<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SepociKopi &#187; blog</title>
	<atom:link href="http://sepocikopi.com/tag/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sepocikopi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 02:00:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.3</generator>
		<item>
		<title>Bengkel Menulis: Menghadapi Penunggang Gelap</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2009/08/13/bengkel-menulis-menghadapi-penunggang-gelap/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2009/08/13/bengkel-menulis-menghadapi-penunggang-gelap/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 08:49:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bengkel Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=3656</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Lakhsmi
Free rider alias penunggang gelap dalam konteks ekonomi, psikologi, dan politik biasanya mengacu pada kelompok manusia yang mengambil bagian orang lain yang bukan miliknya dengan semena-mena sehingga menimbulkan ketimpangan dan ketidakadilan dalam penciptaan produksi. Wah, definisi yang lumayan panjang dan kompleks. Biar gampang, mari kita buat pengertian yang lebih lembut dikunyah. Sederhananya begini, penunggang gelap sebenarnya adalah orang yang menggunakan transportasi publik tapi tidak mau membayar. Nah, simple, kan?
Namun ternyata penunggang gelap tidak sesederhana yang terdengar. Istilah itu ternyata sangat populer dan menjadi penegasan untuk menamai banyak peristiwa. Aku ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-3670" title="happiness_is_a_smiley_hedgehog_by_adnil" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2009/08/happiness_is_a_smiley_hedgehog_by_adnil.jpg" alt="happiness_is_a_smiley_hedgehog_by_adnil" width="189" height="196" />Oleh: Lakhsmi</p>
<p><em>Free rider</em> alias penunggang gelap dalam konteks ekonomi, psikologi, dan politik biasanya mengacu pada kelompok manusia yang mengambil bagian orang lain yang bukan miliknya dengan semena-mena sehingga menimbulkan ketimpangan dan ketidakadilan dalam penciptaan produksi. Wah, definisi yang lumayan panjang dan kompleks. Biar gampang, mari kita buat pengertian yang lebih lembut dikunyah. Sederhananya begini, penunggang gelap sebenarnya adalah orang yang menggunakan transportasi publik tapi tidak mau membayar. Nah, <em>simple</em>, kan?</p>
<p><span id="more-3656"></span>Namun ternyata penunggang gelap tidak sesederhana yang terdengar. Istilah itu ternyata sangat populer dan menjadi penegasan untuk menamai banyak peristiwa. Aku sanggup membuat seratus definisi tentang penunggang gelap yang digunakan dalam berbagai konteks masyarakat dan kajian ilmu. Seorang temanku bercerita tentang kekesalannya di jalan raya menghadapi para pengemudi bus yang semena-mena, berhenti sembarangan di tengah jalan atau sengaja berlambat-lambat di depan mobil-mobil yang ingin bergegas. Itu, istilahnya adalah &#8220;penunggang gelap&#8221;. Seorang blogger bercerita tentang tulisan-tulisan blognya yang dihujani cercaan. Aku mampir ke blognya karena penasaran. Sayangnya aku tidak berhasil menemukan sedikit pun hujatan yang pantas dialamatkan ke blogger tersebut. Menurutku tulisan-tulisannya tidak jahat, apalagi menghasut. Seorang blogger ngetop seperti Ndoro Kakung (<a href="http://www.ndorokakung.com">www.ndorokakung.com</a>) yang tulisannya sangat membantu banyak blogger pemula mengaku sering dihantam hinaan dan cercaan yang kerap datang. Cerita lainnya, seorang sahabat lesbian curhat tentang <em>wall</em> Facebook-nya yang ditulisi dengan kata-kata sindiran tak jelas.</p>
<p>Contoh-contoh di atas dapat dikenali sebagai pekerjaan tak bertanggungjawab dari para penunggang gelap. Penunggang gelap tidak peduli apa pun; dia sengaja melakukannya untuk membuat orang lain kesal dan terganggu. Dia tidak mau patuh dengan peraturan, apalagi sadar diri terhadap mana yang benar dan mana yang salah; mana yang bijak mana yang garing; mana yang berlian mana yang sampah. Mereka tidak peduli dengan topik atau isu yang sedang dibahas. Prinsip mereka hanya satu: hantam dulu, obyektifitas belakangan.</p>
