Articles tagged with: God
Humaniora, Spiritualisme »
Oleh: Ade Rain
Silakan berkenalan dengan Sarah. Usianya matang, sepuluh tahun lebih muda dariku. Kulitnya masih kencang, segar, cingklong, dan cemerlang. Aku bertemunya secara tak sengaja di sebuah toko kecil kota suci Madinah. Di antara pertokoan yang unik, diselingi bau kemenyan bakar dan rempah yang keluar dari beberapa blok di sebelahnya serta bercampur dengan debu Madinah (yang dipercaya bukan sembarang debu), kulihat Sarah pertama kali duduk di sebuah kursi, pasrah menghadap ke badan jalan. Siapa saja yang lewat, nyaris melirik dan tertarik padanya.
Humaniora, Renungan »
Oleh: Ade Rain
Mata sibuk beredar, menerawangi etalase toko swalayan yang berisi penuh minuman segar. Glek! Lima menit ngiler lebih lama bakalan bisa ngumpulin setengah botol air liurku sendiri. Ah, godaan kecil. Hari ini lebih berharga dari nonton konser Nicole PCD. Lebih mulia daripada pertemuan dengan mertua partner. Menyelesaikan puasa baik-baik, lebih dari keinginanku membelikan kekasih sport car yang larinya sekencang tornado. Apalah arti sebuah rak yang dipenuhi deratan botol dingin berisi jus? Tapi kok tampaknya segar ya? Alahai!
Akhir Ramadhan selalu membuat imanku hampir knock down. Ketabahan diuji. Pekerjaanmenuntut hasil-hasil …
Humaniora, Renungan »
Oleh: Sebening Embun
Secara umum, puasa dapat diterjemahkan sebagai aktifitas menahan diri dari makan dan minum dengan sengaja dari matahari terbit hingga tenggelam. Namun selain makan dan minum, ada hal-hal lain yang membatalkan puasa seperti: muntah dengan sengaja, mengeluarkan darah haid (menstruasi) dan nifas (melahirkan), melakukan aktifitas seksual, dan suntikan yang memasukkan makanan pada tubuh (infus). Aktifitas-aktifitas yang biasa serta halal dilakukan, mendadak menjadi sesuatu yang dilarang.
Bila jeli mencermati ceramah yang hampir setiap hari diadakan di masjid saat menjelang tarawih atau menjelang berbuka, maka banyak sekali hikmah dan faedah berpuasa dari …
Have Your Say »
Sebagai lesbian, bagaimana kita menempatkan Tuhan dalam hubungan relasi percintaan dan hidup kita? Tuhan selalu ada di setiap tarikan napas yang kita hela. Tuhan selalu menunggu kita menghampiriNya. Jangan jadikan Tuhan sebagai tembok di antara kekasih. Dengarkan kisah sahabat lesbian kita, Wina yang bercerita tentang hubungannya dengan Tuhan.
Ini kisah bersama pacarku yang pertama. Pacarku yang mengenalkanku pada dunia yang baru. Pacarku yang mengajari bagaimana cara mencintai dengan sepenuh jiwa. Pacarku yang menghadirkan tawa sekaligus luka, juga yang selalu membuatku berada dalam kungkungan pilihan.
Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
Pada dasarnya, tidak ada manusia normal yang tidak luput dari rasa benci. Rasa benci sudah menjadi kultur hidup manusia. Setiap hari kita berhadapan dengan supir angkot yang terburu-buru. Pedagang yang mengurangi takaran timbangan. Dosen yang mengamuk di kelas tanpa bisa mengendalikan amarah. Dokter yang sesuka hati menuliskan resep-resep mahal untuk mengejar target tertentu. Polisi ramah suap. Politisi yang mahir memelintir kebijaksanaan untuk kepentingan golongan tertentu. Wartawan yang menulis sesuatu hanya berdasarkan sakit hati subjektif. Teman yang selalu meminjam uang untuk kesenangan pribadi. Keseharian kita tak luput digelung benci.
