<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SepociKopi &#187; curhat</title>
	<atom:link href="http://sepocikopi.com/tag/curhat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sepocikopi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 02:00:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.3</generator>
		<item>
		<title>Hidup tak Sempurna</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2010/12/21/hidup-tak-sempurna/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2010/12/21/hidup-tak-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2010 09:50:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[Coming Out]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=9057</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Tya Andriani
Hidup sebagai lesbian, seringkali aku merasakan sakit hati yang teramat lekat. Kadang, sakit hati sangat bertubi-tubi sampai aku ingin berteriak sekencang-kencangnya. Tapi tidak mungkin kan? Nanti seluruh orang keluargaku bakal kaget dan mengira-ngira apa yang terjadi dengan diriku. Padahal aku tidak ingin peduli. Yang paling parah saat aku mulai membayangkan perempuan dan jatuh cinta dengan teman-teman perempuanku. Aduh! Seringkali aku benci dengan keadaan diriku. Keadaan ini bukan hanya sekali atau dua kali, tapi terjadi berkali-kali.
Sakit hatiku memuncak terasa ketika aku kuliah. Mulai dari keluarga yang tidak dekat denganku ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2010/12/sempurna.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-9058" title="sempurna" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2010/12/sempurna-174x300.jpg" alt="" width="174" height="300" /></a>Oleh: Tya Andriani</p>
<p>Hidup sebagai lesbian, seringkali aku merasakan sakit hati yang teramat lekat. Kadang, sakit hati sangat bertubi-tubi sampai aku ingin berteriak sekencang-kencangnya. Tapi tidak mungkin kan? Nanti seluruh orang keluargaku bakal kaget dan mengira-ngira apa yang terjadi dengan diriku. Padahal aku tidak ingin peduli. Yang paling parah saat aku mulai membayangkan perempuan dan jatuh cinta dengan teman-teman perempuanku. Aduh! Seringkali aku benci dengan keadaan diriku. Keadaan ini bukan hanya sekali atau dua kali, tapi terjadi berkali-kali.</p>
<p>Sakit hatiku memuncak terasa ketika aku kuliah. Mulai dari keluarga yang tidak dekat denganku &#8211; ibu, yang sering kali melarangku berhubungan dengan si anu; ayah, yang cuek dengan keadaan kehidupan keluarga; sampai kakakku yang suka sok tua dan dewasa. Tidak ada yang mengerti perasaanku! Tidak ada, tidak ada, tidak seorang pun! Teman-teman kuliah pun juga tidak memahami diriku.</p>
<p><span id="more-9057"></span>Suatu hari, pinggir kampus aku termenung. Aku sudah bolos kuliah selama dua hari. Aku tidak tahu apa lagi yang harus kuperbuat. Tiba-tiba seorang sahabat menghampiriku lalu berujar, &#8220;Percayalah, lari dari kenyatakan bakal membutakan masa depanmu sendiri.&#8221; Aku terpana. Kalimat itu terus terngiang-ngiang di hatiku, menyisakan sesak di dadaku. Aku merasa amat sangat bersalah pada hidupku. Pada umurku. Pada masa depanku.</p>
<p>Entah bagaimana, aku memiliki semangat baru. Aku menelpon salah satu teman dan berjanji untuk menjemputnya di kampus. Kami menghabiskan waktu dengan mengobrol banyak sekali dan akhirnya aku <em>coming out</em> padanya tentang rasa suka diriku pada perempuan. Ternyata dia tidak memaki atau menghina diriku seperti yang kubayangkan. Temanku malah menerimaku apa adanya. Setelah pulang, aku terus berjanji pada diriku untuk berusaha maksimal membenahi hidupku.</p>
<p>Aku mendapat kesempatan berfikir ketika mengunjungi salah satu pamanku yang sukses berbisnis baju. Aku mendapat wejangan yang sungguh membuatku termenung. Kenapa baru sekarang aku memikirkan wejangan ini? Ke mana saja aku selama ini? Rasa sakit hati berulang-ulang karena jatuh cinta dengan teman perempuan membuatku mencari cara. Aku harus menemukan teman yang mempunyai pengalaman sama sepertiku.</p>
<p>Setahun lalu, aku hanya mengetikkan satu kata di Google dan terdamparlah aku di suatu dunia yang &#8211; kuduga fatamorgana ternyata bukan &#8211; yang penuh dengan perempuan-perempuan sepertiku. Kini aku tahu arti cinta. Cinta itu luas, besar, tak pernah salah. Apa yang terjadi pada diriku tidak salah &#8211; apa pun kata orang. Apa yang terjadi dengan perempuan-perempuan lain sepertiku yang menemukan cinta seperti ini juga tidak salah. Cinta ini adalah anugrah, rahmat, dan kebahagiaan yang turun secara alamiah. Dengan seluruh kewarasan yang ada di kepalaku, aku pantas mencintai dan dicintai.</p>
<p>Barulah aku sadar, memang dunia ini tidak sempurna, tapi sangat indah dunia ini jika manusia saling menghargai keberagaman. Kelemahan di satu manusia bisa menjadi kekuatannya juga. Kelemahan kita sebagai lesbian, jadikanlah kekuatan di bagian-bagian lain. Sekarang aku dan pacarku membuat usaha baju kecil-kecilan, dibantu oleh paman. Rasa yang dulu terpendam di hatiku, yang membuatku ingin berteriak sekuat-kuatnya, yang membuatku gila, kini perlahan hilang, digantikan dengan rasa bangga karena sudah menjadi manusia yang berarti. Untuk masa depan, aku sudah punya rencana, tapi biarkanlah takdir yang memutuskan. Selama aku berbuat baik, takdirku akan berbalik baik kepadaku. Segenap hati aku memercayainya</p>
<p>@Tya Andriani, SepociKopi, 2010</p>
<p>*Untuk sahabatku yang menolongku di masa-masa terpurukku.<strong></strong><br />
<strong><br />
Tentang Tya Andriani:</strong><br />
Umur 25 tahun. Pendidikan D3 akuntansi. Tinggal di Bekasi. Pengusaha baju pemula.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2010/12/21/hidup-tak-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>te.Lez.kop: Me, Myself, And I</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2010/12/01/te-lez-kop-me-myself-and-i/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2010/12/01/te-lez-kop-me-myself-and-i/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Dec 2010 05:17:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Telezkop]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Relationship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=8780</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Shinigami
