Oleh: Alex
11-01-2012. Lima tahun lalu tak ada seorang pun yang menyangka bahwa sebuah situs lesbian Indonesia yang lahir dari ide gila yang iseng-iseng bisa bertahan bahkan berkembang hingga melahirkan beberapa buku. Menghasilkan ribuan tulisan dan mendapat tempat di hati teman-teman semua.
Banyak komentar masuk yang menyatakan betapa SepociKopi sudah membuat mereka merasa lebih baik. Bahwa kita sebagai lesbian tidak lagi sendirian. Menyesap SepociKopi seakan memberi energi baru dalam hidup dan lain-lain. Semua komentar itu memberikan dorongan semangat pada kami, tim redaksi.
Oleh: Rae
Suatu malam, dua tahun yang lalu. Jam menunjukkan pukul sembilan tepat. Aku duduk menatap layar komputer. Jari-jariku mengetikkan sebuah link di komputer yang alamatnya dikirim oleh temanku melalui SMS. “Coba kamu intip. Aku berani bertaruh, demi semua koleksi tasku, kamu pasti suka dengan isinya.” Begitu bunyi pesannya. Layar di hadapanku berkedip lalu memunculkan halaman depan sebuah situs. Terpampang di sana, di bagian atas: SepociKopi. Ya ampun, situs ini lesbian sekali, pikirku. Itulah kali pertama aku berkenalan dengan SepociKopi.
Oleh: Nuha Guwa
Pada zaman dahulu kala, di sebuah kerajaan besar, hiduplah seorang ibu peri yang pandai merapal sihir, baik hati, penggugup, dan pemalu. Jakarta, sebagai kerajaan padat dengan jurang-jurang sosial yang tinggi membuatnya menjadi linglung. Kehidupan manusia penuh sesak, kompleksitas perbedaan strata hidup antara kaya miskin, bodoh pintar, jahat baik, di antara pemukiman mewah dan kumuh, membuat hari-hari ibu peri yang bernama Lakhsmi tidak enak. Makan salah, tidur juga salah. Tongkat sihirnya menjadi berdebu karena sering terlupakan.
Oleh: Justin
Kekuatan jari telunjuk adalah judul yang saya pilih karena terinspirasi dari kejadian di suatu acara perkawinan. Saat itu saya melihat seorang anak menunjuk-nunjuk temannya, menuduh si temanlah yang memecahkan gelas. Apa yang terjadi kemudian? Akan saya beritahukan nanti dong (kalau tidak tulisan saya hanya beberapa baris saja, bukan?).
Oleh: Lakhsmi
Setelah ditunggu-tunggu selama setahun, dengan bangga SepociKopi mempersembahkan novel Club Camilan seri 2! Novel ini adalah cerita bersambung tak putus di situs www.camilan.sepocikopi.com yang dilahirkan sejak tahun 2008. Novel ini diluncurkan sebagai kado terindah ulang tahun SepociKopi kelima tanggal 11 Januari 2012.
Oleh: D’Jive
Kudatang mencari satu alasan
Menepis semua keraguan
Di dalam hatiku ini
Aku mengenal cinta lesbian di bangku SMA dari perempuan kakak kelasku. Dan tidak pernah membayangkan cinta seperti ini akan menghampiri hidupku. Cinta yang melambungkan harapanku sekaligus mengempaskanku pada keterpurukan panjang. Kadang aku menyesali. Kadang kupikir SIM tidak hanya berarti Surat Ijin Mengemudi tetapi juga Surat Ijin Mencintai dengan aturan batasan usia pemegangnya. Aku tahu akan banyak yang kontra denganku, tapi kukatakan ini karena pengalamanku. Bukankah pengalaman pelajaran yang paling berharga sekaligus guru yang terhebat? Terlalu muda mengenal cinta sangat berbahaya, apalagi …
Oleh: Carmen
Aku akan mengawali artikel ini dengan membicarakan soal label, topik yang hangat untuk minggu ini. Secara singkat, ekspresi gender “butch-femme” menjadi bagian dari kultur lesbian di mana pun, termasuk di tanah air. Contohnya, di Amerika Serikat, visibilitas lesbian didominasi oleh ekspresi gender ini. Baru setelah gerakan feminisme tahun 1970, ada notasi bahwa ekspresi ini seperti meniru-niru peran gender tradisional (akibatnya, dicurigai menjunjung tinggi kultur patriarki dll). Sehingga pada saat yang sama, di masyarakat lesbian masa itu, sangat dianjurkan untuk menggerakkan estetika feminisme yang sifatnya androgini, meliputi interaksi sosial yang …
Oleh: Bening
Memang salah ya? Atau harusnya judulnya diganti dengan kata yang mewakili keempat kata tersebut? Biseksual. Tidak, tidak… ini bukan suka dalam konotasi preferensi seksual, tapi “hanya” suka, senang atau gemar.
Aku jelas-jelas lesbian, karena berpartner dengan seorang perempuan (Meski kadang-kadang aku meragukan kelesbiananku, hi hi hi. Stt… jangan protes dulu.) Konon katanya lesbian adalah pecinta perempuan, dan sebagai sebagai objek cinta harusnya perempuan juga menjadi objek perhatian terbesar. Atau perempuan menjadi topik obrolan yang tiada habisnya. Intinya, sebagai lesbian harusnya akan lebih mengasikkan ngobrolin Cerrybelle daripada Sm*ash. Dan akan lebih …
Memiliki perasaan yang lebih kepada sahabat? Banyak manusia yang merasakan hal ini. Dari pertemanan biasa, muncul perasaan bunga-bunga indah yang membuat hari-hari menjadi bahagia. Namun bagaimana kalau sahabat itu sudah memiliki kekasih? Dengarkan kisah sahabat lesbian kita, Sunny, yang jatuh cinta kepada teman sendiri.