Articles in the Your Story Category
Humaniora, Ibu, Personal Life, Your Story »
Oleh: Justine Ht
Aku tersadar dari lamunanku saat pramugari mengumumkan sebentar lagi pesawat akan mendarat di bandar udara kotaku. Kota di mana kuhabiskan lebih dari separuh usiaku. Kutebar pandangan melalui kaca jendela, kotaku terlihat sangat kecil. Meskipun di kota ini kutemukan cintaku tapi aku tidak pernah mencintainya. Kota mati. Damai tapi gersang. Kota dengan budaya patriarki yang sangat mengakar. Orang hidup menurut tatanan yang ada, membiarkan jiwa terkubur tanpa impian.
Kulambaikan tanganku pada papa dan mamaku yang telah menunggu di ruang kedatangan. Ah… aku sangat merindukan mereka. Untuk mereka aku kembali ke …
Humaniora, Relationship, Tentang Cinta, Your Story »
Oleh: Felis Catus
Kurang lebih lima bulan lagi genap empat tahun saya bekerja di perusahaan yang mati-matian tidak mau disebut sebagai wedding organizer walaupun dengan label event organizer hampir selalu kebagian order mengurus wedding. Orang tua yang sebenarnya lebih menyukai saya bekerja di perusahaan yang memiliki jam kerja sesuai standar kesehatan sudah mulai bisa menerima keadaan saya yang justru hectic di saat wiken dan tidur sampai siang di hari Senin. Menjadi seorang wedding planner bukan cita-cita saya, tapi sebagai lulusan manajemen yang peluang kerjanya lebih kecil daripada peluang sperma menembus …
Berita, Kesehatan, Urusan Ranjang, Your Story »
Oleh: Nabila Najwa
Belum lagi disulitkan dengan opini ahli agama yang abu-abu tentang homoseksualitas, “Tidak salah perempuan mencintai sesama perempuan, atau laki-laki yang mencintai laki-laki, yang salah adalah hubungan seksualnya yang dianggap zinah,” para lesbian harus tambah dibingungkan dengan minimnya pengetahuan yang tersedia dalam menjalani hubungan seksual yang sehat.
Meski bukan isu baru, pentingnya advokasi “safe sex” buat lesbian jarang sekali diperdebatkan. Pencarian dengan search engine google menggunakan kata kunci “safe sex lesbian” hanya membuahkan beberapa artikel pendek dan guyonan-guyonan amoral dalam bentuk klip video di youtube.Beberapa dari sumber yang amat sedikit …
Friendship, Humaniora, Relationship, Your Story »
Oleh: Rei Sheva
Tit, tiiit…
Suara SMS membuyarkan lamunanku.”Maaf pagi-pagi menganggu. Aku Febby dari Bandung, boleh kenalan nggak? Nice to know you. ”
Dari nomor: 02-2918-58xxx
Hah? Hatiku berbicara sendiri. Siapa?! Febby? Kucoba mengingat-ingat beberapa nama teman perempuanku yang berasal dari Bandung. Tina, Nia, Hany, Aurel, Monik, Windy, Lala, Fifi, Olga, Yunita. Sisanya aku lupa. Sudah lama sekali aku tidak berhubungan dengan mereka, apalagi bertemu. Tapi pagi ini, setelah sahur, SMS aneh membuatku sejenak mengingat perempuan-perempuan Bandungku.Karena penasaran, aku menjawab, “Boleh aku menelepon?”
Dia membalas, “Boleh, tapi kamu harus sabar denganku. Kalau ngantuk, aku …
Coming Out, Humaniora, Ibu, Personal Life, Your Story »
Oleh: Mom and Dad
Waktu Pisank masih kecil, dia seperti anak perempuan pada umumnya. Dia bermain boneka, masak-masakan, suka memakai gaun, sering mengobrak-abrik lemari pakaian dan mengobok-obok peralatan kosmetik saya lalu berdandan sendiri sampai cemong-cemong. Dia sangat genit. Kalau Pisank hendak tidur malam, dia akan minta sikat rambut untuk ditaruh di sebelah bantalnya, dan ketika bangun, dia akan bercermin sambil menyisir rambut. Setelah merasa cantik, baru dia akan mencari Mommy. Melihat keseharian Pisank yang sangat feminim, membuat saya tidak pernah menduga orientasi anak perempuan saya.