Suka mengobrol? Biasanya sih orang suka melakukan kegiatan ini. Dengan orang yang enak, mengobrol bisa sangat asyik dan menyenangkan. Suasana yang tadinya membosankan atau bikin ngantuk bisa mendadak berubah menjadi ramai dan penuh semangat. Apalagi kalau yang dibicarakan topik yang sama-sama kita gemari. Selain itu, dengan orang yang tepat, mengobrol bisa juga menambah wawasan. Kita bisa belajar hal-hal yang awam bagi kita. Bahkan, bagi sebagian orang, belajar dengan cara mengobrol bisa lebih membekas di ingatan daripada belajar dengan cara lain. Apalagi kalau yang diajak ngobrol cantik. Wah, sip! Tapi… ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2010/12/i_love_myself_and_thats_all_that_matters.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-8781" title="i_love_myself_and_thats_all_that_matters" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2010/12/i_love_myself_and_thats_all_that_matters-291x300.jpg" alt="" width="233" height="240" /></a>Oleh: Shinigami</p>
<p>Suka mengobrol? Biasanya sih orang suka melakukan kegiatan ini. Dengan orang yang enak, mengobrol bisa sangat asyik dan menyenangkan. Suasana yang tadinya membosankan atau bikin ngantuk bisa mendadak berubah menjadi ramai dan penuh semangat. Apalagi kalau yang dibicarakan topik yang sama-sama kita gemari. Selain itu, dengan orang yang tepat, mengobrol bisa juga menambah wawasan. Kita bisa belajar hal-hal yang awam bagi kita. Bahkan, bagi sebagian orang, belajar dengan cara mengobrol bisa lebih membekas di ingatan daripada belajar dengan cara lain. Apalagi kalau yang diajak ngobrol cantik. Wah, sip! Tapi… kalau ketemu tipe orang yang tidak tepat, mengobrol bisa menjadi pengalaman yang memualkan. Tipe yang seperti apa? Yah… seperti di judul. Bisa menebak?</p>
<p><span id="more-8780"></span>Tepat. Orang yang tidak tepat untuk diajak mengobrol adalah orang yang selalu berbicara tentang dirinya. Rasanya tidak ada topik yang lebih menarik, lebih penting, atau lebih layak untuk dibicarakan selain dirinya sendiri. Saya pikir orang-orang seperti ini adalah penganut teori Copernicus sejati dengan sedikit perbedaan: bila Copernicus percaya bahwa bumi adalah pusat semesta, maka mereka percaya bahwa diri merekalah pusat jagad raya (ini artinya mereka lebih egois dan narsis daripada Copernicus.) Dan berbicara soal narsis, orang-orang seperti ini saya kira berhasil membawa mitologi Narsisus selangkah lebih jauh. Sebab bila Narsisus terlena dengan pantulan wajahnya di danau dan karenanya mengabaikan sekelilingnya, maka mereka lebih dari itu. Mereka terlena dengan pantulan wajahnya, tapi kemudian berhasil membebaskan diri dari keterlenaan itu tetapi hanya untuk berkoar-koar kepada orang lain supaya turut mengagumi dirinya. Hebat bukan?</p>
<p>Apakah ini artinya para pusat jagad raya kecil ini tidak memiliki kemampuan komunikasi yang baik? Oho, justru tidak. Mereka sangat lihai dalam berkomunikasi, hanya saja berbeda dengan komunikasi pada umumnya. Mereka memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengaitkan segala sesuatu yang dibicarakan dengan dirinya. Apa pun itu. Misalnya kita bilang, “Kemarin malam payungku rusak. Padahal baru beli.” Biasanya, reaksi orang akan semacam, “Oya? Kok bisa?” Tapi tidak bagi mereka. Mereka bisa menanggapi dengan, “Punyaku enggak tuh. Padahal aku juga baru beli.” Haloooooo? Siapa yang sedang membicarakan payungmu coba?</p>
<p>Tapi yah, begitulah. Seperti Spiderman, mereka bisa dengan piawainya melekatkan diri pada apa pun yang sedang dibahas. Pokoknya lampu sorot harus ada di mereka. Mereka pemeran utama di panggung pembicaraan ini, orang lain hanya figuran yang sama sekali tidak penting. Mereka tidak berbagi cahaya lampu itu. Dan dibutuhkan kemahiran berkomunikasi tingkat tinggi untuk mampu selalu menjaga orang lain berada di luar lingkaran sorot lampu itu. Setiap kali orang lain memasukkan dirinya atau hal lain ke dalam lingkup cahaya pembicaraan, mereka akan menendangnya keluar dengan satu kata sakti andalan: aku.</p>
<p>Aku. Aku. Aku. Aku. Aku. Aku. Aku. Aku. Aku. Aku. Aku. Aku. Aku. Aku. Aku. Aku. Aku. Aku. Aku. Eneg.</p>
<p>Kalau kalian sudah berpikir ini menyebalkan, mari saya naikkan level tantangannya. Bagaimana kalau para pengikut nan kreatif dari Copernicus ini adalah… <em>eng-ing-eng</em>… pacar? Dalam benak saya ada dua skenario. Pertama adalah skenario cinta. Pelaku skenario ini akan dengan sabar menerima pacar AKU-nya dengan ketabahan maha dahsyat. Karena ia mencintai si pacar teramat sangat, maka ia harus bisa menerima pacar itu apa adanya. Termasuk kemahaegoisannya. Saya percaya banyak yang menjadi pelaku skenario cinta ini, dan mereka pasti para pendengar yang teramat baik serta irit bicara. Dan bagi kalian yang mau mencoba, saya doakan hati dan telinga kalian dianugerahi kesabaran mengagumkan dari Tuhan Yang Maha Esa. Kedua adalah skenario dadah. Sudah jelas kan dari namanya: dadaaahhh… kita putus saja ya, aku tidak tahan kalau semuanya selalu tentang kamu, kamu, kamu, dan kamu lagi. Jangan langsung menganggap pelaku skenario dadah ini tidak menjunjung cinta lho. Sebab komunikasi dalam suatu hubungan percintaan itu sangat penting. Nah, bila yang terjadi cuma seputar “kamu, kamu, kamu” dan bukan “kamu, saya, kita,” bagaimana mau bertahan hubungannya?</p>
<p>Maaf, bila saya berapi-api menyoroti para jagad raya kecil mungil ini, sebab menurut saya mereka termasuk orang-orang kejam. Apa bukan kejam namanya kalau mereka dengan semena-mena melenyapkan hak orang lain untuk didengarkan? Mereka begitu gencar memaksakan hak mereka untuk didengarkan dan meminta orang lain menunaikan kewajiban mendengarkan, tapi tidak mau bertukar peran. Kejam dan menjengkelkan.<br />
Apa? Skenario pilihan saya? Sampai sekarang saya selalu yakin untuk memilih skenario dadah. Mau secantik apa pun tetap dadah. Risikonya berat, bisa cacat mata. Sebab saya pasti memutar bola mata saya setiap kali dia ber-<em>me, myself, and I</em>. Dan komunikasi/mengobrol itu dua arah atau lebih, Sayang. Kalau butuh cuma yang searah saja, toh selalu ada radio.</p>
<p>@Shinigami, SepociKopi, 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2010/12/01/te-lez-kop-me-myself-and-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Have Your Say: Aku Ingin Bercerai!</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2010/01/08/have-your-say-aku-ingin-bercerai/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2010/01/08/have-your-say-aku-ingin-bercerai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 08:55:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Have Your Say]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[Coming Out]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=5540</guid>
		<description><![CDATA[Menikah dan tidak bahagia? Apa yang terjadi jika seorang lajang lesbian memasuki gerbang pernikahan? Pernikahan memang melindungi dari segala tatap curiga dan melepaskan tekanan keluarga. Itukah jalan keluarnya? Dengarkan kisah sahabat lesbian kita, Agustina, yang tidak sabar untuk bercerai.
