Oleh: Sebening Embun
Aku pernah memutuskan bahwa berenang adalah kemampuan hidup yang tidak akan pernah kukuasai. Tubuhku tidak begitu besar, tapi entah mengapa begitu nyemplung ke kolam renang mendadak aku berubah menjadi botol. Tercebur, megap-megap berbunyi blup-blup-blup, lalu lama-lama tenggelam.
Pernah sekali, aku salah nyebur. Karena malu dan takut diperhatikan pengunjung kolam yang lain aku memilih bagian kolam yang paling ujung, yang paling sepi. Bodohnya, aku tidak memperhatikan tanda-tanda dan peringatan kedalaman kolam. Dengan sok pede aku langsung nyemplung. Byurr! Sedetik kemudian aku baru sadar, bahwa kakiku tidak menyentuh dasar kolam. Astaga!
Oleh: Shinigami
Jika menonton serial the L Word, salah satu hal yang saya rasa berpotensi menjadi sasaran kecemburuan para lesbian selain keberadaan suatu kota yang isinya sembilan puluh persen lesbian—damn it, take me to that city!—adalah pasangan Tina dan Bette. Dari sekian banyak hal yang bisa dicemburui dari Tina dan Bette, saya kira, adalah fakta bahwa mereka dengan mapan dan nyaman tinggal bersama di rumah kecil namun asyik plus kolam renang. Baiklah, coret bagian “namun asyik plus kolam renang”, sebab tanpa kata-kata itu pun, mereka cukup berhasil membuat iri. Saya juga salah satu yang iri. Dulu.
Oleh: Sarah
Aku pernah berselingkuh. Hubunganku dengan partner diawali dengan perselingkuhan. Aku sedang menjalin hubungan jarak jauh dengan seorang perempuan di Jogja ketika aku menerima pernyataan cinta darinya. Aku tidak akan memberikan alasan kenapa aku berselingkuh karena perselingkuhan tidak bisa diterima dengan alasan apa pun. Partnerku juga berselingkuh. Statusnya bukan single ketika menyatakan cinta padaku. Dia pun tidak layak untuk memberikan alasan, perselingkuhan tetap perselingkuhan. Partnerku putus dengan mantannya tidak lama setelah kami berdua jadian, sementara aku diputuskan karena mantanku tahu soal perselingkuhanku. Kata putus lewat makian di Facebook. Aku tidak marah, karena memang dia yang berhak untuk marah.
Oleh: Nuha Guwa
Pernah tidak berhadapan dengan rekan kerja yang lebay? Lulusan universitas terbaik namun kelihatan oon, apa-apa yang sepatutnya dibereskan harus diberitahu dulu. Pekerjaan yang memang menjadi tanggungjawabnya meski sudah ada standar operasional pun ia harus bolak balik bertanya. Yang konyolnya lagi teman satu tim itu ternyata memang mau tidak mau harus bermitra dengan kita. Jadi kalau ia berbuat kesalahan, maka satu tim bakalan celaka 24 jam dicap nggak kreatif! Baiklah, jangan mengelus dada dulu kalau ternyata mengalami hal yang sama. Jangan-jangan malah kita sendiri yang jadi biang tidak kreatif tadi! Oh tidak!
Oleh: Lakhsmi
Setiap dari kita akan sampai pada satu titik di kehidupan untuk bertanya, “Apakah pahlawan itu?” Kita punya hari pahlawan kok. Pada hari itu, kita merayakan upacara bendera di lapangan, lalu mengheningkan cipta untuk memikirkan jasa-jasa para pahlawan yang sudah tiada demi kemerdekaan negeri. Apakah gelar pahlawan hanya dimiliki oleh segelintir orang yang sudah mati karena mengusir penjajahan?
Kata “pahlawan” belakangan ini menjadi hot sejak Gus Dur meninggal di akhir tahun kemarin. Berbondong-bondong orang mengajukan wacana agar Gus Dur dijadikan pahlawan nasional. Berlomba-lomba orang memberikan berbagai kisah-kisah kepahlawanan Gus Dur semasa hidupnya. Kubayangkan apabila Gus Dur masih hidup. Dia pasti bakal mentertawakan para manusia yang sibuk mengusung dirinya sebagai pahlawan.
Australia’s Gay And Lesbian Mardi Gras: Thousands Celebrate Annual Parade
Berita dikutip dari:
http://www.huffingtonpost.com/
SYDNEY — Thousands of people in lavish costumes and various states of undress danced and partied their way through Sydney’s streets on Saturday, in Australia’s annual Gay and Lesbian Mardi Gras Parade.
The parade – one of the world’s largest and most flamboyant gay pride events – had 9,400 participants and 135 floats and featured the theme, “History of the World” – a look at gay history.
Hundreds of thousands of cheering spectators watched the procession, led this year by famed transsexual model Amanda Lepore. Her sparse attire, festooned with precision-cut crystals, left little to the imagination as she perched on an open-top Mercedes.
One reveler dressed as Osama bin Laden led a group of dancing “Binlettes,” who sported pink sequins and improvised “mini-burkas,” which only covered the head. Osama’s right-hand man, who identified himself as “Greenie,” said the bearded leader was here to terrorize the intolerant.
“It’s about bringing back the gayness for Osama: Express the flesh!” Greenie said. “He’s been in a cave for a long time. Bill Clinton couldn’t do it, George Bush couldn’t do it, Barack Obama doesn’t want to do it … but he’s come out today for the Gay and Lesbian Mardi Gras here in Sydney.”
“Michael Jackson’s Thriller Zombie Marching Group” followed a hearse through the streets, which the director and producer of the float, Gareth Ernst, said was a parody of the celebrity death cult.
Oleh: Shinigami
Musim hujan masih betah mengguyur Indonesia, lengkap dengan angin sepoi yang mampu merobohkan papan iklan. Di tengah cuaca seperti ini, orang sering mendapat bantuan akrab dari uang logam dan balsem untuk mengeluarkan angin dari tubuh. Itu masih ringan, sebab ada lagi penyakit yang lebih berat semacam ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Mendengar namanya saja sudah bikin menelan ludah. Lantas harus minum vitamin dong? Itu jelas membantu. Tetapi lebih bagus lagi kalau kita juga… yak, seratus! Berolahraga.
Mungkin kalian akan menyeletuk, “Ih, Mix n’ Match kok bahas olahraga sih? Nggak trendi sama sekali deh.” Eits, siapa bilang olahraga enggak trendi? Kalau enggak trendi, enggak akan ada saluran olahraga ESPN, pemain-pemain bola super kaya yang dapat istri super molek, atau pusat-pusat kebugaran yang demen menawari kita keanggotaan perbulan. Selain trendi, olahraga bisa sangat menyenangkan kalau dilakukan bersama pasangan atau para sahabat lesbian lho. Baiklah, tapi hujan-hujan begini? Jangan khawatir, saya akan bantu memberi ide beberapa olahraga yang tak akan terganggu curahan air dari langit itu.