Home » Archive

Articles in the Partnership Category

Relationship, Sepocikopiana »

[12 Mar 2011 | 22 Comments | 899 views]
Bersahabat dengan Mantan? Siapa Takut!

Oleh: Frizzy Jo
Siapa diantara kalian yang masih berhubungan mesra dengan mantan kekasih?
Berhubungan mesra di sini maksudnya bukan masih cipok-cipokan atau ngamar kaya waktu masih pacaran atau ngasih perhatian serta kado ala Romeo Juliet ya, tapi mesra dalam arti bisa tetap berteman bahkan bersahabat baik dengan mantan kekasih. Banyak yang bisa?
Bagus! Aku salut dengan kalian!
Sekarang pertanyaannya aku ganti sedikit ya. Siapakah di antara kalian yang
masih bisa bersahabat baik dengan mantan kekasih yang dulu pernah
meninggalkan demi wanita lain dan menyakiti hati kamu sedemikian dalamnya hingga meninggalkan lubang besar di hati kamu?
Masih banyak …

Relationship, Sepocikopiana »

[10 Mar 2011 | 7 Comments | 545 views]
Hanya Satu-satunya

Oleh: Keichiro
Dari mana sih kalimat “hanya satu-satunya” berasal? Rasanya tidak ada yang cuma satu di dunia ini, kecuali jiwa. Yang lainnya? Semuanya lebih dari satu. Tidak ada selera yang cuma satu. Tidak ada yang memiliki satu sandal saja, setidaknya sepasang. Sekarang, satu keluarga bahkan memiliki rumah lebih dari satu.

Relationship, Sepocikopiana »

[2 Mar 2011 | 8 Comments | 696 views]
Teman Sejati Seperti Bintang

Oleh: FlaPuding
Saat melihat tweetan-nya, tiba-tiba terbesit di benakku. Ah, sudah lama tak bertanya kabar tentang dia. Sebut namanya Pink. Pink adalah kakak kelas di semasa SMA. Dia merupakan salah satu gadis tomboy pecicilan yang mempunyai banyak penggemar atas keaktifannya di sebuah sekolah homogen, terutama dalam bidang musik. Pink adalah seorang anak band, tepatnya ia gitaris yang doyan tebar pesona.

Humaniora, Relationship »

[5 Feb 2011 | 28 Comments | 474 views]

Oleh: De Ni
Eh, pernah nggak kalian mengamati? Sebenarnya hubungan lesbian ini unik, ya? Semalam aku dan Mel membuat daftar keunikan hubungan lesbian yang kemungkinan tidak pernah ditemukan dalam perjalanan cinta para hetero.
Pertama-tama kami cekikikan saat membicarakan peran gender. Meski aku dan Mel sama-sama perempuan, tapi entah mengapa, sejak living together, peran gender kami terlihat semakin jelas. Mel mengambil peran sebagai emak-emak dan aku yang mulanya adalah perempuan yang lemah gemulai akhirnya mengambil peran sebagai bapak-bapak.

Memory, Relationship, Sepocikopiana »

[25 Dec 2010 | 4 Comments | 148 views]

Oleh: De Ni
Aku masih mengantuk saat suara tawa anak-anak melengking di ruang tamu rumah kami. Kulirik jam tangan, ah masih jam tujuh pagi. Sebenarnya aku masih ingin meneruskan tidur, tapi tawa anak-anak itu menciptakan misteri yang harus segera kupecahkan. Aku berjalan ke ruang tamu dengan langkah gontai, mendapati mereka berkerumun membentuk lingkaran tawa.
Mungkin kau tidak percaya, tapi inilah yang terjadi. Sejak pohon Natal di rumah kami rampung dihias, anak-anak datang ke rumah silih berganti untuk berpose di depan pohon Natal. Mel-lah orang yang paling gembira menyambut kedatangan mereka. …

Relationship, Sepocikopiana »

[23 Nov 2010 | 6 Comments | 163 views]

