<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SepociKopi &#187; S.O.S!</title>
	<atom:link href="http://sepocikopi.com/category/sos/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sepocikopi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 10:52:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.3</generator>
		<item>
		<title>S.O.S!: Tolong Sahabat Saya!</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/06/18/tolong-sahabat-saya/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/06/18/tolong-sahabat-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jun 2011 14:58:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[S.O.S!]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=12886</guid>
		<description><![CDATA[DoMba yang kece,
Sebenarnya saya nggak mau mengutarakan masalah saya kepada DoMba karena jauh di lubuk hati saya yang paling dalam saya nggak pernah mau mencampuri urusan orang lain meskipun orang lain itu adalah sahabat saya sendiri.  Saya mau menceritakan masalah sahabat saya, DoMba. Namanya Nina. Memang tidak lazim sih karena biasanya DoMba menerima kasus tentang pasangan. Habis mau gimana lagi, saya udah nggak tahan, hiks.
Nina memiliki krisis percaya diri yang sangat tinggi, DoMba. Saya sendiri mengakui kalau Nina sama sekali nggak cakep apalagi keren kayak DoMba. Tapi dia sangat pintar, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/Scarved_Frienship_by_Sarah_Valsheim.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-12887" title="Scarved_Frienship_by_Sarah_Valsheim" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/Scarved_Frienship_by_Sarah_Valsheim-300x214.jpg" alt="" width="300" height="214" /></a>DoMba yang kece,</p>
<p>Sebenarnya saya nggak mau mengutarakan masalah saya kepada DoMba karena jauh di lubuk hati saya yang paling dalam saya nggak pernah mau mencampuri urusan orang lain meskipun orang lain itu adalah sahabat saya sendiri.  Saya mau menceritakan masalah sahabat saya, DoMba. Namanya Nina. Memang tidak lazim sih karena biasanya DoMba menerima kasus tentang pasangan. Habis mau gimana lagi, saya udah nggak tahan, hiks.</p>
<p>Nina memiliki krisis percaya diri yang sangat tinggi, DoMba. Saya sendiri mengakui kalau Nina sama sekali nggak cakep apalagi keren kayak DoMba. Tapi dia sangat pintar, DoMba. Hasil tes IQ-nya menunjukkan tingkat kecerdasan yang mencapai kejeniusan. DoMba pasti mikir deh kalau saya naksir Nina, aduh! nggak bakal deh, DoMba. Saya paling malas pacaran sama orang pintar, yang ada saya nanti dibodohi.</p>
<p>Nah, setelah hampir satu dasawarsa kami bersahabat, saya mulai nggak tahan melihat kelakuan aneh Nina. Dia selalu berusaha menyesuaikan diri dengan pacarnya. Wajar sih kalau seseorang berusaha beradaptasi, masalahnya sikap Nina ini sangat tidak wajar. Nina dengan mudah mengubah bidang profesi agar dia bisa dekat terus dengan pasangannya. Seperti yang tadi saya katakana, dua tiga kali mungkin wajar, tapi bayangkan jika selama sepuluh tahun ini Nina sudah delapan kali gonta-ganti pacar, DoMba!</p>
<p>Aduh, DoMba, tolong saya eh tolong Nina dong. Saya kasihan lihat dia jadi seperti memiliki kepribadian ganda karena dia jadi ahli di segala bidang. Ini menakutkan, DoMba! SOS!!!</p>
<p>Salam SOS,</p>
<p>Juntet</p>
<p><strong>Jawaban dr. Jo</strong></p>
<p>Halo, Juntet.</p>
<p>Saya pikir email kamu ini adalah email iseng dari teman saya, lho. Soalnya teman saya ada yang bernama Juni dan memang rada kontet. Tapi setelah saya baca lagi ternyata bukan karena teman saya yang satu itu tidak peduli dengan masalah temannya.</p>
<p>Kasus Nina, sahabat kamu, sungguh mencengangkan diri saya. Pasti sangat menantang ya memiliki sahabat seperti dirinya? Coba kamu bayangkan saja, dengan pengetahuan yang Nina miliki di segala bidang, kamu pasti merasa terpacu untuk tetap menjaga agar otak kamu seimbang dengan dirinya. Pasti kamu nggak mau dong dibilang lemot atau nggak mutu pas dia nanya tentang satu hal dan kamu pas nggak bisa jawab?</p>
<p><em>Anyway</em>, apa yang dikatakan kamu memang benar. Merupakan hal yang wajar jika seseorang berusaha beradaptasi dengan kekasihnya. Memiliki bidang profesi yang sama merupakan sebuah keuntungan dalam menjalani hubungan. Saya pun punya pengalaman ditinggal kekasih karena kekasih lebih memilih orang lain yang bidangnya sama dengan dirinya, hiks kok jadi curhat.</p>
<p>Sebenarnya memiliki sahabat seperti Nina lumayan menguntungkan, lho. Coba ambil sisi positifnya deh. Kamu bisa menjadikan Nina sebagai sumber penghasilan sampingan kamu. Caranya adalah dengan menjadi manajernya. Di saat Nina sedang pacaran dengan seorang selebriti, nah dia pasti beralih profesi jadi selebriti juga dong. Inilah saatnya kamu mencari <em>job</em> sebanyak-banyaknya, kan lumayan tuh buat nabung. Atau di saat Nina pacaran dengan seorang guru, segera bukalah tempat les dan cari murid les sebanyak-banyaknya. Jadi kamu nggak usah takut, kamu harus bisa menjadikan peluang yang ada menjadi keberhasilan kalian berdua.</p>
<p>Nah, ada satu hal yang mungkin agak nggak enak kalau Nina nggak pernah awet pacaran. Mudah kalau dia bisa balajar otodidak untuk mengubah profesinya. Masalah bakal jadi gawat kalau dia harus melewati tahap pendidikan secara formal untuk mengubah profesinya seperti jadi dokter misalnya. Pasti repot kalau baru ikut matrikulasi eh ternyata dia keburu putus sama pacarnya, weleh.</p>
<p>Saran saya, coba kamu dekati pacarnya untuk mengubah cara pandang Nina agar dapat menerima dirinya sendiri. Coba minta pacarnya untuk membantu meyakinkan Nina bahwa pacarnya itu menerima diri Nina apa adanya.</p>
<p>Semoga berhasil ya, Juntet. Ngomong-ngomong, Mbah DeNi kemarin bilang sama saya kalau dia nggak bisa buka klinik hari ini karena ada yang ngotot mau kursus privat bidang perdukunan, emm, jangan-jangan itu Nina yang lagi pacaran sama dukun, hiyyyy.</p>
<p>Salam hangat,</p>
<p>Jo</p>
<p>@Tim S.O.S!, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/06/18/tolong-sahabat-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>S.O.S!: Pacar Perempuan Saya Dikira Gay</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/06/04/12511/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/06/04/12511/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 13:32:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[S.O.S!]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[Coming Out]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[seksualitas]]></category>
		<category><![CDATA[tubuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=12511</guid>
		<description><![CDATA[DoMba yang super duper keren
Saya bener-bener sedang butuh bantuan  DoMba nih. Begini DoMba saya sudah lama pacaran sama pacar yang butchy  banget. Saya sudah beberapa kali mengajak pacar saya ke rumah dan selama ini  orangtua saya sangat welcome. Sebenarnya saya senang  banget. Tapi belakangan saya baru nyadar ternyata orangtua saya welcome sama pacar saya karena selama ini dia kira kalau pacar saya yang butchi itu adalah cowok. Saya sebenernya pengen jujur ke orangtua saya kalau  selama ini mereka salah kira. Tapi saya takut  kalau saya ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/maskulin_the_mark_of_the_beast_by_captainimaginary-d33ijyl.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-12513" title="maskulin_the_mark_of_the_beast_by_captainimaginary-d33ijyl" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/maskulin_the_mark_of_the_beast_by_captainimaginary-d33ijyl-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a>DoMba yang super duper keren</p>
<p>Saya bener-bener sedang butuh bantuan  DoMba nih. Begini DoMba saya sudah lama pacaran sama pacar yang butchy  banget. Saya sudah beberapa kali mengajak pacar saya ke rumah dan selama ini  orangtua saya sangat <em>welcome</em>. Sebenarnya saya senang  banget. Tapi belakangan saya baru nyadar ternyata orangtua saya <em>welcome </em>sama pacar saya karena selama ini dia kira kalau pacar saya yang <em>butchi </em>itu adalah cowok. Saya sebenernya pengen jujur ke orangtua saya kalau  selama ini mereka salah kira. Tapi saya takut  kalau saya jujur  orangtua saya akan melarang saya bergaul dengan pacar saya karena  orangtua saya akan curiga  kalau kami  lesbian. Jadi terpaksa deh saya sembunyikan semua fakta ini.</p>
<p>Sialnya kemarin mama saya ketemu sama pacar saya waktu dia  milih-milih bra di sebuah mall. Dan setelah pertemuan itu, mama saya  langsung manggil saya. Jujur saya tegang banget waktu mama saya bilang,  &#8220;Tadi mama ketemu si Excell (Excell adalah nama pacar saya). Mama ketemu  dia di tempat pakaian dalam perempuan.&#8221; Glek! Saya langsung panik  DoMba. Takut mama saya curiga kalau saya lesbian. Tapi ternyata semua  nggak seperti dugaan saya DoMba. Masalah jadi makin kacau saat mama saya  bilang, &#8220;Mama pengen kamu jauhi Excell karena Mama curiga kalau si  Excell itu punya kelainan. Masa dia beli  barang-barang cewek begitu?  Jangan-jangan dia gay.&#8221;</p>
<p>Gubrak! Gimana ini DoMba? Apa yang  harus saya lakukan? Haruskah saya jujur kalau Excell adalah perempuan?  Kalau jujur berarti sama dengan mengakui bahwa saya lesbian. Tapi kalau  saya gak jujur saya tetap saja tidak  bisa menjalani hubungan dengan Excell karena Mama saya mengira Excell gay.  Mohon bantuan DoMba.</p>
<p>Salam bingung,<br />
Nana Kalem</p>
<p><strong>Jawaban dr. Jo</strong></p>
<p>Nana yang kalem,</p>
<p>Terus terang, menjawab pertanyaan kamu membuat saya jadi ribet. Bukan ribet karena pertanyaan kamu, tapi ribet karena saat ini saya sedang berada di tengah hutan dan nggak bawa laptop serta modem. Untung saya masih bawa<em> smart phone</em>, ini pun jawabnya sambil duduk di atas pohon secara cuma di sini sinyalnya lumayan.</p>
<p><em>Anyway</em>, membaca masalah kamu, saya dapat mengambil kesimpulan kalau kamu adalah orang yang sangat perasa. Kamu takut memperkenalkan pacar perempuan kamu karena merasa ortu lebih menerimanya karenamereka menduganya seorang lelaki. Menurut saya, ini hanya perasaan dik Nana saja. Belum tentu kalau kamu ngenalin sebagai perempuan lantas ortu langsung menolak. Ini dengan catatan kamu nggak ngenalin sebagai pacar ya.</p>
<p>Saran saya, nggak usah menutupi hal yang sebenarnya (bahwa sang ”teman” adalah perempuan). Sebaiknya jujur saja. Daripada di kemudian hari keluarga kamu baru mengetahuinya dan membuat semua berantakan. Bersikap santun saja sebagai teman. Saya tidak menyarankan kamu untuk jujur mengatakan bahwa Excel adalah pacar kamu, kecuali kalau kamu sangat yakin keluarga dapat menerimanya, dan kalian berdua siap dengan segala resikonya.<br />
Selamat mencoba ya.</p>
<p>Salam hangat,<br />
Jo</p>
<p><strong>Jawaban Mbah De Ni</strong></p>
<p>Dear Nana yang Kalem,</p>
<p>Weleh,  kayaknya masalah kamu berat banget ya. Kamu seperti sedang makan buah  simalakama. Ngomong jujur salah, ngomong bohong juga salah. Itu semua  terjadi karena kamu sudah mengawali semua ini dengan sebuah  kesalahan. Setidaknya kamu tidak melakukan usaha apa pun untuk  mengklarifikasi bahwa Excell bukan cowok. Mbah ngerti, kamu membiarkan  orangtua kamu berpikir bahwa Excell adalah cowok karena kamu takut  orangtua kamu melarang kamu bergaul sama Excell karena penampilan Excell  yang sangat berbau lesbian. Excell itu ibarat durian montong yang dari  jauh wanginya sudah menyengat di hidung.</p>
<p>Tapi bagaimanapun juga  segala tindakan yang diawali dengan kebohongan akan menuntut kita untuk  terus menerus melakukan kebohongan kedua, ketiga, keempat, keseribu,  bahkan kesejuta kali  agar bisa membenarkan kebohongan awal. Kebohongan demi kebohongan akan  makin menggunung hingga akhirnya semua ucapan, tingkah lakumu hanya  berisi kebohongan semata. Dan saat kebohongan itu terungkap, maka semua  perkataan kamu yang sebenarnya adalah kejujuran, akan tetap  dianggap sebagai kebohongan. Kamu bahkan butuh waktu yang sangat panjang  untuk bisa memperbaiki citra dirimu yang telah rusak karena kebohongan  ini. Dan tahukah? Orang yang hidup dalam kebohongan, hidupnya sungguh  melelahkan. Fiuh!</p>
<p>Jadi, Mbah sarankan lebih baik kamu jujur pada  orangtua kamu. Toh selama ini anggapan bahwa Excell adalah cowok  semata-matakan berasal dari orangtua kamu. Bukan kamu yang menyatakan  bahwa Excell cowok, kan? Soalnya begini, kalau kamu tetap membiarkan  orangtua menganggap Excell adalah laki-laki, maka kamu seperti sedang  mengikat bom waktu di tubuh kamu. Cepat atau lambat semua akan meledak  dan membuat kamu hancur berkeping-keping, ping, ping.  Kehancuran yang jauh lebih parah dari sekedar orangtua kamu menanggap  kamu lesbian, atau menuduh Excell gay. Coba bayangkan kalau suatu ketika  orangtua kamu menyuruh Excell melamar kamu! Atau coba bayangkan kalau  orangtua kamu memperkenalkan Excell sebagai calon suami kamu kepada  keluarga besarmu! Kepada Pak RT, kepada Pak Camat, Pak Lurah, Pak  Bupati, Pak Presiden. Coba bayangkan semua itu! Bukankah kalau semua itu  terjadi akan menimbulkan kekacuan yang luar biasa besar? Kekacauan yang  bukan hanya melibatkan kamu dan orangtua kamu, tapi juga melibatkan  negara kita. Oh God!</p>
