<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SepociKopi &#187; humor</title>
	<atom:link href="http://sepocikopi.com/tag/humor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sepocikopi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 02:00:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.3</generator>
		<item>
		<title>Dilema Lesbian Mengadopsi Anak</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/11/19/dilema-lesbian-mengadopsi-anak/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/11/19/dilema-lesbian-mengadopsi-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Nov 2011 10:21:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[Your Story]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=16151</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Deni Melisa
Sejak 1 November 2011, aku dan Mel resmi menjadi orangtua angkat dari anak-anak kami. Anak-anak? Yups, anak-anak, karena hebatnya jumlah anak yang kami adopsi bukan cuma satu, melainkan dua, jenis kelaminnya  laki-laki dan perempuan. Tapi, please jangan tanya bagaimana kami mengadopsi kedua anak kami tersebut. Karena aku khawatir kalian akan kaget dan menganggap kami penjahat besar kalau aku sampai jujur bahwa kedua anak itu kami beli dari sebuah toko.
Ups! Sabar bos. Mereka memang bukan anak manusia, mereka adalah hamster. Sebenarnya niat mengadopsi anak hamster adalah bentuk manifestasi ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/little_princesses_by_spyrothefox-d3fp292.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-16152" title="little_princesses_by_spyrothefox-d3fp292" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/little_princesses_by_spyrothefox-d3fp292-300x217.png" alt="" width="300" height="217" /></a>Oleh: Deni Melisa</p>
<p>Sejak 1 November 2011, aku dan Mel resmi menjadi orangtua angkat dari anak-anak kami. Anak-anak? Yups, anak-anak, karena hebatnya jumlah anak yang kami adopsi bukan cuma satu, melainkan dua, jenis kelaminnya  <em>laki-laki</em> dan <em>perempuan</em>. Tapi, <em>please </em>jangan tanya bagaimana kami mengadopsi kedua anak kami tersebut. Karena aku khawatir kalian akan kaget dan menganggap kami penjahat besar kalau aku sampai jujur bahwa kedua anak itu kami beli dari sebuah toko.</p>
<p>Ups! Sabar bos. Mereka memang bukan anak manusia, mereka adalah hamster. Sebenarnya niat mengadopsi anak hamster adalah bentuk manifestasi kami dari keinginan mengadopsi anak manusia yang belum kesampaian sampai sekarang. Kata “adopsi” sengaja kami pilih supaya tidak menyakiti hati anak-anak kami kalau sampai mereka membaca artikel ini. Ya, bagaimanapun juga mengadopsi anak manusia nggak semudah membalikan telapak tangan, ada tanggungjawab besar yang harus dipikul, mereka bukan cuma membutuhkan makanan dan pakaian, tapi juga butuh cinta kasih, didikan, perhatian dan kepedulian. Dan dalam kondisi yang super duper sibuk ini, rasanya aku dan Mel belum memenuhi kriteria orangtua yang baik. Jadi, berdasarkan perenungan yang dalam, didapat kesimpulan bahwa untuk saat ini mengadopsi anak hamster adalah pilihan yang tepat demi melampiaskan hasrat merawat dan mendidik anak yang sudah menggebu-gebu di dalam diri kami.</p>
<p>Selain  karena hasrat ingin menjadi orangtua, keputusan mengadopsi hamster juga diambil lantaran Mel adalah seorang yang sangat, sangat, sangat mencintai binatang. Sakin cintanya pada binatang, kami jadi punya banyak sekali jenis binatang &#8220;peliharaan&#8221; di rumah, mulai dari ikan mas koki (yang akhirnya mati dan tinggal aquariumnya saja), anjing (ini juga mati keselek ceker ayam mentah),  hamster (semoga gak mati ya. Amin!!!), semut, kecoa, tikus, curut, kodok, nyamuk dan kupu-kupu. Banyak, kan?</p>
<p>Pokoknya gara-gara LT sama Mel aku juga ikutan menjadi pecinta binatang. Sampai-sampai membunuh nyamuk saja aku nggak mau. Kalau ada nyamuk yang mengigit kaki saat aku tidur, aku tidak akan memukulnya, melainkan mencoba mengusirnya dengan cara baik-baik, “Nyam(uk), Papi mau bobo nih. Kamu jangan gigit Papi ya. Kamu gigit Ibu Broto aja tuh, tetangga depan rumah kita yang bawelnya minta ampun.” Eh, ternyata nyamuk juga manusia loh, eh maksudnya nyamuk juga nyamuk loh. Mendengar kata-kata begitu, nyamuk itu langsung pergi dan nggak kembali lagi. Nggak tahu deh, pergi karena  stres menghadapi orang aneh macam aku, atau karena sudah mati di tangan besarnya Ibu Broto. Kalau sampai dia benar mati di tangan Ibu Broto, aku cuma bisa berdoa semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan, sambil juga berharap Ibu Broto akan mendapat balasan yang setimpal. Loh?</p>
<p>Nah, balik lagi ke masalah hamster. Kesibukan pertama kami mengadopsi hamster dimulai dari membeli kandang yang tepat, yaitu kandang yang terbuat dari terali kawat yang ukuran cukup besar supaya anak-anak kami dapat bermain dengan bebas. Kebetulan di toko tempat kami beli hamster juga menjual aneka kandang hamster lengkap dengan mainannya dengan harga murah. Kalau di toko lain harganya berkisar 200 ribu, di toko ini aku bisa dapat dengan harga 125 ribu. Murah, kan? Meski akhirnya aku gemes juga waktu cerita soal harga kandang hamster itu ke Bening. Bagaimana nggak gemes, masa Bening ngotot kalau mestinya harga kandang itu 50 ribu. Mungkin maksudnya, 50 ribu tambah telur 10 kilo.</p>
<p>Setelah membeli kandang dan segala perlengkapannya seperti tempat makan, roda putar, rumah-rumahan, botol minum, toilet, lorong-lorong kecil, makanan, pasir mandi dan serbuk gergaji, maka tugas kami berikutnya adalah memberi nama untuk anak-anak kami. Sebenarnya urusan memberi nama untuk binatang peliharaan adalah masalah simpel, tapi akan menjadi rumit kalau binatang peliharaan itu dianggap sebagai anak adopsian. Bayangkan, kami bahkan dilema akut saat hendak mengambil keputusan anak-anak mau pakai margaku atau marganya Mel. Dilema terbesar itu muncul karena kami takut diganyang sama keluarga besar yang merasa tersinggung berat lantaran marganya dipakai untuk nama binatang. Dan setelah melewati pergumulan batin yang berat, akhirnya kami putuskan untuk tidak memberi mereka marga, melainkan menambahkan kata “Amandel” dibelakang nama mereka, artinya Anak Mel ANd Deni yang Lesbian. Yay!</p>
<p>Setelah merawat Duo Amandel itu, kami baru sadar ternyata perkara mengadopsi anak itu tidak mudah. Kami harus memberi makan anak-anak tiap hari, membersihkan botol minumnya, merapikan kandang, mencuci toilet, mengganti pasir buat mereka mandi, mengantar mereka ke sekolah, les balet, les biola dan les piano. Juga mengajak anak-anak jalan ke mal di hari Sabtu, dan sedikit memaksa mereka ke gereja di hari Minggu. Fiuh!</p>
<p>Beneran deh, jadi orangtua itu benar-benar melelahkan. Bukan cuma lelah secara fisik dan materi, tapi juga lelah secara psikis.  Bayangkan, saat aku bercerita tentang anak-anakku kepada orang-orang terdekat, biasanya reaksi mereka kurang bersahabat. Ada yang manggut-manggut dengan kening yang berkerut kayak jeruk purut, ada juga yang cengar-cengir dan sesekali menghadap ke arah jendela sambil menaruh telunjuknya di kening dan bergumam pelan, “Dasar saraf!” Aku merasa aneh, mengapa tidak ada orang yang bisa memahami hubungan kami dengan Duo Amandel secara positif? Awalnya aku kira Bening-lah orang yang mampu memahami perasaan papi dan maminya si Duo Amandel, karena dia selalu merespon manis terhadap cerita-ceritaku tentang Duo Amandel, sampai suatu ketika sms-ku yang berbunyi, “Sedih nih mau ninggalin anak-anak ke luar kota.” dibalas menyakitkan oleh Bening, “Semangat dong. Ayo berjuang Papi Tikus.”</p>
<p>Hah? T-i-k-u-s?</p>
<p>Jujur ya, membaca sms itu aku sampai menangis meraung-raung. Meskipun Duo Amandel tidak mirip dengan kami, tapi mereka bukan tikus. Duo Amandel adalah Hamster. Hamster itu beda dengan tikus. Hamster ya hamster. Tapi tetap saja Bening keukeh menganggap Hamster masih punya darah keturunan tikus.</p>
<p>Sambil bercucuran air mata, aku menghampiri anak-anakku yang sedang asik bermain di roda putarnya. Kepada mereka, aku berbisik lirih, “Kalian bukan anak tikus, Nak. Kalian anakku, anak Papi dan Mami.” Tapi belum reda tangis sakit hatiku, tiba-tiba pukulan telak datang dari Mami (Mamanya Mel). Saat keponakan Mel datang ke rumah kami, dengan girangnya Mami ingin memamerkan anak-anak kami dengan suara nyaring.</p>
<p>“Leviiiiii, siniiiii deh. Liat tuh, Kakak Deni pelihara curut!!!”</p>
<p>Hah? Apaa? C-u-r-u-t?</p>
<p>Aku langsung jatuh lemas dan menangis berguling-guling sambil nyabutin gigi depan. Huh! Kalau tahu bakal begini kejadiannya, aku bakal milih adopsi anak manusia deh. Sumpah! Hikh, hikh, hikh, huaaaaaaaaa!</p>
<p>@Deni Melisa, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/11/19/dilema-lesbian-mengadopsi-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>S.O.S!: Tolong Sahabat Saya!</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/06/18/tolong-sahabat-saya/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/06/18/tolong-sahabat-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jun 2011 14:58:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[S.O.S!]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=12886</guid>
		<description><![CDATA[DoMba yang kece,
Sebenarnya saya nggak mau mengutarakan masalah saya kepada DoMba karena jauh di lubuk hati saya yang paling dalam saya nggak pernah mau mencampuri urusan orang lain meskipun orang lain itu adalah sahabat saya sendiri.  Saya mau menceritakan masalah sahabat saya, DoMba. Namanya Nina. Memang tidak lazim sih karena biasanya DoMba menerima kasus tentang pasangan. Habis mau gimana lagi, saya udah nggak tahan, hiks.
