Home » Archive

Articles tagged with: ibu

Have Your Say, Sepocikopiana »

[24 Feb 2012 | 14 Comments | 503 views]
Have Your Say: Menentang Ibu

Kita tidak pernah meminta dilahirkan di dunia oleh Ibu, tapi bukankah akhirnya kita kerasan di bumi ini? Begitulah cinta seorang Ibu sepanjang zaman. Ribut-ribut dengan orangtua gara-gara urusan orientasi seksual selayaknya direnungkan dengan baik-baik sebelum nasi menjadi bubur. Bagaimana kalau penyesalan datang terlambat? Dengarkan kisah sahabat lesbian kita, Fridya, yang rindu ingin kembali ke masa lalu.

Have Your Say, Sepocikopiana »

[17 Feb 2012 | 16 Comments | 634 views]
Have Your Say: Kenangan di Masa Lalu

Mencintai seseorang memang indah, sampai pada hari dia bersama orang lain alias menikah. Banyak lesbian yang harus merelakan kekasihnya menikah dengan sebongkah hati yang patah. Bagaimana merekat hati yang rusak itu? Dengarkan kisah sahabat lesbian kita, Indigo, yang bercerita tentang masa lalunya.
Dia mantan saya. Dan sebentar lagi dia akan menikah.

Cuci Mata, Gaya Hidup »

[4 Jan 2012 | 5 Comments | 289 views]
Cuci Mata: Happy Shopping Day

Oleh: Sidney
Pada malam Tahun Baru, kami sekeluarga iseng ke mal untuk dinner, ceritanya. Tentu bisa membayangkan dong berapa juta manusia Jakarta yang ada di mal pada malam itu. Ratusan juta manusia berjubel berdesakan dorong-dorongan untuk cuci mata. Seperti nggak ada tempat lagi di dunia ini buat penduduk Jakarta menghabiskan Tahun Baru. Ini sebenarnya olok-olokan pada diri sendiri juga. Paham, kan?
Saking ramainya, kami terpaksa harus menunggu 1,5 jam untuk bisa makan malam di resto favorit. Daripada menunggu dengan muka manyun, tentunya aku dan Mom berkeliling dong. Ke mana lagi kalau bukan …

God, Humaniora, Ibu, Keluarga, Spiritualisme, Twilight Zone »

[24 Dec 2011 | 6 Comments | 200 views]
Malam Natal Kita

Oleh: Deni Melisa

Malam Natal selalu mengingatkanku padamu, Ibu. Cengkeh yang biasa kau tusukkan di atas kue nastar kita, aromanya menyerebak di dapurmu. Aroma cengkeh itu sudah lama tak mampir ke hidungku. Sudah lama sekali, sejak kau meninggalkanku bergelut di dunia yang fana ini.

Sekarang, yang ada bukan aroma cengkeh, tapi aroma gurihnya ayam panggang. Hidup telah berubah Ibu, masa telah berganti. Meski di malam Natal ini aku tetap bersama orang-orang terkasih, tapi itu bukan kau, bukan Papa, bukan Cici, bukan Koko. Mereka adalah orang-orang yang berbeda dengan cinta yang sama. Mereka …

Sepocikopiana, Tentang Cinta »

[22 Dec 2011 | 9 Comments | 147 views]
Selamat Hari Mama

Oleh: Jacquier de vache
Sosok seorang Mama bagiku, mungkin tidak ada bedanya dari mama yang lain. Yang sangat aku hargai, karena telah melahirkanku ke dunia ini. Tapi sayangnya, aku sering membanding–bandingkan Mama dengan yang lain.
Seandainya, Mama seorang wanita karier, pasti dia tidak akan rempong mengingatkanku kapan harus pulang. Dia tidak ingat waktu yang tepat untuk pulang ke rumah, karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya.Artinya, aku bisa bebas menghabiskan waktuku di luar. Seandainya, Mama seorang perempuan yang gaul dan eksis, pasti dia tidak perlu mengganggu waktuku bertelponan dengan partner, hanya untuk mengajarkannya cara …