<p>Menjadi blogger atau penulis yang terkenal sejagat maya atau nyata pasti pernah berpapasan dengan para penunggang gelap. Bersikap manis dan ramah kepada semua pengunjung/pembaca blog tidak membuat seorang blogger dapat lolos dari incaran penunggang gelap.  Kata-kata secantik apa pun pada tulisan-tulisan pasti mampu dipelintir oleh mereka. SepociKopi menghadapi banyak penunggang gelap yang pada intinya hanya kepengin mengganggu mental para penulis dan mematikan kreatifitas. Para penunggang gelap ini juga berani berhadapan langsung dengan para blogger lesbian secara pribadi bertujuan untuk mengacak-acak <em>mood</em>.</p>
<p>Ternyata selain harus mengerti teknik menulis yang baik dan benar diikuti dengan latihan menulis tanpa henti, kita juga harus mengenal berbagai konsekuensi ketika tulisan-tulisan tersebut telah dipublikasikan. Sebagai blogger, bagamana cara menghadapi para penunggang gelap ini yang kehadirannya sering kali membuat semangat menjadi anjlok?</p>
<p><strong>Pertama dan terutama adalah mengabaikan dan menafikannya.</strong> Komen-komen yang tak bermartabat apalagi mendasar tidak perlu dilayani.  Energi dan waktu akan terbuang dengan percuma. Bukankah kita memiliki waktu berharga yang selayaknya diberikan kepada mereka yang lebih pantas mendapatkannya? Gunakan waktu itu sebaik-baiknya.</p>
<p><strong>Kedua, jangan berhenti menulis dan membagi. </strong>Setiap blogger yang menulis dari hati tentu memiliki kearifan dan kebijakan yang mengalir seperti oksigen. Jika dimulai dengan niat yang baik, semua akan berakhir dengan baik pula. Para blogger lain akan melihat spirit yang sama di jagat dunia maya. Blogger yang tujuan murni menulisnya adalah membagi perasaaan, ide, pengetahuan, dan pengalamannya hidupnya sebagai lesbian pastinya memiliki ikatan kuat satu sama lain. Menjalin jaringan komunitas dan menemukan setumpuk pelajaran baru dari sesama blogger lesbian adalah kenikmatan tersendiri dan unik. Jangan biarkan penunggang gelap menghancurleburkan kemerdekaan tersebut.</p>
<p><strong>Ketiga, daripada kesal, berbanggalah dengan kehadiran para penunggang gelap. </strong>Mereka adalah tanda bahwa keberadaan dirimu atau tulisan-tulisanmu sudah mendapat tempat nyaman di banyak rumah hati pembaca. Penyusup-penyusup kecil ini merupakan bukti jelas bahwa mereka menantang para blogger dan penulis untuk berpikir semakin tinggi dan jauh, menabrak rambu-rambu norma yang mengungkung. Jangan jadikan ucapan para penunggang gelap sebagai hal yang perlu dimasukkan ke dalam hati, tapi jadikan mereka sebagai permainan trompet kanak-kanak yang lucu pada malam gelap untuk mengusir sunyi.</p>
<p>Jadi, kenapa bete dan kuatir dengan kehadiran penunggang gelap? Jika terganggu dengan eksistensi penunggang gelap, usirlah mereka dimulai dari dirimu sendiri yaitu jangan menjadikan dirimu seorang penunggang gelap. Maksudku, jangan menyampah kejahatan di blog-blog lainnya. Seperti peraturan tak tertulis alam semesta lainnya, semesta blogisme tidak sudi menampung iri hati, dengki, kebencian, dan frustrasi dari para penunggang gelap. Sebab hukum sebab akibat juga berkata gamblang, segala sesuatu yang dimulai dengan tidak baik akan berakhir dengan tidak baik pula.</p>
<p>@Lakhsmi, SepociKopi, 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2009/08/13/bengkel-menulis-menghadapi-penunggang-gelap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bengkel Menulis: Menjadi Blogger Lesbian Ngetop!</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2009/05/07/bengkel-menulis-menjadi-blogger-lesbian-ngetop/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2009/05/07/bengkel-menulis-menjadi-blogger-lesbian-ngetop/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 04:14:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bengkel Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=1972</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh: Lakhsmi
Menurut Business Week, saat ini Indonesia merupakan salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang paling aktif melakukan kegiatan blogging. Aktivitasnya berupa memposting tulisan dan memberi komentar. Di Indonesia, blog telah berkembang  menjadi media baru, menjadi alternatif media tradisional yang telah ada sejak dulu, untuk menyampaikan informasi dan hal-hal lainnya.
