Oleh: Lakhsmi
Nak, kau sudah tidur? Jangan, jangan tidur dulu. Langit masih belum mencurahkan keajaiban dan memutihkan doa. Angin belum lagi menuai kejujuran. Aku ingin kau menatap mataku, tempat kau melebur di sana menuju pelabuhan masa-masa silam. Tempat kau tenggelam dan mendengar isak sedih iblis yang kangen dengan kehadiran tuhannya.
Kita berdua adalah takdir yang dipilin oleh semesta, oleh ribuan bintang di langit di mana namamu dan namaku tereja. Kau dan aku melangkah di jalan yang bersilangan, dan jikalau Tuhan tidak membenihkan kau di perutku, mungkin kita adalah sepasang tetangga yang rumahnya …
Oleh: Alex
http://rahasiabulan.blogspot.com/
Demikian aku melihat pendar benderang dari dirinya ketika kami duduk berdekatan. Sekian lama aku mengenalnya, entah bagaimana baru kali ini aku melihatnya sebagai perempuan yang berbinar. Bukan, ini bukan pendar karena dia jatuh cinta. Ini adalah pendar yang berasal jauh dari dalam dirinya. Pendar seterang cahaya musim panas yang membuat kita ingin membuka pakaian dan memamerkan tato di tubuh kita dan berjalan di sepanjang pantai.
Dia sedang sibuk mengetik di laptopnya, ketika aku berdiri memandangnya di ambang pintu. Dia mendongak memandangku, tersenyum begitu cerah memamerkan barisan giginya yang rapi. Kuhampiri …
Oleh: Jupiter
Berkubang dalam kesedihan memang tidak mengenakkan. Kesedihan berlebihan membuat jalan pikiran menjadi buntu. Aku tengah berusaha melindungi diri agar tidak mudah diombang-ambingkan oleh perasaan mellow, akibat selalu memanjakan serta memelihara kesedihan.
Kok kesedihan dipelihara? Ihh.
Aku kepengin melakukan hal yang lebih positif, selain mengurung diri di dalam kamar, ditemani lirik lagu melankolis yang semakin menenggelamkan kesedihanku. Untuk mampu keluar dari mood bete ini, aku harus berhasil menciptakan suasana riang dalam diri. Yap! Mendengarkan lagu ber-beat cepat, misalnya atau berbuat jahil terhadap orang-orang yang tengah serius bekerja, seperti yang sering aku lakukan …
Oleh : Bening
Berapa kilometerkah jarak yang dibutuhkan untuk menahan rindu?
Antara kami dengan Bapak dan Ibu terbentang jarak ribuan kilo. Tapi rindu selalu mampu menjalar cepat melintasi ruang dan waktu. Rindu itu semakin melesat dan meletup di angkasa memercikkan getar. Tak peduli siapa yang mengirimkan sinyalnya. Kami atau Bapak dan Ibu.
“Dik, jam segini Ibu sudah tidur belum ya?”
“Kalau di sana sedang hujan, mungkin sudah. Biasanya hujan selalu datang membawa kantuk”
“Telepon Ibu, dik”
“Kangen ?”
“Iya, kangen suara dan candanya”
Suara Ibu adalah charger buat kami, aku dan aa. Keriangannya bercerita tentang apa saja adalah …
Oleh: Ratri M.
Yang namanya foto sebagai kenangan memang sudah sangat lazim bertebaran di setiap keluarga. Album foto di ruang tamu maupun ruang keluarga sering kali menjadi saksi keberadaan keluarga tersebut. Seperti juga di rumah orangtua diri ini, dengan jumlah anak lima yang sudah dewasa dan menyebar di seantero jagat, bisa dipastikan hanya foto-foto itulah yang dijadikan bagian kenangan dari keluarga. Bagi orangtua sebagai peneguh, bahwa anak-anak mereka masih berada dalam bagian diri mereka. Menggambarkan eksis tidaknya keberadaan anak-anaknya, keberadaan keluarga, dan tetap adanya ikatan yang tak tercerabut.Selalu kecenderungan begitu, foto …
Oleh: Ceacilia Choo (dan Lakhsmi)
Guess what? Jumat siangku diwarnai dengan coretan cat hitam. Sudah seminggu aku berencana kabur ke Plaza Indonesia saat lunch. Aku pengin ngupi-ngupi dan ngegosip nggak jelas dengan seorang sahabat lama. Itu niat luhurku yang kujaga dari hari Senin. Tapi sungguh menyebalkan, rencana itu akhirnya batal. Aku menutup Jumat dengan mendengarkan curhat dodol seorang teman lain. Teman lesbian.
Dia memulai ngobrol di YM dengan ucapan rusuh seperti ini, “Gue bener-bener mau cekik tu orang! Tahu nggak, semua orang di kantor sekarang ngira gue lesbian! Itu gara-gara si Lutung …
Oleh: Frizzy Jo
Genangan air itu pecah terbuyar saat kakiku menginjaknya. Aku melangkah cepat berusaha berlomba dengan hujan yang masih turun rintik-rintik. Tak kuhiraukan panggilan tukang becak yang memenuhi pinggir jalan menawarkan jasanya. Kusipitkan mata mencoba mengukur jarak yang masih harus kutempuh hingga mencapai hotel tempatku menginap. Tinggal beberapa puluh meter lagi.
Akhirnya aku tiba di hotel tempat aku berencana untuk menginap selama beberapa hari perjalananku di kota ini. Kota yang penuh kenangan walaupun aku tidak pernah mengalami kisah asmara yang berawal di kota ini.“Selamat menikmati liburan. Ini kuncinya, Bu. Apa perlu …
Oleh: Alexhttp://www.rahasiabulan.blogspot.com/
*khusus pembaca dewasa*
Gelap. Ada aroma liar yang menghambur dalam udara di kamar. Aku dan dia berdua. Berdiri dalam kegelapan kamar, mata kami saling menyesuaikan dalam gulita yang perlahan berubah menjadi remang. Kegelapan tak mampu memadamkan binar di matanya dalam kobaran hasrat yang menyala terang. Matanya memandangku, memujaku. Kuhampiri dirinya dalam kegegasan. Dadaku berdegup begitu cepat, lebih cepat daripada degup jantung pelari maraton menjelang finis.
Cintaku seperti matahari, malu-malu di awal hari, menyengat di siang hari, dan teduh di sore hari.Aku berhenti sejengkal di hadapannya. Kubelai wajahnya dan kekasihku balas membelai …
Oleh: Ade Rain
Namanya saja biaya, sudah pasti terkait dengan pengeluaran karena telah mengadakan atau melakukan sesuatu. Jika dikaitkan dengan kemesraan sudah pasti semua ini berhubungan dengan ongkos untuk menemukan cinta, mengurus, hingga mempertahankan kesinambungannya.
Biaya kemesraan bagi pasangan lesbian umumnya mahal dan sulit diprediksi. Pasangan yang takut diketahui keluarga terpaksa pindah rumah, kos atau menyewa apartemen. Yang takut membawa kenalannya ke rumah terpaksa bertemu di hotel atau tempat tertutup lain, bisa jadi sebuah café khusus yang tak bisa ditemukan teman kerja atau kerabat.Urusan keuangan menjadi sangat penting ketika sebuah hubungan baru …