabuk laut yang menyebabkan satu hubungan jadi goyah. Cinta tidak cukup untuk jadi satu-satunya dasar hubungan. Tanpa pondasi kokoh, jangan harap suatu hubungan akan jadi hubungan yang aman. Tak ada seorang …
Have Your Say »
Mencintai adalah memberi dukungan penuh, tanpa pamrih, meski kadang hati menjerit lirih. Bahagia adalah memberi dukungan konsisten. Seberapa kuat kita mampu berjuang untuk cinta, untuk membahagiakan orang yang dicintai? Dengarlah cerita sahabat kita, Araneyaa, cinta yang ia miliki, membuatnya mempu melalukan hal-hal yang semula tak tebayangkan.
L'Amour, Sepocikopiana »
Oleh: Fidi
Hubunganku dan Muda akan menginjak dua setengah tahun beberapa hari lagi, tapi entah kenapa aku merasa akhir-akhir ini ada yang salah dengan hubunganku dan Muda atau sebenarnya kesalahan itu ada pada diriku, entahlah. Aku pun bingung dengan perasaan di dalam hati dan juga memenuhi pikiranku. Aku terus bertanya dan bertanya, selalu membantah setiap jawaban yang muncul. Apa aku sudah masuk tahap ganguan jiwa?





