Articles in the Personal Life Category
Personal Life, Sepocikopiana »
Oleh: Legendre
“Tunggu! Tunggu! Ini jidat bercelah, nggak?” ujar Ve sebelum kamera dijepret.
“Haduuh, dibilang nggak! Rapat tuh gorden menutupin jidat lu!” jawab Yan gemas.
Aku cekikikan sambil mengamati mereka dari kejauhan. Kedua temanku, Ve dan Yan baru tiba di Sorong, kota tempatku di Propinsi Papua Barat. Sudah lama mereka merencanakan liburan ini. Dan aku, tentunya senang sekali kedatangan sahabat-sahabat dunia mayaku ini. Kami saling kenal lewat internet. Kami sama-sama tertarik dengan Papua. Bedanya, aku telah tinggal dan menetap di sini, sedang Ve dan Yan lahir dan tinggal di Jawa.
Personal Life, Sepocikopiana »
Oleh: Krishna
Dering telepon di waktu makan malam mengagetkan saya. Di seberang, salah seorang sahabat terbaik saya bergumam, “Sori, gue nggak bisa bantuin lo ngerjain paper. Bokap gue meninggal.”
Lama sesudah telepon yang mengejutkan itu, saya termangu, tidak percaya bahwa kematian dengan cepat menjemput seseorang tanpa tanda dan berita. Sebelum telepon itu, kami sempat saling meledek di telepon masalah paper yang harus diselesaikan untuk mengisi sebuah seminar. Sungguh tidak terbayangkan setengah jam kemudian suasana berubah menjadi suasana duka.
Personal Life, Sepocikopiana »
Oleh: Khrisna
Sebagai pengguna dan pencinta motor, berhubung tidak punya mobil dan tidak bisa menyetir di jalan yang ramai dan penuh sesak, setiap pagi saya harus melintasi jalanan padat Jakarta sepanjang 25 kilometer menuju kantor di daerah Kuningan. Jalanan yang sama, macet yang sama, kadang malah lebih parah di hari Senin dan Jumat. Sungguh sangat membosankan dan membuat saya ingin tidoooorrr di sepanjang jalan. Zzzzzzzzzzzzzzzzzzzz….
Personal Life, Sepocikopiana »
Oleh: parikesit n1nna
Bisa dibilang, aku suka perjalanan di atas kereta. Meski mabuk perjalanan begitu menyiksa. Pergerakan kereta yang bergoyang kanan-kiri begitu lamban. Labirin dan adaptasi. Waktu. Teori ingatan, pengalaman baru dan habituasi. Otakku bilang aku sudah berkali-kali naik kereta. Tubuhku bilang ini pengalaman baru. Inikah pertanda aku selalu rindu pada kereta?
Memory, Partnership, Personal Life, Sepocikopiana »
Personal Life, Sepocikopiana »
Oleh: Gyan
Sejauh ini sudah berapa kali kamu coming out? Ada berapa orang yang akhirnya tahu kamu pencinta perempuan? Apa sih yang sebenarnya kamu inginkan dari orang-orang itu setelah kamu coming out pada mereka?
Di semesta nyata (saya lesbian ketika dunia itu maya), selain Tuhan dan diri saya sendiri, yang tahu kalau saya seorang lesbian hanya lima orang sahabat saya. Tak usahlah ya disebut satu persatu namanya di sini.
Personal Life, Sepocikopiana »
Oleh: Violet
Entah sudah berapa kali aku kecewa dengan keputusannya dan entah sudah berapa kali aku terpaksa diam dan setuju, kami bertengkar sekali lagi. Tidak pernah ada penyelesaian sama sekali tentang bagaimana hubungan kami akan dibawa. Sesekali terasa begitu indah, sisanya hanya ada rasa sakit yang mendera.
Liy, berulang kali aku bertanya dalam hati; yang kamu butuhkan itu teman hidup atau hanya sekedar baby sitter untuk ketiga anakmu? Sementara kau asik ber-bbm ria dengan entah siapa dia di sana?
Berulang kali kubohongi diri sendiri dengan berbahagia bersamamu, tapi setiap saat dia menyembunyikanku dari …
Humaniora, Partnership, Personal Life, Sepocikopiana »
Oleh: Bening
“Dik, aa mau ngomong sesuatu,” ucap partner dengan nada yang agak mencurigakan. “Tapi jangan marah ya,” lanjutnya agak takut-takut.
Aku mengangguk dan tidak mampu menahan jantung yang mendadak dag-dig-dug. Lintasan pertanyaan dan kecurigaan menghambur. Aku yakin dan percaya, partner bukan jenis orang yang macam-macam. Tapi dia juga bukan tipe orang yang suka menyembunyikan sesuatu kalau tanpa alasan apa-apa. Bahkan ketika keluarganya meminjam mobil untuk berlibur, partner meminta izinku terlebih dahulu. Wah, jangan-jangan…
“Begini, Dik… Kemarin, waktu Aa jalan-jalan lebaran itu, ada Mba Kin.”
“Hah!” Aku terlonjak kaget. Satu sisi lega karena itu …
Personal Life, Sepocikopiana »
Oleh: Cogansie
Baru beberapa bulan aku tinggal di negeri ini. Walaupun tidak terlalu besar, namun negeri yang seluruh penduduknya diisi oleh warganegara berkelamin perempuan adalah negeri yang indah. Aku merasakan kenyamanan tinggal di sini karena bisa mengekspresikan diri dan terutama bisa menjadi diriku sendiri.
Personal Life, Sepocikopiana »
Oleh: Broc
Ingatkah kita akan masa kecil? Masa kecilku sangat berbahagia. Banyak saat-saat menyenangkan yang kulalui bersama orang tua dan saudara-saudaraku. Meskipun saat itu kami miskin, namun kami bahagia. Ketika kecil, tidak banyak aktivitas yang dapat dilakukan oleh anak-anak seperti sekarang, di mana begitu banyak pilihan hiburan di televisi, film, video game, maupun mal atau tempat hiburan lainnya.





