Home » Archive

Articles in the Personal Life Category

Personal Life, Sepocikopiana »

[4 Oct 2011 | 25 Comments | 544 views]
My Coming Out Story

Oleh: Gyan
Sejauh ini sudah berapa kali kamu coming out? Ada berapa orang yang akhirnya tahu kamu pencinta perempuan? Apa sih yang sebenarnya kamu inginkan dari orang-orang itu setelah kamu coming out pada mereka?
Di semesta nyata (saya lesbian ketika dunia itu maya), selain Tuhan dan diri saya sendiri, yang tahu kalau saya seorang lesbian hanya lima orang sahabat saya. Tak usahlah ya disebut satu persatu namanya di sini.

Personal Life, Sepocikopiana »

[17 Sep 2011 | 19 Comments | 514 views]
Selamat Tinggal

Oleh: Violet
Entah sudah berapa kali aku kecewa dengan keputusannya dan entah sudah berapa kali aku terpaksa diam dan setuju, kami bertengkar sekali lagi. Tidak pernah ada penyelesaian sama sekali tentang bagaimana hubungan kami akan dibawa. Sesekali terasa begitu indah, sisanya hanya ada rasa sakit yang mendera.
Liy, berulang kali aku bertanya dalam hati;  yang kamu butuhkan itu teman hidup atau hanya sekedar baby sitter untuk ketiga anakmu? Sementara kau asik ber-bbm ria dengan entah siapa dia di sana?
Berulang kali kubohongi diri sendiri dengan berbahagia bersamamu, tapi setiap saat dia menyembunyikanku dari …

Humaniora, Partnership, Personal Life, Sepocikopiana »

[10 Sep 2011 | 18 Comments | 562 views]
Nikmatnya Mengasihi

Oleh: Bening
“Dik, aa mau ngomong sesuatu,” ucap partner dengan nada yang agak mencurigakan. “Tapi jangan marah ya,” lanjutnya agak takut-takut.
Aku mengangguk dan tidak mampu menahan jantung yang mendadak dag-dig-dug. Lintasan pertanyaan dan kecurigaan menghambur. Aku yakin dan percaya, partner bukan jenis orang yang macam-macam. Tapi dia juga bukan tipe orang yang suka menyembunyikan sesuatu kalau tanpa alasan apa-apa. Bahkan ketika keluarganya meminjam mobil untuk berlibur, partner meminta izinku terlebih dahulu. Wah, jangan-jangan…
“Begini, Dik… Kemarin, waktu Aa jalan-jalan lebaran itu, ada Mba Kin.”
“Hah!” Aku terlonjak kaget. Satu sisi lega karena itu …

Personal Life, Sepocikopiana »

[26 Jul 2011 | 5 Comments | 330 views]
Negeri Republik Sejuta Cinta

Oleh: Cogansie
Baru beberapa bulan aku tinggal di negeri ini. Walaupun tidak terlalu besar, namun negeri yang seluruh penduduknya diisi oleh warganegara berkelamin perempuan adalah negeri yang indah. Aku merasakan kenyamanan tinggal di sini karena bisa mengekspresikan diri dan terutama bisa menjadi diriku sendiri.

Personal Life, Sepocikopiana »

[14 Jun 2011 | 5 Comments | 575 views]
Tentang Dia dan Masa Kecilku

Oleh: Broc
Ingatkah kita akan masa kecil? Masa kecilku sangat berbahagia. Banyak saat-saat menyenangkan yang kulalui bersama orang tua dan saudara-saudaraku. Meskipun saat itu kami miskin, namun kami bahagia. Ketika kecil, tidak banyak aktivitas yang dapat dilakukan oleh anak-anak seperti sekarang, di mana begitu banyak pilihan hiburan di televisi, film, video game, maupun mal atau tempat hiburan lainnya.

