Home » Archive

Articles tagged with: ibu

Have Your Say »

[8 Mar 2013 | 26 Comments | 2,406 views]
Have Your Say: Aku Mencoba Bertahan Sebagai Istri, Ibu, dan Lesbian

Menikah karena keadaan membuat sabahat kita Ael tidak bisa secara leluasa menjalankan kehidupannya sebagai lesbian. Ketika cinta datang, harus dijalani dengan peran ganda, sebagai istri dan ibu dan sebagai kekasih dari perempuan yang dicintainya. Berikut ini kisah jatuh-bangunnya.

Ibu, Memory »

[22 Dec 2012 | 13 Comments | 892 views]
Surat Cinta Buat Mama

Oleh: Velvet Rose
Apa kabar, Ma? Maaf putrimu ini lama tidak mengabari. Aku juga nyaris tidak menyadari waktu yang terus bergulir semakin cepat seiring tahun-tahun yang berkelebat cepat. Tak terasa sudah hampir sembilan tahun.

Have Your Say »

[16 Nov 2012 | 11 Comments | 1,402 views]
Have Your Say: Bertahan Demi Anakku

Ibu tidaklah selalu orang yang melahirkanmu. Ibu sebenarnya adalah orang yang mencintaimu dari dari dalam hatinya, berjuang karena cinta dan kasih sayang demi masa depanmu. Itulah gambaran seorang ibu dalam jiwa teman kita, Angel. Hubungannya hancur dengan sang kekekasih, namun cintanya terhadap anak yang mereka adopsi bersama tidak pernah luntur.

Humaniora, Ibu, Keluarga, Twilight Zone »

[15 Sep 2012 | 13 Comments | 679 views]
Live Life to the Fullest

Oleh: Frizzy Jo
Seperti apa rasanya penantian? Hmm… menurutku segala hal yang beraroma penantian tidak enak dialami. Tidak bagi seseorang yang sedang menanti jawaban membahagiakan ketika menyatakan perasaannya kepada orang yang ia cintai, tidak juga bagi seseorang yang rekening tabungan serta dompetnya sekarat ketika ia menanti tanggal gajian, apalagi bagi seseorang yang sedang berjuang melawan penyakitnya dan divonis oleh tim dokter bahwa usianya tidak akan bertahan lama.

Have Your Say, Sepocikopiana »

[14 Sep 2012 | 37 Comments | 2,970 views]
Have Your Say: Demi Orangtua, Kami Berhenti di Sini

Cinta selalu indah pada mulanya. Terlebih jatuh di tangan dua insan yang saling mencintai. Tapi bagaimana bila di sudut sana ada seseorang yang tidak bisa menerima hubungan cinta itu? Dan dia adalah orang yang amat-sangat-mencintai. Kekasihmu memanggilnya Mama. Cinta bisa rumit di  tengah perjalannya, seperti yang dialami teman kita Della Quinzha dan partnernya. Namun di ujung segalanya, cinta selalu menang dengan sesuatu bernama ikhlas.

Have Your Say, Ibu, Sepocikopiana »

[6 Jul 2012 | 17 Comments | 1,817 views]
Have Your Say: Jatuh-Bangun Kehidupanku

Buat sebagian orang, lesbian adalah bawaan lahir, tapi buat sebagian yang lain, ada yang memilih mencintai perempuan setelah menghadapi kepahitan hidup karena ulah lelaki. Keluarga broken home, ayah yang kasar dan tidak setia, kekasih pria yang mendua di depan mata, dan lain sebagainya. Tapi siapa bilang kehidupan percintaan dengan perempuan juga selalu berbuah manis?  Mari dengar penuturan teman kita, Imeysa, yang jatuh-bangun urusan cinta, hingga menyadari ada yang lebih penting selain galau-urusan-pacar, yaitu pendidikan dan cinta dari sang bunda.

Have Your Say, Sepocikopiana »

[24 Feb 2012 | 15 Comments | 981 views]
Have Your Say: Menentang Ibu

Kita tidak pernah meminta dilahirkan di dunia oleh Ibu, tapi bukankah akhirnya kita kerasan di bumi ini? Begitulah cinta seorang Ibu sepanjang zaman. Ribut-ribut dengan orangtua gara-gara urusan orientasi seksual selayaknya direnungkan dengan baik-baik sebelum nasi menjadi bubur. Bagaimana kalau penyesalan datang terlambat? Dengarkan kisah sahabat lesbian kita, Fridya, yang rindu ingin kembali ke masa lalu.

Have Your Say, Sepocikopiana »

[17 Feb 2012 | 16 Comments | 1,178 views]
Have Your Say: Kenangan di Masa Lalu

Mencintai seseorang memang indah, sampai pada hari dia bersama orang lain alias menikah. Banyak lesbian yang harus merelakan kekasihnya menikah dengan sebongkah hati yang patah. Bagaimana merekat hati yang rusak itu? Dengarkan kisah sahabat lesbian kita, Indigo, yang bercerita tentang masa lalunya.
Dia mantan saya. Dan sebentar lagi dia akan menikah.

Cuci Mata, Gaya Hidup »

[4 Jan 2012 | 5 Comments | 474 views]
Cuci Mata: Happy Shopping Day

Oleh: Sidney
Pada malam Tahun Baru, kami sekeluarga iseng ke mal untuk dinner, ceritanya. Tentu bisa membayangkan dong berapa juta manusia Jakarta yang ada di mal pada malam itu. Ratusan juta manusia berjubel berdesakan dorong-dorongan untuk cuci mata. Seperti nggak ada tempat lagi di dunia ini buat penduduk Jakarta menghabiskan Tahun Baru. Ini sebenarnya olok-olokan pada diri sendiri juga. Paham, kan?
Saking ramainya, kami terpaksa harus menunggu 1,5 jam untuk bisa makan malam di resto favorit. Daripada menunggu dengan muka manyun, tentunya aku dan Mom berkeliling dong. Ke mana lagi kalau bukan …

God, Humaniora, Ibu, Keluarga, Spiritualisme, Twilight Zone »

[24 Dec 2011 | 6 Comments | 382 views]
Malam Natal Kita

Oleh: Deni Melisa

Malam Natal selalu mengingatkanku padamu, Ibu. Cengkeh yang biasa kau tusukkan di atas kue nastar kita, aromanya menyerebak di dapurmu. Aroma cengkeh itu sudah lama tak mampir ke hidungku. Sudah lama sekali, sejak kau meninggalkanku bergelut di dunia yang fana ini.

Sekarang, yang ada bukan aroma cengkeh, tapi aroma gurihnya ayam panggang. Hidup telah berubah Ibu, masa telah berganti. Meski di malam Natal ini aku tetap bersama orang-orang terkasih, tapi itu bukan kau, bukan Papa, bukan Cici, bukan Koko. Mereka adalah orang-orang yang berbeda dengan cinta yang sama. Mereka …