Home » Archive

Articles in the Partnership Category

Friendship, Humaniora, Opini, Partnership, Relationship, Renungan, Sepocikopiana »

[21 Jan 2012 | 10 Comments | 345 views]
Berpasangan Sampai Tua

Oleh: Yasmin
“‘Memiliki pasangan yang tetap berpasangan sampai tua’ itulah jawaban semua lesbian, ketika ditanya apa harapan hidupnya,” kata salah seorang teman. “Tanya ke aku dong…,” pintaku. “Ya, kalau kamu, apa harapan hidupmu sebagai lesbian?” tanyanya. “Boleh nggak sebagai manusia saja, nggak usah sebut sebagai lesbian,” pintaku lagi, ngeyel.
Jawaban saya, memiliki pasangan maupun tidak, saya ingin jadi manusia yang berguna bagi orang-orang di sekitar saya.  Kalimat “memiliki pasangan maupun tidak” adalah penekanan saya terhadap penyangkalan asumsi bahwa semua lesbian mempunyai harapan itu.
Sebenarnya pembicaraan ini diawali dengan debat kami akan perlunya mempertahankan …

Partnership, Relationship, Sepocikopiana »

[19 Jan 2012 | 8 Comments | 214 views]
Commitment Phobia

Oleh: Cleo Andromeda
Apakah Anda mempunyai fobia terhadap sesuatu? Pasti setiap orang mempunyai ketakutannya masing-masing, entah pada serangga, ruangan gelap, atau mungkin pada makanan tertentu. Secara umum, fobia adalah rasa ketakutan yang kuat (berlebihan) terhadap suatu benda, situasi, atau kejadian, yang ditandai dengan keinginan untuk menjauhi sesuatu yang ditakuti itu. Orang menjadi fobia terhadap sesuatu karena merasa sesuatu ini akan menyakitinya atau memiliki trauma tersendiri terhadap sesuatu ini.
Bagaimana dengan fobia terhadap komitmen? Pernahkah punya pengalaman berurusan dengan orang seperti ini? Atau mungkin Anda sendiri adalah orang dengan fobia terhadap komitmen?
Menurut Cambridge …

Partnership, Relationship, Sepocikopiana »

[15 Oct 2011 | 27 Comments | 568 views]
Opera Sabun Mandi

Oleh: Bening
“Dik, sabun kita habiiss…” teriakan partner  terdengar melengking dari kamar mandi.
Aku yang sudah selesai mandi duluan dan sedang mengenakan pakaian, menunda menyorongkan kaus yang sudah kukeluarkan dari lemari lalu menghampiri pintu kamar mandi.
“Iya, maaf ya… pakai yang ada dulu ya, Say. Soalnya kemarin sudah ke Carefour tapi sabun kayak sabun kita lagi kosong. Ada sih merek yang sama, tapi aromanya lain. Mau coba?”
Dengan kepala memutih oleh busa shampo, partner menggeleng kuat-kuat, tanpa mengucap sepatah kata pun.
Sebut saja namanya Sabun Charming (untuk menghindari tulisan ini menjadi promosi gratis produk tersebut …

Relationship, Sepocikopiana »

[11 Oct 2011 | 5 Comments | 248 views]
Sahabat Terbaik dan SepociKopi

Oleh: Krisha
Siapakah diantara kita yang memiliki sahabat? Saya yakin banyak yang mengacungkan jari telunjuk ke udara, sebagaimana halnya saya sendiri. Namun berapa banyak yang memiliki sahabat yang mengetahui identitas seksualmu yang sesungguhnya? Jumlah tangan yang teracung pastilah menurun drastis, tapi lihat tanganku masih teracung.

Memory, Partnership, Personal Life, Sepocikopiana »

[8 Oct 2011 | 8 Comments | 367 views]
Rumah Untuk Hatiku

Oleh: Violet
Terdengar sedikit egois? Mungkin ya, dan mungkin juga tidak. Tapi siapa sih yang tidak mau memiliki rumah untuk hatinya? Tempat di mana kita menemukan kenyamanan, kehangatan, kepercayaan, keamanan, cinta, dan kasih sayang.