God, Humaniora »
Oleh: Bening
Seorang sahabat mengirimkan pesan singkat berupa pertanyaan yang sangat singkat. Hanya empat kata. “Apakah puasa itu, Kak?”
Aku tercenung. Pertanyaan itu seharusnya sangat mudah untuk dijawab. Tapi entah mengapa aku yakin bahwa “puasa itu adalah menahan haus dan lapar” bukanlah jawaban yang ingin dia dengarkan.
Percaya atau tidak bahwa tidak ada hal yang kebetulan? Aku percaya bahwa selalu ada tangan Tuhan dalam setiap kejadian membuat aku meyakini bahwa SMS yang baru saja kuterima adalah hasil campur tangan Tuhan. Tuhan jualah yang menggerakkan jemari sahabat yang kusayang untuk mengirimkan SMS tersebut. …
Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
Udara panas menggelegak. Debu jalanan menyeruak setiap kali kendaraan melewati jalan. Semua ingin cepat, semua tak mau berlambat-lambat. Pengendara sepeda motor, pegawai, tukang ojek terburu-buru kembali ke pangkalan. Deru bis menggebu, mengusik gemuruh jantung. Pemanasan global membuat suasana menjadi sumpek dan semraut. Bulan puasa menambah keadaan menjadi berat. Mulut kering, tenaga terpanggang terik mentari. Inilah saatnya ketakwaaan dicoba.
Coming Out, Humaniora »
Oleh: Arinie
Gebyar seremonial menyambut hari kemerdekaan negara tercinta kita, Indonesia, sudah lewat. Kemerdekaan yang sarat dengan perayaan meriah dan seringkali menjadi ajang prestise dan prestasi bagi sebagian orang, seakan menjadi sesuatu yang harus dirayakan dengan simbol-simbol yang kerap kali justru kosong dari makna dan hakekat kemerdekaan itu sendiri.
Kemerdekaan juga seringkali dimaknai sebagai sebuah kebebasan yang (kadang) kebablasan. Kebebasan yang miskin nilai dan norma. Padahal sebagai umat manusia yang diciptakan oleh Tuhan yang sama, kita telah diberi hak merdeka dalam arti sebenarnya, kemerdekaan hakiki yang justru membuat kita berbeda karena derajat …
Humaniora, Spiritualisme »
Oleh: De Ni
Apa itu spiritualitas? Untuk menemukan jawabnya, mari aku ceritakan tentang salah seorang sahabat lesbianku yang beberapa waktu lalu berlibur ke sebuah daerah di Sumatra Barat bersama partnernya. Sepulang liburan, sahabatku membawa oleh-oleh berupa foto-foto liburannya. Saat aku mengomentari sepotong foto air terjun Lembah Anai yang sangat indah, sahabatku itu berkata, “Kami sampai tidak tahu bagaimana mengungkapkan kekaguman pada Tuhan saat melihat air terjun itu.” Dan aku menyebut sahabatku dan partnernya sebagai manusia yang memiliki spritualitas tinggi.
Humaniora, Spiritualisme »
Oleh: Ade Rain
Usai menyodorkan nyali berjalan di sekitar Tenderloin Street, adrenalin menciut. Kaki dan tangan rasanya tak cukup kuat mencapai bibir trotoar hotel apartemen tempatku menginap. Namun kupaksa. Aku tahu jalanan yang kulewati tadi penuh dengan dunia hitam. Bisnis hitam. Tangan-tangan manusianya hitam, lidahnya hitam, orang-orang yang berkulit merah juga hitam. Mafia Cina yang berdiri bergerombol juga hitam. Aku yang berkulit hitam juga menjadi bagian dari hitam, membaur bersama mafioso kota. Keluar dari wilayah hitam, tiba di lobi hotel, barulah dzikir membuat hati lebih tenang. Kulihat Tuhan sedang …