Nina memiliki krisis percaya diri yang sangat tinggi, DoMba. Saya sendiri mengakui kalau Nina sama sekali nggak cakep apalagi keren kayak DoMba. Tapi dia sangat pintar, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/Scarved_Frienship_by_Sarah_Valsheim.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-12887" title="Scarved_Frienship_by_Sarah_Valsheim" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/Scarved_Frienship_by_Sarah_Valsheim-300x214.jpg" alt="" width="300" height="214" /></a>DoMba yang kece,</p>
<p>Sebenarnya saya nggak mau mengutarakan masalah saya kepada DoMba karena jauh di lubuk hati saya yang paling dalam saya nggak pernah mau mencampuri urusan orang lain meskipun orang lain itu adalah sahabat saya sendiri.  Saya mau menceritakan masalah sahabat saya, DoMba. Namanya Nina. Memang tidak lazim sih karena biasanya DoMba menerima kasus tentang pasangan. Habis mau gimana lagi, saya udah nggak tahan, hiks.</p>
<p>Nina memiliki krisis percaya diri yang sangat tinggi, DoMba. Saya sendiri mengakui kalau Nina sama sekali nggak cakep apalagi keren kayak DoMba. Tapi dia sangat pintar, DoMba. Hasil tes IQ-nya menunjukkan tingkat kecerdasan yang mencapai kejeniusan. DoMba pasti mikir deh kalau saya naksir Nina, aduh! nggak bakal deh, DoMba. Saya paling malas pacaran sama orang pintar, yang ada saya nanti dibodohi.</p>
<p>Nah, setelah hampir satu dasawarsa kami bersahabat, saya mulai nggak tahan melihat kelakuan aneh Nina. Dia selalu berusaha menyesuaikan diri dengan pacarnya. Wajar sih kalau seseorang berusaha beradaptasi, masalahnya sikap Nina ini sangat tidak wajar. Nina dengan mudah mengubah bidang profesi agar dia bisa dekat terus dengan pasangannya. Seperti yang tadi saya katakana, dua tiga kali mungkin wajar, tapi bayangkan jika selama sepuluh tahun ini Nina sudah delapan kali gonta-ganti pacar, DoMba!</p>
<p>Aduh, DoMba, tolong saya eh tolong Nina dong. Saya kasihan lihat dia jadi seperti memiliki kepribadian ganda karena dia jadi ahli di segala bidang. Ini menakutkan, DoMba! SOS!!!</p>
<p>Salam SOS,</p>
<p>Juntet</p>
<p><strong>Jawaban dr. Jo</strong></p>
<p>Halo, Juntet.</p>
<p>Saya pikir email kamu ini adalah email iseng dari teman saya, lho. Soalnya teman saya ada yang bernama Juni dan memang rada kontet. Tapi setelah saya baca lagi ternyata bukan karena teman saya yang satu itu tidak peduli dengan masalah temannya.</p>
<p>Kasus Nina, sahabat kamu, sungguh mencengangkan diri saya. Pasti sangat menantang ya memiliki sahabat seperti dirinya? Coba kamu bayangkan saja, dengan pengetahuan yang Nina miliki di segala bidang, kamu pasti merasa terpacu untuk tetap menjaga agar otak kamu seimbang dengan dirinya. Pasti kamu nggak mau dong dibilang lemot atau nggak mutu pas dia nanya tentang satu hal dan kamu pas nggak bisa jawab?</p>
<p><em>Anyway</em>, apa yang dikatakan kamu memang benar. Merupakan hal yang wajar jika seseorang berusaha beradaptasi dengan kekasihnya. Memiliki bidang profesi yang sama merupakan sebuah keuntungan dalam menjalani hubungan. Saya pun punya pengalaman ditinggal kekasih karena kekasih lebih memilih orang lain yang bidangnya sama dengan dirinya, hiks kok jadi curhat.</p>
<p>Sebenarnya memiliki sahabat seperti Nina lumayan menguntungkan, lho. Coba ambil sisi positifnya deh. Kamu bisa menjadikan Nina sebagai sumber penghasilan sampingan kamu. Caranya adalah dengan menjadi manajernya. Di saat Nina sedang pacaran dengan seorang selebriti, nah dia pasti beralih profesi jadi selebriti juga dong. Inilah saatnya kamu mencari <em>job</em> sebanyak-banyaknya, kan lumayan tuh buat nabung. Atau di saat Nina pacaran dengan seorang guru, segera bukalah tempat les dan cari murid les sebanyak-banyaknya. Jadi kamu nggak usah takut, kamu harus bisa menjadikan peluang yang ada menjadi keberhasilan kalian berdua.</p>
<p>Nah, ada satu hal yang mungkin agak nggak enak kalau Nina nggak pernah awet pacaran. Mudah kalau dia bisa balajar otodidak untuk mengubah profesinya. Masalah bakal jadi gawat kalau dia harus melewati tahap pendidikan secara formal untuk mengubah profesinya seperti jadi dokter misalnya. Pasti repot kalau baru ikut matrikulasi eh ternyata dia keburu putus sama pacarnya, weleh.</p>
<p>Saran saya, coba kamu dekati pacarnya untuk mengubah cara pandang Nina agar dapat menerima dirinya sendiri. Coba minta pacarnya untuk membantu meyakinkan Nina bahwa pacarnya itu menerima diri Nina apa adanya.</p>
<p>Semoga berhasil ya, Juntet. Ngomong-ngomong, Mbah DeNi kemarin bilang sama saya kalau dia nggak bisa buka klinik hari ini karena ada yang ngotot mau kursus privat bidang perdukunan, emm, jangan-jangan itu Nina yang lagi pacaran sama dukun, hiyyyy.</p>
<p>Salam hangat,</p>
<p>Jo</p>
<p>@Tim S.O.S!, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/06/18/tolong-sahabat-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix n’ Match: Perfume Personality, A Tribute</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/05/29/mix-n-match-perfume-personality-a-tribute/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/05/29/mix-n-match-perfume-personality-a-tribute/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 05:28:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>
		<category><![CDATA[dunia maya]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=12411</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Carmen
Kisah dimulai dari saat menatap cermin meja rias yang berantakan di depanku. Alis, two strong brows, check. Kulit wajah, matte tapi ada sheer glow di beberapa sisi, check. Mata, some discreet eyeshadows dan individual false lashes, check. Bibir, a tinge of matte red, check. Pakaian, rambut, check, check. 
Apalagi ya? Apa ada yang kelupaan? Aksesori? Nope, kurang suka.
Ah, tentu saja! Parfum! Tapi parfum yang mana enaknya? Lagi ingin merasa seperti apa hari ini?
Mumpung lagi memandangi koleksi parfum yang berderet-deret di depanku, entah kenapa teringat juga tulisan-tulisan di SepociKopi. Aku ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Lakhsmi-Comme-des-Garcons.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-12413" title="Lakhsmi-Comme des Garcons" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Lakhsmi-Comme-des-Garcons-243x300.jpg" alt="" width="227" height="267" /></a>Oleh: Carmen</p>
<p>Kisah dimulai dari saat menatap cermin meja rias yang berantakan di depanku. Alis, <em>two strong brows, check</em>. Kulit wajah, <em>matte </em>tapi ada <em>sheer glow </em>di beberapa sisi, <em>check</em>. Mata, <em>some discreet eyeshadows </em>dan <em>individual false lashes, check</em>. Bibir, <em>a tinge of matte red, check</em>. Pakaian, rambut, <em>check, check. </em></p>
<p>Apalagi ya? Apa ada yang kelupaan? Aksesori? <em>Nope</em>, kurang suka.</p>
<p>Ah, tentu saja! Parfum! Tapi parfum yang mana enaknya? Lagi ingin merasa seperti apa hari ini?</p>
<p>Mumpung lagi memandangi koleksi parfum yang berderet-deret di depanku, entah kenapa teringat juga tulisan-tulisan di SepociKopi. Aku menjadi pembaca situs ini sudah cukup lama. Dan membacanya terkadang rutin, terkadang tidak. Terkadang dipilih tulisan yang sesuai mood. Mungkin sama dengan memilih parfum.</p>
<p>Tulisan identik dengan penulisnya. Aku tidak tahu siapa sebenarnya penulis-penulis tersebut di dunia nyata, tapi itu tidak penting. <em>Each of their personality shines through their writing; and theirs smells gooood. </em></p>
<p>Heh? Dari mana bisa kucium-ciumi? Itu lho, dari tulisan-tulisannya yang berjumlah lebih dari 40 artikel, bahkan ada yang mencapai ratusan (gile kan); dan yang menulis secara rutin dan konsisten selama lebih dari 1 tahun; bahkan ada yang jelas-jelas selama 4 tahun lebih. Kenceng banget aromanya. Beberapa penulis yang kompatibel dengan parfum-parfumku:</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Alex-Escentric-Molecules.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-12412" title="Alex-Escentric Molecules" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Alex-Escentric-Molecules.jpg" alt="" width="267" height="258" /></a>Escentric Molecules: Molecules 01</strong></p>
<p><strong>Target: Alex</strong></p>
<p>Wangi parfum ini adalah salah satu wangi paling unik. Konon jika parfumnya disemprotkan ke satu orang, akan berbeda baunya dengan saat disemprotkan ke orang lain; karena komposisinya yang akan bereaksi secara khusus dengan zat kimia individu tersebut (wangi alami tubuh tiap orang berbeda-beda). Nah, apa bayanganmu tentang sosok Alex? Buatku, ada elemen individualitas yang kental. <em>Pride, </em>mungkin itu tema yang kudapat dari membaca tulisan-tulisannya. Dia tahu apa yang dia sukai, haus akan pengetahuan visual, seorang lesbian, dan pekerja keras. Sama halnya, saat aku merasa yakin akan diriku (termasuk wangi alami tubuhku!), akan kupakai parfum ini. <em>Base note</em>-nya yang beraroma kayu yang lembut dan menyatu dengan aroma tubuhku sendiri seolah menyatakan, <em>“I love myself</em>, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Aku tidak takut pada sisi gelapku.” <em>Such power! </em>Untuk momen-momen spesial, terkadang kutumpuk dengan sedikit parfum yang lain, sehingga makin memancarkan individualitas dari selera organ olfaktori.</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Lakhsmi-Comme-des-Garcons.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-12413" title="Lakhsmi-Comme des Garcons" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Lakhsmi-Comme-des-Garcons-243x300.jpg" alt="" width="227" height="267" /></a>Comme Des Garcons: CDG 2 (Glitter edition)</strong></p>
<p><strong>Target: Lakhsmi</strong></p>
<p>Lady Lakhsmi; mungkin ada yang merinding, atau tiba-tiba resah, atau bikin kebelet, atau tak sadar mendecakkan lidah dengan berbagai alasan. Mungkin karena terkagum-kagum dengan caranya mencoretkan pena, atau karena barusan tulisannya <em>pushing your limit button in her kind of way</em>. Tak ragu, aku memasangkannya dengan parfumku yang satu ini. Tema baunya adalah “kelembutan yang meresahkan” (<em>mati ga sih, bahasanya</em>). Paduannya yang eksotis dari <em>incense, ink, amber, patchoulli, Chinese cedarwood, cumin, vertiver</em>, dan <em>fresh magnolia</em>, membuatku sendiri bergairah menantang ketagihan. Kemasannya yang <em>glitter </em>keunguan adalah yang <em>limited edition</em>; dibeli tiga tahun lalu. Parfum ini cenderung kupakai di saat-saat yang sangat penting dan genting, seperti saat perebutan beberapa <em>funding </em>yang melibatkan jumlah total jutaan dolar. Aku yang cupu dan merasa kecil harus presentasi di depan orang-orang paling konservatif di dunia; maka memerlukan kecerdasan <em>at its best</em>, keyakinan dan rupa malaikat terpercaya, serta bahasa tubuh-tutur kata yang seperti pedang. Yup, di situasi yang <em>overwhelming</em> seperti itu, aku pasti akan mengajak Lakhsmi.</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Shinigami-Serge-Lutens.gif"><img class="alignright size-full wp-image-12414" title="Shinigami-Serge Lutens" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Shinigami-Serge-Lutens.gif" alt="" width="235" height="255" /></a>Serge Lutens: Five O’Clock Au Gingembre</strong></p>
<p><strong>Target: Shinigami</strong></p>
<p>Yang terbayang dari sosok Shinigami adalah perempuan rambut merah misterius dengan mata bersinar-sinar. Haha, asyik kan, imajinasinya. Dan imajinasi tersebut bertahan hingga berjam-jam lamanya. Tulisannya terpatri di kepalamu; dan kompleksitas sudut pandang tulisan Shinigami (e.g., tidak ada di dunia ini yang hanya dikotomi hitam-putih) itu ditulis dengan bahasa sederhana (coba lihat tulisan <a href="http://sepocikopi.com/2009/11/18/telezkop-the-quest/">The Quest</a>). Tulisan-tulisannya jernih dan membawa kita melihat dari sudut pandangnya. Saking jagonya, untuk melakukan itu semua, ia jarang membawa pembaca ke “kediamannya”. Yaitu, sangat jarang si penulis bercerita tentang pengalaman atau dirinya sendiri secara detail. Sssh&#8230; privasi adalah eksistensiku, milikku. Cocok sekali kusandingkan dengan parfum yang satu ini. Wanginya yang oriental manis, seperti bergamot, ginger, hingga vanilla mengingatkanku pada wanita Inggris yang elegan, dan tampak simpel tapi <em>luxurious&#8211;a private person</em>; yang sedang minum jamuan teh sore di sebuah English Manor. Setelah beberapa jam pemakaian, ada wangi tembakau yang muncul mengagetkan. Shinigami, tahu nggak, elemen seksimu yang samar itu bikin penasaran lho. *kedip-kedip kelilipan*</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Bening-Philosophy.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-12415" title="Bening-Philosophy" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Bening-Philosophy.jpg" alt="" width="235" height="192" /></a>Philosophy: Pure Grace</strong></p>
<p><strong>Target: Sebening Embun</strong></p>
