Oleh: Oryza Sativa
Aku nggak tahu, berapa banyak perempuan yang mengalami apa-apa yang kualami saat datang bulan. Bukannya nggak mensyukuri pemberian tuhan, tetapi datang bulan lebih sering jadi petaka. Dan aku pernah begitu girangnya karena nggak datang bulan selama berbulan-bulan: nggak repot dan yang paling penting, emosi jadi stabil. Tetapi kemudian teman ibu berkata, ‘gila kamu! Hati-hati lho, jangan-jangan ada yang nggak beres dengan rahimmu.’
OK deh, Tante. Sejak dinasihati seperti itu, aku berhenti berharap untuk nggak datang bulan. Bertahun-tahun sudah lewat obrolan dengan tante itu dan setiap bulan aku kedatangan bulan …
Permainan Peran Ocean LeRoyOleh: Imogen Badgery-ParkerDisadur dari: The Weekender, November 2008Pada siang hari dia menjadi pebisnis perempuan yang konservatif, malam hari dia menjadi drag king terkenal. Mungkin hidupnya terdengar seperti cerita film, tapi inilah kehidupan seorang Ocean LeRoy, yang menempati ruang sempit di antara sudut-sudut—perempuan/lelaki, pengusaha/artis, Prancis/Jerman, publik/privat. Imogen Badgery-Parker bertemu dengannya pada Q! Film Festival di Jakarta, sehabis pemutaran film Risk, Stretch, or Die, film dokumenter yang menampilkan hidup Ocean.
“Aku mendesakmu untuk menyebutku “he” (dia—laki-laki),” kata Ocean LeRoy dalam aksen Prancis dan suara khas perempuan.
“Aku ingin kau melanggar …
Berita dilansir dari: http://www.detiknews.com/read/2008/10/24/111221/1025293/10/malaysia-larang-perempuan-berpenampilan-tomboy
Alfian Banjaransari – detikNewsKuala Lumpur – Jika Indonesia masih ribut soal RUU Pornografi, negeri jiran Malaysia justru melangkah lebih jauh. Malaysia kini melarang perempuan untuk berpenampilan dan bertingkah laku seperti laki-laki, serta melarang hubungan lesbian.Alasannya, hal itu dilarang agama.
Komisi Fatwa Nasional, salah satu otoritas keagamaan tertinggi di Malaysia, Kamis (23/10/2008) malam menggelar pertemuan dua hari menyusul mengemukanya kasus perempuan-perempuan berpenampilan dan bertingkah laku selayaknya laki-laki dan menunjukkan “gejala homoseksualitas”, demikian ungkap kantor berita Bernama sebagaimana yang dilansir AFP, Jumat (24/11/2008).Ketua Komisi Abdul Shukor Husin mengatakan, banyak perempuan …
Oleh: Lakhsmi
Siapa yang belum pernah berdebat? Mulai dari skala sepele sampai pada level serius? Berbeda pendapat adalah hal yang wajar, namanya juga manusia. Rambut boleh sama hitam, tapi pendapat tidak sama. Betul tidak? Akan tetapi, mendebat dalam seni menulis disebut sebagai tulisan argumentasi. Apakah tulisan argumetnasi itu?
Tulisan argumentasi adalah tulisan yang ditulis untuk bertujuan meyakinkan pembaca untuk menyetujui fakta, norma, alasan, dalih, dan kesimpulan dari suatu pandangan. Tulisan argumentasi yang bagus akan menyatakan posisinya dengan jelas, diikuti oleh argumen-argumennya yang jernih dan runtut, serta ditutup dengan deduksi yang tidak melenceng …
oleh: Alex dan Lakhsmi
Dalam buku The World Without Us, Alan Weisman mengajukan teori tentang apa yang bakal terjadi jika manusia musnah di muka bumi ini. Bahwa setelah kehancuran total yang terjadi bumi akan kembali menjadi “surga”. Dan dunia sesungguhnya lebih baik tanpa manusia.
Mari kita berandai-andai lagi. Apa yang terjadi jika seandainya suatu hari kita mendadak mendapati bahwa semua makhluk berkromosom Y musnah akibat virus mematikan atau diculik rombongan alien, misalnya. Dan yang tersisa di bumi ini hanya perempuan. Apakah dunia akan jadi lebih baik tanpa laki-laki? Apa yang akan dilakukan …
Oleh: Ade Rain
Kota suci Madinah merupakan kota suci kedua setelah Mekah bagi umat Islam. Dua kota di Arab Saudi ini menjadi tujuan wisata iman yang paling sering dikunjungi di luar musim haji. Mesjid Nabawi yang terletak di jantung kota Madinah merupakan mesjid bersejarah di mana bagian belakangnya terdapat makam Nabi Muhammad SAW. Suasana mesjid masih lengang sejam menjelang sholat zhuhur. Sejak matahari mulai meninggi, kuhabiskan waktu membaca Al Quran di sekitar pilar-pilar tinggi. Seorang perempuan lain datang duduk di dekatku, menyapa Assalamualaikum kemudian menggerakkan dua tangannya yang lembut …
Oleh: Nuha Guwa
Bergaya bagi manusia merupakan fenomena kehidupan. Cara berpakaian, hobi, rumah, mobil, makanan, musik, film, buku, hampir semua yang disukai orang dan menyenangkan kini merupakan bagian dari budaya. Budaya populer namanya, yakni praktek-praktek keseharian yang kemudian berkembang menjadi sesuatu yang tren di masyarakat. Tidak mengikuti budaya populer ini berarti kita dianggap tidak gaul, tidak ada, diremehkan, diabaikan bahkan mungkin dilecehkan.
Atas dasar ini kita pun mempercantik diri dengan beragam cara. Industri mulai menjual produk-produk dan jasa budaya populer ini dari ujung kaki sampai ujung rambut. Segala macam pelayanan …
Oleh: Nine Muses
Beberapa hari yang lalu, aku kepengin potong rambut. Sudah agak lama tidak potong rambut, alhasil rambutku tumbuh liar tidak beraturan. Persis seperti semak yang nggak mirip semak, tapi lebih mirip bulunya si Bleki (apa coba). Kuajak seorang teman, namanya Rudi untuk menemaniku memotong rambut.
“Mau nyobain tempat potong rambut gue? Gue kenal ama yang motongnya. Hasilnya dijamin deh.”
“Dijamin apaa? Dijamin kepala gue plontos?”
“Nggak usah kuatir, dijamin halal. Cara potongnya kayak profesional. Percaya aja ama gue.”“Beneran? Hmmm…” Wajahku memunculkan pemandangan pasrah mode on. Nah, dasar orang Indonesia yang selalu percaya …
Oleh: Grey Sebastian
Saat menulis ini saya sudah resmi menjadi penduduk sementara Beijing selama 1,5 bulan. Meskipun saat saya tiba di Beijing Olimpiade sudah selesai, tapi saya masih sempat merasakan suasana meriah Paralympics Games (Olimpiade untuk penyandang cacat). Kebetulan asrama tempat saya tinggal selama di sini berada tidak jauh dari penginapan para atlet.
Meski di keluarga saya tidak terbiasa menggunakan bahasa mandarin, sejak kecil saya yang memang keturunan Chinese, sangat mencintai kebudayaan dan sejarah negara leluhur saya ini. “Wo yeye de yeye shi Zhongguo ren”*) itu yang selalu saya katakan setiap berkenalan …