Oleh: Frizzy Jo
Siapa yang tidak pernah merasakan patah hati saat putus hubungan dengan kekasih? Aku yakin banyak yang pernah merasakannya. Bahkan tidak jarang patah hati tersebut diiringi rasa sakit berkepanjangan, syukur-syukur buat yang bisa melewati masa kelam tersebut dalam waktu yang singkat, tapi neraka dunia deh buat yang merasa belum bisa move on. Apalagi kalau sakit hati tersebut timbul akibat pemutusan secara sepihak oleh sang kekasih, sepertinya manusiawi jika saat itu langsung terpikir ingin membuat sang kekasih atau tepatnya sang mantan merasakan penderitaan tiada akhir hingga ia bisa mengalami rasa sakit yang lebih kejam dari apa yang kita telah kita rasakan.
Tunggu dulu. Aku tidak ingin mengulas tentang bagaimana cara membalas sakit hati kepada mantan pasangan, aku sungguh tidak ahli dalam hal itu. Namun sepanjang pengalamanku berinteraksi dengan teman-teman yang pernah mengalami jatuh bangun dalam hubungan percintaan, aku menemukan satu fenomena di mana seseorang yang merasa sakit hati karena putus cinta cenderung mendadak bagai narasumber acara infotainment sementara yang menjadi berita utama adalah sang mantan kekasihnya.
Persahabatan lewat jejaring dunia maya? Belakangan banyak yang parno dan takut karena ternyata akibat negatif internet dan dunia maya diekspos terus di media. Tapi FlaPuding berhasil menemukan sahabat terbaik yang sudah dianggapnya kakak sendiri yang disayanginya melalui jejaring maya.
Kukenal dia dari jejaring internet yang telah lama ada memajukan zaman menjadi super modern dan tak terkendali. Aku bertemu dengan seorang teman lesbian bernama Alin. Berawal dari testimonial lalu chatting hingga akhirnya kami pun SMS-an dan teleponan. Sebenarnya tujuan pertamaku adalah mencarikan jodoh untuk teman yang sedang menjomblo, sebut saja dia V. Tetapi karena berbagai macam hal V tidak cocok dengan Alin. Tetapi ketika itu ternyata baru kuketahui Alin pun telah memiliki partner. Lalu berakhirlah niatku untuk menjodohkan mereka.
Tapi ternyata perkenalanku dengan Alin tidak hanya sampai di sana. Aku dan Alin tetap berteman dan menjadi sister complex atau sering juga disebut kakak angkat atau kakak ketemu gede. Perkenalan kami yang entah tidak pernah diketahui tanggal pastinya terus berjalan. Hal-hal sedih dan senang, gelo dan cacat kami lalui dengan gila dan bahagia.
Oleh: Sidney
Aku nggak mau Facebook-an lagi. No more! Bukan karena takut diculik atau diajak kenalan oleh lesbian andro yang cute dan bikin partner langsung melirik waktu kubilang, “Baby, lihat deh ada yang lucu nih.” Alasannya karena belakangan ini Facebook jadi seperti pasar.
Mulai dari iklan-iklan sungguhan yang ada di bagian kanan halaman FB, sampai di halaman utama, isinya pedagang yang menjajakan dagangannya. Mulai dari jualan batik, baju, tas, sampai parfum KW1 berjejalan di sana. Mangga dua aja lewat deh. Ditambah lagi ajakan teman-teman untuk ikut bergabung dengan jaringan dagangannya.
Oleh: Grey Sebastian
“Waspadai penipu cantik di Facebook.”
“ABG hilang setelah kenal teman di Facebook.”
“Kejahatan dunia maya semakin meningkat.”
“Belasan juta raib di berdaya YM Blackberry.”
Beberapa minggu terakhir ini judul-judul berita seperti di atas, banyak menjadi topik utama di berbagai media. Tentu saja semua itu berawal dari berbagai penyalahgunaan media komunikasi yang semakin lama semakin maju, khususnya media internet yang sering kita sebut dunia maya.