Aku menikah karena tidak ada pilihan lagi. Usiaku sudah mendekati kepala tiga dan keluarga besarku sudah membombardirku dengan pertanyaan kapan menikah. Aku dijodohkan ke sana kemari dengan lelaki sampai capek rasanya. Pernah saking kesalnya, aku memutuskan ingin pergi ke luar negeri, melarikan diri dari semua tekanan ini. Tapi orangtuaku tidak mengikhlaskanku bekerja ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-5541" title="gugur_bunga" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2010/01/gugur_bunga.jpg" alt="gugur_bunga" width="175" height="232" /><em>Menikah dan tidak bahagia? Apa yang terjadi jika seorang lajang lesbian memasuki gerbang pernikahan? Pernikahan memang melindungi dari segala tatap curiga dan melepaskan tekanan keluarga. Itukah jalan keluarnya? Dengarkan kisah sahabat lesbian kita, Agustina, yang tidak sabar untuk bercerai.</em></p>
<p>Aku menikah karena tidak ada pilihan lagi. Usiaku sudah mendekati kepala tiga dan keluarga besarku sudah membombardirku dengan pertanyaan kapan menikah. Aku dijodohkan ke sana kemari dengan lelaki sampai capek rasanya. Pernah saking kesalnya, aku memutuskan ingin pergi ke luar negeri, melarikan diri dari semua tekanan ini. Tapi orangtuaku tidak mengikhlaskanku bekerja di luar. Mereka mati-matian tidak memberi restu. Aku tidak berani nekad tanpa restu orangtua.</p>
<p><span id="more-5540"></span></p>
<p>Akhirnya, selama delapan tahun sejak aku mendapatkan gelar diploma, aku hanya menetap di kotaku yang sekarang, bekerja dan bekerja. Aku berkali-kali mengirim lamaran ke kota-kota lainnya berharap mereka menerimaku dan aku bisa jauh dari keluarga besarku yang menjengkelkan (untuk urusan kawin). Kesempatan dan bintang terang masih belum kumiliki.</p>
<p>Tahun kesembilan, aku tidak bisa berbuat banyak. Aku dijodohkan dengan seorang lelaki yang tampaknya baik, sabar, dan penuh perhatian denganku. Akhirnya tanpa sempat berpikir panjang, tahu-tahu perhelatan pernikahan telah disiapkan. Seminggu sebelum menikah, aku kabur dari rumah, tapi berhasi ditemukan oleh polisi yang mengembalikanku kepada orangtuaku. Keluarga besarku marah besar dan mereka bilang aku telah mempermalukan semua orang.</p>
<p>Akhirnya aku menikah. Tidak ada yang istimewa di malam pertama karena lelaki yang kini kusebut suamiku mengambil keperawananku dengan hati-hati. Aku saja yang merasakan kesedihan luar biasa, memikirkan kekasihku yang telah menjadi mantan. Sebisa mungkin aku menolak untuk berhubungan seksual karena aku tidak sanggup melakukannya dengan orang yang tidak kucintai. Dua bulan setelah menikah, aku hamil.</p>
<p>Persis di tahun pertama pernikahanku, aku melahirkan seorang bayi lelaki. Bayi lelaki ini yang mengubah hidupku selama-lamanya. Dulu selama menikah, aku selalu berpikir untuk melarikan diri dan meninggalkan semuanya. Pernah suatu malam, dengan keadaan hamil tua dan air mata yang berlinang-linang, aku kabur dari rumah orangtuaku, tempat di mana aku dan suamiku tinggal. Aku hilang selama seminggu. Tapi dalam keadaan hamil dan kebutuhan tinggi akan gizi, istirahat, dan perhatian yang seharusnya cukup dari orang-orang tersayang, membuatku menyerah hidup sendirian dan kembali pulang.</p>
<p>Kini anakku telah berusia satu tahun. Aku ingin bercerai dengan suamiku. Kata-kata cerai berkali-kali terlompat dari mulutku. Bukannya aku membenci suamiku, aku hanya tidak mampu mencintainya. Kemampuanku untuk menyayanginya benar-benar hilang. Aku depresi dengan kehidupan tanpa cinta seperti ini. Belakangan ini, cintaku dengan mantanku tumbuh kembali. Dulu kami berpisah karena pernikahanku. Kini kami sempat bertemu dan cinta yang pernah tumbuh di hati kami perlahan-lahan mekar berseri lagi.</p>
<p>Besok, aku akan hadapi semuanya. Aku tahu, anakku masih batita, bahkan dia masih menikmati air ASI-ku. Aku butuh ketegaran untuk menghadapi orangtuaku dan pernikahanku. Kekasihku berjanji untuk mendampingiku di saat terburuk nanti. Aku mau bercerai. Aku akan bercerai. Aku tidak bisa hidup dengan kekosongan batin seperti ini. Untuk kesehatan mental diriku, untuk kekuatanku sebagai ibu, dan untuk kebahagian putraku tersayang, aku akan bercerai! Dengan kekuatan teman-teman lesbian, aku yakin &#8211; sekali dalam hidupku &#8211; aku punya kesempatan untuk mencicipi kebahagiaanku.</p>
<p>@Agustina, SepociKopi, 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2010/01/08/have-your-say-aku-ingin-bercerai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Kelam Masa Lalu</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2009/10/29/4609/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2009/10/29/4609/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 14:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Memory]]></category>
		<category><![CDATA[Relationship]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=4609</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Arie Gere
Setiap orang punya pengalaman pahit dalam bercinta. Sangat pahit hingga dada terasa sesak bila mengingatnya. Termasuk aku, diriku sendiri pernah mengalaminya. Butuh waktu untuk melupakan, butuh orang lain untuk membantu melupakannya. Butuh keberanian yang tangguh untuk mengakui sebuah kesalahan. Butuh siklus yang sangat panjang untuk menghentikan wilayah berpikirku menuju ke arah yang itu-itu saja. Sudah banyak yang bilang, masa lalu untuk dikenang dan masa depan untuk dihadapi. Artinya, jalani saja semuanya, penuh dengan sikap optimis dan semangat yang berapi-api.