Dengan biaya koneksi internet menjadi semakin murah, harga barang-barang teknologi yang semakin terjangkau, fitur hape yang semakin canggih, maka semakin banyak manusia Indonesia yang terbiasa dengan blog serta fasilitas-fasilitas lainnya yang sehubungan dengannya, seperti Twitter, FaceBook, MySpace, hi5, Friendster, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-1982" title="65_bookmarks_and_social_icons_by_studiom6" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2009/05/65_bookmarks_and_social_icons_by_studiom6.png" alt="65_bookmarks_and_social_icons_by_studiom6" width="180" height="200" /></p>
<p>Oleh: Lakhsmi</p>
<p>Menurut <em>Business Week, </em>saat ini Indonesia merupakan salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang paling aktif melakukan kegiatan blogging. Aktivitasnya berupa memposting tulisan dan memberi komentar. Di Indonesia, blog telah berkembang  menjadi media baru, menjadi alternatif media tradisional yang telah ada sejak dulu, untuk menyampaikan informasi dan hal-hal lainnya.</p>
<p>Dengan biaya koneksi internet menjadi semakin murah, harga barang-barang teknologi yang semakin terjangkau, fitur hape yang semakin canggih, maka semakin banyak manusia Indonesia yang terbiasa dengan blog serta fasilitas-fasilitas lainnya yang sehubungan dengannya, seperti Twitter, FaceBook, MySpace, hi5, Friendster, Fixter, dan jejaring sosial lainnya di dunia maya. Dunia maya menjadi ramai oleh sejumlah pemain Indonesia yang semakin hari semakin banyak.<span id="more-1972"></span></p>
<p>Media-media global dan raksasa seperti CNN, BBC, New York Times, Washington Post, Guardian, Wall Street Journal memanfaat fenomena teknologi ini. Jika dulu mereka harus bersusah payah mengirim wartawan mereka maju ke medan garis perang untuk mewartakan apa yang terjadi ujung kolong langit itu (apalagi jika negara yang harus dimasuki terisolasi seperti Tibet atau Korea Utara), maka sekarang mereka melakukan evolusi pemberitaan besar-besaran. Misalnya, peristiwa Teror Mumbai yang baru terjadi akhir-akhir ini, menjadi tonggak baru dalam sejarah <em>citizen journalism </em>alias jurnalisme warga. Guardian atau CNN misalnya, mereka menadah seluruh informasi atas berita-berita yang berhamburan turun dari Twitter, Flickr, para blogger dunia, serta jejaring sosial lainnya untuk kemudian diambil, sunting, rapikan, organisasikan, dan terakhir dipublikasikan.</p>
<p>Dulu, beberapa tahun lalu, orang sulit melakukan obrolan lintas dunia kepada sesama, tapi kini di mana saja; rumah, ruang tunggu pasien, angkot, kantor, kamar mandi, ranjang, waktu mengantri membeli barang, di kereta api, dan lain-lain mereka bisa memposting tulisan apa yang terjadi dengan mereka detik itu juga di dunia maya sehingga seluruh dunia dapat membacanya dan  melakukan komunikasi karib dengan komunitas virtual mereka melintasi tabir waktu, bangsa, keyakinan, dan geografi. Bukan itu saja, tulisan-tulisan para blogger kini diangkat ke media cetak, menjadi terkenal, dan sebagian mendapatkan penghasilan hidupnya dari sana.</p>
