Articles in the Tajuk Category
Humaniora, Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
“Well, ini kejadian waktu aq sma, gx tau mau kmana. hee… gx ada salahnya minta pendapat guru bk, aq pastqn dia aqn kena maiah besox.”
“Loh bu kalo Q da g bs krj d sn n Q jg gx bs crin org bt gantiy…”
Pernah mengernyitkan dahi setelah membaca pesan atau tulisan bahkan artikel berbentuk cerpen yang ditulis dengan bahasa Indonesia baru yang super (melenceng) itu? Saya sebutkan baru tentu saja karena memang di zaman saya dulu, saya tidak mengenal bahasa Indonesia yang dituliskan dengan gaya sedemikian …
Partnership, Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
“Pasangan lesbian berbahagia? Mengkhayal kamu!” Kalimat pesimistis begini barangkali cukup familier di telinga kita. Rasanya bisa dimengerti jika yang mengucapkannya lesbian atau gay yang dalam hubungannya begitu banyak mengalami celaka.
Celaka yang dimaksud tentu saja berkaitan dengan hubungan cinta yang tak jauh dari fenomena putus, sambung, putus lagi, memacari sahabat, mantannya mantan, mantan pasangan sahabat, atau menjalin hubungan dengan temannya pacar sahabat. Pokoknya terjebak dalam lingkaran setan itu itu juga. Kok rasanya ada sesuatu ya. Jika bolak-balik putus dan gonta-ganti pasangan, berarti ada yang harus diperbaiki dari orang tersebut, …
Humaniora, Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
Semalaman saya terduduk memandangi status Facebook beberapa teman lesbian. Setahun lalu betapa indahnya hubungan-hubungan itu. Status-status romantis yang menggetarkan perasaan acap kali menyejukkan hati ketika membacanya. Sesekali muncul rasa cemburu, betapa mesra cinta mereka! Namun kini dinding-dinding romantis tadi sontak bertukar menjadi kebun binatang dengan segala atraksi pribadi, anatomi tubuh yang penuh kegiatan privasi, kotoran segala jenis kotoran mahluk hidup, bergabung dengan makna-makna kata yang jarang dipakai kecuali ketika emosi sedang meledak-ledak.
Humaniora, Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
Cinta tapi nggak setia. Cinta tapi selingkuh jalan terus. Cinta tapi diduain. Bagaimana bisa berkata cinta pada pasangan, tapi tidak setia? Cinta memang butuh diuji, tapi kalau ujiannya berupa dikhianati rasanya kejam. Kelanggengana cinta lesbian sudah sering dipertanyakan, apakah karena tidak adanya ikatan yang menguatkan maka peluang meninggalkan hubungannya begitu saja sangat mudah? Atau justru karena tidak diikat apa-apa maka bisa sesuka hati pacaran sana-sini?
Humaniora, Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
Apa ada cinta lesbian yang hubungannya langgeng dan lama? Bagi yang merasa frustrasi melihat hubungan lesbian yang kelihatan jarang langgeng, jangan cepat putus asa. Banyak kok di antara kita yang hubungannya bertahun-tahun. Ketika kita bertemu dia tahun lalu, pacarnya A, bertemu lagi di tahun berikutnya pasangannya masih sama.
Humaniora, Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
Sultan Muhammad al-Fatih Murrad atau Sultan Muhammad II menjelang usianya yang ke-22 tahun harus menggantikan ayahnya. Waktu itu 18 Februari 1451 M. Dalam catatan sejarah Ad-Daulah al-Utsmaniyyah menceritakan bahwa sejak muda Sultan Muhammad II yang gemar menyerap dan menangkap ilmu pengetahuan ini merupakan orang muda yang sangat aktif, masa mudanya tidak sedikit pun dibiarkan sia-sia. Semangat belajarnya tinggi, keinginannya menyatukan banyak wilayah di sekitar kerajaan ayahnya sangat kuat. Satu hasratnya yang terbesar adalah menaklukkan Konstantinopel.
Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
Gue punya pacar cowok tapi sering berfantasi ciuman dengan cewek. Saya baru sadar saya lesbian setelah saya punya dua anak. Katanya kelesbianan bisa dicegah, tapi tak bisa diobati benar nggak sih? Ada yang punya pertanyaan yang sama dengan pernyataan teman lesbian yang masuk ke e-mail redaksi SepociKopi itu? Berapa usiamu ketika menyadari dirimu lesbian? Apakah usia mempunya faktor signifikan terhadap homoseksualitas?
Konon usia dalam stigma yang ada memiliki pengaruh luas terhadap berbagai aspek kehidupan. Umur juga merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur tingkat pendidikan, kinerja di perusahaan, kesehatan, …
Humaniora, Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
Pada zaman dahulu kala, di sebuah kerajaan besar, hiduplah seorang ibu peri yang pandai merapal sihir, baik hati, penggugup, dan pemalu. Jakarta, sebagai kerajaan padat dengan jurang-jurang sosial yang tinggi membuatnya menjadi linglung. Kehidupan manusia penuh sesak, kompleksitas perbedaan strata hidup antara kaya miskin, bodoh pintar, jahat baik, di antara pemukiman mewah dan kumuh, membuat hari-hari ibu peri yang bernama Lakhsmi tidak enak. Makan salah, tidur juga salah. Tongkat sihirnya menjadi berdebu karena sering terlupakan.
Humaniora, Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
Perempuan muda bersepatu kets, mengenakan jins, dan kaos bertuliskan Blue Jeans tertegun di dalam sebuah toko baju. Dengan serius, dia menatap sederetan gaun, blus, rok, dan sepatu. Sesekali matanya pindah ke sebuah cermin besar. Dia masih memerhatikan cermin, lalu pindah ke deretan gaun. Bertanya dalam hati, ah mengapa dirinya tak berkenan memilih gaun seperti perempuan lazimnya?
Humaniora, Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
Berapa banyak sih orang bekerja sesuai dengan bidang pendidikannya? Kebanyakan pekerja tidak mampu membedakan antara pekerjaan dan karier lho. Atau berapa banyak dari kita yang sangat memperhatikan gaya hidup, baik dalam hal pola makan, bergaul, memperhatikan kerapian dan kecantikan diri?
Selama setahun ini kebanyakan orang terpaku pada rutinitas kerja. Tanpa disadari, semua itu menyebabkan pada pemenuhan atas tuntutan dapur semata sehingga tidak mampu mengoptimalkan passion hidup. Orang tidak bekerja karena memang ingin dan menyukai pekerjaan tersebut, namun memaksa diri pada kebutuhan-kebutuhan pokok saja. Kalau benar begitu, jangan-jangan bidang yang …