<p>Pasti pernah dong baca tulisannya Bening. Teduh, ya? Kesanku terhadap penulisnya juga begitu. Nama yang dipilih pun berbau-bau embun pagi. Aku tak menyangka parfumku yang satu ini akan cocok untuk penulis tertentu; tapi tentu saja cocok untuk Bening! Wanginya seperti memori yang kau tangkap dari udara bersih pegunungan, dan dari seprai yang putih di kasur yang empuk. Apa ya, seperti wangi baju katun putihmu yang kau pilih di lemari; karena kondisinya paling bagus. Aku pernah mematut-matut diri dan menyemprotkan parfum ini di dekat ibu hamil yang selalu eneg mencium bau-bau yang aneh sedikit. Tapi si ibu ini sama sekali tidak terganggu dengan bauku. Seperti orang habis mandi, katanya. Sama seperti habis baca beberapa tulisannya Bening, rasanya seperti keciprat air mandi, segar dan terasa nyaman untuk jiwa dan, mudah-mudahan, raga.</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Nuha-Chanel.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-12416" title="Nuha-Chanel" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Nuha-Chanel-214x300.jpg" alt="" width="175" height="208" /></a>Chanel: Chanel no.5 Eau Premiere</strong></p>
<p><strong>Target: Nuha Guwa</strong></p>
<p>Kebetulan ibuku adalah penggemar fanatik Chanel no.5; dan aku suka sekali wangi ibuku. “Adik”-nya Chanel no.5 (original), yaitu yang edisi Eau Premiere, adalah wangi yang mengingatkanku pada wangi ibu, tapi dengan versi wangi androgini yang lebih modern. Seperti ibuku yang tak bosan mengingatkanku untuk bersaat teduh setiap pagi pada Tuhan, tulisan-tulisan Nuha juga mengajakku untuk melakukan refleksi setiap minggu. Yaitu, mengajak lesbian untuk melihat ke kanan dan ke kiri terhadap kondisi sekitar; tidak hanya terpaku pada masalah kelesbianan saja. Bagiku, pujian yang menyangkut ibuku adalah pujian tinggi yang bisa kuberikan!</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Sidney-Hermes.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-12417" title="Sidney-Hermes" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Sidney-Hermes.jpg" alt="" width="142" height="200" /></a>Hermes: Un Jardin après la Mousson</strong></p>
<p><strong>Target: Sidney</strong></p>
<p>Mungkin yang hampir selalu kubaca tulisannya secara rutin, tak pernah absen sejak jaman jebot adalah kolom Cuci Mata. Setelah kupikir-pikir, alasannya sederhana. Karena <em>fun</em>! Sidney’s <em>fun</em>! Bayangkan dengan segala kesibukan yang bikin gerah sampai tidak bisa napas, satu-satunya hal yang pingin sekali dilakukan di saat-saat seperti itu tentu saja jalan-jalan dengan pacar atau teman-teman, sambil belanja-belanja. Terus makan-makan. Terus nongkrong-nongkrong. Terus belanja-belanja lagi. Terus gaya-gaya. Atau paling tidak, membaca hal-hal seperti itu. Sama halnya saat aku memilih memakai parfum yang satu ini; beraroma lemon, rempah-rempah, kemudian disusul bunga-bunga musim panas. Mirip seperti suasana saat kita jalan menuju pantai melewati tanaman-tanaman bunga, pakai <em>frilly lacey </em>dress dan di tangan memegang minuman soda. Cihui! Memang beberapa waktu terakhir, tulisan-tulisan Sidney serius membahas ekonomi (mungkin karena faktor bertambahnya umur? haha), sama seperti aroma <em>vetiver </em>yang bersih, yang muncul setelah beberapa lama pemakaian. Tanpa sadar aku juga akan lebih peduli ke kondisi keuangan, ke lingkungan sekitar yang hijau-hijauan, sekaligus cara hidup sehat di perkotaan. <em>Smart and balanced life, for lesbians</em>. Banyak senang-senang, banyak bekerja, banyak peduli juga pada sekitar dan diri sendiri. <em>That’s Sidney!</em></p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Oscar-Kai.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-12418" title="Oscar-Kai" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Oscar-Kai.jpg" alt="" width="227" height="223" /></a>Kai: Kai Eau de Parfum</strong></p>
<p><strong>Target: Oscar Arumi</strong></p>
<p>Kolom Lagak Lajang juga adalah salah satu kolom yang selalu kubaca. Mungkin karena aku mengalami pernikahan dini, dan seperti kata pepatah, “rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau”. Akibatnya, kolom yang satu ini tak pernah absen kulirik lewat jendela laptop. Sedikit iri melihat cerita si penulis yang penuh kemandirian (jadi ingat lagunya Miss Independent dari Usher), dan kadang geli kalau baca si bu dosen naksir-naksir siswinya. Seru kali ya, bisa te-pe-te-pe mulu. Walaupun begitu, ada juga kisah-kisah sedihnya juga. Aduh kadang kalau begitu, pengin deh kukenalin sama temen-temenku yang lagi cari pacar. Parfum yang kusandingkan untuknya adalah Kai, di mana pembuatnya berusaha membotolkan wangi memori masa remaja di Hawaii. Aroma tropikal bunga gardenia pada awalnya cukup menyengat, tapi sesudahnya berangsur-angsur melembut dan wangi liburan itu akan tetap di sana hingga lama. Rasanya seperti liburan sepanjang hari; dan mengingatkanku pada lajang yang yang berlari-larian di padang bunga dengan bebasnya, tapi dengan kaki telanjang sehingga terkadang serpihan duri bunga menyakiti kulit telapak. Tapi tetap, ia berlari-berlari dan berlari; dan saat kita meliriknya, kau beruntung bila melihat senyumnya yang samar.</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/De-Ni-Etat-Libre.jpg"><img class="size-full wp-image-12419 alignleft" title="De Ni-Etat Libre" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/De-Ni-Etat-Libre.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Etat Libre D’Orange: Don’t Get Me Wrong Baby, I Don’t Swallow</strong></p>
<p><strong>Target: De Ni</strong></p>
<p>Siapa penulis yang paling bikin banyak pembaca SepociKopi yang sedih lalu berbahagia? Aku mau nebak dong!  Ah <em>well</em>&#8230; Itu adalah De Ni! Aku ingat malam mingguan sama pacar, kebetulan lagi agak sedih suasananya. Habis makan kekenyangan, terus bareng-bareng kita lihat SepociKopi, dan kebetulan tulisan yang muncul di halaman depan adalah <a href="http://sepocikopi.com/2011/02/05/peran-gender-lesbian/">Peran Gender Lesbian</a>. Sukses bikin aku sama pacar ketawa-tawa sampai perut sakit karena selain kekenyangan, juga geli berlebihan. <em>Your article made our day!</em> Tanpa kesulitan, langsung parfum ini kupilih ke depan, untuk ditempel <em>post-it </em>tulisan “DE NI”. Kebetulan ini adalah hadiah Natal dari salah satu sahabat terbaikku di dunia. Judul di kemasannya sedikit nakal, tapi wanginya sebenarnya cantik; lembut dengan bunga-bunga. Yang jelas baunya tidak bikin pusing. Wangi bunga-bunga putih, seperti tulisan De Ni yang hatinya lembut seperti kapas, dan yang selalu sayang sama pacarnya. Awww cute cute (baca: kyut kyut, bukan cu-te cu-te).</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Jo-CK.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-12420" title="Jo-CK" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Jo-CK.jpg" alt="" width="207" height="200" /></a>Calvin Klein: Beauty</strong></p>
<p><strong>Target: Frizzy Jo</strong></p>
<p>Entah mengapa, habis baca tulisan-tulisan Jo yang gayanya berbeda-beda, yang tersisa adalah kesan “<em>gentleman</em>”. Ganteng-ganteng gimana, gitu. Hihihi. Tapi berhubung femme, maka parfum-parfumku tentu saja agak mendekati feminin semua. Walau mungkin si Jo di bayanganku ini agak jauh dari feminin, aku akan memasangkannya dengan parfum yang paling feminin dari koleksi parfum-parfumku, “Beauty”. Mengapa? Karena ada romantisme, ada kepedulian, terbalut dengan <em>cool-ness </em>yang tersirat dari artikel-artikelnya. Tulisan humoris ala S.O.S pun terkesan <em>cool</em>. Entah memang penulisnya yang <em>cool</em>, atau pikiranku sudah bias dengan “Jo sama dengan <em>cool</em>”. Buatku, wangi parfum ini identik dengan kesan yang ditimbulkan tulisan Jo: ada aroma buah yang segar, tapi setelah itu terdominasi oleh aroma bunga modern, entah apa. Tipe yang baunya enak dihirup dan orangnya enak untuk dipeluk. Lho ada apa ini, ada apa denganku.</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Ade-Rain-Chloe.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-12421" title="Ade Rain-Chloe" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Ade-Rain-Chloe.jpg" alt="" width="218" height="231" /></a>Chloe: Love, Chloe</strong></p>
<p><strong>Target: Ade Rain</strong></p>
<p>Pasti disini banyak penggemar fanatik tulisan-tulisan Ade Rain. Aku pribadi mengaku terkadang kesulitan menangkap maksud kiasan-kiasan atau analogi yang kerap muncul di dalamnya. Tapi betapapun sulitnya, untaian kata-katanya terdengar indah, tidak biasa. Dan sehabis membacanya, sering muncul perasaan, “lagi dong, lagi dong; tulis yang kaya gini lagi dong”. Ada kesan dramatis, membawa kesederhanaan atau simplisitas, sekaligus kesan kompleks. Parfum yang satu ini juga sama. Ada wangi manis buah jeruk, bedak, dan kemudian bunga yang feminin&#8211;mungkin malah <em>über-feminine</em>. Hmm. Terbayang Ade Rain yang mungkin berambut pendek, auranya feminin dari ujung kepala sampai kaki, cantik, dan pakaiannya adalah ala <em>über-feminine </em>tadi atau malah ada sedikit kesan 70‘s <em>hippie </em>khas <em>modern feminist</em>. Wangi parfum ini adalah yang paling disukai pacarku tercinta. Bikin kangen, katanya. Kalau <em>honeymoon</em>, dapat dipastikan, parfum inilah yang kumasukkan ke kotak peralatanku di koper. Siapa di sini yang pengun masukin Ade Rain di kopernya waktu bepergian?</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Jun0-CK.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-12422" title="Jun0-CK" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Jun0-CK.jpg" alt="" width="171" height="184" /></a>Calvin Klein: Euphoria</strong></p>
<p><strong>Target: Juno Bis</strong></p>
<p>Dari Juno, sang pemegang kolom yang paling seksi di SK, yang terbayang dari sosoknya di dunia nyata adalah sederhana dan simpel; andro yang mengarah ke butch. Mungkin dari luar terlihat tenang dan dewasa, malah sederhana; tapiiiii sebenarnya di dalam, gairahnya berkobar-kobar di setiap langkah kehidupannya (ampun Bu Juno! Namanya juga imajinasi *kedip*). Walau begitu, selalu yang tersaji adalah informasi-informasi yang berguna untuk sesama lesbian; dan kenyamanannya membicarakan seksualitas lesbian yang jauh dari kesan porno. Jika kusandingkan dengan salah satu parfumku, oh oh tentu saja yang paling sensual dan membuat percaya diri sebagai pecinta perempuan&#8211;dengan segala keperempuananku dan keperempuanan yang kudambakan dari perempuan. Aromanya <em>seductive</em>, ada kesan <em>wild </em>yang tersembunyi dan menimbulkan euforia dari aroma anggrek hitam; dan bahkan tidak jarang kupakai sebelum tidur. Sedikit semprot lagi, biar gosokan bu Juno makin <em>hot</em>!</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Arie-Issey-Miyake.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-12423" title="Arie-Issey Miyake" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Arie-Issey-Miyake.jpg" alt="" width="158" height="189" /></a>Issey Miyake: L’eau d’Issey</strong></p>
<p><strong>Target: Arie Gere</strong></p>
<p>Pasti tak asing dengan penulis satu ini. Entah kenapa munculnya akhir-akhir ini agak jarang, tapi siapa yang tidak ingat perjuangannya tentang cinta, serta pandangannya tentang kehidupannya sendiri dan lesbian lainnya. Mengingatkanku pada wangi parfum ini, yang aromanya romantis dari bunga <em>citrus-rose-peony </em>tampak menyeruak segar tak segan-segan mengambil banyak porsi dari kehidupan pribadi, dibagi untuk kebaikan banyak orang. <em>I wish I could smell her more often</em>.</p>
<p>Oke kustop disini dulu. Kepalaku agak pusing karena menciumi wangi parfumku satu-satu. Harusnya mencium biji kopi untuk menetralisir, tapi tidak punya <img src='http://sepocikopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Tapi semuanya untuk penulis yang telah menemaniku dan pembaca lain selama tahun-tahun yang singkat ini. Harapanku, coretan penanya akan terus menyentuh hati lebih banyak lesbian muda maupun tua; yang <em>in or out of the closet;</em> yang sedang menangis atau tertawa; dan yang lagi berjuang terus berenang mengikuti arus masyarakat. <em>And, really, each of your writing smells goood</em>!</p>
<p>Hmm. Sebenarnya masih ada parfum-parfum yang wanginya nakal-nakal, atau yang segar-segar, dan yang seksi-seksi. Tapi berhubung aku masih berstatus latihan ilmu nujum, jadi rada susah kalau menilai penulis dari beberapa tulisan saja, harus dari yang banyaaak dan yang baru! Makanya yukkk&#8230; banyak-banyak menulis (<em>excited </em>siap-siap membaui aroma tulisan).</p>
<p>Sudah waktunya pula bagiku untuk berangkat. Acara yang kuhadiri kali ini melibatkan beberapa istri pembesar; untuk acara sosial di hotel yang mewah. Hmm, kuputuskan untuk membawa Sidney! <em>It’ll be fun</em>!</p>
<p><em>(semprot-semprot) </em>Ayo Sidney, kita pergi!</p>
<p>@Carmen, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/05/29/mix-n-match-perfume-personality-a-tribute/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>S.O.S!: Status Nggak Jelas</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/05/21/sos-status-nggak-jelas/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/05/21/sos-status-nggak-jelas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 08:37:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[S.O.S!]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[Relationship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=12292</guid>
		<description><![CDATA[Dear DoMba yang baik hati,
Saya sedang dekat dengan seorang perempuan super duper keren yang saya kenal menjelang akhir tahun lalu. Dia dewasa, bijak, baik hati, smart, pintar main musik, suka bikin saya tertawa, bisa nyanyi, senang ngemil, sukanya “ngomelin” orang, duh, pokoknya keren, deh! Terus terang, saya sangat mengaguminya dan jatuh cinta padanya, yang wajahnya kalau sedang bete jadi tampak seperti kulkas itu. Dingin.