Aku pernah terjebak dengan masa remaja yang begitu bergejolak, penuh ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-4613" title="poci7" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2009/10/poci7.jpg" alt="poci7" width="170" height="120" />Oleh: Arie Gere</p>
<p>Setiap orang punya pengalaman pahit dalam bercinta. Sangat pahit hingga dada terasa sesak bila mengingatnya. Termasuk aku, diriku sendiri pernah mengalaminya. Butuh waktu untuk melupakan, butuh orang lain untuk membantu melupakannya. Butuh keberanian yang tangguh untuk mengakui sebuah kesalahan. Butuh siklus yang sangat panjang untuk menghentikan wilayah berpikirku menuju ke arah yang itu-itu saja. Sudah banyak yang bilang, masa lalu untuk dikenang dan masa depan untuk dihadapi. Artinya, jalani saja semuanya, penuh dengan sikap optimis dan semangat yang berapi-api.</p>
<p>Aku pernah terjebak dengan masa remaja yang begitu bergejolak, penuh romantika dan sukacita, terlebih lagi dukacitanya. Aku pernah terhipnotis dengan kenikmatan bercinta sesaat di pondok remang-remang pinggiran kotaku, tanpa ruangan yang tertutup namun hanya dibatasi sekat-sekat pelepah daun yang begitu rapuh dengan pondok sebelahnya. Sedikit saja kau bergoyang, secepat itu pondoknya bisa roboh seketika. Bukan hanya aku, beberapa pasangan muda yang sedang dimabuk cinta juga gentayangan di pondok-pondok sebelahnya. Mungkin penyebabnya hanya satu, tak cukup uang untuk melangkah ke kamar hotel. Di pondok itu, cukup dengan membeli sebuah teh botol dan berbekal muka tembok, maka kepuasan yang dituju dapat dituntaskan.</p>
<p><span id="more-4609"></span>Siapa yang tak pernah berbuat salah? Bayi suci mana yang benar-benar tumbuh menjadi sebuah insan suci tak bernoda sama sekali? Siapa yang tak pernah jatuh terjerembap dalam kubangan dosa yang tak berkesudahan? Siapakah yang benar-benar sempurna di dunia ini? Tapi cerita di atas itu bukanlah kesalahanku yang utama.</p>
<p>Aku dan seseorang di masa lalu, tertangkap basah dalam keadaan tak berbusana di rumahnya. Jangan tanya bagaimana perasaanku saat itu, tapi tanyakanlah padaku bagaimana perasaan kakak mantanku yang memergoki kami berdua dalam posisi bercinta penuh gairah. Jangan tanyakan bagaimana hal bodoh itu terjadi, tapi tanyakanlah bagaimana risaunya kondisi rumah dan isinya mengetahui perbuatan zina dilakukan di rumah mereka. Pernah menonton serial <em>Dawson’s Creek</em> ketika Jen Lindley (Michelle Williams) kepergok bercinta dengan pacarnya di dalam kamar? Kira-kira begitulah gambaran episode tertangkah basah dalam serial kehidupanku. Mantanku diusir dari rumah kakaknya, dan akhirnya kembali ke kampung halamannya.</p>
<p>Aku berada pada posisi yang sangat sulit, terlebih lagi mantanku yang tak tahu harus mengadu kepada siapa. Padaku? Pada diriku yang begitu muda, naif dan bodoh? Aku sendiri butuh sandaran untuk berdiri. Kami mengalami trauma tingkat akut yang menyebabkan ketakutan-ketakutan aneh di setiap malamnya. Kejadian itu pula, yang akhirnya meretakkan hubungan kami.</p>
<p>Tahun berganti, kehidupan berubah. Belakangan aku baru tahu, mantanku itu dulu kembali berhubungan dengan ke kekasih prianya. Akupun lega, setidaknya mengetahui dia tidak sendirian lagi, sementara aku, sudah berkali-kali berganti pasangan. Tidak ada yang dapat kulakukan untuk mengubah masa lalu yang kelam, selain aku berjanji menjadi manusia yang lebih baik lagi. Namun, siapa yang dapat mengetahui bagaimana masa depan seseorang? Bahkan, peramal sakti pun tidak dapat mengetahui masa depan dirinya sendiri.</p>
<p>Bertahun kemudian setelah kejadian, mantanku menuliskan kisah pahit kami berdua di dalam harian surat kabar lokal di kotaku. Spontan aku panik tak menentu, takut-takut kalau bauku tercium oleh masyarakat sekitar dan keluarga. Tanpa tanggung-tanggung, mantanku berulang kali menyebut alamat blogku di harian tersebut. Emosi memuncak di atas kepala, panas membara seperti lahar gunung berapi. Kekasihku sekarang, berulang kali mengingatkanku agar sabar dan jangan gegabah. Bagaimana aku bisa sabar? Yang ada, aku mulai ngomel-ngomel dan marah yang tak menentu.</p>
<p>Aku tahu, kisahku hanyalah sekelumit jalanan panjang kisah seorang lesbian, yang mungkin lebih berderai air mata bila dilakonkan oleh para lesbian lain. Beberapa bulan setelah kisah kami dimuat di surat kabar, berita mendadak lain sampai di telingaku. Mantanku tersebut meninggal dunia, akibat overdosis narkoba yang menggerogoti tubuh dan jiwanya. Aku bergetar mendengar kabar duka itu, tersentak tidak percaya.  Dia yang muda dan sangat enerjik, terjerat obat-obat haram pasca putusnya hubungan kami, dan sekarang obat-obatan itu malah merenggut seluruh jiwa raganya.</p>
<p>Aku jadi penasaran kenapa sebelum meninggal mantanku itu masih sempat menuliskan kisah pahit kami di harian lokal. Apakah yang terjadi dengannya sebelum itu? Aku menerka, kejadian tertangkap basah dulu sangat berbekas di benaknya. Aku tahu, dia ingin dikenang melalui tulisannya, lebih tepatnya lagi, dia ingin agar aku tetap mengenangnya. Kejadian itu, sungguh telah mengubah seluruh masa depannya menjadi tak bermasa depan sama sekali.</p>
<p>Aku menuliskan kisahku di sini, bukan di blogku sendiri, hanya karena ingin berbagi. Setiap orang punya masa lalu yang pahit, tetapi jangan sampai kepahitan masa lalu malah memuntahkan semua masa depanmu ke arah yang tak menentu. Sampai sekarang, aku benar-benar menyesal, dan hanya ingin mengucapkan, “Maaf, maaf yang teramat sangat. Maafkan aku, di mana pun kau berada sekarang.&#8221; Tetapi, nasi sudah menjadi bubur. Mantan kekasih sudah menyatu dengan liang lahat, sudah bersetubuh dengan angkasa raya. Andai bisa kujejali masa lalu, tak akan kubiarkan semuanya menjadi seperti ini.</p>
<p>@ Arie Gere, Sepocikopi, 2009.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2009/10/29/4609/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Have Your Say: Teman Jahat Berkhianat</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2009/09/25/have-your-say-teman-jahat-berkhianat/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2009/09/25/have-your-say-teman-jahat-berkhianat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 15:23:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Have Your Say]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=4234</guid>
		<description><![CDATA[Dikhianati teman? Seperti apa rasanya apabila ada teman yang menikam di belakang? Pasti sakitnya tak terbayangkan. Teman lesbian kita, Lily akan bercerita tentang perbuatan teman lesbiannya yang mencelakakan dirinya.