<p>Padahal, kalau kamu mau jujur sekarang pada  orangtuamu, bahwa bra berwarna merah ukuran 38 (Sotoy banget ya?) itu  memang dibeli Excell untuk dirinya sendiri, mungkin dampaknya akan lebih  ringan dibanding kamu bilang bahwa bra merah ukuran 38 itu dibeli  Excell buat mama kamu kan? (udah mulai ngaco nih). Jadi Mbah saranin  mending kamu jujur, pakaian dalam perempuan itu untuk  siapa, belinya berapa, masih bisa kurang nggak? Soalnya di toko sebelah  diskon 20% loh. Apalagi kalau kamu mau <em>hunting </em>di Tanah Abang Blok E,  itu lumayan loh. Harganya miring banget. Tapi kalau belanja di situ  nggak bisa beli satuan, minimal seperempat lusin. Begini deh, gimana  kalau kita patungan, jadi kamu beli seperempat lusin aja. Kan berarti  isinya tiga tuh, satu untuk kamu, satu untuk Mbah, satu lagi buat dokter  Jo. Yang penting harganya dan warnanya cocok aja. Kalau Mbah biasanya  pakai yang merah biar seksi, dokternya Jo biasanya hijau, kalau kamu  terserah mau warna apa. Tapi Mbah saranin sih kuning. Jadi kan pas tuh,  dokter Jo jalan terus, Mbah berhenti, kamu hati-hati. Gimana? <em>Deal</em>? Tuh  kan, benerkan kalau Mbah itu pinter menyelesaikan masalah orang? Penuh  solusi dan <em>wayout</em>. Fiuh! Leganya bisa menyelesaikan masalahmu yang ruwet  ini.</p>
<p>Salam bangga,<br />
Mbah De Ni</p>
<p>@Tim S.O.S!, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/06/04/12511/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>S.O.S!: Status Nggak Jelas</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/05/21/sos-status-nggak-jelas/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/05/21/sos-status-nggak-jelas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 08:37:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[S.O.S!]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[Relationship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=12292</guid>
		<description><![CDATA[Dear DoMba yang baik hati,
Saya sedang dekat dengan seorang perempuan super duper keren yang saya kenal menjelang akhir tahun lalu. Dia dewasa, bijak, baik hati, smart, pintar main musik, suka bikin saya tertawa, bisa nyanyi, senang ngemil, sukanya “ngomelin” orang, duh, pokoknya keren, deh! Terus terang, saya sangat mengaguminya dan jatuh cinta padanya, yang wajahnya kalau sedang bete jadi tampak seperti kulkas itu. Dingin.
Kami berdua tinggal di kota yang berbeda dan hanya berkomunikasi melalui telpon dan YM. Ketika ia melarang saya untuk menghubunginya di malam hari atau pagi-pagi buta, saya ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/moon_by_dragonfly_world-d3gu4ud.jpg"><img class="size-full wp-image-12293 alignleft" title="moon_by_dragonfly_world-d3gu4ud" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/moon_by_dragonfly_world-d3gu4ud.jpg" alt="" width="220" height="309" /></a>Dear DoMba yang baik hati,</p>
<p>Saya sedang dekat dengan seorang perempuan super duper keren yang saya kenal menjelang akhir tahun lalu. Dia dewasa, bijak, baik hati, <em>smart</em>, pintar main musik, suka bikin saya tertawa, bisa nyanyi, senang ngemil, sukanya “ngomelin” orang, duh, pokoknya keren, deh! Terus terang, saya sangat mengaguminya dan jatuh cinta padanya, yang wajahnya kalau sedang bete jadi tampak seperti kulkas itu. Dingin.</p>
<p>Kami berdua tinggal di kota yang berbeda dan hanya berkomunikasi melalui telpon dan YM. Ketika ia melarang saya untuk menghubunginya di malam hari atau pagi-pagi buta, saya merasa sedih. Saya sudah bilang, alasan saya menelpon dia pagi-pagi adalah bangunin dia untuk salat subuh. Eh, dia nggak percaya juga. Tidak puas dengan penjelasan saya, dia matikan telpon genggamnya dan esoknya berkata, “HP ini mau dihidupkan atau dimatikan, terserah aku, dong!” DoMba tahu sendiri dong nelpon orang yang kita sayangi pagi-pagi gitu kan, asyik ya? Apalagi kalau nelponnya sambil dekap-dekap guling dan bergelung dalam selimut yang tebal. Ah, jadi berasa gimanaaaaa gitu! *dibekep bantal*</p>
<p>Nah, sekitar dua-tiga minggu terakhir ini, sikapnya ke saya berubah lagi. Jadi jauh lebih hangat dan lembut. Hingga suatu siang, dia bertanya pada saya, “Kamu beneran sayang ya, sama aku?” Cepat-cepat saya jawab “iya, dong.” Lalu saya balik bertanya, “Kalau kakak, nggak sayang ya, sama aku?” saya sudah siap-siap lem besi untuk menyatukan hati saya yang patah-patah setelah mendengar jawabannya. Tidak diduga, dia menjawab, “Sayang, kok.” HAH? Nggak salah, nih?? Rasanya waktu itu saya pengen langsung ngajak kucing saya nari poco-poco, saking senangnya. Tapi, belum juga saya berhenti senyam-senyum nggak jelas, dia melanjutkan lagi kata-katanya, “Tapi setetes aja, ya?” Haepp! Saya langsung mingkem.</p>
<p>Begitulah yang terjadi selanjutnya. Kadang kami bersikap layaknya sepasang kekasih, tapi di kesempatan lain, jangan harap itu bisa terulang lagi dengan mudahnya. Pernah nih, ketika saya meminta kecup sayang darinya lagi, dia menjawab, “Apaan, sih!?” Sontak saya bertanya, “Lho, kok gitu, sih?” Dan jawabannya sungguh membuat saya terbengong-bengong, “Aku lagi jaim, nih!” Ketika saya bertanya, “Ehm, jadi kita pacaran nih sekarang?” Seperti biasa, dia langsung menukas, “Apaan sih?”</p>
<p>Nah, DoMba yang baik hati, yang konon kabarnya salah satu dari kalian ada yang berhidung jambu bol, Saya mau tanya, nih. Sebenarnya dia sayang nggak, sih, sama saya? Lalu hubungan saya dengan dia itu disebut apa dalam dunia lesbian? Pacaran, kah? Berteman tapi mesra, kah? Hangat-hangat ketiak, kah? Apa, dong? Lalu apa yang harus saya lakukan dalam menghadapi dia?</p>
<p>Salam hangat,</p>
<p>Purple.</p>
<p><strong>Jawab dr. Jo</strong></p>
<p>Purple yang hangat,</p>
<p>Mencintai seseorang yang super jaim memang sangat mengesalkan apalagi bagi kita yang menjalani hubungan jarak jauh. Kamu masih lebih baik karena sudah menggunakan teknologi telepon dan YM. Saya dulu sama Mbah waktu mendekati pacar kami masing-masing masih memakai ilmu kebatinan alias telepati, sering banget nyasar ke ayam tetangga.</p>
<p>Menghadapi masalah ini nggak usah terlalu pusing, justru kamu harus memaklumi keadaannya. Coba selidiki latar belakang keluarganya, apakah orangtuanya adalah orang yang cukup berpendidikan dalam merawat anak-anaknya. Jika iya, maka seharusnya kamu tak perlu khawatir karena sifat jaim si dia hanya bersifat sementara. Tetapi jika orangtuanya adalah orang yang tak peduli dengan anaknya, maka ini yang harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh karena dikhawatirkan akan menjadi kebiasaan yang permanen dan mengganggu hubungan kalian berdua.</p>
<p>Sifat jaim dari pasangan kamu tidak ada hubungannya dengan status hubungan kalian, namun jika kamu sungguh-sungguh mencintainya, maka kamu harus rela menemaninya untuk melanjutkan program yang dulu jarang ia lakukan dan menyebabkan tingkahnya jadi seperti ini. Jika suatu saat nanti ia kembali kambuh dengan sikapnya yang sok jaim, maka segeralah datang menemani dirinya untuk mengunjungi Puskesmas terdekat. Perhatikan dengan seksama imunisasi apa saja yang belum ia dapatkan.</p>
<p>Ya, nggak usah bingung. Jaim yang diderita si dia memang bukan Jaga Image, tapi akibat dia dulunya Jarang Imunisasi. Makanya, jangan sampai terlambat. Percaya deh, salah satu penyebab hidung Mbah kayak jambu bol salah satunya karena terlambat mendapatkan suntikan Anti Jabomibonyet atau Anti Jambu Bol Mirip Bokong Monyet. Kamu nggak mau kan kalau hal ini menimpa seseorang yang kamu cintai? Selamat mengikuti imunisasi ya.</p>
<p>Salam hangat,</p>
<p>Jo</p>
<p><strong>Jawaban Mbah DeNi</strong></p>
<p>Purple, jujur ya cewek jaim model pacar kamu sebenarnya adalah model cewek yang sangat menggemaskan. Orang tua dulu bilang kalau cewek jenis ini adalah jenis jinak-jinak merpati. Mendekat kalau kita cuekin, dan nyuekin kalau kita mendekat. Cewek jaim juga adalah jenis cewek yang pintar banget bermain peran. Dia akan berusaha memainkan perannya sesempurna mungkin sehingga kita dibuat penasaran oleh sikapnya. Tinggal kuncinya di kamu. Mampukah kamu menafsir sikap jaimnya itu ke arah interprestasi yang tepat?</p>
<p>Misalnya waktu kamu minta dikecup, dia berkata, “Apaan sih?”. Jelas sekali bahwa pertanyaan ini memiliki banyak interpretasi. Pertama, kata “apaan sih?” berarti bahwa dia kesel dan nggak suka kamu cium lantaran ciuman kamu bisa bikin pipinya bentol-bentol nggak jelas. (Mbah sarankan kamu periksa kadar asam di bibir kamu). Nah interprestasi yang kedua yang mungkin kamu belum pikirin adalahn bisa jadi  sebenarnya pacar kamu pengen banget bilang, “apaan sih? Kok cuma minta kecup doang? Minta yang lain dong sayang.” Cieeeee. (hush! Jangan geer dulu, maksudnya minta yang lain itu adalah minta cucian kotor, piring kotor, ember, kain pel, sapu ijuk dan sapu lidih. Fiuh! Met kerja, ya).</p>
<p>Begitu juga waktu kamu tanya, “jadi kita pacaran nih sekarang?” <em>Dedemenan</em> kamu kan jawab lagi tuh, “apaan sih?” Nah coba kamu interpretasikan lagi sebenernya apa arti kata “apaan sih?” yang sesungguhnya. Bisa saja kata itu memiliki dua arti. Yang pertama adalah <em>dedemenan </em>kamu terusik dengan pertanyaan kamu. Sebenernya <em>dedemenan </em>kamu ingin kamu menafsirkan sendiri hubungan jenis apa yang sedang kalian jalani. Cobalah ingat-ingat betapa besar pengorbananannya buat kamu, seberapa banyak perhatian yang dia berikan, seberapa romantisnya dia waktu bersama dengan kamu. Ah, masa setelah melalui itu semua, kamu masih mempertanyakan hubungan kalian? Kata Bang Oma, “Teer laaa luu!!”</p>
<p>Yang kedua, kata “apaan sih?” bisa juga berarti bahwa <em>dedemenan </em>kamu ngerasa kalau tidak perlu ada yang diperjelas dalam hubungan kalian, karena mungkin <em>dedemenan </em>kamu masih <em>blur </em>(sama seperti muka Mbah) dalam mengartikan hubungan kalian. Jadi dalam hal ini cobalah untuk bersabar dan biarlah kelak waktu yang akan memberikan jawaban tentang perasaan kalian yang sesungguhnya. Sebab cinta laksana semur jengkol yang tidak bisa ditutupi semerbaknya. Kamu bisa menyikat gigimu hingga satu <em>tube </em>pasta gigi habis supaya bau jengkol di mulutmu hilang, tapi ingatlah ada satu waktu dimana kamu tak sanggup lagi menutupi baunya, yaitu saat kamu mengeluarkannya di kamar mandi. Pengeluaran itu tidak bisa bohong, semerbak itu pun akan tercium. Begitu juga cinta, seiring berjalannya waktu. Cinta yang terpendam, semerbaknya akan muncul dipermukaan tanpa bisa kamu tutupi lagi. (Nyambung nggak sih analoginya? Bodo ah!) Intinya adalah tafsirkanlah semua sikap <em>dedemenan </em>kamu secara tepat, dan bersabarlah dalam menjalani hubungan kalian karena pada waktu yang tepat, kelak semua perasaan cinta itu akan terjawab. Tak perlu kata, tak perlu kepastian, karena waktu yang bergulir tanpa henti akan menjawabnya. (Fiuh!)</p>
<p>Jadi kalau ditanya jenis hubungan apa yang kalian jalani? Dengan tegas dan mantap Mbah menjawab, “Wah saya kurang tahu  toh Mbak, Lah wong saya orang baru di sini. Monggo tanya tetangga sebelah saja.”</p>
<p>Salam ngaco!</p>
<p>Mbah De Ni</p>
<p>@Tim S.O.S!, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/05/21/sos-status-nggak-jelas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>S.O.S!: Takut Pacar Bonyok</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/05/07/s-o-s-takut-pacar-bonyok/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/05/07/s-o-s-takut-pacar-bonyok/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 May 2011 13:36:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[S.O.S!]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[Relationship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=11998</guid>
		<description><![CDATA[

Dear DoMba yang Caem
DoMba, saya benar-benar butuh bantuan. Begini, setelah tiga tahun menjalani hubungan dengan pacar, sekarang ini secara tiba-tiba saya dilanda ketakutan hebat. Ini bukan perasaan takut kehilangan pacar, tapi melainkan perasaan takut kalau-kalau pacar saya dikeroyok orang. Duh, jangan sampe deh pacar saya bonyok, soalnya bukan apa-apa DoMba, sekarang aja jeleknya sudah masuk level tertinggi. Masa mau tambah jelek lagi? Hikh!
