Articles tagged with: inspirasi
Humaniora, Telezkop »
Oleh: Tya Andriani
Sekitar setahun lalu, pesohor Kim Kardashian mendapat kejutan dua juta dolar di jemarinya. Cincin tunangan karya desainer Lorraine Schwartz yang terbuat dari batu permata emerald 20,5 karat, dikelilingi oleh berlian sebesar dua karat, adalah hadiah lamaran dari calon suami (saat itu) Kris Humphries. Mereka menikah tanggal 20 Agustus dengan menghabiskan sepuluh juta dolar untuk pesta pernikahan super mewah. Dalam waktu 72 hari setelah pernikahan, mereka bercerai.
Mix n' Match »
Oleh: Carmen
Kamu tipe yang mudah kepancing emosinya? Ih cupu. Atau yang sering merasa tersinggung? Ya ampun, capeknya. Gampang stres kalau ada yang mengintimidasi? Aduh kasihan… Sini-sini merapat ke penulis lesbian yang cantik.
Oke, sebelum mulai, aku mengaku bahwa objek tulisan kali ini bisa dibilang mikroskopik–menunjuk ke diri sendiri. Lesbian kan umumnya gemar menjelek-jelekkan diri sendiri tuh, nah sekarang mungkin saatnya sekali-sekali ada yang mengangkat diri sendiri secara terbuka terang-terangan.
Humaniora, Opini »
Oleh: Mel Latte
Saya mengikuti acara dari Keuskupan Agung Jakarta dengan tema Compassionate Profesionals and Entrepreneurs yang menghadirkan empat narasumber yang sangat menginspirasi saya; yaitu Pak Dahlan Iskan menteri BUMN, Pak Hasnul Suhaimi CEO XL Axiata, Prijono Sugiarto CEO PT Astra Internasional, dan Romo Deshi.
Have Your Say, Sepocikopiana »
Humaniora, Opini »
Oleh: Carmen dan Lakhsmi
“You cannot strengthen one by weakening another; and you cannot add to the stature of the dwarf by cutting off the leg of a giant.” Benjamin Franklin Fairless
Pernahkah kamu mempunyai teman yang sangat berprestasi, sukses, dan terkenal; tapi si teman ternyata harus berhadapan dengan sekelompok orang yang selalu menyerang, melakukan kekerasan verbal, dan mengeksekusi pembunuhan karakter kepada orang ini? Hal ini bukan fenomena yang aneh, dan tentu saja bisa dijelaskan secara ilmiah. Nama psikologis populernya adalah “tall poppy syndrome” sedangkan nama ilmiahnya biasanya disebut “threatened egotism prior …
Buku, Mix n' Match »
Oleh: Carmen
“Poetry is a way of coming to know the realness of things; fiction is a way of coming to know the world of relationships; nonfiction is a way of coming to know the world of the mind.” (Nancy Bunge)
Harinya panas terik. Di luar rumah udaranya juga kering, ditandai debu-debu yang beredar dimana-mana. Keringat mengalir di leher dan pelipis jika tidak di ruangan ber-AC. Di saat seperti itu, es krimlah yang kuingat. Benda kecil dingin yang enak rasanya itu secara langsung menawarkan hal yang berbeda dari udara saat ini: sensasi dingin.
Buku, Seni Budaya »
Oleh: Lazy
Akhir-akhir ini buku menjadi topik utama yang dibicarakan SepociKopi. It’s amazing! Angkat topi untuk SepociKopi. Di sini, saya juga ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana buku bisa mengantarkan atau menjadikan saya seperti sekarang ini. Pertama, saya ingin mengatakan, ‘Saya bangga menjadi kutu buku’. Melalui buku saya belajar banyak hal melebihi apa pun; melebihi pengalaman, melebihi pendidikan di sekolah, dan melebihi nasihat-nasihat yang pernah saya terima.
FabuLezlyCool, Humaniora »
Oleh: Chossy Tan
Mendapat uang kembalian yang kotor, kumal, bau, dan lecek pasti sangat menjengkelkan. Tapi, sekusut-kusut dan seburuk-buruknya penampilan uang itu, kita pasti tidak mau membuangnya begitu saja, bukan? Kita pasti akan tetap menggunakannya untuk bertransaksi. Bagaimana pun juga, lembaran kertas kusut dan bau itu tetap memiliki nilai uang. Nilai uang yang kucel tetap sama dengan nilai uang yang lembarannya masih baru keluar dari Bank Indonesia.
Perempuan, Sepocikopiana »
Oleh: Ratri Sujat
Baru kali ini saya menulis tentang Kartini, di tanggal 21 April ini, hari yang sejak 1964 diperingati oleh bangsa Indonesia sebagai hari besar untuk mengingat jasa-jasa Raden Ajeng Kartini atas pemikirannya yang cemerlang untuk kemajuan perempuan Indonesia. Saya tergerak menuliskannya setelah merenung panjang sambil membayangkan kondisi saat itu dengan icon-icon: perempuan, Indonesia, Jawa ningrat, sebelum tahun 1900.
Humaniora, Poling »
Oleh: Samuel Steffany
Kekayaan ayahku telah menempatkanku di pasar budak, dan pria ini telah membeliku. Aku tidak tahu dan tidak mencintainya, namun aku akan belajar mencintainya, melayaninya, dan membuatnya bahagia. Aku akan memberi dia semua yang dapat diberikan seorang wanita lemah pada laki-laki kuat.