Humaniora, Tajuk »

[20 Dec 2011 | 10 Comments | 204 views]
Tajuk: (Bukan) Ibu dan Kita

Oleh: Nuha Guwa
Ketika aku masih duduk di sekolah dasar, aku paling malas bangun pagi. Namun, ibuku ini selalu sabar membujuk agar aku menghirup udara bersih setiap hari. Dia menemaniku bermain badminton di bawah sinar mentari. Katanya biar tulang-tulangku kokoh dan sekuat baja. Ayahku, beliau selalu mengajakku menyempatkan diri berkunjung ke tetangga kami yang kulit dan statusnya sangat berbeda. Sehingga aku mengenal apa artinya kemuliaan dan toleransi. Mereka memelihara sehelai jiwaku yang masih kecil untuk selalu peduli dengan kepapaan orang lain.

Personal Life, Sepocikopiana »

[23 Nov 2011 | 2 Comments | 234 views]
Dance with My Father

Oleh: Krishna
Dering telepon di waktu makan malam mengagetkan saya. Di seberang, salah seorang sahabat terbaik saya bergumam, “Sori, gue nggak bisa bantuin lo ngerjain paper. Bokap gue meninggal.”
Lama sesudah telepon yang mengejutkan itu, saya termangu, tidak percaya bahwa kematian dengan cepat menjemput seseorang tanpa tanda dan berita. Sebelum telepon itu, kami sempat saling meledek di telepon masalah paper yang harus diselesaikan untuk mengisi sebuah seminar. Sungguh tidak terbayangkan setengah jam kemudian suasana berubah menjadi suasana duka.

FabuLezlyCool, Humaniora »

[9 Nov 2011 | 5 Comments | 289 views]
FabuLezlyCool: Disayang Seumur Hidup

Oleh: Akapela Violinist
Pernah nggak sih kesel sama orang tua dan pengin kabur dari rumah? Pernahkah berpikir kalau hidup jauh dari orang tua pasti bakal lebih enak daripada hidup bersama mereka? Kalau jawabannya pernah, berarti kita sehati nih.

Humaniora, Say It Oud Loud »

[8 Nov 2011 | No Comment | 291 views]
Say It Out Loud: I Love You, Mom And Dad!

Mencintai orangtua bukanlah suatu paksaan, tapi sebenarnya berasal dari hati nurani dan ikatan batin yang tersimpul antara si anak dengan orangtua. Mengacalah di sana, maka akan ditemukan sebuah benang tipis kasat mata yang membentang erat dengan pasangan manusia yang dipanggil dengan nama ayah dan ibu. Ada hubungan unik, menarik, dan menantang dari setiap anak kepada orangtuanya. Apalagi kaum lesbian! Banyak air mata, senyum, kepedihan, kerisauan, kegundahan, jeritan, kemarahan, kegusaran, kegembiraan, kepuasaan…. yang mengisi ruang-ruang episode lesbian dengan Papa-Mama.

Humaniora, Ibu, Keluarga, Twilight Zone »

[5 Nov 2011 | 13 Comments | 222 views]
I Owe it All to You, Mama

Oleh: Frizzy Jo
Mama…
Masih ingatkah Mama saat mengikat tanganku pada kaki mesin jahit yang setiap hari Mama gunakan untuk mencari tambahan penghasilan bagi keluarga kita? Tangan yang Mama ikat itu sebelumnya telah kugunakan untuk memukul kawanku. Saat itu aku begitu marah pada Mama karena Mama bukannya membelaku dan memarahi temanku tapi malah menghukumku. Bahkan semua orang yang melihatku menangis pilu saat itu marah kepada Mama yang begitu tega menyakitiku, anakmu sendiri.
Masih ingatkah Mama saat tidak mengijinkan aku untuk menyentuh makan malamku? Saat itu aku begitu kelaparan dan tidak memiliki tenaga untuk …