Ketakutan itu sebenarnya berawal dari pengamatan yang saya lakukan terhadap pacar saya sebulan terakhir ini. Makin lama saya melihat kok penampakan pacar saya makin nggak jelas, ya?
Pertama, beberapa ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="yui_3_2_0_3_1304771034074109">
<div id="yui_3_2_0_3_1304771034074106">
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/AAAAAA.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-11999" title="AAAAAA" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/AAAAAA.gif" alt="" width="194" height="215" /></a>Dear DoMba yang Caem</p>
<p>DoMba, saya benar-benar butuh bantuan. Begini, setelah tiga tahun menjalani hubungan dengan pacar, sekarang ini secara tiba-tiba saya dilanda ketakutan hebat. Ini bukan perasaan takut kehilangan pacar, tapi melainkan perasaan takut kalau-kalau pacar saya dikeroyok orang. Duh, jangan sampe deh pacar saya bonyok, soalnya bukan apa-apa DoMba, sekarang aja jeleknya sudah masuk level tertinggi. Masa mau tambah jelek lagi? Hikh!</p>
<p>Ketakutan itu sebenarnya berawal dari pengamatan yang saya lakukan terhadap pacar saya sebulan terakhir ini. Makin lama saya melihat kok penampakan pacar saya makin nggak jelas, ya?</p>
<p>Pertama, beberapa hari yang lalu saya lewat di depan rumah Pak Lurah yang kebetulan memiliki pohon jambu bol yang sedang berbuah. Saat melihat pohon itu, kok saya jadi teringat sesuatu&#8230; Astaga! Bentuk jambu bol itu mirip sekali dengan bentuk hidung pacar saya yang bulat dan kemerah-merahan. Spontan saya jadi ketakutan DoMba, takut kalau-kalau pacar saya akan diteriaki maling jika ia lewat depan rumah Pak Lurah, dan takut kalau-kalau ibu-ibu kampung saya akan nekat merujak hidung pacar saya.</p>
<p>Kedua, setelah gelisah urusan hidung, kegelisahan saya menjalar saat saya melihat bibir pacar saya, kok makin lama itu bibir makin mirip dengan pentungan pos ronda RT. 01. Aduh gimana ini? Mana kemarin ada insiden menghebohkan lagi, kata warga setempat pentungan pos ronda RT. 01 hilang karena ada yang nyuri. Aduh, bisa bonyok deh pacar gue!.</p>
<p>Yang ketiga, saat saya pijat kaki pacar saya, saya jadi <em>shock, </em>DoMba! pasalnya saya baru menyadari kalau ternyata betis besar milik pacar saya itu mirip sekali sama tales Bogor, saya jadi berpikir jelek, jangan-jangan kemarin Ibu Jumi tukang tales goreng itu marah-marah di pasar karena talesnya hilang.</p>
<p>Keempat, saat saya melihat perut pacar saya pas dia menari hula-hula, saya kok jadi teringat sama tempayan milik mami saya yang kemarin dibawa sama pacar saya ke rumah sepupunya, katanya sepupunya minta tempayan itu. Tapi sekarang saya jadi kepikiran untuk ngecek apakah benar tempayan itu sudah berada di rumah sepupunya, atau…?</p>
<p>Aduh gimana ini DoMba? Gimana kalau sampai pacar saya digebukin orang? Mana saya cinta mati sama dia. Sumpah, saya nggak rela kalau sampai pacar saya jadi tambah jelek! Makanya saya benar-benar butuh bantuan DoMba.</p>
<p>Salam ketakutan,</p>
<p>Melisa</p>
<p><strong>Jawaban Mbah Deni:</strong></p>
<p>Dear Melisa,</p>
<p>Melisa, jujur kayaknya Mbah nggak asing dengan kamu, soalnya namamu kamu mirip sekali dengan nama pacar Mbah. Tadinya Mbah kira kamu itu pacar Mbah, tapi setelah mendengar ceritamu, Mbah yakin kalau kamu Melisa yang lain, karena kalau mendengar ceritamu kayaknya pacarmu itu bentuknya menyeramkan ya? Pasti hidupnya nggak jelas tuh orang. Berbeda banget sama Mbah yang keren, hidung aja mirip dengan hidung Angelina Jolly (Heh?), bibir Mbah mirip dengan bibir Jessica Alba (Sumpe?), betis kayak betisnya Scarllet Johansson (Wuiiidih!!!), perut ramping dan <em>six pack</em> kayak perutnya Jacob Black (GUBRAK!!!). Pokoknya kalau digambarkan, tubuh Mbah tuh adalah perpaduan antara Christina Aguilera dengan Chris<em> </em>John.</p>
<p>Melisa, untuk mengatasi masalah kamu, saran Mbah cuma satu, coba kamu ajak ngobrol pacar kamu. Bagaimanapun juga segala masalah bisa diselesaikan asal kalian menjalin komunikasi dengan efektif. Pada waktu dan tempat yang tepat, coba tanyakan baik-baik kepada pacar kamu, apakah benar pacar kamu nyuri jambu bol milik Pak Lurah supaya hidungnya jadi hidung jambu yang hoki? Apakah benar pacar kamu adalah biang kerok hilangnya pentungan RT. 01 supaya dia memiliki bibir pentungan trend 2011? Apakah benar pacar kamu khilaf mencuri betis Ibu Jumi lantaran mengidam-idamkan betis talas Bogor? Dan apakah benar tempayan milik Mami kamu diselundupkan sama pacar kamu supaya dia punya perut buncit kayak perutnya Bagong?</p>
<p>Coba tanyakan semuanya dengan baik-baik, supaya pacar kamu tidak tersinggung. Tapi Mel, nyadar nggak? Kok kayaknya semua pertanyaan itu aneh ya? So, marilah kita bersama-sama mengecek suhu badan kita masing-masing.</p>
<p id="yui_3_2_0_3_1304771034074103">Nah, melanjutkan jawaban atas pertanyaanmu yang aneh itu, kalau pacar kamu ngaku bahwa dia adalah pelakunya. Kamu jangan laporkan dia ke polisi, tapi justru kamu harus memberikan penghargaan tertinggi sama pacar kamu. Kamu tahu kenapa Mel? Karena semua orang pernah berbuat salah, tapi cuma orang yang berjiwa besar dan memiliki keberanian laksana Arjuna di medan peranglah, yang berani mengakui kesalahannya. Jadi setelah pacar kamu mengaku, kamu harus menyambut pengakuan itu dengan peluk sayang dan ciuman mesra. Masaklah makanan favorite pacar kamu. Jangan biarkan dia melayani dirinya sediri, kamu harus memberikan <em>full service</em> untuknya. Selain membawakan makanan itu ke kamarnya, kamu juga harus menyuapinya makan. Setelah itu, berikan pijatan-pijatan lembut untuk menghilangkan segala lelahnya. Dan kalau pacar kamu mau mandi, kamu harus memandikan pacar kamu, soalnya kayaknya pacar kamu sudah lama mengidam-idamkan dimandiin seseorang.</p>
<p>Lakukan semua ini kira-kira seabad lamanya. Soalnya menurut penerawangan Mbah, kalau sampai kamu nggak melakukan semua ritual ini dengan baik, dengan berat hati Mbah harus memberikan kabar buruk, bahwa kamu bisa terkena kutuk transfisik. Apa itu kutuk transfisik? Kutuk transfisik adalah berarti semua ciri-ciri fisik pacar kamu akan ditransfer ke kamu jika kamu tidak dengan segenap hati melakuan semua ritual pelayanan pada si Hidung Jambu itu, <em>and sorry to say</em>, biasanya manifestasinya akan jadi lebih besar dari ukuran yang sebenarnya. Artinya, kalau sampai kutuk itu terjadi, maka hidung kamu akan jadi hidung jambu bangkok, bibir kamu akan berubah jadi bibir pentungan jumbo, betis kamu akan berubah jadi betis pohon palem botol, dan perut kamu akan berubah jadi perut talang air kelurahan.</p>
<p><em>Rasain! Inilah akibatnya kalau melecehkan pacar. Emangnya lo pikir gue nggak tahu kalau ini lo, Mel??? Tegaaaaa banget kamu melukai hati pacarmu Mbah DeNi si raja keren ini. Tegaaaaaaa!!!!</em></p>
<p>Salam Kesakitan,</p>
<p>Mbah DeNi</p>
<p>Berhubung dr. Jo sedang nggak enak badan, dia pamit mau kerokan dulu. Kayanya dr. Jo juga ketakutan kena imbas kutuk transfisik <img src='http://sepocikopi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@Team S.O.S!, SepociKopi, 2011</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/05/07/s-o-s-takut-pacar-bonyok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>S.O.S!: Komik SepociKopi Dong!</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/04/16/komik-sepocikop/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/04/16/komik-sepocikop/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 09:12:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[S.O.S!]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=11626</guid>
		<description><![CDATA[DoMba&#8230;
Kemarin gue ada ceritaan nih sama pacar gue.  Dia suka  sekali liat SepociKopi, tapi dia buta hurup&#8230; kan kasian tuh, dia nggak bisa  baca. Tiap kali ketemuan minta gue bacain SepociKopi. Gue cinta banget  sama cewek gue dan rela bacain semua artikel di SepociKopi, tapi dia  kepengen juga bisa menikmati sendiri halaman SepociKopi.
