Browse Categories

Sepocikopiana

Pelukan hangat dari segenap keluarga SepociKopi.

Gaya Hidup

Obrolan santai di beranda, milik kita

Humaniora

Bukalah jendela pemikiran, melangkahlah keluar.

Seni Budaya

Mari jatuh cinta pada estetika

Reportase

Segala yang paling aktual dari pelosok dunia.

Home » Archive by Tags

Articles tagged with: Cerpen

Cerpen: Kastil Walpole

13/05/2013 – 7:00 am | 7 Comments | 2,882 views

Cerpen oleh: Guntur Alam
(Dimuat di Koran Tempo, 2 September 2012)
SUDAH bertahun-tahun orang-orang berdebat tentang hal-hal ini. Tentang Tuan Horace Walpole yang malang, yang meninggal dalam kesunyian dan membawa banyak rahasia ke dalam liang lahatnya. Tentang kisah cintanya yang berselimut kabut pekat yang sulit diungkap. Tentang novelnya yang melegenda, The Castle of Otranto, novel yang masih saja diperdebatkan apakah itu karyanya atau bukan. Tuan Walpole mengembuskan …

Cerpen: Ramaraib

09/04/2012 – 1:47 pm | 10 Comments | 3,419 views

Ramaraib
Oleh: Djenar Maesa Ayu & Sardono W. Kusumo
Cerpen ini dimuat di kumpulan cerita 1 Perempuan 14 Laki-laki (Gramedia Pustaka Utama, 2011)
“Setiap kali kita bertemu, aku menabung rindu,” akunya sambil berbaring di tubuhku. Matanya terpejam. Jemarinya bergerak seperti seseorang yang tengah menganyam. Namun tubuhnya diam. Hanya kulitnya yang tekun menyerap tiap jentik keringat. Dekat. Lekat. Rapat. Selanjutnya, tubuhku pun merasakan. Jari-jemari yang semula menganyam harapan mulai …

Cerpen: Lara Lana

23/01/2012 – 3:00 pm | 9 Comments | 5,979 views

Lara Lana
Oleh: Dewi Dee Lestari
Cerpen ini dimuat di kumpulan cerita dan prosa Filosofi Kopi (Gagas Media, 2005)
Sederet angka mencuat dari kertas putih, menusuk mata Lana. Ada sebersih takjub juga ngeri. Seberantak angka yang susah dihafal mampu membongkar kenangan usang dan memberinya makna baru. Dia yang baru. Aku yang usang.
Ruang tunggu selalu memancing dilema dalam hatinya, tapi tidak pernah seperti ini. Lana betul-betul tergerak untuk menelepon. …

Cerpen: Di Tempatmu Berbaring Sekarang

05/12/2011 – 12:04 pm | 17 Comments | 2,912 views

Di Tempatmu Berbaring Sekarang
Oleh: Aan Mansyur
Cerpen ini dimuat di Kumpulan Cerpen Dari Datuk ke Sakura Emas (Gramedia Pustaka Utama, 2011)
POHON di tengah padang rumput tumbuh bersama rahasianya. Pohon itu menceritakannya kepadaku suatu siang saat aku istirahat selepas memandikan sapi-sapiku. Sebelumnya aku tak pernah berani berteduh di bawah pohon itu. Orang-orang kampung mengatakan pohon itu angker, namun panas matahari betul-betul tak membuatku takut kepada apa …

Cerpen: Sebuah Keputusan

07/11/2011 – 12:34 pm | 29 Comments | 5,471 views

Sebuah keputusan
Oleh: Alberthiene Endah
Cerpen ini dimuat di kumpulan cerpen Dari Datuk ke Sakura Emas (Gramedia Pustaka Utama, 2011)
“Jadi kau tidak mau pakai sawi?” aku menatapnya dengan rileks. Tepatnya, berusaha rileks. Memang biasanya serileks itu aku bertanya. Ia menggeleng. Aku mengangguk. Berusaha wajar. Angin sore menyentuh tengkukku. Aku makin merasakan ketidakwajaran.

Cerpen: Satu-satunya Perempuan yang Kucinta

18/07/2011 – 4:08 pm | 13 Comments | 5,388 views

Satu-satunya Perempuan yang Kucinta
Oleh: Widya Arisma
Cerpen ini pernah dipublikasikan di majalah Femina nomor 5, 5 Februari 2011
Cahaya matahari pagi masuk dari sela-sela tirai jendela kamarku. Tanpa perlu alarm lagi, sinarnya telah menyadarkan aku bahwa pagi telah datang. Aku bangkit dari tempat tidur, langsung menjerang air untuk menyeduh teh, ritualku setiap pagi. Aku bukan penggemar kopi seperti laki-laki pada umumnya. Persetan dengan anggapan tidak macho.

Cerpen: Senyum Vagina

06/06/2011 – 5:51 pm | 17 Comments | 3,644 views

Senyum Vagina
Oleh: Mahdiduri
Cerpen ini terpilih oleh Tim Kurator Sastra Dewan Kesenian Jakarta 2010, dijadikan bagian dari kumpulan cerpen Si Murai dan Orang Gila (KPG, 2010)

Vagina yang hitam manis. Vagina yang berambut lebat. Vagina yang bisu. Vagina yang lakunya agresif. Vagina yang kalau tertawa nampak gigi putihnya berbaris rapi…

Cerpen: Misteri Polaroid

09/05/2011 – 12:45 pm | 4 Comments | 2,487 views

Misteri Polaroid
Oleh: Intan Paramaditha
Cerpen ini dimuat dalam kumpulan cerpen Sihir Perempuan (Kata Kita, 2005)
Sebuah foto mampu menangkap realitas bahkan lebih banyak dari yang kau yakini.
Di awal tahun 2000, sebelum fotografi digital populer di Indonesia, para fotografer profesional tergantung pada polaroid. Sebelum pemotretan yang sesungguhnya dengan menggunakan slide, mereka mengambil gambar instan instan dengan kertas polaroid yang dimasukkan ke dalam backfilm kamera medium format untuk melihat …

Cerpen: Makan Malam

04/04/2011 – 2:17 pm | 12 Comments | 3,360 views

Makan Malam
Oleh: Indra Herlambang
Cerpen ini dimuat di majalah Femina no. 37, 25 September 2010
Tarik napas dalam-dalam.
Keluarkan perlahan.
Hitung mundur dari sepuluh hingga satu
Jangan terlalu terburu-buru.
Ingat.
Dia tidak akan tahu, jika tidak diberi tahu.
Ini rahasia yang masih bisa disimpan rapat.
Jadi tenang saja.

Cerpen: Hantu Nancy

07/03/2011 – 1:21 pm | 6 Comments | 3,109 views

Hantu Nancy
Oleh: Ugoran Prasad
Cerpen ini dimuat di harian Kompas Minggu, 29 November 2009
Kebon Sawah dipaksa mengingat, pernah di salon itu, duduk di depan meja rias dan menemukan bayanganmu sendiri artinya kamu akan segera ditangani. Nancy akan menghampirimu, berdiri di belakangmu, embus napasnya lembut mencapai tengkukmu. Setelah Nancy mati, Zulfikar masih duduk di sana, menunggu embus napas mencapai tengkuknya sebab yakin gilirannya pasti.