Dulu aku tidak kenal satu orang sahabat lesbian mana pun. Maklum, aku takut berkenalan dengan siapa saja. Aku menutup rapat-rapat identitas seksualitasku sehingga tidak ada yang tahu. Tapi ternyata sendirian itu tidak menyenangkan, aku rindu ingin mengenal seorang teman yang seperti diriku.
Sewaktu aku lulus kuliah, akhirnya aku memberanikan diri untuk mencari tahu perempuan lain yang seperti diriku. Dengan bantuan mesin pencari Yahoo!, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-4235" title="raspberry_ripple__by_numbpurplehaze" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2009/09/raspberry_ripple__by_numbpurplehaze.jpg" alt="raspberry_ripple__by_numbpurplehaze" width="180" height="180" /><em>Dikhianati teman? Seperti apa rasanya apabila ada teman yang menikam di belakang? Pasti sakitnya tak terbayangkan. Teman lesbian kita, Lily akan bercerita tentang perbuatan teman lesbiannya yang mencelakakan dirinya.</em></p>
<p>Dulu aku tidak kenal satu orang sahabat lesbian mana pun. Maklum, aku takut berkenalan dengan siapa saja. Aku menutup rapat-rapat identitas seksualitasku sehingga tidak ada yang tahu. Tapi ternyata sendirian itu tidak menyenangkan, aku rindu ingin mengenal seorang teman yang seperti diriku.</p>
<p><span id="more-4234"></span>Sewaktu aku lulus kuliah, akhirnya aku memberanikan diri untuk mencari tahu perempuan lain yang seperti diriku. Dengan bantuan mesin pencari Yahoo!, aku terdampar di sebuah komunitas lesbian Indonesia. Takut-takut aku berkenalan dengan satu lesbian di sana. Mulanya aku sangat hati-hati mengobrol dengannya. Cemas dan nggak nyaman rasanya.</p>
<p>Tapi ternyata teman baruku &#8211; sebut saja namanya Esther &#8211; sangat menyenangkan diajak mengobrol. Dia mengaku baru pertama kali juga masuk di dunia maya, komunitas lesbian, setelah bertahun-tahun dilanda kesepian. Dia mengaku aku adalah teman pertamanya juga.</p>
<p>Aku langsung kepincut. Maksudnya langsung senang berkenalan dengannya. Dari <em>chatting </em>menjadi tukeran nomor hape lanjut dengan sms-an lalu akhirnya kopdar! Sebelum ketemu, aku tahu aku tidak terlalu tertarik sama dia sebagai pacar. Waktu itu aku lagi suka dengan teman kantorku (aku tidak tahu apa dia balas menyukaiku).</p>
<p>Ternyata Esther naksir padaku. Dia berusaha keras mengejarku habis-habisan. Semakin dia seru menjadikanku pacarnya, semakin aku menghindari dia. Aku dan teman kantorku memang nggak pernah jadian, tapi sampai kapan pun aku tidak akan naksir Esther. Akhrnya kukatakan terus terang padanya bahwa aku nggak, dan selamanya nggak tertarik. Kataku juga, Esther nggak akan punya kesempatan pacaran denganku. Pahit memang ngomong seperti itu.</p>
<p>Payahnya dia sakit hati padaku. Dia nggak terima ditolak seperti itu. Esther mulai menyebarkan nama asliku di komunitas lesbian tempat aku berkenalan dengan banyak lesbian. Dia bahkan menyebutkan nomor teleponku, pekerjaanku, kantorku ke semua teman-teman maya lesbianku. Aku tahu hal ini dari beberapa orang yang memberitahukan padaku apa yang Esther lakukan di belakangku.</p>
<p>Aku pun mencak-mencak nggak karuan. Mau marah kepada Esther nggak bisa lagi karena dia telah mengganti nomor hape dan nama nicknya. Akhirnya aku diam saja, menahan kesal. Lama-lama setelah aku tenang dan memikirkan masalahku baik-baik, ternyata nggak apa-apa juga kalau teman-teman lesbianku tahu siapa aku dan di mana aku bekerja. Toh mereka juga tidak menjahatiku.</p>
<p>Sejak saat itu aku lebih hati-hati memilih teman lesbian. Aku tidak mau urusan orientasi seksualku menjadi masalah di kantor saat aku mulai meniti karir. Rahasiaan identitas kita penting dijaga, apalagi mereka yang merasa tidak mungkin untuk <em>coming out</em>.</p>
<p>Teman-teman lesbian semuanya, sebenarnya aku tidak mau menulis cerita yang sudah terjadi empat tahun lalu tapi akhirnya aku berharap pengalamanku bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dengan sesama teman lesbian, apalagi yang masih baru berkenalan. Jaga baik-baik eksistensi diri di masyarakat, baik di keluarga maupun pekerjaan. Karena lesbian hanyalah sisi kecil diri kita, jangan sampai sisi kecil itu merusak segala-gala yang telah teman-teman bangun dalam hidup.</p>
<p>@Lily, SepociKopi, 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2009/09/25/have-your-say-teman-jahat-berkhianat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>S.O.S!: Sakit Perut Menghadapi Kencan Pertama</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2009/07/04/sos-sakit-perut-menghadapi-kencan-pertama/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2009/07/04/sos-sakit-perut-menghadapi-kencan-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 10:38:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[S.O.S!]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Relationship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=2973</guid>
		<description><![CDATA[Selamat datang di Klinik S.O.S!, klinik yang memecahkan seribu satu masalah lesbian bermasalah. Kami menawarkan solusi, bukan subsidi. Jangan ragu menghubungi kami sebab kami senang membantu aneka problematikamu. S.O.S!, Pertolongan Pertama Pada Kegilaan.