Maka dari itu, dia nyaranin supaya SepociKopi memuat komik lesbian. Kan, pasti banyak  pembaca  SepociKopi  yang mau jadi volunteer dan mengirimkan komik karya mereka. Tapi,   gue bilang, &#8221; Nggak mungkin tuh bisa diterbitin ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/a_yuri_comic_by_AceroTiburon.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-11627" title="a_yuri_comic_by_AceroTiburon" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/a_yuri_comic_by_AceroTiburon-230x300.jpg" alt="" width="230" height="300" /></a>DoMba&#8230;</p>
<p>Kemarin gue ada ceritaan nih sama pacar gue.  Dia suka  sekali liat SepociKopi, tapi dia buta hurup&#8230; kan kasian tuh, dia nggak bisa  baca. Tiap kali ketemuan minta gue bacain SepociKopi. Gue cinta banget  sama cewek gue dan rela bacain semua artikel di SepociKopi, tapi dia  kepengen juga bisa menikmati sendiri halaman SepociKopi.</p>
<p>Maka dari itu, dia nyaranin supaya SepociKopi memuat komik lesbian. Kan, pasti banyak  pembaca  SepociKopi  yang mau jadi <em>volunteer </em>dan mengirimkan komik karya mereka. Tapi,   gue bilang, &#8221; Nggak mungkin tuh bisa diterbitin sama SepociKopi, <em>ntar </em>yang ada tokoh komiknya baru mau nempelin bibir, <em>ude </em>ditempel koyo sensor&#8230; jari-jari baru elus elus  betis, <em>ude </em>ditempel koyo lagi&#8230; Komik lesbian lama-lama jadi komik sakit  pegel linu  deh, koyo dimana-mana!&#8221;</p>
<p>Apalagi pacar gue kan buta huruf, dia nggak  bisa baca tulisan sensor di komik itu. Ntar tempelan itu dikirain  beneran koyo, malah jadi komik lesbian yang lagi sakit pegel linu deh&#8230;.</p>
<p>Tolong dong DoMba, sesekali tayangin komik dong di SepociKopi&#8230; tapi  jangan kebanyakan sensor ya, pokoknya jangan sampai jadi komik pegel linu.</p>
<p>Salam,</p>
<p>Jessi</p>
<p>(yang cinta banget sama ceweknya)</p>
<p><strong>Jawaban dr. Jo</strong></p>
<p>Dear Jessi yang bikin bingung,</p>
<p>Sebenarnya  sudah lama saya memikirkan hal ini, karena bukan hanya pacar kamu saja yang  menginginkan untuk dibuatkan komik di Sepocikopi. Namun banyak sekali  alasan yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk menunda sampai saya  mendapatkan solusi untuk diajukan kepada redaksi Sepocikopi.</p>
<p>Alasan  pertama sama dengan alasan kamu. Seiring  dengan maraknya pemusnahan konten pornografi di Indonesia yang  didengung-dengungkan oleh MENKOMINFO kita, tentu saja kita harus  lebih hati-hati dalam bersikap. Kita nggak mau kan pas lagi  nongkrong di Starbucks sambil menikmati komik di Sepocikopi terus  tiba-tiba ada wartawan yang kebetulan lewat  lalu salah sangka dan menangkap basah dan menjerat kita dengan UU  ITE seperti yang terjadi pada salah satu mantan anggota DPR itu tuh.</p>
<p>Alasan  kedua, kemungkinan timbulnya kesalahpahaman atas gambar yang muncul di  Sepocikopi. Padahal niatnya tuh komik menceritakan tentang kesedihan  karena patah hati eh malah disalahartikan sebagai cerita haru-biru  percintaan. Kasihan kan yang bikin komik kalau ternyata pesannya malah  nggak tersampaikan?</p>
<p>Alasan ketiga, akan timbul permasalahan dalam  penggambaran tokoh. Kalau tokohnya saya sih jelas saja tidak akan  menjadi masalah secara pasti bisa digambar dan ditebak karena tokohnya  keren, lha kalau yang terjadi sebaliknya gimana? Kan kasihan padahal  niatnya mau menceritakan jambu monyet eh malah salah paham dikira itu  Mbah DeNi karena beliau memiliki hidung ala jambu monyet.</p>
<p>Pokoknya  masih banyak deh alasan penolakan yang nggak mungkin saya ceritakan di  sini satu persatu. Saran saya, selain untuk tetap  mendekatkan kamu dan pasangan, kamu harus tetap membuat diri kamu  dibutuhkan oleh pasangan kamu dong. Dalam hal ini tentu saja pasangan  kamu akan mengandalkan kamu untuk membacakan semua artikel di  Sepocikopi.</p>
<p>Titip salam untuk pacar kamu ya.</p>
<p>Salam hangat sehangat koyo tempel,</p>
<p>dr. Jo</p>
<p>Berhubung Mbah DeNi sedang dalam perjalanan antarnegara melintasi samudera untuk mencari ramuan ajaib, marilah kita sama-sama berdoa agar perjalan mbah DeNi lancar dan sukses dan kembali dengan selamat sentosa.</p>
<p>@Tim S.O.S!, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/04/16/komik-sepocikop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>S.O.S!: Disiksa Anak Pacar</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/04/02/siksaan-anak-paca/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/04/02/siksaan-anak-paca/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Apr 2011 15:36:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[S.O.S!]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[partnership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=11373</guid>
		<description><![CDATA[DoMba yang cute.
Need Heeeeeeelp! Saya sudah nggak kuat, hampir gila, dan rasanya pengen banget jedotin kepala ke pohon kelapa. Masalahnya begini DoMba, selama ini saya pacaran sama L Mom yang mempunyai seorang anak perempuan berusia 5 tahun bernama Marrie. Pacar saya memang baik, cantik dan sangat sayang sama saya. Tapi jujur DoMba, saya sudah tidak kuat menjalani hubungan dengannya. Masalahnya bukan pada pacar saya DoMba, tapi pada anak pacar saya.
Begini DoMba, tiap kali kami mau jalan, pacar saya selalu mengajak anaknya. Awalnya sih saya senang karena anaknya lucu, gemuk dan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/The_Hero__s_Children_by_BeagleTsuin.jpg"><img src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/The_Hero__s_Children_by_BeagleTsuin-224x300.jpg" alt="" title="The_Hero__s_Children_by_BeagleTsuin" width="224" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-11374" /></a>DoMba yang cute.</p>
<p>Need Heeeeeeelp! Saya sudah nggak kuat, hampir gila, dan rasanya pengen banget jedotin kepala ke pohon kelapa. Masalahnya begini DoMba, selama ini saya pacaran sama L Mom yang mempunyai seorang anak perempuan berusia 5 tahun bernama Marrie. Pacar saya memang baik, cantik dan sangat sayang sama saya. Tapi jujur DoMba, saya sudah tidak kuat menjalani hubungan dengannya. Masalahnya bukan pada pacar saya DoMba, tapi pada anak pacar saya.</p>
<p>Begini DoMba, tiap kali kami mau jalan, pacar saya selalu mengajak anaknya. Awalnya sih saya senang karena anaknya lucu, gemuk dan suka ketawa. Selain itu saya juga fans berat Alex yang  terobsesi menjadi Tante Mami yang baik seperti Alex. Tapi seakrang saya benar-benar nggak kuat&#8230; secara baru sekarang saya sadar bahwa selama ini saya sudah dijajah dan dianiaya oleh Marrie.</p>
<p>Bayangkan DoMba, selama kami jalan, Marrie selalu minta saya gendong padahal berat badannya 30 kg. Sumpah! Encok saya langsung kumat. Selain  minta digendong, Marrie juga makannya banyak banget DoMba, dan sering banget ngerebut jatah makan saya. So, saya jadi kelaparan seharian. Dia juga senang banget ngajak saya main &#8220;Tap Patung&#8221; Dalam permainan ini kalau kita kalah suit berarti jadi patung. Nah masalahnya, Marrie nggak pernah ijinkan saya menang. Kalau saya menang dia selalu akan nangis dan ngambek, padahal hukuman bagi yang kalah adalah jadi patung seharian. Malangnya adalah selama jadi patung Marrie akan mencubiti seluruh tubuh saya tanpa ampun. Benar, saya tobat deh DoMba. </p>
<p>Jadi gimana dong DoMba? Bagaimana cara menghadapi Marrie? Secara saya juga nggak mau putus sama Maminya. Saya benar-benar butuh pertolongan DoMba secepatnya ya. Please Help!</p>
<p>Salam encok,</p>
<p>Babon</p>
<p><strong>Jawaban dr. Jo</strong></p>
<p>Dear Babon,</p>
<p>Menjalani hubungan dengan seorang lesbian yang telah menikah apalagi yang telah memiliki anak memang susah-susah gampang untuk dijalani terutama bagi lesbian single seperti kamu. Mengapa saya katakan susah-susah gampang ya karena lebih banyak susahnya daripada gampangnya. Kalau lebih banyak gampangnya pasti akan saya katakan gampang-gampang susah (halah! Penting nggak sih buat dibahas?!?)</p>
<p>Berpacaran dengan seorang lesbian menikah yang memiliki anak berarti kamu tidak hanya berpacaran dengan dirinya melainkan juga &#8220;berpacaran&#8221; dengan anaknya. Tidak hanya itu saja, kamu dan pasangan juga seharusnya menjaga diri sebaik-baiknya agar kalian sebisa mungkin tidak mengumbar kemesraan di depan anaknya. Hal ini bukan saja untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan dari sang anak yang akan membuat diri kita sengsara, melainkan juga menjaga anak dari bayang-bayang pornografi bukan?</p>
<p>Membaca masalah kamu, sebenarnya bukan menjadi masalah yang besar. Dulu saya malah mengalami hal yang lebih parah dari kamu namun saya sangat menikmatinya. Kalau kamu hanya mengalami encok karena harus menggendong berat Marrie yang 30 kg, saya setiap saat harus siap menjadi seekor kuda untuk  ditunggangi oleh anak mantan kekasih saya yang beratnya memang cuma 15 kg tapi dia senantiasa memecut saya dengan cambuknya dan menjambak rambut saya sekencang-kencangnya, bisa dimaklumi bukan alasan mengapa sekarang saya menjadi masokis?</p>
<p>Kemudian untuk masalah bermain &#8220;tap patung&#8221;. Kalau kamu harus menjadi patung selamanya karena tidak boleh merasakan kemenangan, itu masih ringan. Kamu udah pernah diajak main game-switch ala Jepang yang memakai batu, kertas, dan gunting? Eits, jangan bilang ini sudah biasa. Yang saya maksudkan saya benar-benar harus menyediakan tiga benda tersebut setiap bermain dengan anak pasangan. Dan saya bisa menggunakan benda tersebut hanya setelah ia mengajukannya dan tentu saja saya harus mengajukan benda yang membuat diri saya kalah. Nah, kalau kamu harus menjadi patung selama permainan, kalau saya kalah maka saya harus memanjat pohon di depan rumah dan menangkap lebah yang sarangnya ada di atas pohon itu serta memasukkannya ke dalam plastik. Jangan heran setiap sehabis apel ke rumah mantan, maka pulang-pulang saya akan tampil menjadi diri saya yang bengkak-bengkak akibat sengatan lebah.</p>
<p>Kamu nggak usah mikir yang gimana-gimana. Berpikirlah secara positif. Kalau kamu harus menderita encok karena menggendong Marrie yang beratnya 30 kg, maka penuhi pikiran kamu dengan pemikiran, &#8220;Ah, ini mah kecil cuma 30kg, maminya aja 65 kg bisa gue angkat di atas ranjang, masa baru segini aja gue udah keok!&#8221;. Atau kalau kamu harus menjadi patung, buat kesepakatan dengan Marrie. <em>Be smart, girl! </em>Patung itu kan nggak harus berdiri. Bilang ke Marrie kalau kamu maunya jadi patung nenek duyung yang berbaring di ranjang. Kan enak tuh kamu bisa tidur beneran. Nah, kalau dia terus menyubiti selama kamu menjadi patung, yang ini kamu bisa buat kesepakatan dengan kekasih kamu. Setiap cubitan yang kamu dapatkan harus digantikan dengan sebuah kecupan darinya pada saat sedang berduaan. Nah, pasti kamu semangat untuk dicubiti, malah sepertinya kamu akan minta nambah deh. Selamat mencoba ya!</p>
<p>Salam hangat.</p>
<p>dr. Jo</p>
<p><strong>Jawaban Mbah DeNi:</strong></p>
<p>Dear Babon yang lagi encok. </p>
