Home » Archive

Articles in the Spiritualisme Category

God, Humaniora »

[25 Aug 2009 | 15 Comments | 43 views]

Oleh: Bening
Seorang sahabat mengirimkan pesan singkat berupa pertanyaan yang sangat singkat. Hanya empat kata. “Apakah puasa itu, Kak?”
Aku tercenung. Pertanyaan itu seharusnya sangat mudah untuk dijawab. Tapi entah mengapa aku yakin bahwa “puasa itu adalah menahan haus dan lapar” bukanlah jawaban yang ingin dia dengarkan.
Percaya atau tidak bahwa tidak ada hal yang kebetulan? Aku percaya bahwa selalu ada tangan Tuhan dalam setiap kejadian membuat aku meyakini bahwa SMS yang baru saja kuterima adalah hasil campur tangan Tuhan. Tuhan jualah yang menggerakkan jemari sahabat yang kusayang untuk mengirimkan SMS tersebut. …

Humaniora, Spiritualisme »

[12 Aug 2009 | 14 Comments | 159 views]

Oleh: De Ni
Apa itu spiritualitas? Untuk menemukan jawabnya, mari aku ceritakan tentang salah seorang sahabat lesbianku yang beberapa waktu lalu berlibur ke sebuah daerah di Sumatra Barat bersama partnernya. Sepulang liburan, sahabatku membawa oleh-oleh berupa foto-foto liburannya. Saat aku mengomentari sepotong foto air terjun Lembah Anai yang sangat indah, sahabatku itu berkata, “Kami sampai tidak tahu bagaimana mengungkapkan kekaguman pada Tuhan saat melihat air terjun itu.” Dan aku menyebut sahabatku dan partnernya sebagai manusia yang memiliki spritualitas tinggi.

Humaniora, Spiritualisme »

[22 Jul 2009 | 8 Comments | 38 views]

Oleh: Ade Rain
Usai menyodorkan nyali berjalan di sekitar Tenderloin Street, adrenalin menciut. Kaki dan tangan rasanya tak cukup kuat mencapai bibir trotoar hotel apartemen tempatku menginap. Namun kupaksa. Aku tahu jalanan yang kulewati tadi penuh dengan dunia hitam. Bisnis hitam. Tangan-tangan manusianya hitam, lidahnya hitam, orang-orang yang berkulit merah juga hitam. Mafia Cina yang berdiri bergerombol juga hitam. Aku yang berkulit hitam juga menjadi bagian dari hitam, membaur bersama mafioso kota. Keluar dari wilayah hitam, tiba di lobi hotel, barulah dzikir membuat hati lebih tenang. Kulihat Tuhan sedang …

Opini, Spiritualisme »

[26 Feb 2009 | 9 Comments | 168 views]

Oleh: De Ni
Ateis. Apa artinya? Ateisme adalah penyangkalan adanya Tuhan berdasarkan argumentasi-argumentasi rasional. Golongan ateis ini disebut dengan golongan ateis teoritis. Untuk menangkis serangan golongan ateis teoritis, ada banyak pihak yang berusaha membuktikan adanya Tuhan dengan menggunakan argumentasi-argumentasi rasional pula.
Setidaknya ada empat argumentasi yang mencoba membuktikan keberadaan Tuhan. Yang pertama disebut argumentasi kosmologis (sebab-akibat). Argumentasi ini berbunyi: “Segala sesuatu yang ada di dunia ini pasti ada sebab-sebabnya atau asal mulanya. Tuhan dianggap sebagai sebab yang pertama.” Namun ternyata argumentasi ini memiliki kelemahan yang akhirnya disangkal oleh golongan ateis dengan menyatakan …

Humaniora, Spiritualisme »

[28 Jan 2009 | 32 Comments | 50 views]

Oleh: Oryza Sativa
Jika hidupku adalah perjalanan, maka jadilah. Sejauh ini, belum pernah kuhitung berapa jumlah belokan atau jalan pintas yang telah kulalui. Tetapi aku akan selalu ingat: sebagai perempuan ada dua jalan paling penting telah kulalui. Dua jalan yang mengubah banyak hal dan membuka jalan-jalan lain.
Pertama adalah hubunganku dengan penciptaku. Jauh sebelum hari ini, aku pernah begitu repot mempertanyakan keberadaannya dan keberadaanku. Kemudian fungsinya dan fungsiku, lalu keuntungan apa yang didapatnya setelah menciptakan aku. Karena pertanyaan-pertanyaanku, aku tumbuh menjadi anak yang subversif terhadap isu ketuhanan.
Pelajaran agama yang kuterima di …

