<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="0.92">
<channel>
	<title>SepociKopi</title>
	<link>http://sepocikopi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 02:00:00 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	<!-- generator="WordPress/3.0.3" -->

	<item>
		<title>L&#8217;Amour: Mawar Empat Warna</title>
		<description><![CDATA[
Oleh: Octa Raymond
Tahun 2012 adalah tahun yang &#8220;sesuatu&#8221; banget buat saya dan partner. Bagaimana tidak? Awal tahun saja saya telah mengukir kenangan yang indah bagi kami berdua.
Begini ceritanya&#8230;
Saya dan partner penganut LDR, Long Distance Relationship alias hubungan jarak jauh. Dia tinggal di Kota Kembang dan saya di Sumatra. Ternyata LDR itu sangat menyiksa. Saya tidak bisa memandang wajahnya, menyentuh tubuhnya atau mencium pipinya. Belum lagi siksaan rasa kangen yang membuat saya merasa nyaris meledak. Kami hanya bertemu sekali dalam dua atau tiga bulan. Walaupun pertemuan yang sekali itu biasanya berlangsung selama seminggu.
Liburan ...]]></description>
		<link>http://sepocikopi.com/2012/02/05/romantic-roses/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Dasyatnya Kopdar Kedua Jakarta</title>
		<description><![CDATA[Oleh: Samuel Steffany
Dasyat! Itulah kata yang mewakili ekspresiku saat pertemuan Kopdar ke-2  anggota milis SepociKopi Jakarta yang dilaksanakan Minggu, 29 Januari 2012 lalu.
Seperti rentetan dari keberhasilan Kopdar pertama, Kopdar kedua ini pun mendapat animo besar dari anggota milis. Membludaknya jumlah peserta menunjukkan antusiasme yang positif dari anggota milis SepociKopi. Bayangkan saja pengumuman pertama jumlah peserta yang mendaftar mencapai 36 orang. Wow! saya saja terkaget-kaget. Tangan keringatan dan degup jantung tak beraturan. Bagi saya pribadi yang pemalu ini, jelas membutuhkan keberanian ekstra bertemu dengan lesbian sebanyak itu. Haduh! nggak bisa tidur ...]]></description>
		<link>http://sepocikopi.com/2012/02/04/dasyatnya-kopdar-ke-2-jakarta/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Noktah Merah: The Children&#8217;s Hour, dari Sejarah Sampai Seni Pertunjukkan</title>
		<description><![CDATA[Oleh: Lakhsmi
Apa yang terjadi ketika sepasang kepala sekolah/guru perempuan dituduh memiliki hubungan yang tidak alamiah oleh seorang murid? Cerita yang benar-benar terjadi pada tahun 1810 di Skotlandia diangkat menjadi pentas teater dan pembuatan film Hollywood selama dua kali, termasuk remake-nya. Pentas teaternya dipertunjukkan di Broadway pada tahun 1934, ditulis oleh penulis teater/screenplay Amerika yang sangat terkenal Lillian Hellman. Pertunjukkan ini berjalan selama dua tahun sebelum bergerak ke London  dan Dublin. Sepanjang sejarah teater Amerika, inilah salah satu pentas pertama yang mengangkat isu lesbianisme.
Naskah drama in, diberi judul oleh sang kreator ...]]></description>
		<link>http://sepocikopi.com/2012/02/03/noktah-merah-the-childrens-hour-dari-sejarah-sampai-seni-pertunjukkan/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Have Your Say: Kesetiaan pada Cinta Putih</title>
		<description><![CDATA[Apakah cinta lesbian isinya dengan cinta penuh pengkhianatan yang saling menyakitkan? Mungkin tidak. Masih banyak lesbian yang bisa berbahagia sampai usia hubungan yang sangat lama. Cinta putih bukan hanya diinginkan oleh pasangan lesbian, kaum heteroseksual juga merindukannya. Dengarkan kisah cinta sahabat lesbian kita, Visca, yang cinta pertamanya hancur gara-gara ketiadaan rasa setia.
Mati lampu dan saya jadi teringat Ambar. Kalau lagi liburan begini, biasanya dia yang selalu menghibur saya. Naikin mood, bikin bahagia, dan selalu menyemangati. Apalagi kalau keadaan rumah lagi tidak sinkron, rasanya semua terlihat sangat menyebalkan, hmm… dialah selimut ...]]></description>
		<link>http://sepocikopi.com/2012/02/03/have-your-say-kesetiaan-pada-cinta-putih/</link>
			</item>
	<item>
		<title>te.Lez.kop: My Secret Identity</title>
		<description><![CDATA[ Oleh: Alex
Seorang sahabat straight bertanya pada saya tentang mekanisme nickname lesbian. “Jadi semua orang punya nickname?”
“Iya,” jawab saya.
“Jadi kalau ketemuan atau ngobrol semuanya akan saling memanggil dengan nickname?”
“Iya,” jawab saya lagi.
“Hm, kok jadi seperti secret agent dengan code name rahasia gitu?” tanyanya. “Repot ya jadi lesbian,” katanya lagi setelah diam sejenak.