Kami berdua tinggal di kota yang berbeda dan hanya berkomunikasi melalui telpon dan YM. Ketika ia melarang saya untuk menghubunginya di malam hari atau pagi-pagi buta, saya ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/moon_by_dragonfly_world-d3gu4ud.jpg"><img class="size-full wp-image-12293 alignleft" title="moon_by_dragonfly_world-d3gu4ud" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/moon_by_dragonfly_world-d3gu4ud.jpg" alt="" width="220" height="309" /></a>Dear DoMba yang baik hati,</p>
<p>Saya sedang dekat dengan seorang perempuan super duper keren yang saya kenal menjelang akhir tahun lalu. Dia dewasa, bijak, baik hati, <em>smart</em>, pintar main musik, suka bikin saya tertawa, bisa nyanyi, senang ngemil, sukanya “ngomelin” orang, duh, pokoknya keren, deh! Terus terang, saya sangat mengaguminya dan jatuh cinta padanya, yang wajahnya kalau sedang bete jadi tampak seperti kulkas itu. Dingin.</p>
<p>Kami berdua tinggal di kota yang berbeda dan hanya berkomunikasi melalui telpon dan YM. Ketika ia melarang saya untuk menghubunginya di malam hari atau pagi-pagi buta, saya merasa sedih. Saya sudah bilang, alasan saya menelpon dia pagi-pagi adalah bangunin dia untuk salat subuh. Eh, dia nggak percaya juga. Tidak puas dengan penjelasan saya, dia matikan telpon genggamnya dan esoknya berkata, “HP ini mau dihidupkan atau dimatikan, terserah aku, dong!” DoMba tahu sendiri dong nelpon orang yang kita sayangi pagi-pagi gitu kan, asyik ya? Apalagi kalau nelponnya sambil dekap-dekap guling dan bergelung dalam selimut yang tebal. Ah, jadi berasa gimanaaaaa gitu! *dibekep bantal*</p>
<p>Nah, sekitar dua-tiga minggu terakhir ini, sikapnya ke saya berubah lagi. Jadi jauh lebih hangat dan lembut. Hingga suatu siang, dia bertanya pada saya, “Kamu beneran sayang ya, sama aku?” Cepat-cepat saya jawab “iya, dong.” Lalu saya balik bertanya, “Kalau kakak, nggak sayang ya, sama aku?” saya sudah siap-siap lem besi untuk menyatukan hati saya yang patah-patah setelah mendengar jawabannya. Tidak diduga, dia menjawab, “Sayang, kok.” HAH? Nggak salah, nih?? Rasanya waktu itu saya pengen langsung ngajak kucing saya nari poco-poco, saking senangnya. Tapi, belum juga saya berhenti senyam-senyum nggak jelas, dia melanjutkan lagi kata-katanya, “Tapi setetes aja, ya?” Haepp! Saya langsung mingkem.</p>
<p>Begitulah yang terjadi selanjutnya. Kadang kami bersikap layaknya sepasang kekasih, tapi di kesempatan lain, jangan harap itu bisa terulang lagi dengan mudahnya. Pernah nih, ketika saya meminta kecup sayang darinya lagi, dia menjawab, “Apaan, sih!?” Sontak saya bertanya, “Lho, kok gitu, sih?” Dan jawabannya sungguh membuat saya terbengong-bengong, “Aku lagi jaim, nih!” Ketika saya bertanya, “Ehm, jadi kita pacaran nih sekarang?” Seperti biasa, dia langsung menukas, “Apaan sih?”</p>
<p>Nah, DoMba yang baik hati, yang konon kabarnya salah satu dari kalian ada yang berhidung jambu bol, Saya mau tanya, nih. Sebenarnya dia sayang nggak, sih, sama saya? Lalu hubungan saya dengan dia itu disebut apa dalam dunia lesbian? Pacaran, kah? Berteman tapi mesra, kah? Hangat-hangat ketiak, kah? Apa, dong? Lalu apa yang harus saya lakukan dalam menghadapi dia?</p>
<p>Salam hangat,</p>
<p>Purple.</p>
<p><strong>Jawab dr. Jo</strong></p>
<p>Purple yang hangat,</p>
<p>Mencintai seseorang yang super jaim memang sangat mengesalkan apalagi bagi kita yang menjalani hubungan jarak jauh. Kamu masih lebih baik karena sudah menggunakan teknologi telepon dan YM. Saya dulu sama Mbah waktu mendekati pacar kami masing-masing masih memakai ilmu kebatinan alias telepati, sering banget nyasar ke ayam tetangga.</p>
<p>Menghadapi masalah ini nggak usah terlalu pusing, justru kamu harus memaklumi keadaannya. Coba selidiki latar belakang keluarganya, apakah orangtuanya adalah orang yang cukup berpendidikan dalam merawat anak-anaknya. Jika iya, maka seharusnya kamu tak perlu khawatir karena sifat jaim si dia hanya bersifat sementara. Tetapi jika orangtuanya adalah orang yang tak peduli dengan anaknya, maka ini yang harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh karena dikhawatirkan akan menjadi kebiasaan yang permanen dan mengganggu hubungan kalian berdua.</p>
<p>Sifat jaim dari pasangan kamu tidak ada hubungannya dengan status hubungan kalian, namun jika kamu sungguh-sungguh mencintainya, maka kamu harus rela menemaninya untuk melanjutkan program yang dulu jarang ia lakukan dan menyebabkan tingkahnya jadi seperti ini. Jika suatu saat nanti ia kembali kambuh dengan sikapnya yang sok jaim, maka segeralah datang menemani dirinya untuk mengunjungi Puskesmas terdekat. Perhatikan dengan seksama imunisasi apa saja yang belum ia dapatkan.</p>
<p>Ya, nggak usah bingung. Jaim yang diderita si dia memang bukan Jaga Image, tapi akibat dia dulunya Jarang Imunisasi. Makanya, jangan sampai terlambat. Percaya deh, salah satu penyebab hidung Mbah kayak jambu bol salah satunya karena terlambat mendapatkan suntikan Anti Jabomibonyet atau Anti Jambu Bol Mirip Bokong Monyet. Kamu nggak mau kan kalau hal ini menimpa seseorang yang kamu cintai? Selamat mengikuti imunisasi ya.</p>
<p>Salam hangat,</p>
<p>Jo</p>
<p><strong>Jawaban Mbah DeNi</strong></p>
<p>Purple, jujur ya cewek jaim model pacar kamu sebenarnya adalah model cewek yang sangat menggemaskan. Orang tua dulu bilang kalau cewek jenis ini adalah jenis jinak-jinak merpati. Mendekat kalau kita cuekin, dan nyuekin kalau kita mendekat. Cewek jaim juga adalah jenis cewek yang pintar banget bermain peran. Dia akan berusaha memainkan perannya sesempurna mungkin sehingga kita dibuat penasaran oleh sikapnya. Tinggal kuncinya di kamu. Mampukah kamu menafsir sikap jaimnya itu ke arah interprestasi yang tepat?</p>
<p>Misalnya waktu kamu minta dikecup, dia berkata, “Apaan sih?”. Jelas sekali bahwa pertanyaan ini memiliki banyak interpretasi. Pertama, kata “apaan sih?” berarti bahwa dia kesel dan nggak suka kamu cium lantaran ciuman kamu bisa bikin pipinya bentol-bentol nggak jelas. (Mbah sarankan kamu periksa kadar asam di bibir kamu). Nah interprestasi yang kedua yang mungkin kamu belum pikirin adalahn bisa jadi  sebenarnya pacar kamu pengen banget bilang, “apaan sih? Kok cuma minta kecup doang? Minta yang lain dong sayang.” Cieeeee. (hush! Jangan geer dulu, maksudnya minta yang lain itu adalah minta cucian kotor, piring kotor, ember, kain pel, sapu ijuk dan sapu lidih. Fiuh! Met kerja, ya).</p>
<p>Begitu juga waktu kamu tanya, “jadi kita pacaran nih sekarang?” <em>Dedemenan</em> kamu kan jawab lagi tuh, “apaan sih?” Nah coba kamu interpretasikan lagi sebenernya apa arti kata “apaan sih?” yang sesungguhnya. Bisa saja kata itu memiliki dua arti. Yang pertama adalah <em>dedemenan </em>kamu terusik dengan pertanyaan kamu. Sebenernya <em>dedemenan </em>kamu ingin kamu menafsirkan sendiri hubungan jenis apa yang sedang kalian jalani. Cobalah ingat-ingat betapa besar pengorbananannya buat kamu, seberapa banyak perhatian yang dia berikan, seberapa romantisnya dia waktu bersama dengan kamu. Ah, masa setelah melalui itu semua, kamu masih mempertanyakan hubungan kalian? Kata Bang Oma, “Teer laaa luu!!”</p>
<p>Yang kedua, kata “apaan sih?” bisa juga berarti bahwa <em>dedemenan </em>kamu ngerasa kalau tidak perlu ada yang diperjelas dalam hubungan kalian, karena mungkin <em>dedemenan </em>kamu masih <em>blur </em>(sama seperti muka Mbah) dalam mengartikan hubungan kalian. Jadi dalam hal ini cobalah untuk bersabar dan biarlah kelak waktu yang akan memberikan jawaban tentang perasaan kalian yang sesungguhnya. Sebab cinta laksana semur jengkol yang tidak bisa ditutupi semerbaknya. Kamu bisa menyikat gigimu hingga satu <em>tube </em>pasta gigi habis supaya bau jengkol di mulutmu hilang, tapi ingatlah ada satu waktu dimana kamu tak sanggup lagi menutupi baunya, yaitu saat kamu mengeluarkannya di kamar mandi. Pengeluaran itu tidak bisa bohong, semerbak itu pun akan tercium. Begitu juga cinta, seiring berjalannya waktu. Cinta yang terpendam, semerbaknya akan muncul dipermukaan tanpa bisa kamu tutupi lagi. (Nyambung nggak sih analoginya? Bodo ah!) Intinya adalah tafsirkanlah semua sikap <em>dedemenan </em>kamu secara tepat, dan bersabarlah dalam menjalani hubungan kalian karena pada waktu yang tepat, kelak semua perasaan cinta itu akan terjawab. Tak perlu kata, tak perlu kepastian, karena waktu yang bergulir tanpa henti akan menjawabnya. (Fiuh!)</p>
<p>Jadi kalau ditanya jenis hubungan apa yang kalian jalani? Dengan tegas dan mantap Mbah menjawab, “Wah saya kurang tahu  toh Mbak, Lah wong saya orang baru di sini. Monggo tanya tetangga sebelah saja.”</p>
<p>Salam ngaco!</p>
<p>Mbah De Ni</p>
<p>@Tim S.O.S!, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/05/21/sos-status-nggak-jelas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>S.O.S!: Takut Pacar Bonyok</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/05/07/s-o-s-takut-pacar-bonyok/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/05/07/s-o-s-takut-pacar-bonyok/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 May 2011 13:36:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[S.O.S!]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[Relationship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=11998</guid>
		<description><![CDATA[

Dear DoMba yang Caem
DoMba, saya benar-benar butuh bantuan. Begini, setelah tiga tahun menjalani hubungan dengan pacar, sekarang ini secara tiba-tiba saya dilanda ketakutan hebat. Ini bukan perasaan takut kehilangan pacar, tapi melainkan perasaan takut kalau-kalau pacar saya dikeroyok orang. Duh, jangan sampe deh pacar saya bonyok, soalnya bukan apa-apa DoMba, sekarang aja jeleknya sudah masuk level tertinggi. Masa mau tambah jelek lagi? Hikh!
Ketakutan itu sebenarnya berawal dari pengamatan yang saya lakukan terhadap pacar saya sebulan terakhir ini. Makin lama saya melihat kok penampakan pacar saya makin nggak jelas, ya?