God, Spiritualisme »

[22 Jan 2009 | 8 Comments | 171 views]

Oleh: Grey Sebastian
Seandainya aku boleh memilih, aku ingin menjadi heteroseksual. Aku bisa jatuh cinta dengan lelaki, menikah dengannya, mempunya anak, dan membuat orangtuaku bahagia. Aku tidak perlu membuat kebohongan publik dengan mengatakan pacarku sebagai teman biasa. Dan aku tidak perlu takut orientasi seksualku ketahuan orang lain.
Seandainya aku boleh memilih, aku ingin terlahir sebagai laki-laki. Aku bisa jatuh cinta dengan perempuan, menikahinya secara sah, menjadi ayah, dan tidak mengecewakan keluargaku. Aku tidak perlu membuat kebohongan publik dengan mengatakan “aku sayang dia tidak lebih sebagai seorang sahabat atau saudara”, pada perempuan yang …

God, Renungan, Spiritualisme, Tentang Cinta »

[7 Jan 2009 | 6 Comments | 274 views]

Oleh: De Ni
Apa yang akan kau lakukan saat kau tahu bahwa ternyata hidupmu tidak akan lama lagi? Oke, mungkin kau sulit membayangkannya. Rambutmu belum memutih, kulitmu belum mengkriput, jantungmu masih sehat memompa, dan gigimu masih rapih pada tempatnya. Intinya kau belum bau tanah. Tapi marilah berpikir sejenak, kematian bukan hanya milik para lansia, kematian adalah milik semua orang. Sahabatku Hanry berusia 23 tahun. Sorenya masih asyik bernyanyi denganku, namun malamnya meninggal hanya karena sakit kepala. Mas Barno berusia 30 tahun. Paginya masih cekikikan sambil ngopi denganku, siangnya meninggal …

Spiritualisme »

[3 Dec 2008 | 12 Comments | 111 views]

Oleh: Lakhsmi
Tiga belas tahun lalu, aku mengalami kecelakaan di jalan tol. Mobil yang aku setir terpeleset di tengah hujan salju yang deras pada malam yang tergelap. Seketika mobil berputar-putar tanpa kendali, terguling dua kali, dan menabrak pembatas jalan tol. Mobil hancur, kepalaku terbentur benda keras dan pingsan seketika. Sampai detik ini, aku masih ingat kilatan seperkian detik saat aku berpikir aku akan mati.
Tapi aku tidak mati.
Delapan tahun lalu, aku berbaring di meja operasi, pasrah pada keputusan dokter. Aku didorong masuk ke ruang itu pada tengah malam dengan tergesa-gesa untuk melakukan …

God, Spiritualisme »

[20 Nov 2008 | 20 Comments | 63 views]

Oleh: Bening
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram” (Ar-Ra’d : 28)
Jika menyadari kelesbianmu membuat kamu merasakan kegelisahan yang luar biasa, percayalah… kamu tidak sendiri. Aku juga merasakan kegelisahan yang sama. Gelisah karena rasa bersalah, gelisah karena ketakutan, atau gelisah akan rasa yang berbeda.
Tidak peduli sejauh mana aku berlari, ke penjuru mana aku berpaling, kegelisahan itu terus menghantui. Semakin getol aku mencari pembenaran, semakin kuat rasa bersalah mendera jiwa. Semakin bersalah semakin gundah, semakin takut semakin berlari, tapi …

God, Spiritualisme »

[6 Nov 2008 | 7 Comments | 76 views]

Oleh: De Ni
Di hadapanku berdiri bangunan putih nan megah, rumah duka. Pekarangannya dipenuhi ratusan karangan bunga. Mawar putih, kesukaanku. Kutapaki satu demi satu anak tangga teras rumah duka yang terbuat dari marmer cokelat muda. Deru tangis dan air mata mulai terdengar jelas di telinga. Entah mengapa hatiku menjadi begitu pilu.
Aku menoleh ketika BMW silver parkir tepat di depan rumah duka. Seorang pria muda nan gagah turun dari mobilnya. Matanya memerah karena air mata. Ia memasuki rumah duka sambil berlari dan tersungkur di depan peti mati berwarna putih yang masih berada …