Sebenarnya beberapa minggu yang lalu pun saya sempat dipermainkan oleh seorang teman yang saya kenal di dunia maya. Setelah beberapa kali chat selama hampir satu bulan, dia mengajak saya ketemuan. Namun beberapa kali kami membuat janji, setiap kali pula dia selalu membatalkan satu jam sebelum waktu pertemuan kami. Sampai yang terakhir, saya dibiarkannya menunggu sendirian selama lebih dari 3,5 jam di sebuah mal di Jakarta Barat. Itu pun akhirnya saya tetap tidak bertemu dengannya.
Oleh: Shinigami
Misalkan hari ini kita mau memberi kejutan kepada pasangan yang bekerja lembur di kantornya dengan mampir dan membawakan es krim cake kesukaannya. Rasa terkejut yang senang tampak di wajahnya ketika melihat kedatangan kita dan senyum sudah mengembang bagai spanduk warna-warni yang terbentang di pasar malam. Tentu kita balas tersenyum plus melangkah dengan semakin mantap. Tiba-tiba, gedebuk! Kita terjerembab jatuh akibat terlalu sibuk melakukan kontak mata dan tak memperhatikan kabel mesin faks yang terbentang di lantai. Dan, bukannya langsung menolong, pasangan malah tertawa karena melihat ekspresi terkejut kita ketika tiba-tiba jatuh. Pertanyaannya: Bagaimana reaksi kita?
Marah adalah reaksi yang paling sering terjadi dan mungkin juga yang dianggap paling wajar. Kita marah karena orang yang kita sayangi dan – yang katanya menyayangi kita – ternyata menertawakan ketika melihat kita mengalami kejadian tak menyenangkan—atau sekaligus memalukan bila ada beberapa rekan kantornya yang melihat kejadian tadi—dan membutuhkan bantuannya.
Oleh: Carmen Casanova
Hari ini hari Minggu, di mana aku dan partnerku, seperti biasa di siang menjelang sore, melakukan kegiatan hari libur dengan membaca di ruang perpustakaan. Senang rasanya menikmati hidup—dengan duduk di tempat yang penuh tanaman hijau (yang ditanam partner), membaca artikel-artikel terbaru buah pikiran cemerlang para penulisnya, dan ditemani oleh partner cantik yang kucinta. Setelah ini, biasanya kami mandi, dandan, bersiap-siap untuk pergi ke gereja sore. Sesekali partnerku yang sedikit kompulsif mulai bersih-bersih rumah selagi menungguku yang memang lebih lama menghabiskan waktu untuk bersiap-siap. Setelah selesai, kami beranjak menuju mobil yang akan disetiri partnerku sesuai pembagian giliran jadi sopir (satu hari aku yang jadi sopir, hari berikutnya dia, dan seterusnya). Mobil ini sudah selesai kami cicil berdua, dan hanya satu karena garasi kami cuma cukup satu mobil saja.Mungkin nanti baru dibuat lebih besar setelah tanah sebelah rumah sudah mau dijual, jadi bisa dibikinkan garasi baru.
Oleh: Nuha Guwa
Siapa yang tidak kenal dengan Situs Jejaring? Siapa saja yang hari-harinya disibukkan menerobos dunia maya baik itu melalui personal komputer maupun smartphone pasti mengikuti paling tidak satu dari beragam Situs Jejaring ini? Kita memang harus mengakui kekuatan teknologi komunikasi yang cerdas menciptakan komunitas-komunitas unik, aneh, dan tanpa batas. Tak heran dengan adanya situs jejaring ini manusia tak lagi terikat oleh batas geografi, kekuasaan, atau negara.
Sebenarnya apa situs jejaring sosial itu? Apa aja macam situs jejaring sosial? Mungkin kita sering mendengar istilah itu dan mungkin kita sering mendengar orang menyebut MySpace, Facebook, dan lain-lain. Apa sih sebenarnya? Baiklah, pengertian situs jejaring sosial yakni suatu struktur sosial yang terbentuk dari simpul-simpul baik itu individu maupun kelompok orang yang tergabung dalam sebuah organisasi. Kumpulan ini kemudian dipersatukan oleh sebuah situs yang terkoneksi dengan internet. Tentu saja situs-situs Jejaring Sosial ini lebih dulu ada. Pengguna internet tinggal memilih Jejaring Sosial mana yang mengena di hati.