<p>Sebelumnya Mbah ingin ucapkan salut buat kesabaranmu menghadapi Marrie. Soalnya kalau Mbah jadi kamu Mbah nggak bakal jedotin kepala ke pohon kelapa, tapi langsung ke buah durian. Secara ngebayangin kisahmu aja Mbah langsung jedotin kepala ke buah duku. Apalagi kalau Mbah harus mengalami apa yang kamu alami. Bagi Mbah, menggendong <em>or </em>dicubitin si Marrie sih nggak seberapa menyiksa. Tapi kalau sampai jatah makan Mbah direbut sama si Marrie, wah itu siksaan besar. Mbah bener-bener nggak terima deh. Demi mempertahankan makanan itu Mbah rela gencatan senjata, bahkan melapor ke PBB untuk membela HAM-nya Mbah. Masalahnya, makan itu bukan urusan sepele loh. Makan adalah urusan hidup dan mati. Tanpa makanan hidup Mbah laksana langit tanpa bintang, pohon tanpa berbuah, nenek-nenek tanpa sirih, <em>handphone </em>tanpa pulsa, kuburan tanpa nisan. Jangankan sama si Marrie, waktu tante Mel mau nyomot daging rendang di piring Mbah aja, Mbah sampai khilaf ketok tangannya pake centong.</p>
<p>Nah, untuk mengatasi masalah kamu ini Mbah punya beberapa saran nih. Pertama, cobalah trik berpura-pura sakit. Maksudnya gini, si Marrie kan minta gendong sama kamu karena dia tahu kamu sehat, makanya kamu harus pura-pura sakit parah kalau ketemu dia. Mbah sarankan kamu pura-pura sakit tulang punggung akut. Supaya si Marrie benar-benar percaya kamu sakit, dari awal kalian ketemu sampai berpisah, cobalah untuk selalu jalan membungkuk 90 derajat. Supaya akting kamu lebih keren, sesekali kamu merintih-rintih kesakitan, &#8220;Addduuuuhhhh, ini punggung kok sakitnya kayak dicubit gorila, ya. Aduuuuh.&#8221; Oh iya, saat merintih kamu jangan lupa gemetaran, ya. Biar kelihatan lebih menderita. Percaya deh, kalau kamu sudah coba trik Mbah yang pertama ini kamu akan bebas dari rengekan Marrie minta gendong secara si Marrie juga ogah digendong sama anak muda yang renta begitu.</p>
<p>Tapi, sebenernya trik ini ada sedikit efek sampingnya. Yaitu, setelah jalan sama Marrie dan Maminya, kamu bakal ngalamin sakit tulang punggung akut beneran akibat membungkun 90 derajat seharian. Tapi, tenang aja sakit punggung akut itu cuma beberapa hari kok. Lagian Mbah jual obat yang bisa mempercepat penyembuhan kamu. Yaitu arak gosok asli dari Cina. Harganya cuma Rp. 75 ribu. Itu sudah harga pas. Harga cantiklah pokoknya, jadi udah nggak bisa digoyang lagi. Sumpah untungnya dikit kalau main obat mah. Sebotol begitu aja, Mbah cuma ambil 5 ribu doang. Kalau nggak percaya, tanya aja di toko sebelah. Loh? Aduh maaf, khilaf. Tiba-tiba inget waktu jualan obat di Pasar Baru.</p>
<p>Oke kita lanjut ke trik yang kedua, yaitu soal makanan. Nah kalau soal ini, kamu harus ngotot tot tot habis-habisan. Sekali lagi, makanan adalah kunci kesuksesan. (Apa coba?). Jadi Mbah akan membagikan trik klasik. Jadi gini, kamu harus beradu cepat sama si Marrie. Jadi sebelum Marrie merampas makanan kamu terlebih dahulu kamu jilatin makanan yang akan kamu makan. Setelah itu, dengan bangga kamu bilang sama si Marrie, &#8220;Tante hebat loh, wajib masuk MURI karena tante sudah memecahkan rekor tidak gosok gigi selama 6 bulan.&#8221; (Kalau bisa sambil teriak, biar trik ini tambah sakti). Dijamin deh si Marrie nggak bakal menyentuh makananmu. Secara itu anak juga mikir, dari pada habis makan  mukanya langsung berubah jadi  ijo dan kejang-kejang akibat keracunan air liur yang sudah kadarluasa.</p>
<p>Tapi maaf Babon,  trik kedua ini juga tetep ada efek sampingnya. Ya, kalau kamu menggunakan trik ini, kamu harus bisa nerimo dengan legowo kalau tiba-tiba pacar kamu langsung bawa anaknya kabur sambil teriak-teriak, &#8220;Siapa sih kamu? Aku nggak kenal.&#8221; Karena malu punya pacar yang joroknya naujubileh. Dan juga kamu harus bisa berlapang dada kalau setelah kejadian ini pacar kamu langsung mutusin kamu karena takut kena rabies.</p>
<p>Lanjut ke trik ketiga. Trik ini khusus untuk menangani permainan Tap Patungnya si Marrie. Berhubung si Marrie selalu menuntut kamu untuk kalah. Jadi, Mbah sarankan kamu ajak si Marrie melakukan permainan ini di toilet mall. Jadi pas kamu kalah suit, kamu langsung buru-buru masuk ke salah satu toilet, dan menjadi patung setelah kamu mengunci pintunya. Nah, aman deh si Marrie nggak bakal bisa nyubitin kamu. Palingan si Marrie bakal nanya, &#8220;Tante ngapain sih di dalam lama banget?.&#8221; Maka kamu tinggal jawab dengan suara nyaring, &#8220;Tante ngumpet karena Tante malu sama Marrie, soalnya tante jadi patung pispot.&#8221; Nah dijamin deh kamu bakal selamat sehat wal afiat, secara habis denger jawaban kamu si Marrie bakal langsung ngacir akibat malu punya Tante yang nggak waras.</p>
<p>Nah untuk trik ini, efek sampingnya cuma ringan kok. Kamu cukup menyediakan sedikit waktu untuk diwawancara. Secara si penjaga toilet sudah memanggil staf RSJ untuk sesegera mungkin mengevakuasi kamu. Selamat mencoba.</p>
<p>Salam manis selalu untukmu,</p>
<p>Mbah De Ni</p>
<p>@Tim S.O.S!, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/04/02/siksaan-anak-paca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>S.O.S: Pacarku Ababil!</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/03/19/s-o-s-pacarku-ababil/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/03/19/s-o-s-pacarku-ababil/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 14:35:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[S.O.S!]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=11145</guid>
		<description><![CDATA[DoMba yang baik,
Aku baru satu minggu jadian sama pacarku. Kebetulan kali ini aku dapat pacar yang masih abege. Bangga banget deh rasanya. Anaknya cantik, seksi dan menggemaskan. Awalnya sih semua berjalan baik-baik saja tapi setelah satu minggu ini, terutama sejak peristiwa memalukan saat kumpul bersama teman-temanku yang semuanya sudah bekerja, aku jadi bingung harus bersikap bagaimana, DoMba&#8230;
Jadi ceritanya begini,  ketika aku mengajak pacarku untuk dikenalkan kepada teman-teman lesbianku, mereka kagum dengan kecantikannya. Tapi, pas masuk sesi obrolan, aku bisa merasakan kalau wajah mereka semua seperti menyimpan sesuatu yang tak ingin ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/03/Bunny_Girl__by_DarkJak.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-11147" title="_Bunny_Girl__by_DarkJak" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/03/Bunny_Girl__by_DarkJak.jpg" alt="" width="181" height="301" /></a>DoMba yang baik,</p>
<p>Aku baru satu minggu jadian sama pacarku. Kebetulan kali ini aku dapat pacar yang masih <em>abege</em>. Bangga banget deh rasanya. Anaknya cantik, seksi dan menggemaskan. Awalnya sih semua berjalan baik-baik saja tapi setelah satu minggu ini, terutama sejak peristiwa memalukan saat kumpul bersama teman-temanku yang semuanya sudah bekerja, aku jadi bingung harus bersikap bagaimana, DoMba&#8230;</p>
<p>Jadi ceritanya begini,  ketika aku mengajak pacarku untuk dikenalkan kepada teman-teman lesbianku, mereka kagum dengan kecantikannya. Tapi, pas masuk sesi obrolan, aku bisa merasakan kalau wajah mereka semua seperti menyimpan sesuatu yang tak ingin diketahui olehku. Sampai salah satu teman yang ceplas ceplos ngomong ke aku, “Pacar lo ababil ya? Kok kalau ngomong heboh gitu?”</p>
<p>Lah aku bingung dong. Aku Tanya balik, “Maksud lo ababil?”</p>
<p>Terus dia jawab, “Iyawh, diawh bihlawng kawliawhn baruwh jawdiawhn, hahaha.”</p>
<p>Duh, DoMba, mau ditaruh di mana mukaku. Sungguh deh aku malu. Memang cara bicara pacarku sama dengan abege pada umumnya yang lagi ngetren sekarang ini.</p>
<p>Mohon sarannya, DoMba, agar aku gak malu lagi kalau ngajak pacarku ketemu dengan teman-teman yang lain.</p>
<p>Salam Ababil,</p>
<p>Mawar Berduri</p>
<p><strong>Jawaban dr. Jo</strong></p>
<p>Dear Mawar Berduri semuanya indah,</p>
<p>Hehehe baca nama kamu, saya jadi ingat lagu waktu saya masih kecil dulu. Sungguh indah ya masa anak-anak, ups, kok saya jadi lebay gini.</p>
<p>Pertama membaca masalah kamu, saya langsung bersorak gembira. Dari membuka e-mail di BlackBerry langsung bangun dari tempat tidur dengan semangat 45 dan segera membuka laptop untuk menjawab masalah kamu.</p>
<p>Hmm, kamu pasti bingung kan mengapa saya begitu bersemangat? Apa? Masalah kamu menarik? Huh! Geer! Karena ketika saya sedang membaca e-mail kamu, dari luar saya diteriaki oleh mama saya yang mendadak datang ke rumah. Kan nggak lucu, masa dokter yang keren ini kepergok bangun siang hari dan belum mandi pula, hiks.</p>
<p><em>Eniwei</em>, kebetulan saya baru saja mengalami hal yang hampir sama dengan apa yang sedang kamu alami. Saya katakan <em>hampir </em>sama karena <em>abege </em>yang saya kenal ini tidak saya jadikan pacar tapi cukup dijadikan fans saja *PLAK!*</p>
<p>Sebelumnya saya ingin bertanya dulu sam kamu. Sebelum jadian dengan pacar kamu, pastinya kamu udah mengenal tampilan luar dia dong? Termasuk dalam hal ini, paling tidak udah kenal dengan gaya bicaranya. Nah, coba ingat-ingat lagi, jangan-jangan justru cara bicaranya yang menggemaskan ini bikin kamu jatuh cinta sama dia. Ingat lho kecantikan dan keseksian bisa memudar karena gravitasi, tapi hal yang menggemaskan takkan lekang oleh waktu, cieeee.</p>
<p>Saya rasa dalam hal ini kamu tidak perlu malu dan bingung mau naruh muka kamu di mana. Toh, kamu sudah memutuskan untuk jadian sama pacar kamu, jadi seharusnya kamu juga harus menerima segalanya di diri pacar kamu satu paket dong. Kamu udah nerima mobil dan rumahnya (hayo ngaku!), kamu juga dah nerima kado jam tangan dari dia, dua set BlackBerry, masa kamu gak mau nerima kekurangan dia. Jadilah orang yang kreatif! Jadikan kekurangan pacar kamu sebagai kelebihan.</p>
<p>Misalnya, kalau ada ketemuan lagi sama teman-teman kamu yang kemarin, usahakan pacar kamu banyak berinteraksi dengan teman-teman kamu. Kalau teman kamu ngeledek lagi kayak waktu itu, kamu respon seperti ini, “Sowh whawt getowh lhowh? Guewh bosewhn samawh bahasawh normawhl, lagiahwn buawht ngelatiwh otawhk guehw jugawh biawhr nggawhk kakuwh kayawhk otawhk elowh, weeehkkk!!!”</p>
<p>Nah, kalau akibat pertemuan tersebut menjadikan kamu dijauhi teman-teman kamu. SELAMAT! Kamu berhasil menguji kesetiakawanan teman-teman kamu.</p>
<p>Di sini kamu bisa tau, mana teman yang bisa menerima kamu dan pacar kamu apa adanya dan mana yang cuma bisa nerima pacar kamu yang cantik dan seksi. Oh ya, nilai plus lagi nih, kalau teman kamu pada <em>ilfil </em>sama pacar kamu, justru bagus dong! Jadi posisi kamu aman,  secara nggak akan ada yang mau ngerebut pacar dari sisi kamu. Selamat mencoba ya.</p>
<p>Salam tertusuk duri.</p>
<p>Dokter Jo</p>
<p><strong>Jawaban Mbah De Ni</strong>:</p>
<p>Dear Mawar Berduri<br />
Begini nih repotnya kalau orang  setua kita pacaran sama <em>abege</em>, suka berasa beda alam. Apalagi Mbah yang  nggak pernah merasakan masa <em>abege</em>. Secara Mbah ditakdirkan tua sejak  lahir. Saat Mbah masih bayi nggak ada satu orangpun yang manggil Mbah <em>baby</em>, semua orang langsung menyapa Mbah dengan sebutan Mbah kangkung.  Pokoknya kelahiran Mbah itu fenomenal banget deh. Pas brojol Mbah  bukannya nangis layaknya bayi pada umumnya, tapi malah langsung memberi  petuah kehidupan sambil makan sirih dan mengayun-ayunkan badan di kursi  goyang. Melihat fenomena ajaib ini, dokter, suster dan staf rumah sakit  langsung pada ngantri buat cium tangan Mbah.</p>