Oleh: D’Heart
Terlahir sebagai anak yang dirindukan sebagai laki-laki kadang memang tidak nyaman. Tiga kakakku lahir berurutan laki-laki, dari anak keempat sampai ke aku, semuanya perempuan. Itulah sebabnya orangtuaku sangat mengharapkan anak bungsu mereka adalah laki-laki, namun sayang Tuhan berkehendak lain. Lahirlah aku sebagai perempuan yang tidak diharapkan.
Dari kecil aku diperlakukan seperti layaknya anak laki-laki oleh ketiga kakakku yang cowok. Aku bisa memahami karena mereka bertiga sangat menginginkan memiliki adik laki-laki. Aku didandani ala cowok abis, memakai celana pendek, didandani semacho mungkin. Lalu digendong di punggung, bermain perang-perangan, memanjat pohon dan …

Relationship, Sepocikopiana »

[4 Nov 2010 | 11 Comments | 291 views]

Oleh: Rey
Awalnya aku iseng-iseng membaca SepociKopi. Kisah-kisah di situs ini selalu menarik untuk kusimak. Aku ingin berbagi pengalaman hidup tentang sisi cinta terlarangku ini karena aku jadi mengalaminya sendiri. Sudah berlalu, tapi masih kukenang. Aku sendiri tak terlalu paham tentang dunia lesbian.
Awalnya saat aku masih kuliah, dia teman kosku. Aku tidak pernah menyadari ada yang memperhatikanku. Lama-lama sungguh aneh melihat sikapnya kepadaku. Setiap kali bertemu atau berpapasan denganku, ia selalu kelihatan salah tingkah. Rasa ingin tahuku akhirnya terjawab sudah; ternyata dia menyukaiku!

Relationship, Sepocikopiana, Tentang Cinta »

[3 Nov 2010 | 53 Comments | 990 views]
Lesbian & Facebook-nya

Oleh: Archie
Sudah hampir setengah jam aku duduk di depan laptopku, mengamat-amati foto dan profil dari akun Facebooknya para penggemar Sepocikopi. Meski hampir masuk ke halaman 80, tapi belum juga aku menemukan seseorang yang bisa aku ajak berkenalan di situs yang dianggap nomer satu untuk jejaring sosialnya ini. Apakah aku yang terlalu pemilih, atau aku terlalu idealis, karena hanya untuk memilih satu teman lesbian di dunia maya saja seperti sedang memilih calon istri rasanya.
Kebanyakan dari penggemar Sepocikopi biasanya menggunakan foto yang mereka anggap dapat mewakili karakter mereka. Yang Femme lebih banyak …

Relationship, Sepocikopiana »

[23 Oct 2010 | 10 Comments | 223 views]

Oleh: Frizzy Jo
Setelah dua minggu majalah lesbian kesayangan kita, Sepocikopi, ditutup untuk kepentingan maintenance, aku sangat yakin beberapa hari ini sebagian besar pengunjung pasti bersorak gembira karena tidak perlu lagi menahan rasa rindu yang menggebu-gebu, tidak perlu lagi berlagak tidak nafsu makan karena selalu terbayang-bayang para penulis Sepocikopi, dan tidak perlu lagi… oke, berhenti sampai di sini sebelum aku menjadi semakin lebay dan membuat semua pembaca muntah.
Dashyatnya pengaruh sebuah situs dunia maya ternyata sampai sebegitu besarnya dalam kehidupan kita. Ini baru situs yang notabene hanya menyediakan komunikasi satu arah. Lalu …

Humaniora, Relationship »

[24 Aug 2010 | 16 Comments | 219 views]

Oleh: Bella Kreuk
Aku pernah bermimpi tentang dirimu, tidak hanya satu kali namun berulang kali. Memimpikanmu bahkan sebelum aku bertemu dengan dirimu. Aku tahu dengan pasti itu adalah dirimu. Karena apa yang kurasakan saat bersamamu sama seperti yang kurasakan dalam mimpiku. Aku merasa aman dan nyaman berada di dekatmu. Keberadaanmu mengisi kekosongan yang selama ini ada dalam hatiku. Adanya dirimu membuat hidupku terasa penuh.
Masih kuingat dengan jelas mimpi pertamaku tentang dirimu. Kau gandeng tanganku dan kita pun berangkulan dengan sangat mesra, membuat semua orang di sekeliling kita memandang dengan penuh kecemburuan. …