Pertama, beberapa ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="yui_3_2_0_3_1304771034074109">
<div id="yui_3_2_0_3_1304771034074106">
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/AAAAAA.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-11999" title="AAAAAA" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/AAAAAA.gif" alt="" width="194" height="215" /></a>Dear DoMba yang Caem</p>
<p>DoMba, saya benar-benar butuh bantuan. Begini, setelah tiga tahun menjalani hubungan dengan pacar, sekarang ini secara tiba-tiba saya dilanda ketakutan hebat. Ini bukan perasaan takut kehilangan pacar, tapi melainkan perasaan takut kalau-kalau pacar saya dikeroyok orang. Duh, jangan sampe deh pacar saya bonyok, soalnya bukan apa-apa DoMba, sekarang aja jeleknya sudah masuk level tertinggi. Masa mau tambah jelek lagi? Hikh!</p>
<p>Ketakutan itu sebenarnya berawal dari pengamatan yang saya lakukan terhadap pacar saya sebulan terakhir ini. Makin lama saya melihat kok penampakan pacar saya makin nggak jelas, ya?</p>
<p>Pertama, beberapa hari yang lalu saya lewat di depan rumah Pak Lurah yang kebetulan memiliki pohon jambu bol yang sedang berbuah. Saat melihat pohon itu, kok saya jadi teringat sesuatu&#8230; Astaga! Bentuk jambu bol itu mirip sekali dengan bentuk hidung pacar saya yang bulat dan kemerah-merahan. Spontan saya jadi ketakutan DoMba, takut kalau-kalau pacar saya akan diteriaki maling jika ia lewat depan rumah Pak Lurah, dan takut kalau-kalau ibu-ibu kampung saya akan nekat merujak hidung pacar saya.</p>
<p>Kedua, setelah gelisah urusan hidung, kegelisahan saya menjalar saat saya melihat bibir pacar saya, kok makin lama itu bibir makin mirip dengan pentungan pos ronda RT. 01. Aduh gimana ini? Mana kemarin ada insiden menghebohkan lagi, kata warga setempat pentungan pos ronda RT. 01 hilang karena ada yang nyuri. Aduh, bisa bonyok deh pacar gue!.</p>
<p>Yang ketiga, saat saya pijat kaki pacar saya, saya jadi <em>shock, </em>DoMba! pasalnya saya baru menyadari kalau ternyata betis besar milik pacar saya itu mirip sekali sama tales Bogor, saya jadi berpikir jelek, jangan-jangan kemarin Ibu Jumi tukang tales goreng itu marah-marah di pasar karena talesnya hilang.</p>
<p>Keempat, saat saya melihat perut pacar saya pas dia menari hula-hula, saya kok jadi teringat sama tempayan milik mami saya yang kemarin dibawa sama pacar saya ke rumah sepupunya, katanya sepupunya minta tempayan itu. Tapi sekarang saya jadi kepikiran untuk ngecek apakah benar tempayan itu sudah berada di rumah sepupunya, atau…?</p>
<p>Aduh gimana ini DoMba? Gimana kalau sampai pacar saya digebukin orang? Mana saya cinta mati sama dia. Sumpah, saya nggak rela kalau sampai pacar saya jadi tambah jelek! Makanya saya benar-benar butuh bantuan DoMba.</p>
<p>Salam ketakutan,</p>
<p>Melisa</p>
<p><strong>Jawaban Mbah Deni:</strong></p>
<p>Dear Melisa,</p>
<p>Melisa, jujur kayaknya Mbah nggak asing dengan kamu, soalnya namamu kamu mirip sekali dengan nama pacar Mbah. Tadinya Mbah kira kamu itu pacar Mbah, tapi setelah mendengar ceritamu, Mbah yakin kalau kamu Melisa yang lain, karena kalau mendengar ceritamu kayaknya pacarmu itu bentuknya menyeramkan ya? Pasti hidupnya nggak jelas tuh orang. Berbeda banget sama Mbah yang keren, hidung aja mirip dengan hidung Angelina Jolly (Heh?), bibir Mbah mirip dengan bibir Jessica Alba (Sumpe?), betis kayak betisnya Scarllet Johansson (Wuiiidih!!!), perut ramping dan <em>six pack</em> kayak perutnya Jacob Black (GUBRAK!!!). Pokoknya kalau digambarkan, tubuh Mbah tuh adalah perpaduan antara Christina Aguilera dengan Chris<em> </em>John.</p>
<p>Melisa, untuk mengatasi masalah kamu, saran Mbah cuma satu, coba kamu ajak ngobrol pacar kamu. Bagaimanapun juga segala masalah bisa diselesaikan asal kalian menjalin komunikasi dengan efektif. Pada waktu dan tempat yang tepat, coba tanyakan baik-baik kepada pacar kamu, apakah benar pacar kamu nyuri jambu bol milik Pak Lurah supaya hidungnya jadi hidung jambu yang hoki? Apakah benar pacar kamu adalah biang kerok hilangnya pentungan RT. 01 supaya dia memiliki bibir pentungan trend 2011? Apakah benar pacar kamu khilaf mencuri betis Ibu Jumi lantaran mengidam-idamkan betis talas Bogor? Dan apakah benar tempayan milik Mami kamu diselundupkan sama pacar kamu supaya dia punya perut buncit kayak perutnya Bagong?</p>
<p>Coba tanyakan semuanya dengan baik-baik, supaya pacar kamu tidak tersinggung. Tapi Mel, nyadar nggak? Kok kayaknya semua pertanyaan itu aneh ya? So, marilah kita bersama-sama mengecek suhu badan kita masing-masing.</p>
<p id="yui_3_2_0_3_1304771034074103">Nah, melanjutkan jawaban atas pertanyaanmu yang aneh itu, kalau pacar kamu ngaku bahwa dia adalah pelakunya. Kamu jangan laporkan dia ke polisi, tapi justru kamu harus memberikan penghargaan tertinggi sama pacar kamu. Kamu tahu kenapa Mel? Karena semua orang pernah berbuat salah, tapi cuma orang yang berjiwa besar dan memiliki keberanian laksana Arjuna di medan peranglah, yang berani mengakui kesalahannya. Jadi setelah pacar kamu mengaku, kamu harus menyambut pengakuan itu dengan peluk sayang dan ciuman mesra. Masaklah makanan favorite pacar kamu. Jangan biarkan dia melayani dirinya sediri, kamu harus memberikan <em>full service</em> untuknya. Selain membawakan makanan itu ke kamarnya, kamu juga harus menyuapinya makan. Setelah itu, berikan pijatan-pijatan lembut untuk menghilangkan segala lelahnya. Dan kalau pacar kamu mau mandi, kamu harus memandikan pacar kamu, soalnya kayaknya pacar kamu sudah lama mengidam-idamkan dimandiin seseorang.</p>
<p>Lakukan semua ini kira-kira seabad lamanya. Soalnya menurut penerawangan Mbah, kalau sampai kamu nggak melakukan semua ritual ini dengan baik, dengan berat hati Mbah harus memberikan kabar buruk, bahwa kamu bisa terkena kutuk transfisik. Apa itu kutuk transfisik? Kutuk transfisik adalah berarti semua ciri-ciri fisik pacar kamu akan ditransfer ke kamu jika kamu tidak dengan segenap hati melakuan semua ritual pelayanan pada si Hidung Jambu itu, <em>and sorry to say</em>, biasanya manifestasinya akan jadi lebih besar dari ukuran yang sebenarnya. Artinya, kalau sampai kutuk itu terjadi, maka hidung kamu akan jadi hidung jambu bangkok, bibir kamu akan berubah jadi bibir pentungan jumbo, betis kamu akan berubah jadi betis pohon palem botol, dan perut kamu akan berubah jadi perut talang air kelurahan.</p>
<p><em>Rasain! Inilah akibatnya kalau melecehkan pacar. Emangnya lo pikir gue nggak tahu kalau ini lo, Mel??? Tegaaaaa banget kamu melukai hati pacarmu Mbah DeNi si raja keren ini. Tegaaaaaaa!!!!</em></p>
<p>Salam Kesakitan,</p>
<p>Mbah DeNi</p>
<p>Berhubung dr. Jo sedang nggak enak badan, dia pamit mau kerokan dulu. Kayanya dr. Jo juga ketakutan kena imbas kutuk transfisik <img src='http://sepocikopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@Team S.O.S!, SepociKopi, 2011</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/05/07/s-o-s-takut-pacar-bonyok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>L’Amour: Cinta Bertukar Peran</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/05/01/cinta-bertukar-pera/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/05/01/cinta-bertukar-pera/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 09:45:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[L'Amour]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[Relationship; cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=11897</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ariest Obby
Sejak pertemanan yang kami jalin di Facebook berlangsung selama sebulan, kami sepakat untuk bertemu. Berbagai perasaan berkecamuk di hati. Gundah, gelisah, bahagia, rindu juga bercampur rasa takut. Ya, ada rasa takut di hatiku, takut jika dia kecewa dengan diriku. Mungkin saja dia membayangkanku sebagai sosok perempuan yang lembut, cantik dengan rambut panjang terurai. Padahal aku adalah perempuan melabeli diriku sebagai seorang butch. Penampilanku mirip lelaki, tidak hanya karena  mengenakan pakaian seperti laki-laki tapi juga karena potongan rambutku yang pendek dan selalu ditutupi topi. Tapi yang paling aku ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/BFF__s_or_Lesbian_Lovers__by_darkest_secrets.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-11898" title="BFF__s_or_Lesbian_Lovers__by_darkest_secrets" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/BFF__s_or_Lesbian_Lovers__by_darkest_secrets-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Oleh: Ariest Obby</p>
<p>Sejak pertemanan yang kami jalin di Facebook berlangsung selama sebulan, kami sepakat untuk bertemu. Berbagai perasaan berkecamuk di hati. Gundah, gelisah, bahagia, rindu juga bercampur rasa takut. Ya, ada rasa takut di hatiku, takut jika dia kecewa dengan diriku. Mungkin saja dia membayangkanku sebagai sosok perempuan yang lembut, cantik dengan rambut panjang terurai. Padahal aku adalah perempuan melabeli diriku sebagai seorang butch. Penampilanku mirip lelaki, tidak hanya karena  mengenakan pakaian seperti laki-laki tapi juga karena potongan rambutku yang pendek dan selalu ditutupi topi. Tapi yang paling aku takuti adalah kalau mimpi yang kami jalin selama sebulan ini akan berakhir, jika ternyata kami berdua tidak cocok satu sama lain.</p>
<p>Kami sepakat bertemu di stasiun kereta api Bogor. Aku yang tiba lebih dulu menunggu di bangku peron stasiun, penuh rasa gelisah dengan degup jantung yang semakin kencang saat kereta yang ditunggu akan tiba. Keringat dinginku mulai menetes ketika para penumpang KRL mulai turun dari kereta. Aku berdiri sambil memandangi setiap perempuan yang turun dari kereta, hingga akhirnya menemukan sosok perempuan yang kucari.</p>
<p>Saat mata kami bertemu, hanya senyum yang menjadi tanda bahwa kami saling mengenali, meski tak saling menyebutkan nama. Tangan kami saling menggenggam erat. Sebenarnya aku pengen sekali memeluknya, tapi aku takut dia kaget dan malah kabur hehehe…. Hati yang semula gelisah berganti dengan gejolak rindu. Bergandengan tangan, kami susuri jalan ke tempat yang kami rencanakan menjadi tempat honeymoon. Meski baru hari ini kami benar-benar bertatap muka, namun kami berkomitmen menjalin hubungan yang serius, bukan hanya pacaran.</p>
<p>Kupacu motor dengan degup jantung yang masih kencang. Mungkin karena nervous atau apa, aku sempat kehilangan arah jalan. Tapi pasti malu banget jika ketahuan nyasar di kota sendiri. Alhamdulillah, tidak terlalu melenceng dari jalan yang seharusnya.</p>
<p>Setiba di tempat yang kami tuju, tidak menunggu waktu lama kerinduan tumpah tak terbendung. Aku bergetar merasakan ciuman pertama dari perempuan yang mengatakan jatuh cinta padaku. Ciuman perempuan yang selama ini hanya bisa kubayangkan. Ciuman yang hangat dan sangat nyata. Bibir kami menyatu penuh rindu dan cinta.</p>
<p>Dengan nafas yang masih memburu, aku teringat untuk berikar bersama. Tangan kami saling menggenggam erat, membisikkan doa meminta ijin dan restuNya agar jalinan cinta dan kasih sayang yang akan kami bina selalu dalam  berkatNya serta diberi kelancaran dan kemudahan. Kemudian kekasihku memasangkan kalung tanda pengikat cinta kasih yang memang kupinta darinya. Bukan kalung mahal secara nilai rupiah yang kuminta, tetapi memiliki arti yang tak ternilai harganya. Rasanya, setelah ikrar terucap kami bukan lagi sekedar berpacaran tetapi sungguh telah menjadi pasangan, layaknya suami dan istri. Aku telah memilihnya menjadi “suami” meski hanya Tuhan yang menjadi saksi.</p>
<p>Lalu, semua berjalan apa adanya. Aku tidak pernah membayangkan bahwa seorang perempuan mampu menciptakan sensasi tak terkatakan di setiap inci kulitku.  Semua hal yang selama ini aku hanya bisa aku  impikan menjadi nyata. Setiap detik yang berjalan seakan membayar kerinduan yang menumpuk selama ini.</p>
<p>***</p>
<p>Tetapi, waktu terus bergulir. Malam itu kekasihku ingin menghabiskan malam bersamaku, dia ingin aku menemaninya di penginapan. Tapi aku tidak bisa memenuhi permintaannya. Bagaimanapun, aku harus pulang karena ada tiga orang putri kecil yang menantiku di rumah. Sesaat ide nekat muncul di benakku. Kuajak partner menginap di rumahku. Meski kaget dan khawatir dengan ideku ini, tapi akhirnya dia setuju karena  dia akan kuperkenalkan sebagai sahabat sewaktu kuliah dulu.</p>
<p>Kembali kami berboncengan di atas motor, menerobos gerimis menuju rumahku. Meski pada awalnya aku begitu yakin akan ide tersebut,  tapi sepanjang perjalanan pikiranku terus berkecamuk. Apa yang nanti akan ditanyakan ibuku? Bagaimana menjawab pertanyaan anak-anakku jika mereka bertanya siapa perempuan yang kubawa ke rumah? Pertanyaan apa yang mereka ajukan pada partnerku? Bisakah partnerku menjelaskannya tanpa menimbulkan kecurigaan? Dalam hati kami berdoa memohon pertolonganNya.</p>
<p>Setiba di rumah, putri keduaku yang membukakan pintu.</p>
<p>&#8220;Ayo tebak, siapa ini? Kenal nggak?&#8221; tanyaku. Dan tanpa ragu, putriku menyebut sebuah nama. Aku dan partner kaget dan sempat saling pandang. Ternyata putriku bisa menjawab dan menyebutkan nama partner dengan benar. Setelah berkenalan, nyatanya partner diterima dengan hangat oleh ketiga putriku, terutama si bungsu yang langsung minta digendong oleh partner.</p>
<p>Sungguh aku sangat bahagia melihat itu semua.</p>
<p>***</p>
<p>Keesokan harinya, partner berencana pulang kampung. Setelah  memperoleh tiket dan memastikan jam keberangkatan, aku pun menemani partner dan mengantarnya ke stasiun kereta api. Saat itulah kejadian lucu dan spontan terjadi….</p>
<p>Partner yang bertubuh mungil membuat membuat naluri maskulinku muncul. Aku ingin melindungi. Dan tanpa berkata apa-apa, terjadilah  pertukaran peran itu. Dengan gagah aku membawakan tas dan barang bawaannya. Kubiarkan dia tidur di pangkuanku saat kami duduk menunggu keretanya tiba. Kurangkul tubuh mungilnya, sambil membelai rambutnya.</p>
<p>Saat ada kesempatan, aku mencuri-curi mengecup kepalanya sambil membisikkan ungkapan sayangku padanya.  Saat itu aku tak tau apa yang ada dalam pikiran partner dengan sikap dan perlakuanku.  Apakah dia suka?  Atau tidak?  Nyamankah? Atau justru dia merasa jengah karena aku mendominasi dan mengambil posisinya?  Aku tak berani bertanya, aku hanya berusaha menikmati kebersamaan yang sebentar lagi akan terpisah seiring keberangkatan keretanya.</p>
<p>Keesokan harinya, aku menghubungi partner lewat telepon. Aku memberanikan diri menanyakan perihal pertukaran peran yang spontan itu.  Ternyata meski sama sekali tak menduga, ternyata partner tetap merasa nyaman dengan perlakukanku. Tetapi tetap saja dia menultimatum “ Kalau di kamar, akulah butch-nya. Dan saat kita jalan bersama bolehlah kamu yang jadi butch-nya.” Hahaha.</p>
<p>@Ariest, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/05/01/cinta-bertukar-pera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>S.O.S!: Komik SepociKopi Dong!</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/04/16/komik-sepocikop/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/04/16/komik-sepocikop/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 09:12:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[S.O.S!]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=11626</guid>
		<description><![CDATA[DoMba&#8230;
Kemarin gue ada ceritaan nih sama pacar gue.  Dia suka  sekali liat SepociKopi, tapi dia buta hurup&#8230; kan kasian tuh, dia nggak bisa  baca. Tiap kali ketemuan minta gue bacain SepociKopi. Gue cinta banget  sama cewek gue dan rela bacain semua artikel di SepociKopi, tapi dia  kepengen juga bisa menikmati sendiri halaman SepociKopi.