<p>Berhubung Mbah tua  sejak lahir, jadi Mbah nggak pernah tuh ngerasain jadi <em>abege </em>dengan segala  keribetan bahasa gaulnya gitu loh! Tapi Mbah cukup memahami masalah  kamu secara waktu pacaran sama tante Mel, dia juga masih terbilang <em>abege </em>.  Jadi kadang-kadang suka bicara dengan bahasa <em>gaol  cuy</em>.</p>
<p>So, untuk mengatasi masalah kamu, Mbah punya saran yang  semoga saja  bisa membantu mengatasi pacar kamu, yaitu sebisa  mungkin ajaklah pacar kamu ke dalam lingkungan orang-orang tua.  Maksudnya adalah supaya pacar kamu nggak melulu menggunakan bahasa gaul,  kamu kudu sering-sering bawa pacar kamu ke tempat-tempat orang-orang  yang usianya sudah tua-tua banget. Misalnya panti jompo. Nah, suruh deh  pacar kamu ngobrol sama kakek dan nenek yang ada di sana.  Secara kan  orang-orang tua nggak mungkin dong bicara pake bahasa <em>abege </em>labil begitu.  Siapa tahu dengan ngobrol sama kakek nenek yang nggak gaul,  bisa  memperbaiki gaya bicara pacar kamu yang <em>ababil </em>banget. Selama mereka  ngobrol, kamu cukup perhatikan dari jauh saja, nggak usah ikut <em>nimbrung</em>.  Biarkan pacar kamu beradaptasi sendiri.</p>
<p>Tapi tolong perhatikan  juga panti jomponya ya. Jangan sampai salah panti. Soalnya Mbah pernah  mengalami kejadian yang nggak ngenakin banget saat  ketemu sama NEBIL (Nenek Labil). Kejadian ini terjadi kira-kira 100  tahun yang lalu di depan kasir supermarket. Saat itu NEBIL sedang  berdiri di depan kasir supermarket, yang jelas-jelas badannya yang besar  menyumpal jalan Mbah.</p>
<p>Dengan sopan Mbah menyapa Nenek itu. &#8220;Nek, bisa geser dikit nggak? Saya susah lewat kalau nenek berdiri di sini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Maksud looooo?&#8221; Busyeet, bibirnya tuh nenek monyong banget waktu ngomong begitu.</p>
<p>&#8220;Ya, geser dikit, Nek. Saya susah lewat.&#8221;</p>
<p>&#8220;Biasa aja kaleeee. <em>Please </em>deh, perasaan gue udah dari tadi di sini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya, ampun, Nek. Saya kan cuma minta Nenek geser dikit doang. Saya udah pegel ngangkat belanjaan saya, Nek.&#8221;</p>
<p>&#8220;Derita lo kaleee. Ngapain lo ngurusin gue? Siapa looo? Nggak penting banget sih.&#8221; Si Nenek sewot.</p>
<p>&#8220;Busyet dah. Emang susah banget ya Nek, geser dikit doang?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya iyalah, masa ya iya dong. Semangka aja dibelah bukan dibedong.&#8221;</p>
<p>Mbah  meremas kepala yang hampir meledak akibat ulah si Nenek. &#8220;Oke Nek,  kalau Nenek nggak mau geser, saya tabrak ya.&#8221; Kali ini Mbah mengancam  si Nenek sembari menunjuk-nunjuk keranjang belanjaan yang terbuat dari  besi.</p>
<p>Takut sama ancaman Mbah, si Nenek akhirnya nurut menggeser  posisi berdirinya. Tapi mulutnya tetap aja teriak-teriak sambil menaruh  tangannya di kening, &#8220;ABCD, cabe deh!&#8221; Setelah itu si Nenek berjalan ke  arah beberapa Nenek lain yang sedang asik memilih asesoris <em>abege </em>. Dengan  gaya <em>cool </em>si Nenek menyapa temen-temennya, &#8220;Chabs yuk choy!.&#8221;</p>
<p>Nenek-nenek  labil itu berjalan meninggalkan Mbah yang masih terkesima sama apa yang  Mbah lihat barusan.</p>
<p>Fiuh! Semoga aja pengalaman ini tidak kamu alami ya  Mawar. Semoga saja&#8230;</p>
<p>Salam,<br />
Mbah De Ni</p>
<p>@Tim S.O.S, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/03/19/s-o-s-pacarku-ababil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>S.O.S!: Nggak Rela Diselingkuhi</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/03/05/s-o-s-nggak-rela-diselingkuhi/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/03/05/s-o-s-nggak-rela-diselingkuhi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Mar 2011 09:52:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[S.O.S!]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[Perselingkuhan]]></category>
		<category><![CDATA[suicide]]></category>
		<category><![CDATA[tanyajawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=10895</guid>
		<description><![CDATA[Dear DoMba yang caem,
Saat  ini saya sedang sakit hati DoMba.  Bayangkan&#8230;setelah hampir delapan  tahun saya pacaran, semuanya baru terungkap. Ternyata selama ini pacar  saya berselingkuh dengan teman kantornya. Sakit sekali rasanya! Malahan  kemarin saya nekat ingin bunuh diri dengan cara lompat dari  apartemen saya di lantai 10 . Tapi, akhirnya saya nggak jadi bunuh diri DoMba (ya  iyalah, secara kalau lo jadi bunuh diri yang ngirim pertanyaan S.O.S! ini  siapa? SEREM!).  Bunuh diri itu saya batalkan lantaran saya fobia  ketinggian. Jadi belum ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/03/Caught_cheating_by_ricky326123.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-10896" title="Caught_cheating_by_ricky326123" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/03/Caught_cheating_by_ricky326123-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Dear DoMba yang caem,</div>
<div>Saat  ini saya sedang sakit hati DoMba.  Bayangkan&#8230;setelah hampir delapan  tahun saya pacaran, semuanya baru terungkap. Ternyata selama ini pacar  saya berselingkuh dengan teman kantornya. Sakit sekali rasanya! Malahan  kemarin saya nekat ingin bunuh diri dengan cara lompat dari  apartemen saya di lantai 10 . Tapi, akhirnya saya nggak jadi bunuh diri DoMba (<em>ya  iyalah, secara kalau lo jadi bunuh diri yang ngirim pertanyaan S.O.S! ini  siapa? SEREM!</em>).  Bunuh diri itu saya batalkan lantaran saya fobia  ketinggian. Jadi belum sampai ke lantai 10 saya keburu pingsan karena  menyadari bahwa saya berada di tempat yang tinggi.</p>
<p>Sebenar sih,  saya juga punya selingkuhan DoMba, tapi untungnya pacar saya tidak tahu. Saya memang egois, walau kami sama-sama selingkuh, tetap saja  saya merasa kesal sama pacar saya. Saya merasa harga diri saya  diinjak-injak. Masa orang sekeren saya diselingkuhi? Yang boleh  selingkuh kan cuma saya, betuuul nggak DoMba?</p>
</div>
<div>Meskipun kesal  dengan pacar, entah kenapa saya nggak mau putus,  DoMba. Sumpah, saya nggak rela dia menjadi milik selingkuhannya.  Lagi pula,  selingkuhan saya juga  nggak seasik dan selucu pacar saya. Aduh,   gimana ya saya bingung. Tolong bantuan sarannya DoMba. Terserah deh, mau  serius, gokil, nggak jelas, sesat atau jayus sekalipun. Yang penting  saya butuh masukan secepatnya. Harus <em>post </em>sabtu ini ya DoMba! Awas kalau  nggak! Saya akan nekat selingkuh sama pacar-pacar DoMba loh. AWAS!!!</p>
<p>Salam ngancam,</p>
</div>
<div>Dispenser</div>
<p><strong><br />
Jawaban Dokter Jo</strong></p>
<p>Dear Dispenser,</p>
<p>Pertama,  saya hanya ingin memberitahu kamu, untung saja kamu pasien klinik S.O.S!  ini. Kalau kamu pasien pribadi saya, pasti saya akan langsung  mengubah kamu yang sebelumnya dispenser  menjadi galon air, mau kamu?! <em>Please </em>deh! Jangan suka ngaku keren kalau  pribadi kamu nggak ada keren-kerennya! Kalau kamu sudah bisa keren luar  dalam baru kamu boleh bilang kamu keren, huh! *Kenapa gue jadi  marah-marah ya, hhh!*</p>
<p>Baca email kamu, saya malah langsung pengin  nyusul kamu ke lantai 10, nyiram kamu pakai air es biar kamu langsung  bangun dari pingsan, terus dengan sukarela deh saya dorong aja kamu dari  lantai 10.  Kejam, ya? Emang harus kejam sih sama orang yang gak  sayang sama dirinya sendiri. Ngapain coba pakai niat bunuh diri,  emangnya dunia cuma selebar daun kelor yang isinya cuma tentang sakit  hati diselingkuhin?</p>
<p>Saya sampai bingung mau ngomong apalagi  secara baru kali ini terima email yang begitu jujur (satu-satunya  kelebihan kamu yang saya hargai), sudah marah-marah diselingkuhi pacar eh  belakangan baru ngaku ternyata kamu juga selingkuh. Nggak usah merasa  harga diri kamu dinjak-injak, saya rela kok nginjak kamu. Eh jangan salah, injakan  saya berhasil menghilangkan sakit pegal linunya si Mbah lho.</p>
<p>Tau  dong kenapa saya marah-marah? Lah, dengan kamu mengkonsultasikan masalah  perselingkuhan ini, kamu sudah tidak menghargai saya  sebagai Duta Kesetiaan di Sepocikopi (<em>please </em>deh, Jo!), lalu kamu  malah minta saran saya untuk membantu mengatasi masalah kamu yang  diselingkuhi pacar padahal kamu sendiri juga berselingkuh.</p>
<p>Saran  saya nih, kamu kirimkan ke saya nomor telepon pacar kamu sekaligus nomor  telepon selingkuhan kamu, alamat email atau akun ym juga boleh. Setelah  itu tunggu saja sampai jamuran, dijamin pacar dan selingkuhan kamu nggak  akan mengganggu diri kamu yang keren itu, setuju?</p>
<p>Yang sebal karena diancam,<br />
Dokter Jo</p>
<p>(Dokter Jo bisa dihubungi di Hotline: <strong>jo@sepocikopi.com</strong>)</p>
<p><strong>Jawaban Mbah De Ni</strong></p>
<p>Dispenser yang suka ngancam,<br />
Kayaknya hubungan kamu itu  memang sesuai deh sama nama kamu. Seperti dispenser yang <em>hot </em>dan <em>cool</em>,  demikian juga hubungan kamu. Ada <em>hot</em>-nya karena disertakan intrik-intrik  perselingkuhan yang ruwet. Bayangkan, kamu diselingkuhi tapi kamu juga selingkuh,  pacar kamu selingkuh tapi diselingkuhi. Ruwet kan? Pokoknya kisah kamu  mah <em>hot </em>punyalah! Kalau dibikin sinetron bisa ngalahin ratingnya Aneka  Ria Safari dan cerita Oshin yang diputar jaman Mbah masih muda dulu.  Selain <em>hot </em>kamu juga <em>cool</em>, <em>cool</em> dalam artian kamu tetap mempertahankan  harga diri kamu yang nggak mau diselingkuhi meski kamu juga selingkuh. <em> Cool </em>banget kan?</p>
<p>Cuma kalau Mbah boleh saran, coba deh renungkan  lagi. Sebenarnya hubungan kamu ini mau dibawa kemana? Nggak jelas kan?  Mau dibawa ke Blok M: macet. Ke Mangga Dua: kejauhan. Ke Tanah Abang:  minimal mesti 1/4 lusin. Pokoknya bingung deh! Semua menyakiti, semua  tersakiti. Seperti kamu yang ngerasa sakit diselingkuhin, sampai-sampai  kamu nekat mencoba bunuh diri meski akhirnya gagal, pacar kamu juga  pasti merasakan sakit yang sama dengan perselingkuhan kamu. Jadi,  cobalah ambil waktu biacara untuk menyelesaikan  masalah yang ruwet ini.</p>
<p>Sebenarnya sih ada dua solusi untuk  menyelesaikan masalah kamu. Pertama, kamu putuskanlah selingkuhan kamu  dan mintalah pacar kamu putuskan selingkuhannya. Jadi kalian jalanin  hubungan baik-baik dan saling setia satu sama lain dalam suka maupun  duka, sehat maupun sakit, kaya ataupun miskin, gemuk maupun kurus sampai  maut yang memisahkan, fiuh!</p>
<p>Intinya adalah jalanin hubungan dengan  komitmen tinggi dan tekat kuat bahwa hati ini tidak akan goyah oleh  godaan perempuan mana pun. Bulatkan tekat untuk menjadi pasangan yang  setia seperti Mbah. Kalau ada cewek cakep lewat, Mbah nggak akan  tergoda. Sumpah! (<em>Ya&#8230;, paling jauh cuma kedip-kedipin mata dan minta  nomer HP cewek itu, terus datang ke rumahnya, dan ngajak dia makan  jagung bakar di Bali, minum wedang jahe di Lombok dan nyobain tempe  mendoan sambil nyelam di Bunaken. Terus saat matahari terbenam, palingan  Mbah cuma ngajak dia berlari bergandengan tangan di pinggir  pantai, berguling-guling dipasir putih, lalu kemudian Mbah akan  menyelipkan mawar merah di telinganya. Aduhay! Cuma begitu kok</em>!).</p>
