Articles in the Persona Category
Persona, Seni Budaya, wawancara »
Oleh: Vilinnz dan Ade Rain
Saya dan redaksi SepociKopi sangat beruntung sebenarnya ketika sebuah nama muncul dari Helga Worotitjan, yang menjadi nara sumber sepekan lalu untuk Tamu Istimewa Twitter SepociKopi. Sebenarnya beberapa kali sliwar sliwer memerhatikan deretan daftar link blog yang direkomendasikan beliau di blognya, saya acuh.
Persona, Seni Budaya, wawancara »
Oleh: Vilinnz dan Ade Rain
Kekerasan seksual? Yang pasti ini bukan jenis makanan, bukan pertunjukan seni tradisional, bukan juga permainan olah raga yang bisa buat pertemanan makin hangat. Kekerasan seksual yang pasti kekerasan yang berhubungan dengan kriminal seksual, mulai dari pelecehan ringan, berat hingga perkosaan.
Buku, Persona, Seni Budaya »
Oleh: Alex
Tahun lalu jagat sastra dunia membicarakan novel Room karya Emma Donoghue. Novel ini menjadi bestseller internasional dan menjadi finalis Man Booker Prize. Meskipun tidak menang Man Booker Prize, novel Room memenangkan the Hughes & Hughes Irish Novel of the Year, the Rogers Writers’ Trust Fiction Prize, dan Commonwealth Prize for Fiction (Canada & Carribean) tahun 2011.
Novel terbitan 2010 yang dinarasikan oleh anak lelaki bernama Jack yang berumur lima tahun ini membuat banyak pembacanya merinding. Dikisahkan Jack dikurung dalam satu kamar bersama ibunya yang dipanggil Ma dan tak pernah diizinkan …
Persona, Puisi »
Oleh: Alex
Demam royal wedding sudah mulai reda seiring dengan pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton pada tanggal 29 April 2011 di Westminster Abbey, Inggris. Di balik gemerlap gaun dari perancang ternama, topi-topi indah, dan semarak kegembiraan pernikahan bersejarah ini, Inggris juga menorehkan sejarah sastra dalam acara pernikahan ini.
Adalah umum di negara asal Shakespeare ini, jika mereka menggunakan puisi dalam menyatakan sukacita pernikahan keluarga kerajaannya. Tidak heran jika poet laureate kerajaan Inggris yang terpilih untuk membuat puisi pernikahan Pangeran William dan Kate. Sang poet laureate tersebut adalah Carol Ann Duffy.
Sebelum membahas …
Film, Mix n' Match, Persona »
Oleh: Carmen
Apakah kamu fans aktris cantik yang, saat melihatnya di layar kaca dan terpesona, kamu jadi super yakin bahwa kamu adalah lesbian? *wink wink, nudge nudge*
Buatku, aktris itu adalah Catherine Deneuve, the queen of French cinema. Film-film Catherine Deneuve biasanya bertema tidak umum, sehingga jarang mengecewakan penggemarnya. Di awal-awal kariernya, Catherine Deneuve banyak terlibat di film yang membiarkan image dirinya dalam peran sebagai fantasi pembaca. Oke, deskripsiku memang terdengar absurd. Mungkin akibat terlalu banyak menonton film-film lama tahun 1960- dan 70-an buatan sutradara-sutradara Eropa, yang ide-idenya kebanyakan tertuang secara literal …
Buku, Persona, Seni Budaya »
Oleh: Alex
Cerpen-cerpen di “Un Soir du Paris” adalah cerpen yang pernah kami tampilkan di situs ini sejak tahun 2007. Berkat dukungan teman-teman dari para penulis atas izin pemuatan mereka di situs ini, akhirnya setelah tiga tahun kita bisa memiliki sebuah kumpulan cerpen yang merupakan kumpulan cerpen full lesbian pertama di Indonesia.
Bukan sekadar kumpulan cerpen, tapi terdiri atas cerpen-cerpen yang pernah dimuat di media massa atau pernah dimuat dalam antologi/kumpulan cerpen. Semua penulis yang karyanya terangkum di sini karyanya pernah diterbitkan dalam bentuk buku, baik itu puisi, cerpen, dan novel. Ini memang …
Humaniora, Persona »
Mira W. adalah nama yang sudah malang melintang dalam jagat sastra Indonesia selama lebih dari tiga puluh tahun. Perempuan dengan nama lengkap Mira Widjaja ini lahir dan dibesarkan di Jakarta. Ia lalu menempuh dan menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. Selain menjadi penulis, Mira W., juga bertugas di Universitas Prof.Dr.Moestopo sebagai staf pengajar merangkap dokter di Klinik Karyawan dan Mahasiswa.
Ia merupakan salah satu penulis yang produktif. Sejak pertama kali novelnya diterbitkan pada tahun 1977, sampai kini Mira W. sudah menghasilkan 78 judul buku. Ia merupakan salah satu pengarang yang …
Persona »
Pembaca SepociKopi sebaiknya melirik pada tokoh yang satu ini, Triyanto Triwikromo, penulis yang telah banyak melahirkan karya tulis bertema LGBT dan memberikan cara pandang berbeda tentang homoseksual. Dua cerpen Triyanto Triwikromo bahkan termuat di kolom cerpen SepociKopi, Cahaya Sunyi Ibu dan Badai Bunga.
Lelaki kelahiran Salatiga tahun 1964 ini bukanlah nama asing dalam dunia sastra Indonesia. Ia adalah editor untuk rubrik sastra Edisi Minggu harian Suara Merdeka. Sejumlah cerpennya telah dibukukan, antara lain kumpulan cerita pendek Sayap Anjing (2003), Anak-anak Mengasah Pisau (2003), dan Malam Sepasang Lampion (2004). Yang terbaru adalah …
Persona, Seni Budaya »
Oleh: Lakhsmi
Enid Blyton, siapa yang tidak mengenalnya? Lahir pada 11 Agustus 1897, ia terkenal sebagai penulis cerita kanak-kanak berasal dari Inggris bernama lengkap Enid Mary Blyton. Buku-bukunya terjual lebih dari 600 juta eksemplar di seluruh dunia dengan sangat sukses, mengalahkan kuantitas penjualan seri Harry Potter. Menurut catatan UNESCO, Enid Blyton adalah pengarang nomor lima yang buku-bukunya paling banyak diterjemahkan di seluruh dunia (India, Sri Lanka, Pakistan, Indonesia, Yugoslavia, Jepang, Saudi Arabia, dan Australi), setelah Shakespeare. Karya Enid Blyton lebih banyak ditujukan pembaca muda – kanak-kanak yang berpetualangan dengan bebas tanpa …
Opini, Persona »
Oleh: Oryza Sativa
Apa yang dapat diberikan lesbian kepada dunia dan sekitarnya? Pertanyaan ini mengandung banyak jawaban, mulai dari yang negatif sampai yang positif, tergantung individu-individu yang bersangkutan. Mengacu kepada hal tersebut, dalam tulisan kali ini, saya ingin bercerita tentang pengetahuan yang saya dapat mengenai lesbian dan untuk lesbian.
Terhitung sejak dua tahun lalu, saya menjadi bagian dari SepociKopi. Adalah pengalaman yang sungguh berharga ketika saya mengenal individu-individu yang terlibat di dalamnya, baik para penulis maupun pembaca. Rubrik demi rubrik muncul dengan eksplorasi tulisan yang semakin ke kini semakin mendalam. Dan tidak …