Maka dari itu, dia nyaranin supaya SepociKopi memuat komik lesbian. Kan, pasti banyak  pembaca  SepociKopi  yang mau jadi volunteer dan mengirimkan komik karya mereka. Tapi,   gue bilang, &#8221; Nggak mungkin tuh bisa diterbitin ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/a_yuri_comic_by_AceroTiburon.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-11627" title="a_yuri_comic_by_AceroTiburon" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/a_yuri_comic_by_AceroTiburon-230x300.jpg" alt="" width="230" height="300" /></a>DoMba&#8230;</p>
<p>Kemarin gue ada ceritaan nih sama pacar gue.  Dia suka  sekali liat SepociKopi, tapi dia buta hurup&#8230; kan kasian tuh, dia nggak bisa  baca. Tiap kali ketemuan minta gue bacain SepociKopi. Gue cinta banget  sama cewek gue dan rela bacain semua artikel di SepociKopi, tapi dia  kepengen juga bisa menikmati sendiri halaman SepociKopi.</p>
<p>Maka dari itu, dia nyaranin supaya SepociKopi memuat komik lesbian. Kan, pasti banyak  pembaca  SepociKopi  yang mau jadi <em>volunteer </em>dan mengirimkan komik karya mereka. Tapi,   gue bilang, &#8221; Nggak mungkin tuh bisa diterbitin sama SepociKopi, <em>ntar </em>yang ada tokoh komiknya baru mau nempelin bibir, <em>ude </em>ditempel koyo sensor&#8230; jari-jari baru elus elus  betis, <em>ude </em>ditempel koyo lagi&#8230; Komik lesbian lama-lama jadi komik sakit  pegel linu  deh, koyo dimana-mana!&#8221;</p>
<p>Apalagi pacar gue kan buta huruf, dia nggak  bisa baca tulisan sensor di komik itu. Ntar tempelan itu dikirain  beneran koyo, malah jadi komik lesbian yang lagi sakit pegel linu deh&#8230;.</p>
<p>Tolong dong DoMba, sesekali tayangin komik dong di SepociKopi&#8230; tapi  jangan kebanyakan sensor ya, pokoknya jangan sampai jadi komik pegel linu.</p>
<p>Salam,</p>
<p>Jessi</p>
<p>(yang cinta banget sama ceweknya)</p>
<p><strong>Jawaban dr. Jo</strong></p>
<p>Dear Jessi yang bikin bingung,</p>
<p>Sebenarnya  sudah lama saya memikirkan hal ini, karena bukan hanya pacar kamu saja yang  menginginkan untuk dibuatkan komik di Sepocikopi. Namun banyak sekali  alasan yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk menunda sampai saya  mendapatkan solusi untuk diajukan kepada redaksi Sepocikopi.</p>
<p>Alasan  pertama sama dengan alasan kamu. Seiring  dengan maraknya pemusnahan konten pornografi di Indonesia yang  didengung-dengungkan oleh MENKOMINFO kita, tentu saja kita harus  lebih hati-hati dalam bersikap. Kita nggak mau kan pas lagi  nongkrong di Starbucks sambil menikmati komik di Sepocikopi terus  tiba-tiba ada wartawan yang kebetulan lewat  lalu salah sangka dan menangkap basah dan menjerat kita dengan UU  ITE seperti yang terjadi pada salah satu mantan anggota DPR itu tuh.</p>
<p>Alasan  kedua, kemungkinan timbulnya kesalahpahaman atas gambar yang muncul di  Sepocikopi. Padahal niatnya tuh komik menceritakan tentang kesedihan  karena patah hati eh malah disalahartikan sebagai cerita haru-biru  percintaan. Kasihan kan yang bikin komik kalau ternyata pesannya malah  nggak tersampaikan?</p>
<p>Alasan ketiga, akan timbul permasalahan dalam  penggambaran tokoh. Kalau tokohnya saya sih jelas saja tidak akan  menjadi masalah secara pasti bisa digambar dan ditebak karena tokohnya  keren, lha kalau yang terjadi sebaliknya gimana? Kan kasihan padahal  niatnya mau menceritakan jambu monyet eh malah salah paham dikira itu  Mbah DeNi karena beliau memiliki hidung ala jambu monyet.</p>
<p>Pokoknya  masih banyak deh alasan penolakan yang nggak mungkin saya ceritakan di  sini satu persatu. Saran saya, selain untuk tetap  mendekatkan kamu dan pasangan, kamu harus tetap membuat diri kamu  dibutuhkan oleh pasangan kamu dong. Dalam hal ini tentu saja pasangan  kamu akan mengandalkan kamu untuk membacakan semua artikel di  Sepocikopi.</p>
<p>Titip salam untuk pacar kamu ya.</p>
<p>Salam hangat sehangat koyo tempel,</p>
<p>dr. Jo</p>
<p>Berhubung Mbah DeNi sedang dalam perjalanan antarnegara melintasi samudera untuk mencari ramuan ajaib, marilah kita sama-sama berdoa agar perjalan mbah DeNi lancar dan sukses dan kembali dengan selamat sentosa.</p>
<p>@Tim S.O.S!, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/04/16/komik-sepocikop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>S.O.S!: Disiksa Anak Pacar</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/04/02/siksaan-anak-paca/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/04/02/siksaan-anak-paca/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Apr 2011 15:36:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[S.O.S!]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[partnership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=11373</guid>
		<description><![CDATA[DoMba yang cute.
Need Heeeeeeelp! Saya sudah nggak kuat, hampir gila, dan rasanya pengen banget jedotin kepala ke pohon kelapa. Masalahnya begini DoMba, selama ini saya pacaran sama L Mom yang mempunyai seorang anak perempuan berusia 5 tahun bernama Marrie. Pacar saya memang baik, cantik dan sangat sayang sama saya. Tapi jujur DoMba, saya sudah tidak kuat menjalani hubungan dengannya. Masalahnya bukan pada pacar saya DoMba, tapi pada anak pacar saya.
Begini DoMba, tiap kali kami mau jalan, pacar saya selalu mengajak anaknya. Awalnya sih saya senang karena anaknya lucu, gemuk dan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/The_Hero__s_Children_by_BeagleTsuin.jpg"><img src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/The_Hero__s_Children_by_BeagleTsuin-224x300.jpg" alt="" title="The_Hero__s_Children_by_BeagleTsuin" width="224" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-11374" /></a>DoMba yang cute.</p>
<p>Need Heeeeeeelp! Saya sudah nggak kuat, hampir gila, dan rasanya pengen banget jedotin kepala ke pohon kelapa. Masalahnya begini DoMba, selama ini saya pacaran sama L Mom yang mempunyai seorang anak perempuan berusia 5 tahun bernama Marrie. Pacar saya memang baik, cantik dan sangat sayang sama saya. Tapi jujur DoMba, saya sudah tidak kuat menjalani hubungan dengannya. Masalahnya bukan pada pacar saya DoMba, tapi pada anak pacar saya.</p>
<p>Begini DoMba, tiap kali kami mau jalan, pacar saya selalu mengajak anaknya. Awalnya sih saya senang karena anaknya lucu, gemuk dan suka ketawa. Selain itu saya juga fans berat Alex yang  terobsesi menjadi Tante Mami yang baik seperti Alex. Tapi seakrang saya benar-benar nggak kuat&#8230; secara baru sekarang saya sadar bahwa selama ini saya sudah dijajah dan dianiaya oleh Marrie.</p>
<p>Bayangkan DoMba, selama kami jalan, Marrie selalu minta saya gendong padahal berat badannya 30 kg. Sumpah! Encok saya langsung kumat. Selain  minta digendong, Marrie juga makannya banyak banget DoMba, dan sering banget ngerebut jatah makan saya. So, saya jadi kelaparan seharian. Dia juga senang banget ngajak saya main &#8220;Tap Patung&#8221; Dalam permainan ini kalau kita kalah suit berarti jadi patung. Nah masalahnya, Marrie nggak pernah ijinkan saya menang. Kalau saya menang dia selalu akan nangis dan ngambek, padahal hukuman bagi yang kalah adalah jadi patung seharian. Malangnya adalah selama jadi patung Marrie akan mencubiti seluruh tubuh saya tanpa ampun. Benar, saya tobat deh DoMba. </p>
<p>Jadi gimana dong DoMba? Bagaimana cara menghadapi Marrie? Secara saya juga nggak mau putus sama Maminya. Saya benar-benar butuh pertolongan DoMba secepatnya ya. Please Help!</p>
<p>Salam encok,</p>
<p>Babon</p>
<p><strong>Jawaban dr. Jo</strong></p>
<p>Dear Babon,</p>
<p>Menjalani hubungan dengan seorang lesbian yang telah menikah apalagi yang telah memiliki anak memang susah-susah gampang untuk dijalani terutama bagi lesbian single seperti kamu. Mengapa saya katakan susah-susah gampang ya karena lebih banyak susahnya daripada gampangnya. Kalau lebih banyak gampangnya pasti akan saya katakan gampang-gampang susah (halah! Penting nggak sih buat dibahas?!?)</p>
<p>Berpacaran dengan seorang lesbian menikah yang memiliki anak berarti kamu tidak hanya berpacaran dengan dirinya melainkan juga &#8220;berpacaran&#8221; dengan anaknya. Tidak hanya itu saja, kamu dan pasangan juga seharusnya menjaga diri sebaik-baiknya agar kalian sebisa mungkin tidak mengumbar kemesraan di depan anaknya. Hal ini bukan saja untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan dari sang anak yang akan membuat diri kita sengsara, melainkan juga menjaga anak dari bayang-bayang pornografi bukan?</p>