Yang lagi buka praktek: Frizzy Jo
Dokter yang saya cintai,
Dalam dua hari ke depan, saya akan bertemu dengan dambaan hati yang sudah lama saya taksir. Cewek ini cantik dan seksi banget. Dokter bakal naksir juga deh kalau ketemu cewek ini. Eh, nggak penting ya, Dok? Pokoknya saya pengin kencan pertama saya menjadi kencan yang paling berkesan. Syukur-syukur dia bisa ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="alignright size-full wp-image-2976" title="3c03a1ea820ce4d93f6c807f7046dff2" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2009/07/3c03a1ea820ce4d93f6c807f7046dff2.png" alt="3c03a1ea820ce4d93f6c807f7046dff2" width="180" height="162" />Selamat datang di Klinik S.O.S!, klinik yang memecahkan seribu satu masalah lesbian bermasalah. Kami menawarkan solusi, bukan subsidi. Jangan ragu menghubungi kami sebab kami senang membantu aneka problematikamu. S.O.S!, Pertolongan Pertama Pada Kegilaan.</em></p>
<p>Yang lagi buka praktek: Frizzy Jo</p>
<p>Dokter yang saya cintai,<br />
Dalam dua hari ke depan, saya akan bertemu dengan dambaan hati yang sudah lama saya taksir. Cewek ini cantik dan seksi banget. Dokter bakal naksir juga deh kalau ketemu cewek ini. Eh, nggak penting ya, Dok? Pokoknya saya pengin kencan pertama saya menjadi kencan yang paling berkesan. Syukur-syukur dia bisa menjadi pacar saya; lebih syukur lagi kalau bisa langsung <em>check-in</em>. Masalahnya nih, Dok, sejak dia menerima ajakan saya, kira-kira seminggu yang lalu, perut saya selalu mules-mules padahal kalau ke toilet mulesnya seketika hilang dengan ajaib. Dan parahnya, semakin mendekati hari kencan, sakit perut saya semakin menjadi-jadi membuat saya tidak bisa melakukan kegiatan apa-apa.</p>
<p><span id="more-2973"></span>Bagaimana cara menghilangkan sakit perut ini? Kan nggak lucu kalau saya bakal berkeringat dingin dan meringis menahan mules sewaktu kencan. Mohon bantuan solusi ya, Dok.</p>
<p>(Dari Asti yang sedang menahan mules)</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Asti yang lagi menahan mules,<br />
Kalau mencermati gejala sakit perut yang kamu derita, kayaknya kamu terkena penyakit <strong>Bokekisitas</strong>. Gejalanya nyata banget. Kamu mules-mules sejak ajakan kencan diterima. Tidak bisa makan apa-apa karena kalau kamu berpikir tentang makanan, maka kocek kamu bakalan semakin tipis. Belum lagi memikirkan restoran mahal tempat kamu bakalan mengajak calon-pacar kamu itu. Makanya pas kamu ke toilet, rasa mules segera hilang. Coba ingat lagi, mulesnya lenyap setelah kamu buang gas kan?</p>
<p>Dan pasti kamu lagi berpikir keras akan mengutang lagi sama ibu kos kan?</p>
<p>Untuk mengatasinya gampang kok. Obatnya juga nggak perlu beli di apotik. Kamu cukup dateng ke kamar kos sebelah atau minta sama teman kamu. Nama obatnya <strong>Kasbondrex</strong>. Kamu cukup minta satu, dua lebih bagus, tergantung kebutuhan kamu. Biasanya obat ini bisa mengatasi sakit perut seperti yang kamu derita secara cepat dan tepat. Cukup dikonsumsi sampai hari kamu selesai kencan sama cewek yang kamu taksir. Tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini lewat dari jangka waktu yang telah saya sarankan karena obat ini mengandung efek samping yang sangat merugikan fisik dan mental kamu.</p>
<p>Perlu kamu ketahui bahwa Kasbondrex ini juga memiliki kelemahan-kelemahan, antara lain kamu akan mengalami gegar otak ringan sampai berat tergantung tingkat ketulusan teman yang memberikan obat ini. Efek samping lainnya, sakit perut kamu akan semakin parah setelah kencan selesai sebab kamu merasa seperti habis dirampok.</p>
<p>Semoga berhasil dengan kencan pertama kamu ya.</p>
<p>Salam,<br />
Tim Sukses S.O.S!</p>
<p>@Frizzy Jo, SepociKopi, 2009</p>
<p><strong>Tentang S.O.S!:</strong><br />
Ruang konsultasi yang membahas pernik-pernik kehidupan dan masalah lesbian dengan gaya yang kocak dan ringan. Kalau kamu punya masalah yang ringan maupun superberat, jangan ragu untuk bertanya kepada kami. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2009/07/04/sos-sakit-perut-menghadapi-kencan-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obrolan Cewek: 7 Tips Melacur Aman</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2009/05/24/obrolan-cewek-7-tips-melacur-aman/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2009/05/24/obrolan-cewek-7-tips-melacur-aman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 12:32:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan Cewek]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=2230</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Fluffy
Beberapa minggu yang lalu, Fluffy kan pernah buat tulisan tentang tips menghindari pelacur. Nah, sekarang Fluffy buat balasannya biar seimbang. Sebete-betenya kita menghadapi orang curhat, pasti ada saatnya juga kita kepingin curhat habis-habisan yang bikin teman-teman kita ngeluh karena tema obrolannya itu-itu melulu.
Kalo itu-itu melulu, kapan dong ini-ininya? Ya sekarang, Ladies. Ini nih Fluffy lagi ngasih ini-ininya :p
1. Kalau teman kamu pandai baca ekspresi wajah, kamu harus juga pandai baca situasi. Jangan sekali-sekali datang kepadanya jika kondisinya sedang: PMS, baru putus, lagi PDKT, deadline pekerjaan, gajinya kepotong, ATM-nya hilang, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-2231" title="whisper" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2009/05/whisper.jpg" alt="whisper" width="170" height="156" />Oleh: Fluffy</p>
<p>Beberapa minggu yang lalu, Fluffy kan pernah buat tulisan tentang<a href="http://sepocikopi.com/2009/04/26/obrolan-cewek-12-tips-menghindari-yang-pelacur-pelan-pelan-curhat/"> tips menghindari pelacur</a>. Nah, sekarang Fluffy buat balasannya biar seimbang. Sebete-betenya kita menghadapi orang curhat, pasti ada saatnya juga kita kepingin curhat habis-habisan yang bikin teman-teman kita ngeluh karena tema obrolannya itu-itu melulu.</p>
<p>Kalo itu-itu melulu, kapan dong ini-ininya? Ya sekarang, <em>Ladies</em>. Ini nih Fluffy lagi ngasih ini-ininya :p</p>
<p>1. Kalau teman kamu pandai baca ekspresi wajah, <strong>kamu harus juga pandai baca situasi. </strong>Jangan sekali-sekali datang kepadanya jika kondisinya sedang: PMS, baru putus, lagi PDKT, <em>deadline </em>pekerjaan, gajinya kepotong, ATM-nya hilang, dan kartu kreditnya jebol. Risikonya, kalo nggak curhat gagal, ya … paling-paling jadi obat nyamuk.<br />
