Tantangan »

[13 Apr 2012 | 84 Comments | 676 views]
SepociKopi 30 Day Challenge (3)

Para penantang, mari melanjutkan tantangan SepociKopi 30Day Challenge (2) di ruangan ini dari hari keempat belas (tanggal 14 April) sampai hari kedua puluh (tanggal 20 April). Tantangan sebelum dari hari pertama sampai hari ketigabelas, silakan lihat di SepociKopi 30 Day Challenge (2)
Berikut ini adalah tantangan selanjutnya:
Hari 14. Kalau kamu bisa bertemu selama 1 jam dengan 1 penulis yang karya-karyanya kamu cintai, apa yang ingin kamu katakan/obrolkan kepadanya?
Hari 15. Sebut 5 kutipan paling penting bagimu yang kamu dapatkan dari buku.
Hari 16. Sebutkan 3 alasan mengapa buku sangat penting bagi hidupmu.
Hari 17. …

Have Your Say, Sepocikopiana »

[13 Apr 2012 | 19 Comments | 1,941 views]
Have Your Say: Hidupku Sebagai Lesbian Selama Puluhan Tahun

Pengalaman hidup sebagai lesbian memang adalah pengalaman yang sangat berharga. Apakah kita perlu mengalami seluruh pengalaman itu agar bisa belajar? Ataukah kita bisa belajar dari mendengar pengalaman orang-orang lain dan mendapatkan hikmahnya? Dengan begitu, kita bakal tahu rambu-rambu mana yang sebaiknya tidak kita langgar dalam kehidupan.  Dengarkan kisah hebat sahabat lesbian kita, Lola, yang bercerita tentang hidupnya sebagai lesbian dari tahun 1990.

Humaniora, Telezkop »

[12 Apr 2012 | 12 Comments | 577 views]
te.Lez.kop: Living Solo

Oleh: Alex
Jean Paul Sartre pernah bilang, L’enfer c’est les autres, yang biasanya diterjemahkan sebagai “neraka adalah manusia lain.“ Seberapa banyak dari kita yang menganggapnya benar? Saya salah satu orang yang menganggap manusia lain itu lebih banyak mengganggu. Untuk banyak orang terutama yang sudah mencapai aktualisasi diri, keberadaan manusia lain sering kali lebih membuat naik darah dibanding memberi ketenangan.
Dalam buku terbitan Februari 2012, Going Solo, The Extraordinary Rise and Surprising Appeal of Living Alone karya Eric Klinenberg—pakar Sosiologi dari New York University—menunjukkan suatu fenomena mengejutkan tentang peningkatan drastis jumlah  orang yang …

Renungan, Sepocikopiana »

[12 Apr 2012 | 17 Comments | 1,247 views]
Apakah Ini Takdirku?

Oleh: Nura Ranu
Lesbian. What is ‘Lesbian’?
Pertanyaan itu sering banget mengganggu pikiranku. Menurut KBBI, lesbian adalah perempuan yang mencintai atau merasakan rangsangan seksual sesama jenisnya; perempuan homoseks. Sedangkan menurut temanku, lesbian adalah perempuan yang hanya bisa hidup dengan bernafaskan cinta perempuan. Hmm…

Humaniora, Opini »

[11 Apr 2012 | 12 Comments | 704 views]
Menyulut Api

Oleh: Lakhsmi
Seseorang mengeluh bahwa naskah novelnya tidak diterima oleh penerbit karena bertema homposeksual. Penerbit itu langsung menolak naskahnya dengan alasan tidak mau menerbitkan karya-karya yang kontroversial seperti LGBT.

FabuLezlyCool, Humaniora »

[11 Apr 2012 | 9 Comments | 687 views]
FabuLezlyCool: Muntah Cinta

Oleh: Wasabi
Gila, sungguh gila melihat kehidupan kaum lesbian yang lagi keselek cinta. Cinta dipuja sampai to the max. Pacar dicintai sampai lebay. Ketika bertepuk sebelah tangan, kelihatan sedihnya seperti tiada hari esok. Apalagi ketika putus cinta, penderitaan patah hati seakan penderitaan satu-satunya dan termalang di dunia. Ternyata ini bukan fenomena zaman sekarang. Dari dulu, komunitas lesbian selalu berkutat di urusan cinta.

Humaniora, Tajuk »

[10 Apr 2012 | 5 Comments | 348 views]
Tajuk: Tanpa Pamrih dan Kita

Oleh: Nuha Guwa
Akhir-akhir ini banyak pertanyaan, mulai dari pertanyaan bernada kagum, ingin tahu, sampai sinis yang dilemparkan kepada redaksi SepociKopi. “Mengapa sih mau menulis/bekerja untuk SepociKopi tanpa pamrih? Adakah tujuan-tujuan tak terlihat yang memang sengaja disembunyikan?”

Humaniora, wawancara »

[10 Apr 2012 | One Comment | 715 views]
Wulan Danoekoesoemoe – Mari Mengenal dan Berdamai dengan Diri Sendiri

Oleh: Villinz dan Ade Rain
Sulit menemukan kelegaan di pagi hari? Maracau dan ngelayap semalaman dengan mata enggan tertutup karena kekalutan? Galau? Patah hati? Kehilangan sesuatu yang berharga? Merasa ada yang tak beres dengan kondisi diri sendiri sehingga rasanya mau mati saja? Butuh seseorang untuk berbagi? Bagaimana jika berbagainya dengan seorang profesional?

Cerpen, Seni Budaya »

[9 Apr 2012 | 10 Comments | 1,038 views]
Cerpen: Ramaraib

Ramaraib
Oleh: Djenar Maesa Ayu & Sardono W. Kusumo
Cerpen ini dimuat di kumpulan cerita 1 Perempuan 14 Laki-laki (Gramedia Pustaka Utama, 2011)
“Setiap kali kita bertemu, aku menabung rindu,” akunya sambil berbaring di tubuhku. Matanya terpejam. Jemarinya bergerak seperti seseorang yang tengah menganyam. Namun tubuhnya diam. Hanya kulitnya yang tekun menyerap tiap jentik keringat. Dekat. Lekat. Rapat. Selanjutnya, tubuhku pun merasakan. Jari-jemari yang semula menganyam harapan mulai meluncur di atas permukaan kulitku dengan amat perlahan. Memamah koin demi koin rindu untuk dijadikan tabungan. Ting tong ting tang, bunyinya, mirip suara gamelan.