<p>Lanjut  ke solusi yang dua. Nah, solusi yang kedua ini adalah solusi yang nggak  ada solusi. Maksudnya ya, kalian tetap jalani hubungan aneh ini. Jadi  baik kamu dan pacar kamu sama-sama selingkuh dan diselingkuhi. Kalau  kalian sepakat dan tidak ada yang saling keberatan, silahkan jalani,  asal semuanya <em>happy</em>. Cuma, perlu kalian ingat satu hal yang paling  penting  bahwa tidak ada orang yang senang diselingkuhi, apa pun  alasannya. Tidak ada orang yang rela pacarnya mencintai orang lain,  meski ia sendiri membagi hati dengan orang lain. Kamu tahu kenapa?  Karena semua orang egois, rela mengorbankan perasaan orang demi memberi  kebahagiaan pada perasaannya sendiri,  rela menyakiti agar dirinya tidak  sakit. Ini adalah hal yang salah sista! Yang benar adalah kalau kamu  nggak mau disakiti, cobalah untuk  tidak menyakiti. Kata mamanya Mbah, orang yang  rela mengorbankan kebahagiaannya sendiri demi kebahagiaan  pasangannya, akan menerima  kebahagiaan yang sejati. Ahay!</p>
<p>So, mulailah dari diri sendiri. Semua keputusan ada di tangan kamu.</p>
<p>Salam <em>hot &amp; cool</em>,<br />
Mbah De Ni</p>
<p>(Mbah De Ni bisa dihubungi di Hotline: <strong>deni@sepocikopi.com</strong>)</p>
<p>@Tim S.O.S!, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/03/05/s-o-s-nggak-rela-diselingkuhi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>S.O.S!: Pacar Komplain Terus!</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/01/29/s-o-s-pacar-komplain-terus/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/01/29/s-o-s-pacar-komplain-terus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2011 23:25:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[S.O.S!]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[partnership]]></category>
		<category><![CDATA[Relationship]]></category>
		<category><![CDATA[tanyajawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=9524</guid>
		<description><![CDATA[DoMba yang caem,
Setelah sekian lama aku bertahan dengan kegelisahan, kali ini aku memutuskan untuk menyerahkan masalahku kepada DoMba, ya walaupun aku tahu solusi yang DoMba berikan selalu saja bikin hati ini melonjak-lonjak gemas pengin nimpuk DoMba.
Aku adalah seorang mahasiswi jurusan bahasa asing yang sedang menyelesaikan kuliah di sebuah universitas ternama di Jakarta. Ini sudah tahun keempat dan merupakan tahun yang berat karena di samping aku sedang membuat skripsi, aku juga berusaha meringankan beban orang tua dengan menjadi pekerja paruh waktu di sebuah lembaga kursus bahasa asing. Awalnya aku merasa semua ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/01/no-time.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-9525" title="no time" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/01/no-time-300x300.jpg" alt="" width="210" height="210" /></a>DoMba yang caem,</p>
<p>Setelah sekian lama aku bertahan dengan kegelisahan, kali ini aku memutuskan untuk menyerahkan masalahku kepada DoMba, ya walaupun aku tahu solusi yang DoMba berikan selalu saja bikin hati ini melonjak-lonjak gemas pengin nimpuk DoMba.</p>
<p>Aku adalah seorang mahasiswi jurusan bahasa asing yang sedang menyelesaikan kuliah di sebuah universitas ternama di Jakarta. Ini sudah tahun keempat dan merupakan tahun yang berat karena di samping aku sedang membuat skripsi, aku juga berusaha meringankan beban orang tua dengan menjadi pekerja paruh waktu di sebuah lembaga kursus bahasa asing. Awalnya aku merasa semua baik-baik saja apalagi penghasilan mengajar dapat membantu biaya pacaranku dengan kekasih. Masalah muncul ketika pacar mulai komplain aku tak punya waktu lagi untuk dia. Berkali-kali aku mencoba menjelaskan kondisiku, tetapi dia tetap saja marah-marah.<span id="more-9524"></span></p>
<p>Bagaimana ini, DoMba? Aku tidak rela kalau harus putus karena masalah waktu. Bukankah selama masih ada cinta semua bisa diatasi, betul kan DoMba?</p>
<p>Yang lagi pusing,<br />
Juminten</p>
<p><strong>Jawaban Dokter Jo</strong></p>
<p>Juminten yang minta dipijit ubun-ubunnya,</p>
<p>Jangan pusing jangan khawatir, ini cuma bau pesing bukan bau kentir. Mungkin tadi si Mbah kebelet buang air kecil terus gak kuat kalau harus nyari kamar kecil dulu, dasar kentir! Kalau kamu gemas mau nimpuk, sila timpuk si Mbah, kebetulan hidung jambunya mulai mengempis harus dibikin bengkak lagi, udah gak mirip jambu lagi soalnya.</p>
<p>Oke, sekarang kita analisa masalah kamu. Sebenarnya apa yang kamu lakukan ini sungguh membanggakan, sungguh sebuah contoh anak bangsa yang ulet dan gigih dalam mencapai cita-cita. Harus bekerja paruh waktu, padahal kamu sedang menyelesaikan skripsi, di universitas ternama pula, pasti sangat melelahkan dan menyenangkan ya. Bahasa asing pula, hu hu hu, sungguh membuat iri diri saya yang sangat sulit untuk belajar bahasa asing dan cuma bisa bahasa planet ini, hiks.</p>
<p>Cukup bagian terharunya, sekarang bagian cecintaan, cuit cuittt. Membaca masalah kamu, saya tidak khawatir sama sekali. Kenapa begitu? Aduh, kamu pake nanya lagi. Udah deh percaya aja, saya tuh pernah mengalaminya, jadi kamu tenang saja ya.</p>
<p>Solusinya mudah. Sekarang kamu pikirkan kembali mengapa pacar kamu bisa menuduh kamu udah gak punya waktu lagi buat dia? Aha!!! Itu pasti karena waktu yang dia berikan adalah hari Sabtu dan Minggu, iya kan? Iya dong? iya sih! Harus Sabtu dan Minggu! Oke, sekarang untuk memperbaiki keadaan, bicarakan berdua dengan pacar kamu mengenai pengaturan ulang jadwal ketemuan kalian. Eits, tapi kamu harus mendata jadwal pacar kamu dulu. Nah, begitu kamu sudah mendapatkannya, segera atur waktu ketemuan dan berikan penawaran untuk ketemuan di hari dan jam yang dia tidak mungkin bisa. Di saat dia mengatakan tidak bisa di hari dan jam yang kamu tawarkan, di saat itulah kamu dapat menempatkan posisi kamu sebagai pacar yang pengertian. Kamu bisa bilang ke pacar kamu, &#8220;Oh, jadi kamu gak bisa ya kalau hari Senin jam 10 pagi? Ya sudah gak apa-apa, aku ngerti kok. Aku gak akan maksa kamu.&#8221;</p>
<p>Nah, kalau pacar kamu merasa bersalah, maka dia tidak akan menuntut kamu lagi untuk memberikan waktu yang mungkin buat diri kamu sendiri saja sudah minus. Oh ya, btw, tadi saya bilang ke kamu kalau saya pernah mengalaminya kan? Cuma mau ngasih tahu, waktu itu saya akhirnya putus secara pacar saya malah oke untuk menerima penawaran saya, padahal saya masih harus kuliah di hari dan jam yang saya tawarkan, hiks. Semoga kamu lebih berhasil daripada saya ya.</p>
<p>Salam hangat,</p>
<p>dokter Jo<strong> </strong></p>
<p><strong>Jawaban Mbah Deni</strong></p>
<p>Juminten yang lagi pusing.  Sebenarnya waktu berguru dengan dengan Mbah Jambrong, Mbah pernah melakukan penerawangan mengenai hubungan antara ketersediaan waktu dengan keharmonisan hubungan. Bayangkan! Sakin sakralnya penerawangan ini, Mbah sampai melakukan semedi tujuh hari tujuh malam tidak mandi dan tidak gosok gigi (Kalau makan, tetep!).</p>
<p>Nah, setelah tujuh hari bersemedi, Mbah akhirnya mendapatkan pencerahan, yaitu penelitian ini hanya dilakukan dengan metode survei, dan analisis datanya menggunakan kolerasi bivariate, uji signifikan persamaan garis regresi dan uji F analisis kolerasi parsial untuk uji pemurnian hubungan. Setelah berkutak-katik dengan statistika  dan SPSS, akhirnya muncullah hasil bahwa terdapat kolerasi negatif antara ketesediaan waktu dengan keharmonisan hubungan.  Bingungkan? Hehehe&#8230;.</p>
<p>Baiklah, Mbah jelaskan secara detail. Begini, kolerasi negatif di atas berarti bahwa semakin banyak waktu tersedia untuk berpacaran, justru hubungannya semakin tidak harmonis. Jadi, akhirnya Mbah mengambil implikasi bahwa keharmonisan sebuah hubungan tidak ditentukan dari kuantitas waktu, melainkan kualitas waktu yang digunakan saat bersama. (Beuh! Bahasamu, nak). Jadi orang yang punya banyak waktu bersama belum tentu akan memiliki hubungan yang harmonis jika waktu yang banyak itu tidak digunakan untuk hal-hal yang berkualitas.</p>
<p>Coba bayangkan, kalau seandainya kamu tidak kuliah dan tidak punya kerjaan sama sekali. Coba bayangkan kalau 24 jam dalam sehari kamu habiskan hanya bersama dengan pacar. Hari pertama, kedua, ketiga sih oke-oke aja. Kamu bisa nonton, karokean, makan-makan, nongkrong dan sayang-sayangan. Tapi, bagaimana dengan hari-hari selanjutnya? Apa mau begini terus? Lama-lama kan bisa bosen juga. Terus kalau tiba-tiba uang kamu ludes  lantaran segudang acara jalan-jalan itu, gimana? Salah siapa? Salah gue? Salah teman-teman gue? Salah siapa coba? (Ada Apa dengan Cinta Mode On).</p>
<p>Tapi, kamu jangan putus harapan dulu soal waktu, ya. Sebab Mbah yakin ada banyak sekali pasangan-pasangan lesbian lain yang juga bersoal dengan masalah waktu. Bahkan pasangan-pasangan <em>living together</em> yang katanya punya banyak waktu bersama pun sebenarnya hanya memiliki sedikit waktu yang benar-benar bisa digunakan untuk pacaran. Seperti Mbah dan tante Mel misalnya, rata-rata dalam satu hari kami hanya memiliki waktu sayang-sayangan kurang dari satu jam. Oleh karena itulah, mati-matian kami memohon kiranya Tuhan memberikan hari <em>nyengnyong</em>.</p>
<p>Jadi, menurut Mbah, ada baiknya kamu ajak pacar kamu bicara. Jelaskan kepadanya bahwa kamu punya kewajiban dan tanggung jawab sebagai guru dan mahasiswa. Dan jelaskan juga padanya bahwa kualitas lebih penting dari kuantitas. Untuk membuat pacar kamu makin ngerti soal ini, cobalah buat kejutan-kejutan kecil seperti memberinya bunga, coklat, jambu, kedondong, bangkuang, papaya, nanas, jamblang, gula jawa, kacang, cabe dan terasi. Juga, lakukan hal-hal yang mengesankan di sela waktu yang singkat saat bersama pacar, misalnya dengan bernyanyi lagu romatis dengan penuh penjiwaan, membacakan puisi dengan penuh eskpresi, mencium pipinya dengan penuh kelembutan, menggendongnya dengan penuh kasih sayang dan melemparnya dari lantai 10 dengan penuh kebencian (Loh? Yang terakhir jangan dilakukan ya. Sadis!). Intinya yakinkan pacar kamu bahwa meskipun waktu yang kalian miliki terbatas, tapi hubungan kalian benar-benar berkualitas. Selamat mencoba!</p>
<p>Salam <em>nyengnyong</em>,</p>
<p>Mbah De Ni</p>
<p>@Tim S.O.S!, Sepocikopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/01/29/s-o-s-pacar-komplain-terus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>S.O.S: Nyaris Bangkrut Karena Pacar</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/01/08/s-o-s-nyaris-bangkrut-karena-pacar/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/01/08/s-o-s-nyaris-bangkrut-karena-pacar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Jan 2011 16:22:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[S.O.S!]]></category>
		<category><![CDATA[Sepocikopiana]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[partnership]]></category>
		<category><![CDATA[Relationship]]></category>
		<category><![CDATA[tanyajawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=9287</guid>
		<description><![CDATA[DoMba yang tersayang,
Lega rasanya, akhirnya klinik kalian buka juga. Itu berarti saya nggak perlu lagi ke psikolog. Bukan apa-apa DoMba ke psikolog itu mahal. Kalau sama kalian kan gratis, meskipun sering kali jawaban kalian malah bikin bingung penanya. Tapi saya rela, DoMba.