Mendadak saya jadi berpikir dia ada benarnya. Repot ya, jadi lesbian. Harus bikin nickname. Harus hati-hati ketemu dengan orang yang baru dikenal karena bisa jadi dia berniat jahat dengan melaporkan kita ke keluarga atau kantor kalau tahu kita lesbian. ...]]></description>
		<link>http://sepocikopi.com/2012/02/02/te-lez-kop-my-secret-identity/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Community And Travelling: Venesia, Indah Nan Misterius</title>
		<description><![CDATA[Oleh: Carolina Herera
Setelah menempuh perjalanan dua jam dengan easyJet dari Paris, akhirnya sampai juga ke negeri impian. Untuk menginap saya dan teman menggunakan  host airbnb, penginapan dengan konsep bnb yang menggunakan  fasilitas kamar dan rumah host. Asiknya, interaksi dengan host yang notabene orang lokal bisa membantu kita untuk  lebih nyambung dengan kondisi  setempat. Dan lebih homy… tidak terasa di penginapan, lebih terasa rumah. Plus lebih murah dong.
Perjalanan kali ini saya bersama Pai, temen satu kuliah dulu yang baru pulang dari Amerika. Kami tinggal di daerah Mogliano ...]]></description>
		<link>http://sepocikopi.com/2012/02/02/community-and-travelling-venesia-indah-nan-misterius/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Cuci Mata: Happy Healthy Sidney</title>
		<description><![CDATA[Oleh: Sidney
Januari sudah berakhir. Kita sudah masuk bulan Februari lho. 1-2-12. Tanggal bagus untuk kawinan tuh. Berapa banyak yang kondangan hari ini? Atau malah nggak ada yang mikir untuk kondangan karena lesbian dan kondangan itu bukan dua kata yang berdampingan. Kapan nyusul etc, blablabla&#8230; Eh, capek kali ya ngomongin kawinan nggak ada habisnya.

Aku nggak mau bahas kawinan sebenarnya. Mau bahas soal kesehatan fisik. Liburan sudah berlalu. Makan enak sudah di perut. Bahkan sudah keluar dari perut. Tapi lebih banyak yang jadi lemak di perut.  Tadi siang aku lunch meeting ...]]></description>
		<link>http://sepocikopi.com/2012/02/01/cuci-mata-happy-healthy-sidney/</link>
			</item>
	<item>
		<title>FabuLezlyCool: Tergila-gila Pujian</title>
		<description><![CDATA[Oleh: Chossy Tan
Setiap tahun di hutan digelar kontes menyanyi antar binatang. Semua binatang boleh mengikuti audisi di wilayah masing-masing. Di pinggiran hutan nampak seekor babi yang lugu dan ndeso ikut mendaftar. Babi berhasil lolos audisi dan masuk ke babak duapuluh besar. Maka dia berangkat ke hutan. Babi  menunjukkan kemampuan menyanyinya di depan para juri. Para juri kagum dengannya. Mereka tidak menyangka Babi yang udik ini mampu memikat mereka dengan suaranya yang indah. Pujian tak henti-henti mengalir untuk Babi. Tentu saja Babi senang bukan main.
Babi terlena dengan pujian yang terus ...]]></description>
		<link>http://sepocikopi.com/2012/02/01/fabulezlycool-tergila-gila-pujian/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Tajuk: Umur Dewasa dan Kita</title>
		<description><![CDATA[Oleh: Nuha Guwa
Sultan Muhammad al-Fatih Murrad atau Sultan Muhammad II menjelang usianya yang ke-22 tahun harus menggantikan ayahnya. Waktu itu 18 Februari 1451 M. Dalam catatan sejarah Ad-Daulah al-Utsmaniyyah menceritakan bahwa sejak muda Sultan Muhammad II yang gemar menyerap dan menangkap ilmu pengetahuan ini merupakan orang muda yang sangat aktif,  masa mudanya tidak sedikit pun dibiarkan sia-sia. Semangat belajarnya tinggi, keinginannya menyatukan banyak wilayah di sekitar kerajaan ayahnya sangat kuat. Satu hasratnya yang terbesar adalah menaklukkan Konstantinopel.
Untuk impian itu ia menyiapkan 250.000 pasukan terlatih. Ia kerahkan ulama dan para ...]]></description>
		<link>http://sepocikopi.com/2012/01/31/tajuk-umur-dewasa-dan-kita/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Eits, Ini Privasiku!</title>
		<description><![CDATA[Oleh: Adette Curly
Suatu hari, seorang kawan lesbian bertanya mengenai hal-hal pribadi. Misalnya, bagaimana rupa kekasih saya, siapa namanya, apa nama samarannya, mana akun jejaring sosialnya, mengapa dia tak pernah memberi komentar pada status-status Facebook saya, dan lain sebagainya. Anda pernah mengalami kejadian semacam ini? Jika ya, Anda tidak sendirian.
Mungkin dari sekian banyak teman lesbian, saya yang termasuk sangat pelit membeberkan identitas sang pujaan hati. Bagaimana pun caranya mendesak, saya tidak akan pernah membocorkan informasi sekecil apa pun.
Tujuan pemikiran saya sih, sebenarnya sangat sederhana. Hanya ingin melindungi privasi si Dia. Posisinya ...]]></description>
		<link>http://sepocikopi.com/2012/01/31/eits-ini-privasiku/</link>
			</item>
</channel>
</rss>

