Articles in the Perempuan Category
Obrolan Cewek, Sepocikopiana »
Oleh: Ade Rain
Sudah kudengar cerita soal si… sebut saja N teman kantor yang ruangannya berbeda lantai denganku. Dia sering jadi bahan celaan karena kerap membawa patnernya ke kantor kami. Bisik-bisik belakang pintu akhirnya sampai ke telingaku.
“Pokoknya dia itu lesbi. Cewek yang sering ke kantor itu pacarnya!”
File kerjaku sampai berjatuhan ke lantai.
“Ke mana aja kamu? Kok nggak tau dia sering diantar dan dijemput sama ceweknya?”
Mataku langsung pura-pura melihat langit-langit. Banyak sarang laba-laba ya di atas atap.
“Mira berubah sejak pacaran sama cewek. Makin nggak beres kerjaanya.”
Kukucek mataku. Kok pandangan jadi kabur …
Perempuan, Sepocikopiana »
Oleh: Lakhsmi
Nyaris dua tahun sudah waktu berlalu sejak SepociKopi pertama kali meluncurkan dot com-nya dan berpindah hosting. Dari tempat tinggal gratis yang setia menaungi di blogspot, menjadi sistem yang lebih independen. Sebuah rumah kecil yang dulu diimajinasikan sebagai kafe berpindah menjadi online magazine per tanggal 1 April 2009. Ini adalah perubahan dan langkah yang luar biasa besar bagi para redaksi yang mengurus seluruh pernik-pernik kehidupan SepociKopi.
Sebagai dot com, maintaining SepociKopi bukan lagi sekadar melakukan posting tulisan dan mengawalnya dalam kategori yang tepat, tapi juga harus siaga ketika sistem down. …
Obrolan Cewek, Perempuan, Sepocikopiana »
Oleh: Frizzy Jo
Dulu, waktu masih kanak-kanak, aku selalu merasa iri dengan teman-teman sebaya yang selalu heboh saat menjelang hari raya Natal. Ada saja yang mereka perbincangkan dengan seru; dari sepiring kecil cookies untuk pasukan rusa milik Santa, permohonan hadiah yang diletakkan di dalam kaos kaki, baju baru, dan masih banyak lagi.
Itu baru pembicaraan yang dilakukan sebelum hari raya Natal. Perasaan iri semakin parah justru setelah kami melewati hari istimewa itu. Bukan hanya pembicaraan, tetapi mereka membawa bukti berupa kado dari Santa. Bisa dibayangkan bukan ketika salah satu dari mereka bercerita …
Perempuan, S.O.S! »
DoMba yang super gaul,
Namaku Putih, tapi bukan Putih Putih Melati Ali Baba, lho. Semua orang yang berkenalan dengan aku pasti langsung penasaran dan pengin dekat sama aku, tapi dengan syarat mereka belum ketemu sama aku ya, DoMba.
Entah orangtuaku mendapatkan ide dari mana waktu menamakanku Putih, tapi aku sejujurnya tersiksa dengan nama ini. Bukan kenapa-kenapa nih, DoMba. Masalahnya adalah fisikku yang sangat bertolak belakang dengan namaku. Warna kulitku gelap, nggak kalah sama kulit kerbau yang lagi ngebajak sawah, hiks. Bisa kebayang kan gimana tersiksanya aku kalau ada teman yang manggil namaku? …
L'Amour, Perempuan, Sepocikopiana »
Oleh : Cassandra_Lea
Perempuan pertama yang membuatku jatuh cinta adalah Mama. Bukan… aku bukan penderita kelainan Oedipus Compleks yang tergila-gila secara seksual kepada ibunya sendiri, bukan cinta seperti itu yang kumaksudkan.