<p>Lihatlah Agustinus Wibowo (<a href="http://www.avgustin.net">www.avgustin.net</a>) yang melakukan perjalanan keliling dunia (China, Nepal, Afganistan, Iran, Takijistan, dll) dan melaporkan pandangan matanya di blognya yang kini telah memiliki hosting pribadi. Dia menjadi sangat terkenal, namanya diberitakan oleh media raksasa Kompas, dan orang-orang berkunjung ke situsnya yang kini mencapai rata-rata 8,000 per hari. Hidupnya berubah total semenjak dia melakukan langkah pertama melihat dunia dan membagi apa yang dilihatnya kepada dunia. Kini dana perjalanan pribadinya disokong oleh PBB. Tulisan-tulisannya memberikan wawasan dan inspirasi nyata bagi mereka yang membacanya.</p>
<p>Lihatlah Raditya Dika (<a href="http://www.radityadika.com">www.radityadika.com</a>) yang mulanya menulis untuk kesenangan pribadi dengan mencatat kejadian-kejadian biasa dalam hidupnya sehingga terasa konyol dan absurd. Dari tulisan-tulisan sehari-hari, akhirnya dia berkembang menjadi penulis pop-komedi Indonesia yang sangat terkenal. Karyanya merambah ke mana-mana, esay, cerpen, sampai dengan naskah film. Tulisannya dapat membuat orang tersenyum, tertawa, bahkan tersindir. Menurutnya, menulis komedi itu bukan pekerjaan mudah, melainkan pekerjaan yang sulit dan membutuhkan keseriusan yang tak serampangan.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan kita, para blogger lesbian sekalian? Pertumbuhan blogger lesbian menjadi signifikan dalam waktu setahun belakangan ini. Kegairahan menulis menjadi semakin menjadi-jadi; apalagi dengan menjadi blogger, sebagian para lesbian dapat mencurahkan isi hati dan hidupnya yang dalam kehidupan sehari-hari sungguh merupakan rahasia yang tersembunyi dalam lemari. Dengan menjadi blogger di dalam komunitas virtual lesbian, mereka mengeluarkan jiwa mereka yang terpenjara dalam dunia non-maya.</p>
<p>Menjadi blogger tentu mengharapkan blogmu akan ramai dikunjungi, mendapat banyak komen dan perhatian, dan terlebih-lebih menjadi terkenal. Banyak para blogger lesbian yang dulunya bukan siapa-siapa tiba-tiba menjadi ngetop secara instan karena apa yang ditulisnya. Mereka menjadi ikon lesbian dan blog mereka ramai dikunjungi oleh para fans berat mereka. Nah, bagaimana cara membuat tulisan di blog agar sering didatangi pembaca lesbian atau bagaimana caranya menjadi blogger yang terkenal di dunia vitual lesbian ini?</p>
<p>Pertama, untuk menjadi blogger lesbian ngetop, kamu <strong>harus memiliki ciri khas sendiri</strong>. Niru tulisan orang tidak ada salahnya, tapi tentu saja tidak meniru mentah-mentah. J.K. Rowling justru menyarankan untuk meniru tulisan orang jika kamu penulis pemula, tapi setelah kamu banyak menelurkan tulisan, kamu akan memiliki gaya tulisan sendiri yang kreatif dan berbeda. Jadi silakan saja serap gaya penulisan para pengarang atau blogger idolamu (bisa lebih dari satu) lalu campur-campur saja dengan gaya tulisanmu sendiri. Dijamin halal dan maknyus!</p>