<p>Membaca masalah kamu, sebenarnya bukan menjadi masalah yang besar. Dulu saya malah mengalami hal yang lebih parah dari kamu namun saya sangat menikmatinya. Kalau kamu hanya mengalami encok karena harus menggendong berat Marrie yang 30 kg, saya setiap saat harus siap menjadi seekor kuda untuk  ditunggangi oleh anak mantan kekasih saya yang beratnya memang cuma 15 kg tapi dia senantiasa memecut saya dengan cambuknya dan menjambak rambut saya sekencang-kencangnya, bisa dimaklumi bukan alasan mengapa sekarang saya menjadi masokis?</p>
<p>Kemudian untuk masalah bermain &#8220;tap patung&#8221;. Kalau kamu harus menjadi patung selamanya karena tidak boleh merasakan kemenangan, itu masih ringan. Kamu udah pernah diajak main game-switch ala Jepang yang memakai batu, kertas, dan gunting? Eits, jangan bilang ini sudah biasa. Yang saya maksudkan saya benar-benar harus menyediakan tiga benda tersebut setiap bermain dengan anak pasangan. Dan saya bisa menggunakan benda tersebut hanya setelah ia mengajukannya dan tentu saja saya harus mengajukan benda yang membuat diri saya kalah. Nah, kalau kamu harus menjadi patung selama permainan, kalau saya kalah maka saya harus memanjat pohon di depan rumah dan menangkap lebah yang sarangnya ada di atas pohon itu serta memasukkannya ke dalam plastik. Jangan heran setiap sehabis apel ke rumah mantan, maka pulang-pulang saya akan tampil menjadi diri saya yang bengkak-bengkak akibat sengatan lebah.</p>
<p>Kamu nggak usah mikir yang gimana-gimana. Berpikirlah secara positif. Kalau kamu harus menderita encok karena menggendong Marrie yang beratnya 30 kg, maka penuhi pikiran kamu dengan pemikiran, &#8220;Ah, ini mah kecil cuma 30kg, maminya aja 65 kg bisa gue angkat di atas ranjang, masa baru segini aja gue udah keok!&#8221;. Atau kalau kamu harus menjadi patung, buat kesepakatan dengan Marrie. <em>Be smart, girl! </em>Patung itu kan nggak harus berdiri. Bilang ke Marrie kalau kamu maunya jadi patung nenek duyung yang berbaring di ranjang. Kan enak tuh kamu bisa tidur beneran. Nah, kalau dia terus menyubiti selama kamu menjadi patung, yang ini kamu bisa buat kesepakatan dengan kekasih kamu. Setiap cubitan yang kamu dapatkan harus digantikan dengan sebuah kecupan darinya pada saat sedang berduaan. Nah, pasti kamu semangat untuk dicubiti, malah sepertinya kamu akan minta nambah deh. Selamat mencoba ya!</p>
<p>Salam hangat.</p>
<p>dr. Jo</p>
<p><strong>Jawaban Mbah DeNi:</strong></p>
<p>Dear Babon yang lagi encok. </p>
<p>Sebelumnya Mbah ingin ucapkan salut buat kesabaranmu menghadapi Marrie. Soalnya kalau Mbah jadi kamu Mbah nggak bakal jedotin kepala ke pohon kelapa, tapi langsung ke buah durian. Secara ngebayangin kisahmu aja Mbah langsung jedotin kepala ke buah duku. Apalagi kalau Mbah harus mengalami apa yang kamu alami. Bagi Mbah, menggendong <em>or </em>dicubitin si Marrie sih nggak seberapa menyiksa. Tapi kalau sampai jatah makan Mbah direbut sama si Marrie, wah itu siksaan besar. Mbah bener-bener nggak terima deh. Demi mempertahankan makanan itu Mbah rela gencatan senjata, bahkan melapor ke PBB untuk membela HAM-nya Mbah. Masalahnya, makan itu bukan urusan sepele loh. Makan adalah urusan hidup dan mati. Tanpa makanan hidup Mbah laksana langit tanpa bintang, pohon tanpa berbuah, nenek-nenek tanpa sirih, <em>handphone </em>tanpa pulsa, kuburan tanpa nisan. Jangankan sama si Marrie, waktu tante Mel mau nyomot daging rendang di piring Mbah aja, Mbah sampai khilaf ketok tangannya pake centong.</p>
<p>Nah, untuk mengatasi masalah kamu ini Mbah punya beberapa saran nih. Pertama, cobalah trik berpura-pura sakit. Maksudnya gini, si Marrie kan minta gendong sama kamu karena dia tahu kamu sehat, makanya kamu harus pura-pura sakit parah kalau ketemu dia. Mbah sarankan kamu pura-pura sakit tulang punggung akut. Supaya si Marrie benar-benar percaya kamu sakit, dari awal kalian ketemu sampai berpisah, cobalah untuk selalu jalan membungkuk 90 derajat. Supaya akting kamu lebih keren, sesekali kamu merintih-rintih kesakitan, &#8220;Addduuuuhhhh, ini punggung kok sakitnya kayak dicubit gorila, ya. Aduuuuh.&#8221; Oh iya, saat merintih kamu jangan lupa gemetaran, ya. Biar kelihatan lebih menderita. Percaya deh, kalau kamu sudah coba trik Mbah yang pertama ini kamu akan bebas dari rengekan Marrie minta gendong secara si Marrie juga ogah digendong sama anak muda yang renta begitu.</p>
<p>Tapi, sebenernya trik ini ada sedikit efek sampingnya. Yaitu, setelah jalan sama Marrie dan Maminya, kamu bakal ngalamin sakit tulang punggung akut beneran akibat membungkun 90 derajat seharian. Tapi, tenang aja sakit punggung akut itu cuma beberapa hari kok. Lagian Mbah jual obat yang bisa mempercepat penyembuhan kamu. Yaitu arak gosok asli dari Cina. Harganya cuma Rp. 75 ribu. Itu sudah harga pas. Harga cantiklah pokoknya, jadi udah nggak bisa digoyang lagi. Sumpah untungnya dikit kalau main obat mah. Sebotol begitu aja, Mbah cuma ambil 5 ribu doang. Kalau nggak percaya, tanya aja di toko sebelah. Loh? Aduh maaf, khilaf. Tiba-tiba inget waktu jualan obat di Pasar Baru.</p>
<p>Oke kita lanjut ke trik yang kedua, yaitu soal makanan. Nah kalau soal ini, kamu harus ngotot tot tot habis-habisan. Sekali lagi, makanan adalah kunci kesuksesan. (Apa coba?). Jadi Mbah akan membagikan trik klasik. Jadi gini, kamu harus beradu cepat sama si Marrie. Jadi sebelum Marrie merampas makanan kamu terlebih dahulu kamu jilatin makanan yang akan kamu makan. Setelah itu, dengan bangga kamu bilang sama si Marrie, &#8220;Tante hebat loh, wajib masuk MURI karena tante sudah memecahkan rekor tidak gosok gigi selama 6 bulan.&#8221; (Kalau bisa sambil teriak, biar trik ini tambah sakti). Dijamin deh si Marrie nggak bakal menyentuh makananmu. Secara itu anak juga mikir, dari pada habis makan  mukanya langsung berubah jadi  ijo dan kejang-kejang akibat keracunan air liur yang sudah kadarluasa.</p>
<p>Tapi maaf Babon,  trik kedua ini juga tetep ada efek sampingnya. Ya, kalau kamu menggunakan trik ini, kamu harus bisa nerimo dengan legowo kalau tiba-tiba pacar kamu langsung bawa anaknya kabur sambil teriak-teriak, &#8220;Siapa sih kamu? Aku nggak kenal.&#8221; Karena malu punya pacar yang joroknya naujubileh. Dan juga kamu harus bisa berlapang dada kalau setelah kejadian ini pacar kamu langsung mutusin kamu karena takut kena rabies.</p>
<p>Lanjut ke trik ketiga. Trik ini khusus untuk menangani permainan Tap Patungnya si Marrie. Berhubung si Marrie selalu menuntut kamu untuk kalah. Jadi, Mbah sarankan kamu ajak si Marrie melakukan permainan ini di toilet mall. Jadi pas kamu kalah suit, kamu langsung buru-buru masuk ke salah satu toilet, dan menjadi patung setelah kamu mengunci pintunya. Nah, aman deh si Marrie nggak bakal bisa nyubitin kamu. Palingan si Marrie bakal nanya, &#8220;Tante ngapain sih di dalam lama banget?.&#8221; Maka kamu tinggal jawab dengan suara nyaring, &#8220;Tante ngumpet karena Tante malu sama Marrie, soalnya tante jadi patung pispot.&#8221; Nah dijamin deh kamu bakal selamat sehat wal afiat, secara habis denger jawaban kamu si Marrie bakal langsung ngacir akibat malu punya Tante yang nggak waras.</p>
<p>Nah untuk trik ini, efek sampingnya cuma ringan kok. Kamu cukup menyediakan sedikit waktu untuk diwawancara. Secara si penjaga toilet sudah memanggil staf RSJ untuk sesegera mungkin mengevakuasi kamu. Selamat mencoba.</p>
<p>Salam manis selalu untukmu,</p>
<p>Mbah De Ni</p>
<p>@Tim S.O.S!, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/04/02/siksaan-anak-paca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>S.O.S!: Partnerku Anak Mafia</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2010/11/27/s-o-s-partnerku-anak-mafia/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2010/11/27/s-o-s-partnerku-anak-mafia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2010 15:43:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[S.O.S!]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[pacar]]></category>
		<category><![CDATA[partnership]]></category>
		<category><![CDATA[tanyajawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=8751</guid>
		<description><![CDATA[DoMba yang baik,
Saya dan partner sudah menjalani hubungan lebih dari tiga tahun. Selama ini partner selalu menyembunyikan saya dari keluarganya. Maksudnya, partner tidak pernah mempertemukan bahkan memperkenalkan saya ke keluarganya.
Nah, kemarin tak ada hujan, tak ada angin, tiba-tiba partner berniat mengajak saya ke acara ulang tahun Ibu-nya. Sebenarnya sih, saya senang banget. Tapi saat partner kasih tahu keadaan keluarganya, rasa senang ini berubah jadi bingung. Gimana nggak bingung, partner akhirnya mengaku bahwa keluarganya ternyata mafia obat-obatan.
