Articles tagged with: individu
Mix n' Match »
Oleh: Carmen
Kamu tipe yang mudah kepancing emosinya? Ih cupu. Atau yang sering merasa tersinggung? Ya ampun, capeknya. Gampang stres kalau ada yang mengintimidasi? Aduh kasihan… Sini-sini merapat ke penulis lesbian yang cantik.
Oke, sebelum mulai, aku mengaku bahwa objek tulisan kali ini bisa dibilang mikroskopik–menunjuk ke diri sendiri. Lesbian kan umumnya gemar menjelek-jelekkan diri sendiri tuh, nah sekarang mungkin saatnya sekali-sekali ada yang mengangkat diri sendiri secara terbuka terang-terangan.
Humaniora, wawancara »
Oleh: Lakhsmi dan Vilinnz
Sungguh menggembirakan mengetahui Zoya Amirin bersedia menjadi tamu di forum #QASK di Twitter SepociKopi. Sudah lama SepociKopi menanti-nantikan kesempatan berbincang dengan para psikolog handal yang ahli di bidangnya. Ketika kesempatan itu tiba, kami langsung mengundang Zoya agar hadir di linimasa SepociKopi.
Buku, Seni Budaya »
Oleh: Lazy
Akhir-akhir ini buku menjadi topik utama yang dibicarakan SepociKopi. It’s amazing! Angkat topi untuk SepociKopi. Di sini, saya juga ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana buku bisa mengantarkan atau menjadikan saya seperti sekarang ini. Pertama, saya ingin mengatakan, ‘Saya bangga menjadi kutu buku’. Melalui buku saya belajar banyak hal melebihi apa pun; melebihi pengalaman, melebihi pendidikan di sekolah, dan melebihi nasihat-nasihat yang pernah saya terima.
FabuLezlyCool, Humaniora »
Oleh: Lo
Pernah tahu arti pasukan cuci tangan? Itu istilah pribadi saya untuk menggambarkan orang-orang yang suka cuci tangan. Cuci tangan di sini bukan berarti denotasi. Saya tidak sedang membantu produsen sabun untuk mensosialisasikan gerakan cuci tangan. Pasukan cuci tangan yang saya maksud adalah orang-orang yang suka (sekali) mengeluh tapi nol untuk urusan tindakan.
Film, Humaniora, Seni Budaya, wawancara »
Oleh: Alex dan Vilinnz
Pada tanggal 11 April 2012, #QASK di Twitter SepociKopi kedatangan tamu istimewa, yaitu Lola Amaria. Perempuan yang memulai karier sebagai wajah Femina ini, belakangan lebih dikenal sebagai sutradara dan produser. Betina (2003), Novel Tanpa Huruf R (2004), Minggu Pagi di Victoria Park (2006) adalah beberapa film yang dihasilkannya sebagai sutradara.
Renungan, Sepocikopiana »
Oleh: Nura Ranu
Lesbian. What is ‘Lesbian’?
Pertanyaan itu sering banget mengganggu pikiranku. Menurut KBBI, lesbian adalah perempuan yang mencintai atau merasakan rangsangan seksual sesama jenisnya; perempuan homoseks. Sedangkan menurut temanku, lesbian adalah perempuan yang hanya bisa hidup dengan bernafaskan cinta perempuan. Hmm…
Perempuan, Sepocikopiana »
Oleh: Yasmin
Masih ingat syair lagu Bangun Pemudi Pemuda, kan? Menurutku itu bukan sekadar lagu nasional yang harus dihapal dan dinyanyikan saat 17 Agustus atau saat perayaan Sumpah Pemuda, tapi perlu dicamkan makna syairnya yang mengajak pemuda dan pemudi Indonesia untuk produktif. Bekerja.
Bangun pemudi pemuda Indonesia.
Tangan baju mu singsingkan untuk negara.
Masa yang akan datang, kewajibanmulah.
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa.
Persona, Seni Budaya, wawancara »
Oleh: Vilinnz dan Ade Rain
Saya dan redaksi SepociKopi sangat beruntung sebenarnya ketika sebuah nama muncul dari Helga Worotitjan, yang menjadi nara sumber sepekan lalu untuk Tamu Istimewa Twitter SepociKopi. Sebenarnya beberapa kali sliwar sliwer memerhatikan deretan daftar link blog yang direkomendasikan beliau di blognya, saya acuh.
Humaniora, Twitter »
Ucapan terima kasih kepada Suksma Ratri yang bersedia menjadi tamu istimewa pada diskusi dan tanya jawab virtual bertema HIV/AIDS pada tanggal 28 Maret 2012 di Twitter. Terima kasih atas ceritanya yang berani, kuat, dan inspiratif. Sungguh, kisah hidupnya menyemangati dan memberikan secercah harapan bagi setiap lesbian. SepociKopi sangat terhormat dengan kehadiran @suksmaratri di linimasa @sepocikopi.
Sampai bertemu lagi di acara diskusi dan tanya jawab Twitter @sepocikopi.
@SepociKopi, 2012
Humaniora, Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
Betapa hebatnya kemajuan teknologi komunikasi, sehingga seorang individu atau beberapa orang saja dapat membuat media massa sendiri. Dia yang menjadi reporter, menjadi editor, lay-outer, kemudian menyebarluaskan, hingga menanggung resiko sendiri terhadap apa yang diberitakan tersebut. Siapa saja bisa menjadi penyebar informasi, agen perubahan yang baik atau agen malapetaka.