<p>Kedua, buatlah <strong>pembaca nyaman membaca tulisanmu.</strong> Inilah yang seringkali aku tekankan berulang-ulang untuk belajar menulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pemakaian alfabet gaul dengan kombinasi angka dan huruf besar/kecil bergaya ABG akan repot dimengerti oleh pembaca sehingga jelas bukan suatu keputusan yang cerdas. Pembaca akan kesulitan mengartikannya sehingga selanjutnya mereka akan malas mengunjungi blogmu apalagi menyambut positif pemikiran dan kisah hidupmu. Ini teknik mengikat pembaca dengan memajang gaya menulis yang mudah dicerna. Kalau perlu, investasikan dirimu dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia sehingga kemampuan EYD-mu menjadi sempurna, tidak <em>ngasal </em>atau sembarangan. Jangan lupa untuk sering mengintip dan rajin-rajin mengikuti tips dan trik aneka teknik menulis di kolom Bengkel Menulis ini.</p>
<p>Ketiga,<strong> banyak-banyaklah menulis dan sering-seringlah mengisi blogmu</strong>. Kalau kamu menulis blog sebulan sekali, jangan harapkan ribuan orang akan mengunjungi blogmu yang isinya hanya tiga postingan. Kalau perlu, tulislah tiga kali sehari seperti meminum obat.</p>
<p>Keempat, <strong>jadilah blogger yang aktif menjadi pengunjung sesama blogger lesbian.</strong> Sapalah tetanggamu, tuliskan komen di blog-blog lain yang menurutmu oke, jadilah blogger lesbian yang gaul dan bersahabat. Kamu bisa juga menjadi komentator situs majalah online Lesbian SepociKopi yang rajin sehingga para pembaca SepociKopi yang notabene beberapa <em>bukan-lesbian</em> atau <em>bukan-blogger-lesbian </em>juga mengunjungi blogmu.</p>
<p>Kelima, <strong>rajin-rajinlah belajar menulis.</strong> Kembangkan teknik menulismu menjadi semakin <em>sophisticated </em>dan canggih. Menuliskan pengalaman apalagi buah pikiran yang kritis dan abstrak tentu membutuhkan latihan dan ketrampilan yang tidak datang begitu saja dalam satu hari. Cobalah untuk mengirim tulisan esaimu ke majalah online lesbian SepociKopi tanpa sungkan dan segan ditolak, sebab tim redaksi SepociKopi memiliki peraturan baku dan profesional dalam penerimaan naskah dan penilaiannya. Situs SepociKopi didatangi oleh 2,000 pengunjung setiap hari (dan terus bertumbuh), sehingga tulisanmu yang menarik pasti akan membuat orang menjadi penasaran dengan si penulisnya. Kamu pasti dilirik!</p>
<p>Keenam, sama seperti kehidupan yang memiliki takaran positif dan negatif, <strong>persiapkan batinmu jika menerima komen yang tidak baik.</strong> Kalau kamu berani menulis, berarti kamu berani juga dibaca oleh orang lain. Kamu tidak bisa memaksakan orang lain untuk memberi komentar yang baik-baik saja terhadap tulisanmu. Untuk keadaan seperti itu, aturlah sebaik-baiknya dengan orang yang bersangkutan. Jika pemberi komen di blogmu berbicara kasar dan tidak berhubungan dengan tulisanmu, tidak usah kamu tanggapi sama sekali. Tapi jika yang berkomentar kritis dan cerdas mengupas tulisanmu, gunakan kesempatan itu untuk menunjukkan dirimu seorang blogger lesbian yang bijak.</p>
<p>Demikian tips yang bisa kamu lakukan untuk menggenjot jumlah pengunjung blogmu. Apresiasi dan uluran persahabatan merupakan upah menulis yang tiada terbandingkan, bahkan oleh uang sekali pun. Akhirnya, selamat rajin belajar menulis dan semakin menambah jumlah fans! Selamat menjadi blogger lesbian ngetop! Selamat menjadi selebritis lesbian di dunia virtual lesbian!</p>
<p>@Lakhsmi, SepociKopi, 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2009/05/07/bengkel-menulis-menjadi-blogger-lesbian-ngetop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