Saat Pisank kuliah, dia pernah nyeletuk sewaktu …
Coming Out, Humaniora, Keluarga, Your Story »
Oleh: Dan L
Surat? Aku berpikir keras, kenapa Papi mengirim surat? Bukankah selama ini bila Papi ingin berbicara atau menanyakan sesuatu, telepon merupakan alat yang paling mudah dan selalu digunakan. Papi tidak pernah mengirim surat padaku, walaupun aku tinggal di luar negeri sejak kuliah.
Perasaanku mulai bercampur aduk, entah hal sangat pribadi macam apa yang ingin dibicarakan atau ditanyakan Papi. Mungkin juga Papi ingin menyampaikan sesuatu namun tidak ingin langsung mengetahui apa reaksiku. Bermacam-macam pertanyaan timbul di dalam pikiranku, tapi kukuatkan diri untuk membuka amplop putih itu dan dengan hati-hati mulai …
Humaniora, Perempuan, Remaja, Your Story »
Oleh: Ardie Loeghe
Hari itu untuk pertama kalinya aku merasakan suasana ospek di kampus negeriku. Saat itu dan saat ini aku berstatus sebagai mahasiswa teknik sipil di salah satu PTN negeri di Bandung. Saat itu aku berdiri seperti bebek yang sedang digembalai sang gembala. Kakak tingkatku bak halnya seorang pemimpin diktator memerintah kami dengan nada 13 oktaf agar berbaris rapi. Dengan ikhlas aku menuruti perintahnya karena aku adalah MARU (MAhasiswi baRu, bukan Mahasiswi Rusak).
Saat itu hanya ada tiga mahasiswi yang aku jumpai. Ceritanya mau menyelam sambil minum air; maksudku …
Humaniora, Your Story »
Oleh: Dicil
Banyak pasangan lesbian yang telah mapan. Mereka telah mempunyai rumah, mempunyai pekerjaan yang baik, serta gaji yang tidak sedikit. Setelah itu, terkadang timbul kegelisahan, seperti ingin memiliki seorang anak yang dapat dimanja dan diberi perhatian. Kuat keinginan untuk membesarkan dan mempunyai tanggungjawab terhadap makhluk hidup. Keinginan tersebut akhirnya berakhir dengan keinginan saja. Karena memiliki anak nggak mudah untuk pasangan lesbian.
Masalah ini mungkin dapat diganti dengan memelihara hewan kesayangan. Mengasuh, menyayangi, dan menjaga dapat dicurahkan kepada hewan tersebut. Kucing atau anjing. Tapi tidak tertutup kemungkinan, ular, ikan, burung, ayam, atau …
Humaniora, Opini, Your Story »
Oleh: Debs
Aku pembaca setia Blog Sepoci Kopi. Blog yang selalu aku ikuti pertumbuhannya, dari mungil menjadi semakin perkasa. Blog ini oase kegembiraanku setelah sekian tahun mencari tulisan bertema lesbian yang ditulis dengan berani, indah, menghibur, dan menguatkan.
Tulisan-tulisan berformat blog di sini merupakan jejak penulis-penulis lesbian mencari jalan dan usaha untuk menggairahkan bahasa sekaligus menguraikan kesadaran akan keragaman warna pelangi yang sesungguhnya. Blog ini telah melahirkan ratusan tulisan dan penulis-penulis yang semakin lancar bercerita. Seluruh ekspresi itu tertuang dan disumbangkan dengan cara dan gaya tulisannya masing-masing, semua itu dilakukan demi kemajuan …
Opini, Your Story »
Oleh: Ceacilia Choo dan Lakhsmi
Hampir saja aku berteriak sambil melempar novel lokal yang sedang aku baca dari tanganku. Novel yang pengarangnya tidak jelas, penerbitnya tidak jelas, tapi yang pasti temanya jelas: lesbian. Novel ini nyaris membuatku muntah karena isinya yang sangat buruk, editing yang asal-asalan, dan penggarapan plot cerita yang murahan.
Waktu mengambil novel ini dari rak toko buku yang menyempil di sudut dengan menyedihkan, aku sebenarnya tidak mengharap banyak. Ini pastilah salah satu novel bertema lesbian yang ditulis dengan semangat asal-asalan dan pemikiran “yang penting ada”. Aku masih punya harapan …