Sepanjang ingatanku, sosok yang paling dominan dalam hidupku adalah Mama. Papa hanya muncul sesekali dalam sebulan. Yang kami tahu, pekerjaan Papa menuntut berpindah dari satu kota ke kota lain. Tapi Mama selalu berupaya membuat keberadaan Papa ada di antara kami, aku dan adik laki-lakiku yang berusia tiga tahun lebih muda. Misalnya jika kami membantah, Mama akan menarik napas dan …
Coming Out, Perempuan, Sepocikopiana »
Oleh: Frizzy Jo
Jika dalam tulisan sebelumnya aku membahas tentang pertanyaan yang cukup sering dilontarkan kepada seorang lesbian yaitu “Kenapa kamu menjadi lesbian?” maka dalam tulisan kali ini aku ingin membahas pertanyaan yang tidak kalah sering dilontarkan bahkan oleh diri kita sendiri sebagai lesbian.
Banyak perempuan yang merasa gelisah saat menyadari bahwa dirinya berbeda dengan perempuan pada umumnya. Dan seiring perjalanan mencari jati diri, ia semakin bertanya-tanya tentang apa yang ia rasakan terhadap perempuan lain. Muncul perasaan telah mengkhianati adat ketimuran dengan kelaziman perempuan berpasangan dengan lelaki. Sehingga jika …
Gaya Hidup, Mix n' Match, Perempuan »
Oleh: Shinigami
Membaca komentar atas tulisan Mix ‘n Match dua minggu lalu, The Stick, saya merasa perlu menulis satu tulisan lagi yang tentu saja berhubungan erat sebab isinya adalah membahas beberapa pertanyaan yang masih membingungkan serta membikin penasaran para pembaca SepociKopi tercinta.
Q: Di mana bisa membeli tampon?
A: Karena kurang populer di masyarakat, kita akan susah menemukan tampon di supermarket biasa, begitu pula dengan hypermarket apalagi minimarket. Prospek tidak lakunya produk yang bersangkutan terlalu menakutkan bagi pihak penjual. Apalagi tampon adalah salah satu produk yang mempunyai batas kadaluarsa.
Humaniora, Perempuan »
Oleh: De Ni
Perempuan ini hanya berjarak sejengkal dariku. Deru nafas kesakitannya begitu terasa di pori-pori kulitku. Atas nama persahabatan, maka aku merasakan amarahnya, merasakan kebenciannya, merasakan sakit hatinya.
“Gue bisa berbuat apa aja Den. Apa pun yang gue mau.” Alice menghisap rokoknya, lalu membiarkan kepulan asap memenuhi kamar kost. “Gue pengen dia ngerasain penderitaan gue. Sendiri, sepi, hancur. Gue pengen dia hancur.”
Aku menarik nafas panjang, membiarkan asap rokok yang keluar dari mulutnya menyusup ke lobang hidungku. “Kenapa mesti begini? Padahal orang yang elo benci malah hidup bahagia.” Mendengar perkataanku Alice …
Obrolan Cewek, Sepocikopiana »
Oleh: Shifra D
Duh! Kangen deh… lama ya kita tiada bersua. Setelah menjalani masa hibernasi setelah berkabung sepeninggal Bruno, kali ini Shifra kembali. Untuk jeungs muda yang sedang dalam masa mengambang (tenang, bukan yang kuning ngapung kok, hihihi) alias sudah lepas dari SMA tapi belum jua menyandang gelar murid yang besar banget pol! (baca: mahasiswa), mungkin saat ini sedang merasa dilema dan bingung mau masuk mengkuli di mana. Nah, mari tengoklah beberapa tips dari Jeung Shifra yang berikuuutt. Mareeeeee…
1. Sesuaikan budget. Dengan adanya mekdonalisasi dan privatisasi pendidikan, sekarang ini tak ada …
Memory, Perempuan, Sepocikopiana »
Oleh: Indah Oji
Dua tahun yang lalu, saya menapakkan kaki di kota Jogjakarta. Niat awalnya adalah menepati janji kepada seseorang yang saat itu menjadi partner saya, tapi sekarang sudah menjadi mantan, fiuuuuuh. Saya memutuskan datang ke kotanya karena dia tidak bisa menjalani LDR alias Long Distance Relationship. Saat datang ke Jogjakarta, dia adalah satu-satunya orang yang saya kenal. Waktu itu kami belum tinggal serumah, dan dia juga yang mencarikan kos-kosan sebagai tempat tinggal saya.
Saat itu saya sudah coming out kepada keluarga besar, dan ternyata mereka belum bisa menerima semua pilihan saya. …





