Home » Archive

Articles tagged with: ayah

Personal Life, Sepocikopiana »

[23 Nov 2011 | 2 Comments | 207 views]
Dance with My Father

Oleh: Krishna
Dering telepon di waktu makan malam mengagetkan saya. Di seberang, salah seorang sahabat terbaik saya bergumam, “Sori, gue nggak bisa bantuin lo ngerjain paper. Bokap gue meninggal.”
Lama sesudah telepon yang mengejutkan itu, saya termangu, tidak percaya bahwa kematian dengan cepat menjemput seseorang tanpa tanda dan berita. Sebelum telepon itu, kami sempat saling meledek di telepon masalah paper yang harus diselesaikan untuk mengisi sebuah seminar. Sungguh tidak terbayangkan setengah jam kemudian suasana berubah menjadi suasana duka.

FabuLezlyCool, Humaniora »

[9 Nov 2011 | 5 Comments | 254 views]
FabuLezlyCool: Disayang Seumur Hidup

Oleh: Akapela Violinist
Pernah nggak sih kesel sama orang tua dan pengin kabur dari rumah? Pernahkah berpikir kalau hidup jauh dari orang tua pasti bakal lebih enak daripada hidup bersama mereka? Kalau jawabannya pernah, berarti kita sehati nih.

Humaniora, Say It Oud Loud »

[8 Nov 2011 | No Comment | 220 views]
Say It Out Loud: I Love You, Mom And Dad!

Mencintai orangtua bukanlah suatu paksaan, tapi sebenarnya berasal dari hati nurani dan ikatan batin yang tersimpul antara si anak dengan orangtua. Mengacalah di sana, maka akan ditemukan sebuah benang tipis kasat mata yang membentang erat dengan pasangan manusia yang dipanggil dengan nama ayah dan ibu. Ada hubungan unik, menarik, dan menantang dari setiap anak kepada orangtuanya. Apalagi kaum lesbian! Banyak air mata, senyum, kepedihan, kerisauan, kegundahan, jeritan, kemarahan, kegusaran, kegembiraan, kepuasaan…. yang mengisi ruang-ruang episode lesbian dengan Papa-Mama.

FabuLezlyCool, Humaniora »

[2 Nov 2011 | 4 Comments | 239 views]
FabuLezlyCool: My Superstar

Oleh: Chossy Tan
Ketika Tuhan sedang menciptakan ayah, seorang malaikat memperhatikanNya dengan terheran-heran. “Tuhan, kenapa Kau membuat ayah begitu tinggi? Nanti dia tidak bisa bermain dengan anaknya.” Tuhan menjawab, “Kalau dia tidak tinggi, kepada siapa anaknya memandang ke atas, menggantungkan cita-citanya?”

Humaniora, Tajuk »

[1 Nov 2011 | 4 Comments | 168 views]
Tajuk: Mama, Papa, dan Kita

Oleh: Nuha Guwa
Perasaan kasih sayang memang anugerah. Disayangi oleh orang yang kita kasihi benar-benar rasa yang tak terkatakan indahnya. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu ingin dicintai. Ingin diperhatikan, ingin disentuh, ingin disayang. Bunda Theresa mengatakan bahwa kebutuhan utama manusia adalah cinta. Terkadang saking cintanya, kita rela memberikan apa saja, berbuat apa saja, melakukan hal-hal yang di luar dugaan. Perasaan cinta terkadang membuat lesbian menjadi tidak proporsional dalam hidup.

Humaniora, Renungan »

[16 Dec 2010 | 12 Comments | 152 views]

Oleh: Rae
Coba acungkan tangan, siapa di antara teman-teman sekalian yang memiliki hubungan yang tidak begitu dekat sang Ayah? Hmm… saya rasa pasti ada beberapa orang yang akan langsung mengacungkan telunjuk. Berdasarkan pengalaman, cukup sering saya mendengar sahabat maupun kenalan yang bilang kalau mereka tidak dekat dengan sosok sang Ayah. Sayangnya, saya juga termasuk salah satunya.
Saya jadi bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dengan sosok sang Ayah sehingga sering terlontar dari mulut seorang anak bahwa hubungannya dengan ayahnya hanya sebatas ayah dan anak. Titik. Sampai di situ saja. Tidak ada makna lebih dari …

Have Your Say, Sepocikopiana »

[16 Apr 2010 | 9 Comments | 82 views]

Hubungan kedekatan ayah dan anak kerap tidak menjadi kenangan bagi para lesbian. Tapi tidak bagi banyak orang. Banyak anak yang sangat dekat dengan ayahnya sampai mereka tak terpisahan. Dengarkan sahabat lesbian kita, Sitha yang bercerita tentang ayahnya.
Ibuku sudah lama meninggal sejak aku berumur delapan tahun. Aku masih ingat wajah ibu, tapi adikku yang sudah ditingga ibu ketika ia berusia tiga tahun tidak bisa mengingatnya dengan baik. Ada banyak foto ibu di rumah kami, tapi foto itu memudar dengan waktu yang berlanjut. Aku masih mengenang ibuku sebagai perempuan yang mencintai dan …

Humaniora, Renungan, Tentang Cinta »

[23 Dec 2009 | 4 Comments | 193 views]
Bapa dan Natal

Oleh: Justine Ht
Pegunungan yang mengelilinginya menjadikan kampung ini indah dan sejuk. Hamparan padi menguning yang ranum dan montok membinarkan mata petani untuk segera menuainya. Sungainya jernih, berbatu, dan berarus deras tempatku menghabiskan waktu bermain di masa kecilku. Duduk di batu, mencelupkan kaki di air, menggoyangkannya hingga menimbulkan cipratan yang membasahi diriku sendiri.
Semua masih seperti dulu. Sepi. Budaya merantau yang dianut masyarakat membuat generasi muda enggan menetap dan berkarya di sini. Yang tersisa hanya anak-anak dan orang tua.

Intermezzo, Tentang Cinta »

[26 Aug 2009 | 12 Comments | 218 views]
The Day I Met Her

Oleh: Justine Ht
Udara kebebasan membelaiku lembut saat kuinjakkan kaki di universitas. Masa aku menjadi terpidana berat telah berakhir. Jadwal sekolah yang ketat, pekerjaan rumah yang segerobak, tas punggung yang isinya lebih berat dari tas para pencinta alam, terpaksa berdiri di depan kelas jika tidak membawa buku teks atau tidak bisa mengerjakan soal. Tidak ketinggalan upacara bendera setiap hari Senin. Bahkan saat ada pelajaran yang gurunya berhalangan hadir pun pasti diisi oleh kepala sekolah yang tidak pernah bosan membahas Pancasila dan UUD45.
Cupid memang anak nakal. Di hari pertama aku di kampus …

Humaniora »

[26 Jun 2009 | 7 Comments | 447 views]

Oleh: Ken Lee
Dulu, dia lelaki yang disiplin dan berwibawa. Pemimpin yang selalu menerapkan kebebasan berpendapat, menentukan pilihan, dan bertanggung jawab atas pilihan tersebut.
Lelaki itu adalah saingan dan sahabat lelaki terbaik yang kumiliki sampai saat ini.
Dia adalah pemainan catur di waktu senggang, menjadi sainganku. Dia juga teman berrsamaku untuk menonton bareng sepakbola dan taruhan tim-tim sepok bola favorit. Kami sering bersitegang tapi akhirnya baikan lagi.Aku tahu dia sering mengalah untukku, seorang “his little girl” yang keras kepala dan penuh ambisi. Dia rela berbagi kemeja jadulnya, celana pendek serta sandalnya. Jadi ingat …