Personal Life, Sepocikopiana »

[9 Feb 2011 | 43 Comments | 810 views]

Oleh : Ariestpk

Terkadang aku ingin menghapus namamu dan mengubur sejuta cerita cinta kita
namun mengapa bayangmu selalu hadir di saat aku berjuang untuk melupakanmu?
Apakah ini pertanda sebuah kasih sejati? (dikutip dari “Harvest”)
“Apa benar kamu dan Ade bukan cuma sekedar berteman?”
Deg. Sesaat jantungku berhenti berdetak. Aku kaget dengan pertanyaan teman laki-lakiku itu. Sabtu sore itu di bulan Januari tahun 1997, kami ada di Pantai Ancol sepulang kerja. Memang aku yang mengajaknya setelah dua hari dia tidak masuk kerja karena sakit. Dan aku benar-benar kaget saat dia memulai perbincangan dengan pertanyaan itu. Sesaat …

Humaniora, Personal Life »

[5 Jan 2011 | 8 Comments | 196 views]

Oleh: An Nurru Emmy
Aku seorang perempuan yang tengah tersesat di antara banyaknya warna dalam hidup ini.
Terkadang aku silau akan warna-warni duniawi.
Aku terjerembab dalam warna yang begitu gelap dan pekat.
Tapi dalam kegelapan dan pekatnya warna ini,
aku justru menemukan keheningan yang begitu indah.
Tak memedulikan warna lain yang hendak menarikku kembali ke arahnya,
aku mulai menikmatinya.
Semakin erat hitam meraba di sekujur tubuh,
tak kuasa aku menahannya.
Masuk ke dalam pikiran dan hatiku,
Tak kuasa aku menolaknya.
“Sayang, ayo bangun!”

Humaniora, Ibu, Personal Life »

[29 Dec 2010 | 11 Comments | 246 views]

Oleh: FlaPuding
“Kalau reinkarnasi, kamu mau jadi anak Mama lagi, nggak?”
Deg. Sedetik jantungku berhenti berdetak. Aku kaget dengan pertanyaan ibu. Ini adalah perbincangan ringan di sela makan siangku bersama ibu di sebuah restoran.
Aku dan ibu jarang mempunyai waktu untuk berbagi cerita, tapi tampaknya kami dapat menghabiskan hari Sabtu sore ini untuk berjalan-jalan bersama. Namun tidak terlalu banyak pilihan berbagi cerita akan kucentang di daftar list-ku. Aku adalah anak tunggal, tapi aku lebih cenderung pendiam jika bersama keluargaku. Tak ada yang bisa dan mau aku bagikan kepada mereka. Aku sama sekali tak …

Humaniora, Personal Life »

[28 Dec 2010 | 8 Comments | 340 views]

Oleh: Cherry
Perempuanku mempunyai mata yang indah. Dari awal jumpa, matanyalah yang pertama menyihirku, selain bibir berlipstik pink tentunya. Situasi itu masih terekam jelas di benakku, ketika pertama jumpa dengannya, setahun yang lalu: 18 Oktober 2009.
Kami bertemu pertama kali sebagai teman setelah beberapa kali chat via ym alias kopdar. Berangkat dengan penampilan seadanya, aku celingak celinguk mencari sosok yang telah kulihat di foto. Tidak satu pun yang cocok terlihat di pandanganku. Kurogoh hape di saku kanan.

Personal Life, Sepocikopiana »

[18 Nov 2010 | 15 Comments | 295 views]

Oleh: Almira Sutanto
Kubesarkan hatiku dan kubebaskan dia dari kesalahan masa lalu. Kuikhlaskan menerima bahwa dulu aku tak semengerti hari ini. Aku tak akan menyesali lagi, aku berdamai dengan hidupku. ~ Mario Teguh
Kalimat di atas merupakan satu larik milik motivator Mario Teguh yang saya suka. Betapa tidak, usia memang akhirnya yang akan mendewasakan dan mengubah pikiran. Tentu berbeda, bagaimana caraku memandang sesuatu, dulu dan sekarang. Juga caraku memandang kelesbianan pada diriku.