Saya yang berasal dari keluarga aparat, (meski jabatan papa saya hanya hansip komplek) memiliki jiwa ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2010/11/The_mafioso_and_the_lil_mafia_by_Royal_Guard_Lover.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-8756" title="The_mafioso_and_the_lil_mafia_by_Royal_Guard_Lover" style="WIDTH: 230px; HEIGHT: 207px" height="240" alt="The_mafioso_and_the_lil_mafia_by_Royal_Guard_Lover" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2010/11/The_mafioso_and_the_lil_mafia_by_Royal_Guard_Lover-300x240.jpg" width="300" /></a>DoMba yang baik,</p>
<p>Saya dan partner sudah menjalani hubungan lebih dari tiga tahun. Selama ini partner selalu menyembunyikan saya dari keluarganya. Maksudnya, partner tidak pernah mempertemukan bahkan memperkenalkan saya ke keluarganya.</p>
<p>Nah, kemarin tak ada hujan, tak ada angin, tiba-tiba partner berniat mengajak saya ke acara ulang tahun Ibu-nya. Sebenarnya sih, saya senang banget. Tapi saat partner kasih tahu keadaan keluarganya, rasa senang ini berubah jadi bingung. Gimana nggak bingung, partner akhirnya mengaku bahwa keluarganya ternyata mafia obat-obatan.</p>
<p>Saya yang berasal dari keluarga aparat, (meski jabatan papa saya hanya hansip komplek) memiliki jiwa partriotisme yang sudah mendarah daging, sehingga pertemuan nanti akan menjadi pertentangan batin yang rumit untuk saya. Di satu sisi saya ingin memberantas kejahatan demi bangsa dan negara Indonesia, tapi di sisi lain saya kan juga harus membina hubungan yang baik dengan keluarga partner.</p>
<p><span id="more-8751"></span>
<p>Aduh, gimana ini DoMba? Bagaimana saya mesti bersikap nanti? Tolong bantuannya DoMba. S.O.S! S.O.S!</p>
<p>Salam bingung,</p>
<p>Ucrit</p>
<p><strong>Jawaban Dokter Jo</strong></p>
<p>Ucrit yang super bingung,</p>
<p>Jadi partner yang selalu disembunyikan memang gak enak ya rasanya, saya menganalogikannya seperti menyembunyikan bulu hidung. Keinginan pasangan kamu untuk menunjukkan bulu hidung pasti sangat tinggi namun terpaksa menunggu waktu yang pas untuk memperlihatkan bahwa bulu hidungnya eksis.</p>
<p>Begitu juga dengan keinginan menunjukkan diri kamu sebagai pasangannya, seringkali logika berselisih paham dengan hati nurani tentang kapan saat yang tepat untuk menunjukkan eksistensi pasangan di depan orang-orang yang kita cintai, meskipun tentu saja sebagian besar biasanya memperkenalkannya sebagai sahabat dekat.</p>
<p>Menurut saya, hal ini adalah kesempatan yang sangat istimewa. Kamu seharusnya mempersiapkan diri sebaik-baiknya sehingga keluarga pasangan dapat melihat bahwa orang yang mereka sayangi tidak jatuh ke tangan yang salah. Berkaitan dengan keluarga pasangan yang ternyata mafia obat-obatan, <em>my dear</em> Ucrit!!! Kamu justru seharusnya memanfaatkan kesempatan bisnis ini! Pekerjaan papa kamu sebagai hansip kompleks justru akan semakin mempererat hubungan keluarga kalian.</p>
<p>Coba kamu bayangkan! Jika keluarga pasangan menyediakan obat nyamuk, papa kamu akan semakin mendapatkan kredit dari atasannya kalau berhasil melakukan sosialisasi manfaat penggunaan obat nyamuk untuk membasmi demam berdarah ke semua anggota kompleks. Selain itu, papa kamu juga akan mendapatkan kredit karena berhasil menambah penjualan obat produk keluarga pasangan kamu.</p>
<p>Ucrit, saya sendiri berasal dari keluarga mafia. Namun berbeda dengan usaha keluarga pasangan kamu, keluarga saya lebih berfokus pada usaha perkawinan silang. Pernah dengar kan tentang mafia perkawinan silang? Nah, saat ini saya sedang melakukan penelitian apakah petai bisa dikawinkan dengan terong dengan hukum Ceteris Paribus sehingga dapat menghasilkan jenis tanaman bernama Peter Cetera.</p>
<p><em>Anyway,</em> kembali ke masalah kamu, jangan takut dengan gelar mafia yang disandang keluarga pasangan kamu. Tidak semua mafia itu buruk kok, saya contohnya. Siapa tahu dengan kamu masuk menjadi bagian keluarga mereka, kamu malahan bisa menjadi ketua mafia dan mengarahkannya ke jalan yang lebih baik dari sekarang. Lagipula, jangan berprasangka buruk dulu. Siapa tahu maksud pasangan kamu adalah keluarganya ahli di bidang obat-obatan yang diformulasikan dengan cara gabungan matematika, fisika, dan kimia. Nah, yang ini justru kamu harus panik kalau ternyata nilai &#8220;mafia&#8221; kamu jeblok, he he he.</p>
<p>Masih bingung? Tenang, jempol saya masih nganggur tiga, kalau kamu mau pinjam. Ada sih satu jempol lagi, tapi barusan saya hisap-hisap sambil mikirin jawaban email kamu, mau?</p>
<p>Salam mafioso,</p>
<p>Dokter Jo</p>
<p><strong>Jawaban Mbah De Ni:</strong></p>
<p>Sebelumnya Mbah mau bilang kalau Mbah salut dengan semangat patriotisme yang mengalir deras di diri kamu. Secara, kalau Mbah perhatikan, sekarang ini orang-orang sudah mulai cuek dan merasa tidak peduli terhadap masa depan bangsanya. Padahal, kunci kemajuan bangsa berada di tangan generasi-generasi muda yang sadar, tawakal dan ikhlas membela bangsa dan negaranya.</p>
<p>Dalam sumpah pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928, bukankah kita semua berjanji untuk bersatu membela bangsa dan negara? Lalu di mana rasa persatuan dan kesatuan itu? Kenapa seolah semua mulai sirnah? Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu, apakah hanya akan menjadi semboyan belaka? Tidak, semangat juang bangsa ini tidak boleh punah.</p>
<p>Mari padukan tekad, semangat juang dan rasa nasionalisme yang kokoh, untuk membentuk Indonesia yang utuh, makmur dan sejahtera. Merdeka!!! Merdeka!!! Merdeka!! Sebab biar peluru menembus kulitku, aku tetap meradang menerjang, luka dan bisa kubawa berlari, berlari, hingga hilang pedih peri, dan aku akan lebih tidak perduli, aku mau hidup seribu tahun lagi!</p>
<p>PLAK!!! <em>(Dokter Jo berkacak pinggang, &#8220;Mbah ini kolom SOS, tugas Mbah menjawab pertanyaan bukan malah baca puisi. Serius dong ah!”).</em></p>
<p>Ya, ampyuuun. Aduh maaf ya Crit, Mbah khilaf. Soalnya bukan apa-apa, Crit. Ketika kamu menyebut-nyebut semangat partriotisme. Tiba-tiba Mbah jadi ingat masa lalu. Konon, pada tahun 1945, sebenarnya Mbah adalah salah satu orang yang ikut berjuang agar Indonesia bisa merdeka. Meskipun Mbah selalu ditaruh di barisan paling depan, tapi Mbah nggak pernah gentar. Mbah nggak pernah takut karena Mbah adalah Sang Pemberani.</p>
<p>Eng Ing Eng. Dan, satu hal yang harus kamu tahu tentang kesaktian Mbah, meskipun Mbah selalu ada dibarisan depan, tapi tidak ada satu pun peluru yang sanggup menembus tubuh Mbah karena Mbah adalah Manusia Sakti Mandra Guna.</p>
<p>PLAK!!! <em>(Dokter melotot, “Mbah please deh. Jangan membuat kebohongan publik. Dulu, memang Mbah selalu di baris depan. Tapi bukan saat perang, melainkan saat berebut makan siang. Lagian ingat ini kolom SOS, S.O.S!!! Kenapa jadi curcol sih?”)</em></p>
<p>Tobat, tobat. Dua kali ditampar Dokter Jo, hikh&#8230; Nggak lagi-lagi deh. Bukan karena sakit, tapi karena gatal-gatal akibat tangan Dokter yang banyak kumannya itu mendarat di pipi Mbah, membuat pipi yang halus lembut ini ditumbuhi bentol-bentol nggak jelas, hikh!. Okelah, mengenai masalah kamu. Mbah rasa ini memang masalah besar yang bisa membuat kamu jadi dilema, secara kamu harus mengambil keputusan apakah ingin membela bangsa Indonesia atau ingin terkesan baik keluarga partner, bukan?. Tenang kamu nggak sendiri kok. Dulu Mbah juga pernah mengalami dilema seperti yang kamu alami saat ini. Mbah mengalami konflik batin yang berat, benar-benar berat. Mbah jadi merasa sangat tertekan saat harus memutuskan apakah hidung Mbah lebih mirip jambu bol atau atau jambu monyet.</p>
<p>PLAK!!! PLAK!!! PLAK!!! <em>(Dokter Jo berjalan pongah setelah puas menampar pipi Mbah untuk yang ketiga, keempat dan kelima kalinya.)</em></p>
<p>Salam Unyil kucing,</p>
<p>Mbah De Ni</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2010/11/27/s-o-s-partnerku-anak-mafia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>S.O.S!: Ribet Ala Femme</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2009/11/14/sos-ribet-ala-femme/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2009/11/14/sos-ribet-ala-femme/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 02:51:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[S.O.S!]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=4772</guid>
		<description><![CDATA[Selamat datang di Klinik S.O.S!, klinik yang memecahkan seribu satu masalah lesbian bermasalah. Kami menawarkan solusi, bukan subsidi. Jangan ragu menghubungi kami sebab kami senang membantu aneka problematikamu. S.O.S! Pertolongan Pertama Pada Kegilaan. 
Yang Lagi buka praktek: Frizzy Jo
Dear dokter yang baik hati,
Sebelum saya mengutarakan masalah saya, saya cuma ingin dokter tau kalau saya tidak bermaksud menyinggung masalah yang berkaitan dengan kesetaraan label. Tapi masalah yang menghimpit saya kali ini benar-benar bikin saya nyaris kehilangan akal sehat, itu juga kalau memang saya punya.
Saya sudah beberapa kali menjalin hubungan yang mana ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="alignright size-full wp-image-4774" title="make_up___by_chaster" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2009/11/make_up___by_chaster.jpg" alt="make_up___by_chaster" width="186" height="285" />Selamat datang di Klinik S.O.S!, klinik yang memecahkan seribu satu masalah lesbian bermasalah. Kami menawarkan solusi, bukan subsidi. Jangan ragu menghubungi kami sebab kami senang membantu aneka problematikamu. S.O.S! Pertolongan Pertama Pada Kegilaan. </em></p>
<p>Yang Lagi buka praktek: Frizzy Jo</p>
<p><em>Dear </em>dokter yang baik hati,<br />
Sebelum saya mengutarakan masalah saya, saya cuma ingin dokter tau kalau saya tidak bermaksud menyinggung masalah yang berkaitan dengan kesetaraan label. Tapi masalah yang menghimpit saya kali ini benar-benar bikin saya nyaris kehilangan akal sehat, itu juga kalau memang saya punya.</p>
<p><span id="more-4772"></span>Saya sudah beberapa kali menjalin hubungan yang mana pasangan saya selalu femme. Kegagalan terus menerus dalam menjalani sebuah hubungan membuat saya mencapai suatu kesimpulan. Femme selalu bikin semua hal jadi ribet. Mungkin saya terkesan blak-blakan dan menyinggung perasaan para femme ya. Tapi saya tidak tahu lagi ke mana saya harus mengadu.</p>
<p>Bayangin aja, setiap kami ingin berangkat ke sebuah tempat, saya harus menunggu minimal satu jam sampai mantan pacar saya selesai berdandan. Itu pun masih terhitung beruntung jika dibandingkan dengan di tengah perjalanan tiba-tiba dia minta kembali ke rumah dengan alasan ingin menukar sepatu yang tiba-tiba dia rasa nggak <em>matching </em>dengan pakaian yang dia kenakan. Itu baru satu kasus.</p>
<p>Belum lagi sikapnya yang selalu mengingatkan saya pada iklan rokok. Jika saya sedang berpergian tanpa dirinya, pertanyaan &#8220;Lagi di mana, ngapain, sama siapa?&#8221; tidak pernah absen menghampiri saya. Jadinya bukan salah saya dong kalau saya berasumsi femme itu posesif? Setuju nggak sih, dok? Mohon saran dong sebelum saya malahan menjadi antipati terhadap semua femme. Terima kasih atas masukannya.</p>
<p>Yang nyaris anti femme,<br />
Sherly</p>
<p><strong>Jawaban:<br />
</strong><br />
Dear Sherly,<br />
Waduh, menanggapi masalah kamu bikin saya harus hati-hati dalam menjawab nih. Soalnya saya nggak mau dianggap pro anti femme, nanti klinik saya bisa didemo. Dan lebih bahaya lagi bisa-bisa saya malah susah cari gebetan, kan saya juga suka sama yang agak-agak femme gitu deh.</p>
<p>Oke, saya nggak akan membahas tentang bagaimana ribetnya berpacaran dengan femme ya. Karena bagi saya, pacaran sama siapa pun kalau memang lagi dapat yang selalu bikin ribet ya tetap aja ribet. Mau dia butch, andro, atau pun femme, percaya deh ribet nggak memandang label.</p>
<p>Untuk masalah kamu ini, saya bisa memberikan beberapa saran. Pertama-tama, mungkin sebaiknya kamu melakukan komunikasi secara baik-baik dengan pasangan kamu tentang keberatan kamu. Kalau misalnya masih juga nggak mempan, nah, ada baiknya kamu bersikap sebagai seorang femme yang ribetnya ngalahin pasangan kamu.</p>
<p>Kalau kamu harus menunggu satu jam untuk dia selesai berdandan, kamu buat deh dia nunggu kamu satu jam juga. Bisa aja pas dia dandan, kamu mandi satu jam. Saat kamu selesai mandi kan dia udah selesai tuh, nah gantian kamu buat dia nunggu kamu satu jam lagi. Nggak perlu ikutan dandan, tapi kamu bisa aja nyemir sepatu kek, nyukur bulu ketiak kek, atau mandiin anjing dan kucing tetangga. Kalau dia marah, ini saat yang tepat buat kamu numpahin uneg-uneg.</p>
<p>Atau bisa juga pas lagi jalan berdua di mal sama pasangan, dan saat pasangan lagi asyik-asyiknya lihat baju yang dia incar, kamu tiba-tiba ribut minta ke salon saat itu juga. Bukan salon rambut, tapi salon mobil loh. Atau kamu mendadak kepengin nyuci mobil sewaktu sedang berada di tengah jalan. Dijamin pasangan kamu akan balik menganggap kamu wanita paling ribet sedunia.</p>
<p>Nah, untuk masalah terakhir yang berkaitan dengan pertanyaan pasangan di telepon ibaratnya seperti konferensi pers antara polisi vs KPK. Saat kamu menerima panggilan telepon dari si dia, kamu harus mengajukan pertanyaan yang sama sebelum dia sempat melontarkan pertanyaan itu. Tanyakan kepadanya: &#8220;Lagi ngapain? Sama siapa? Di mana?&#8221; dan kalau perlu kamu bisa menambahkan kalimat yang menggambarkan diri kamu nggak percaya sama dia seperti &#8220;Masa sih? Kok di belakang kamu kayak ada suara cewek gitu?&#8221; Belajarlah bagaimana polisi ngeles dan dewan terhormat DPR bergaya di televisi. Kamu pasti bisa, deh!</p>
<p>Untuk kali ini saya berani jamin kalau pasangan kamu nggak akan jadi femme yang bikin kamu ribet lagi. Sebagai gantinya kamu akan susah punya pacar secara kamu sekarang udah lebih ribet dari perempuan mana pun yang ada di dunia. Ingat lho, dunia lesbian ini sempit, bisa jadi obrolan di telepon kamu sama di dia disadap, lalu gosip tentang kamu sudah menyebar ke mana-mana. Nah, selamat mencoba ya.</p>
<p>Salam,<br />
tim S.O.S!</p>
<p>@Frizzy Jo, SepociKopi, 2009<br />
Salam hangat,</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2009/11/14/sos-ribet-ala-femme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