Begini DoMba, saya sudah 5 tahun living together dengan seorang cewek. Seperti biasa, setiap akhir tahun saya selalu mengevaluasi diri. Kali ini saya juga iseng-iseng mengevaluasi keuangan saya. Dan betapa kagetnya saya saat menyadari bahwa selama lima tahun bekerja ternyata saya tidak menghasilkan apa-apa, padahal pendapatan saya perbulan delapan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/01/camilan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-9288" title="camilan" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/01/camilan.jpg" alt="" width="190" height="138" /></a>DoMba yang tersayang,</p>
<p>Lega rasanya, akhirnya klinik kalian buka juga. Itu berarti saya nggak perlu lagi ke psikolog. Bukan apa-apa DoMba ke psikolog itu mahal. Kalau sama kalian kan gratis, meskipun sering kali jawaban kalian malah bikin bingung penanya. Tapi saya rela, DoMba.</p>
<p>Begini DoMba, saya sudah 5 tahun<em> living together</em> dengan seorang cewek. Seperti biasa, setiap akhir tahun saya selalu mengevaluasi diri. Kali ini saya juga iseng-iseng mengevaluasi keuangan saya. Dan betapa kagetnya saya saat menyadari bahwa selama lima tahun bekerja ternyata saya tidak menghasilkan apa-apa, padahal pendapatan saya perbulan delapan kali lipat UMR Jakarta. Akhirnya saya simpulkan bahwa pacar saya adalah penyebabnya. Saya sudah dihitung-hitung, ternyata 75-80% dari gaji saya habis hanya untuk keperluan pribadinya.</p>
<p>Bagaimana ini DoMba? Mau putus nggak mungkin, karena saya sudah sayang sama dia. Lagian kalau ngejomblo, saya ini termasuk jajaran jomblo buluk yang susah dapat pacar. Tapi kalau diteruskan, lama-lama saya bisa jatuh miskin. Tolong DoMba cari solusi, dan kalau perlu kasih subsidi untuk biaya hidup yang berat ini.</p>
<p>Salam,<br />
Kemuning.<br />
<span id="more-9287"></span><br />
Kemuning yang segar (kayak bunga di padang),</p>
<p>Kata siapa kalau nanya sama kami gratis? Secara kami berdua  doyan ngemil, kamu gak tau aja kan setiap pertanyaan yang kami jawab, kami langsung dikirimi camilan oleh admin Sepocikopi (resolusi tahun 2011 semoga harapan ini menjadi kenyataan, hiks)? Mengenai jawaban dari kami bikin kamu bingung, kayaknya cuma kamu yang bingung deh, buktinya yang lain gak ada tuh yang bingung (awas kalau ada yang ngaku!).</p>
<p>Kebetulan kamu bertanya pada saya yang selain berprofesi sebagai dokter di klinik ini juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai konsultan keuangan. Pertama, saya ucapkan selamat karena dengan pendapatan kamu yang besarnya delapan kali lipat dari UMR untuk area Jakarta, kamu bisa menyisihkan 80% dari pendapatan itu untuk partner terkasih kamu. Hanya saja saya meminta kamu untuk mengingat-ngingat beberapa hal yang menjadi pemikiran saya.</p>
<p>Setelah lima tahun bekerja, kamu pasti tahu kan tingkat inflasi setiap tahunnya meningkat. Tahun kemarin saja inflasi meningkat sebanyak 6%. Nah, coba diingat lagi jangan-jangan dasar UMR yang kamu gunakan adalah dasar yang digunakan pada saat kamu pertama kali bekerja. Ya terang saja kalau dibandingkan dengan inflasi yang terus meningkat pendapatan kamu jadi tidak berimbang dengan pengeluaran kalian berdua.</p>
<p>Hal kedua yang saya pikirkan adalah (saya sudah melakukan telepati dengan pasangan kamu), pengeluaran yang kamu simpulkan sebagai pengeluaran untuk keperluan pasangan kamu ternyata hanya kesimpulan sepihak. Kamu sendiri yang bilang kalau biaya konsultasi ke psikolog itu mahal, nah, kamu gak ingat apa kalau kamu juga punya andil dalam besarnya pengeluaran kamu? Belum lagi pengakuan kamu sebagai jomblo buluk yang susah dapat pacar. Yang saya tahu segala hal yang buluk itu harus rutin dirawat agar buluknya nggak menetap secara permanen.</p>
<p>Saran saya, coba intropeksi diri sendiri dengan saksama dan coba lakukan analisa atas masalah keuangan kamu. Kalau memang ternyata benar dana yang dikeluarkan untuk pasangan bisa membuat kamu jatuh miskin, bicarakan dengan baik-baik bersama pasangan untuk mulai hidup secara hemat. Tapi kalau memang dana yang keluar telah digunakan dengan tepat dan seefisien mungkin, jangan timpakan kesalahan pada pasangan. Seharusnya kamu bersyukur bisa tinggal bersama dengan pasangan (masih banyak yang bermimpi untuk tinggal bersama pasangan).</p>
<p>Saya yakin kalau kamu tinggal berjauhan (apalagi yang melakukan hubungan jarak jauh) biaya yang kamu keluarkan bisa lebih membuat kamu cepat jatuh miskin. Sepertinya saya nggak perlu menguraikan biaya apa saja yang harus kamu tanggung kalau kamu nggak tinggal bersama pasangan, saya khawatir kamu akan semakin pusing. Oh ya, pasangan kamu baru ngirim pesan ke saya lewat telepati, dia udah belikan paket perawatan kecantikan lengkap yang kamu pesan kemarin jadi jangan malam-malam pulangnya. Semoga saran saya bermanfaat ya.</p>
<p>Salam hangat,<br />
Jo</p>
<p>Hai Kemuning, sebelumnya Mbah mau ucapkan terima kasih atas kepercayaanmu memilih DoMba sebagai konselor masalahmu. Jujur kami terharu sekali, sebab dari sekian banyak kekacauan yang terjadi akibat saran dan nasihat kami, kamu masih mau mempercayakan masalahmu kepada kami. Maka demi ikan sepat yang berenang di Kali Ciliwung, kami berjanji akan membantu kamu sampai titik darah penghabisan, baik melalui obat-obatan mapun jampi-jampi yang sakti dan mujarab. Meskipun terkadang suka salah sasaran, tapi jangan lihat kacaunya ya, lihatlah niat tulus kami yang datang dari relung hati terdalam. Sumpah, kami ikhlas, ridho dan tanpa pamrih membantu sahabat lesbian dalam menghadapi masalah, rintangan, dilema dan kekacauan yang akan semakin kacau.</p>
<p>Baiklah, langsung saja ke masalahmu. Sebelum solusi dan subsidi Mbah berikan, alangkah baiknya jika Mbah dan Dek Kemuning ini menyamakan dulu bentuk hidung eh maksudnya paradigama. Begini, sadarilah bahwa partner kita memang punya kebutuhan hidup. Iya toh? Iya kan? Iya dong! Mbah DeNi yang demplon ini contohnya, walaupun Mbah orangnya sederhana dan nggak suka macam-macam, tapi tetap saja Mbah punya kebutuhan hidup, misalnya beli bedak, lipstik, maskara, sepatu<em> highheel</em>, kebaya, konde, berlian, mobil, rumah dan jalan-jalan ke luar negeri. Nah semua kebutuhan itu perlu biaya. Nggak mungkin dong  Mbah minta-minta sama pemilik toko, apalagi nekat ngejambret. (Nggak keren banget kalau sampe masuk koran dengan headline &#8220;Demi tampil kemayu, De Ni si Bencong Buncit Hidung Jambu Bol nekat mencuri konde di toko beras&#8221; Maluuuu banget!).</p>
<p>Jadi, intinya hidup ini butuh biaya, apalagi kalau pacar kamu nggak kerja dan hidup sepenuhnya ditanggung sama kamu. Mbah aja yang ketahuan kerja bahkan memiliki perusahaan jual beli anak simpanse terbesar di dunia (ck ck ck&#8230;) masih minta dibeliin Mel balon dan permen dodot (lolipop maksudnya) kalau Mbah lagi ngambek karena nggak dibeliin boneka barbie (manis banget ya?).</p>
<p>Perlu kamu tahu, penelitian membuktikan bahwa semakin tinggi pendapatan seseorang, maka semakin tinggi gaya hidupnya, itu berarti semakin besar pula biaya hidup yang harus dikeluarkan. Jadi ada dua jalan keluar untuk kasus kamu ini. Yang pertama adalah beri batasan pada kebutuhan hidup, misalnya dengan mengurangi gaya hidup yang dianggap kurang penting. Kalau pengeluaran terbesar pacar kamu adalah sauna di salon, cobalah alternatif lain sejenis sauna, misalnya dengan menyuruh pacar kamu masak air pakai kayu bakar terus suruh dia berdiri dekat air yang mendidih. Yakin deh, pacar kamu akan mandi uap sama hebohnya dengan sauna. Hemat, kan? Nah, kalau pengeluaran terbesarnya adalah karena kebiasaan makan di resto mahal, kali ini kamu harus akali dengan membawakannya nasi ompreng kemanapun dia pergi. Lauknya bisa telor ceplok atau tempe bacem. Irit, kan? Pokoknya intinya kurangi semua pengeluaran-pengeluaran yang nggak penting. Dijamin uang kamu pasti bisa ngumpul.</p>
<p>Nah yang kedua adalah dengan cara kurangi pendapatan kamu. Tadi kamu bilang pengeluaran kamu buat pacar kamu bisa mencapai 75% dari gaji kamu. Kalau misalnya pendapatan kamu 10 juta perbulan, berarti selama ini kamu mengeluarkan 7,5 juta perbulan hanya untuk pacar kamu. Weleh! Tapi, coba bayangkan kalau pendapatan kamu cuma 2 juta perbulan, berarti kan kamu cuma keluarin 1,5 juta perbulan. lihat bedanya! <em>So, </em>saran Mbah lebih baik kurangi pendapatan kamu. Kalau bingung bagaimana cara menguranginya, Mbah akan bantu. Gampang kok. Kamu cukup mentransfer uang yang ingin kamu kurangi ke rekening DoMba. Kalau dari ilustrasi tadi, berarti kamu transfer 8 juta itu ke rekening DoMba. Tenang, DoMba janji kok akan menggunakan uang itu dengan sebaik-baiknya untuk makan-makan, <em>shopping</em>, sauna, luluran, atau tour to Jogja edisi ke dua. Yipiiiiieeee!!! Semoga sarannya bermanfaat. Ingat, banyak amal banyak rezeki. Hehehehe!</p>
<p>Salam<br />
Mbah De Ni</p>
<p>@SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/01/08/s-o-s-nyaris-bangkrut-karena-pacar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