<span id="more-2230"></span><br />
2. <strong>Pilih hari yang pas. </strong>Ini penting, <em>Ladies. </em>Sekalian belajar kontrol emosi dan sabar. Kalo sudah dapat waktunya yang pas, datanglah kepadanya dengan wajah berseri-seri. Ajak makan ke tempat kesukaannya. Bikin dulu dia kenyang. Kalo perut sudah enak, hati bisa jadi lebih lapang. Cling cling!</p>
<p>3. <strong>Curcol sambil <em>shopping, </em>oke juga lho. </strong>Bisa nih, pas lagi ngubek-ngubek kotak <em>sale </em>di mana kek. Efektif lho (buka rahasia pribadi). Soalnya kan <em>mood </em>teman lagi oke tuh.</p>
<p>4. Begini… Kalau teman-teman sudah kukuh menolak curhat kita, ada satu cara yang juga bisa melegakan. <strong>Curhat aja sama nisan di kuburan. </strong>Rahasia terjamin aman, hati plong, dan kalo ada yang nyolek, balas colek aja bo.</p>
<p>5. <strong>Kalo cara-cara manis udah nggak berhasil, jangan ragu untuk lebay. </strong>Datang, nggak usah pakai ba bi bu, langsung aja nangis gerung-gerung di depannya. Teman mana yang tega liat temannya nangis gerung-gerung? Pasti dia langsung, &#8220;ada apa kenapa cup cup…&#8221;</p>
<p>6. <strong>Bawain wine. </strong>Jangan Vodka jangan Smirnoff. Wine yang bikin tubuh hangat juga bisa bikin hangat hati kita. Sehingga curhat bisa ngalir kayak duit ngalir buat beli wine.</p>
<p>7.  <strong>Menjaga hubungan baik itu perlu. </strong>Jangan habis manis sepah dibuang. Jangan pas darurat aja baru datang ke teman. Bisa-bisa ntar diteriakin, ‘ke laut aje lo!’ atau yang lebih halus, ‘ngomong ama tangan gue gih’. Hahahaha.</p>
<p>Jadi, <em>Ladies, </em>sekian dulu tips jadi pelacur dari Fluffy minggu ini. Seperti biasa, silakan berimprovisasi dengan ide-ide yang lain. Jadilah pelacur  yang <em>subtle </em>dan berstrategi. Cieh :p</p>
<p>Met Hari Minggu!</p>
<p>@Fluffy, SepociKopi, 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2009/05/24/obrolan-cewek-7-tips-melacur-aman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hikayat Sepuluh</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2009/05/15/hikayat-sepuluh/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2009/05/15/hikayat-sepuluh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 07:10:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Relationship]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=2102</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Arie Gere
Aku ingin berpacaran dengan Dian Sastro. Tapi sial, mana mungkin Dian mau pacaran sama aku, si tampang kusut, si rambut bonding yang tak pernah lurus, si pengharap diet yang tak pernah kurus? Akhirnya, lamunanku pun beralih ke perempuan lain. Bagaimana seumpamanya kalau pacaran dengan BCL? Wuihhhhhh, tiba-tiba, pipi kananku tertanda bekas tamparan Mr. Sinclair. Badanku babak belur dibuatnya. Sial, benar-benar sial. Lamunan beralih ke perempuan-perempuan lain, ke tubuh perempuan bahenol kenalanku &#8211; salah seorang pelaris manis dunia perhotelan di kotaku. Ingin mencoba menelponnya; ingin tahu bagaimana responsnya. Kuambil ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-2103" title="dancer_by_muhadi65" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2009/05/dancer_by_muhadi65.jpg" alt="dancer_by_muhadi65" width="168" height="224" />Oleh: Arie Gere</p>
<p>Aku ingin berpacaran dengan Dian Sastro. Tapi sial, mana mungkin Dian mau pacaran sama aku, si tampang kusut, si rambut <em>bonding </em>yang tak pernah lurus, si pengharap diet yang tak pernah kurus? Akhirnya, lamunanku pun beralih ke perempuan lain. Bagaimana seumpamanya kalau pacaran dengan BCL? <em>Wuihhhhhh</em>, tiba-tiba, pipi kananku tertanda bekas tamparan Mr. Sinclair. Badanku babak belur dibuatnya. Sial, benar-benar sial. Lamunan beralih ke perempuan-perempuan lain, ke tubuh perempuan bahenol kenalanku &#8211; salah seorang pelaris manis dunia perhotelan di kotaku. Ingin mencoba menelponnya; ingin tahu bagaimana responsnya. Kuambil hape, dan kring-kring <em>olala, </em>lagu panggilan bernada <em>Madu Tiga</em>-nya Ahmad Dhani merajalela. Sialan! Telepon dari kantorku berhasil membuyarkan lamunan.</p>
<p><span id="more-2102"></span>Beralih, pikiran nakal menjalar ke perempuan lain. Aku teringat sahabatku yang cantik. Bagaimana rasanya tidur semalam dengannya? Tidur dengan tanda petik tentunya. <em>Auwwww</em>, geblek! Kakiku seperti diinjak sama Mr Er., suami sahabatku yang juga temanku. Hahahahhahah<em>, just kidding</em>. Lantas, mataku mulai berkedip-kedip menggoda klien di depan mata. Makin gila, mata makin berkedip tak karuan. Kulepas kaca mata brengsek yang tahtanya tak pernah turun. Ternyata ohhhh ternyata, mataku memang kemasukan debu. Bagaimana mungkin menggoda perempuan dengan mata merah seperti ini?</p>
<p>Kecewa, lamunanku pun kembali ke awal, ke Angka Satu. Maksudnya, kembali kepada kekasih tersayang, Michiru. Kenapa Angka Satu? Karena aku adalah Angka Nol miliknya. Jadi, bayangkan saja begini: dia adalah satu dan aku adalah nol, apa yang terjadi bila dua angka berjalan berdampingan?</p>
<p>Kutanya, pada Angka Satu, &#8220;Angka Satu tersayang&#8230;&#8221;<br />
<em><br />
Dilihat rambut, dipikir bulu,<br />
Dirasa rupa, ternyata beludru,<br />
Izinkan aku bertanya padamu,<br />
Maukah kau bila kumadu?</em></p>
<p>&#8220;Dirimu tak termasuk dalam lamunanku karena setiap hari, setiap saat, setiap waktu, aku dapat memelukmu, menciummu, menyetubuhimu, menggodamu, dan me-me-me-me lainnya kepadamu &#8211; kapan saja aku mau. Jadi, bolehkah aku, memikirkan angka-angka lain sehingga menjadi dua puluh, tiga puluh, empat puluh?&#8221;</p>
<p>Jawab Angka Satu, &#8220;Oh, boleh saja Angka Nol. Bila kau boleh menjadi dua puluh, tiga puluh, empat puluh, maka Sayangku, izinkan aku untuk mengecewakanmu sekali saja.&#8221;</p>
<p><em><br />
Sungguh pedih bila diazab,<br />
Kena pukulan tinju menggebu<br />
Hadapiku sampai matamu sembab<br />
Tapi ku takkan mau kaumadu</em></p>
<p>Aku berpikir, ohohohoh, liang dunia, ternyata kekasihku setia, aku minta empat puluh, dia cuma minta satu kali. Langsung kujawab, &#8220;Tentu saja, Kekasihku, apakah yang satu itu?&#8221;</p>
<p>Lalu disambung Angka Satu, &#8220;Satu kali itu adalah saat aku berkenalan dengan perempuan, saat aku bercinta dengannya. Semua hanya dalam satu jam saja.’’</p>
<p>Buru-buru aku menyelanya, &#8220;Tentu saja, Kekasihku, aku takkan melarangmu. Sebab kau pun tak melarangku bukan? Tidak apa-apa, Kekasih, jika hanya satu jam saja.&#8221;</p>
<p>Dentung alunan musik membawa anganku menari-nari. Serampang dua belas nan indah bergelayut di otakku. Sebentar lagi aku akan menari dengan Dian Sastro, Bunga Citra Lestari, pelaris manis hotel, sahabatku, dan lainnya. Aku bagai raja dipinang dewa. Tak tertandingi, tak terlawankan. Biarkan dunia tahu aku bergembira. Mainkan semua musik yang ada, aku berpesta hari ini.</p>
<p>Kekasihku melanjutkan kata-katanya, “Tentu, Sayang, satu jam saja. MAKSUDNYA SATU JAM SETIAP HARINYA!’’</p>
<p>Lamunanku terhenti. Ucapan Angka Satu berputar-putar di telinga; menginjak-injak otak; lantas menyumbat saraf. Segerombalan pendendang dentak Melayu berserakan, berhamburan, lari kocar-kacir melihat srigala menerkam dan menerjang. Memporak-porandakan seluruh penari. Dian Sastro kewalahan, BCL tak karuan, pelaris manis hotel entah ke mana, sahabatku kabur. Yang lain lenyap ditelan bumi. Satu jam setiap harinya? Kekasihku akan tidur dengan perempuan lain selama satu jam setiap harinya?</p>
<p>Matilah riwayatku. Matilah aku.</p>
<p>Lalu, kujawab dengan lesu, &#8220;Kalau begitu, tak usah, Sayang. Biarkan aku tetap menjadi pendampingmu saja. Tak usah menjadi dua puluh, tiga puluh, atau empat puluh.&#8221;</p>
<p>Sayup-sayup kudengar sisa dendang Melayu bersyair untukku:</p>
<p><em>Pak ketipak ketipung, suara dendang bertalu-talu<br />
Pura-pura bingung, hati di dalam siapa yang tahu,<br />
Dari mana datangnya lintah, dari sawah turun ke kali,<br />
Dari mana datangnya cinta, dari mata turun ke hati</em></p>
<p><em>Layang-layang selayang pandang,<br />
Boleh dipandang, dipegang jangan,<br />
Poligami hanya seangan layang,<br />
Tak kubiarkan jadi harapan.</em></p>
<p>Angka Satu tersenyum puas setelah melihat Nol Buncit seketika mengurungkan niat poligami. Angka Satu menggandeng lengan Nol Buncit. Lalu mereka berjalan berdua-dua; berdampingan, bergandengan, persis layaknya angka sepuluh. Hidup selamanya, sebagai angka sepuluh.</p>
<p>@ Arie Gere, SepociKopi, 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2009/05/15/hikayat-sepuluh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obrolan Cewek: 10 Tips Menghindari yang Pelacur (Pelan-Pelan Curhat)</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2009/04/26/obrolan-cewek-12-tips-menghindari-yang-pelacur-pelan-pelan-curhat/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2009/04/26/obrolan-cewek-12-tips-menghindari-yang-pelacur-pelan-pelan-curhat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 12:28:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan Cewek]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=1830</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Fluffy
Delapan dari sepuluh lesbian Indonesia, pasti pernah ngerasain rasanya bosan setengah mampus dengerin teman curhat. Mending kalo curhatnya variatif. Kalo dia curhat topik yang sama saban hari? Gerah, bo! Pengen ngusir, kadang nggak tega juga. Lempar botol? Mau ngomong apa sama maminya ntar?
Nah, berdasar pengalaman nggak menyenangkan itu, minggu ini Fluff kasih tips-tips untuk menghindari dan bahkan menghentikan (tapi ini juga tergantung tingkat kebebalannya sih). So, here we go!
1.       Sebelum masuk ke tips-tips selanjutnya, perlu kita ketahui bersama ekspresinya orang yang mau curhat. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-1831" title="curhat" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2009/04/curhat.jpg" alt="curhat" width="170" height="127" />Oleh: Fluffy</p>
<p>Delapan dari sepuluh lesbian Indonesia, pasti pernah ngerasain rasanya bosan setengah mampus dengerin teman curhat. Mending kalo curhatnya variatif. Kalo dia curhat topik yang sama saban hari? Gerah, bo! Pengen ngusir, kadang nggak tega juga. Lempar botol? Mau ngomong apa sama maminya ntar?</p>
<p>Nah, berdasar pengalaman nggak menyenangkan itu, minggu ini Fluff kasih tips-tips untuk menghindari dan bahkan menghentikan (tapi ini juga tergantung tingkat kebebalannya sih). <em>So, here we go!</em></p>
<p>1.       Sebelum masuk ke tips-tips selanjutnya, perlu kita ketahui bersama ekspresinya orang yang mau curhat. Lebih kurang, beginilah gambaran wajah mereka: datang, duduk, menghela napas panjang dan berat, kening berkerut, dan diam sesaat. Dan biasanya, kita akan terpancing untuk bertanya &#8220;kenapa lo?&#8221;. Jadi, inti dari poin pertama ini adalah, <strong>Jangan Sampe Terpancing Untuk Bertanya</strong>.</p>
<p><span id="more-1830"></span>2.       <strong>Pura-pura sibuk. </strong>Beresin isi lemari dan kolong tempat tidurmu.</p>
<p>3.       Dan, supaya curhatnya jadi berguna, <strong>biarin dia curhat sambil suruh dia jemurin cucianmu. </strong>Bermanfaat, kan?</p>
<p>4.       SMS salah satu temanmu. Ajak dia <strong>membuat sandiwara percakapan di telepon untuk mengalihkan perhatianmu. </strong>Ingat kata Nike Ardilla, dunia ini panggung sandiwara, teman!</p>
<p>5. <strong> Minta tolong padanya untuk beli cokelat, permen, obat pencahar, atau apalah di swalayan atau warung. </strong>Nah, sementara dia pergi, segera minum obat tidurmu. Hihihi.</p>
<p>6. <strong> Keluarin koleksi film <em>action</em>-mu dan ajak dia nonton. </strong>Siapa tau, setelah kalian nonton bareng dia mau nonjok orang yang bikin dia bete itu.</p>
<p>7.       Atau, kalo kamu gemar repot-repot, hadiahkan dia punch bag sederhana dari karung dan pasir.</p>
<p>8. <strong> Ajak dugem dan dandanin dia seseksi mungkin. </strong>Cariin cewek baru. <em>Maybe she needs to get laid, and she will shut up. </em>Kamu tinggal nunggu curhat berikutnya dari dia.</p>
<p>9. <strong> Ajak ke rumah pemulung atau panti asuhan. </strong>Supaya dia ngeliat, kalo nggak hanya dia yang paling menderita di dunia ini.</p>
<p>10.   Kalo Sembilan cara di atas masih nggak berguna, <strong>curhatin balik aja!</strong></p>
<p><em>Well, </em><em>Ladies, </em>selamat mencoba dan selamat tegang urat dengerin orang curhat.. Hihihi.</p>
<p><em>Happy Sunday </em>ya!</p>
<p>@Fluffy, SepociKopi, 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2009/04/26/obrolan-cewek-12-tips-menghindari-yang-pelacur-pelan-pelan-curhat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