Bumbu Rahasia, Sepocikopiana »

[20 Sep 2011 | 12 Comments | 354 views]
Mulutmu Doamu

Oleh: Ade Rain
Subuh, terlambat bangun. Semua kulakukan terburu-buru. Mandi seadanya. Memakai baju gamis ditutup dengan mukena putih berlurik bordiran bunga dan motif uget-uget. Sekarang siap menuju ke mesjid. Saat keluar lift, di lobi hotel Movenpick terlihat serombongan lebah, eh maaf… serombongan jamaah Indonesia yang baru tiba. Suara mereka riuh seperti sekumpulan kokon, isinya ratu-ratu lebah penyengat. Cerewet dan mencemaskan barang-barang mereka. Ah, jika di lift tadi aku menicum bebauannya parfum khas Arab yang bisa dibeli di pertokoan jalan menuju mesjid, di lobi ini, aku mencium bau parfum Paris.

Humaniora, Partnership, Personal Life, Sepocikopiana »

[10 Sep 2011 | 18 Comments | 496 views]
Nikmatnya Mengasihi

Oleh: Bening
“Dik, aa mau ngomong sesuatu,” ucap partner dengan nada yang agak mencurigakan. “Tapi jangan marah ya,” lanjutnya agak takut-takut.
Aku mengangguk dan tidak mampu menahan jantung yang mendadak dag-dig-dug. Lintasan pertanyaan dan kecurigaan menghambur. Aku yakin dan percaya, partner bukan jenis orang yang macam-macam. Tapi dia juga bukan tipe orang yang suka menyembunyikan sesuatu kalau tanpa alasan apa-apa. Bahkan ketika keluarganya meminjam mobil untuk berlibur, partner meminta izinku terlebih dahulu. Wah, jangan-jangan…
“Begini, Dik… Kemarin, waktu Aa jalan-jalan lebaran itu, ada Mba Kin.”
“Hah!” Aku terlonjak kaget. Satu sisi lega karena itu …

Relationship, Sepocikopiana »

[7 Sep 2011 | 11 Comments | 403 views]
Pintu Nomor Tujuh

Oleh: Ade Rain
Ini seperti salat hari raya di tanah lapang. Untung masih gelap. Halaman mesjid masih sejuk. Salat seperti ini alas kaki harus ditaruh di dekat tempat kita duduk. Untung saja aku membawa plastik. Sandal kumasukkan ke dalamnya. Di sampingku seorang ibu Arab, memberi kode apakah aku masih memiliki kantong lagi.

Gaya Hidup, Partnership »

[6 Sep 2011 | 14 Comments | 590 views]
Siapa Berani Tinggal Bersama Pasangan?

Oleh: IndieX
Tinggal bareng. Mungkin itu keinginan beberapa dari kita untuk tinggal bareng dengan pasangan kita. Yang ada di bayangan pasangan yang belum pernah tinggal bareng pasti semua kebaikan-kebaikannya. Kalau keburukan-keburukannya pasti ketahuan saat dijalani. Atau mungkin juga sudah mendengar dari beberapa teman yang berpengalaman.
Kebetulan aku sudah pernah merasakan tinggal bareng dengan beberapa pacarku dulu, tapi tidak di Indonesia. Sebenarnya apa sih suka dukanya tinggal bareng dengan pasangan sejenis? Inilah pengalamanku. Sebelum ngomongin enak dan nggak enaknya tinggal bersama pasangan, mending aku bagi dulu beberapa tipe housemate.

Humaniora, Partnership, Spiritualisme, Tentang Cinta »

[13 Aug 2011 | 27 Comments | 582 views]
Jeweran Tuhan Buat Si Andro Bandel

Oleh: Deni Melisa
Ada satu hal yang masih menjadi misteri hingga saat ini. AADM, Ada-Apa-Dengan-Mel? Aku merasa bahwa Tuhan sangat menyayanginya, Tuhan tidak pernah membiarkannya disakiti sedikit pun dan selalu membela Mel kapan pun ia membutuhkan pembelaan. Simaklah beberapa kisah nyata dalam kehidupan kami.
Kisah pertama…
Suatu pagi saat mengantarkan Mel ke kantornya, aku dan Mel sarapan di sebuah kedai seafood di dekat kantornya. Saat memilih tempat duduk, sebenarnya aku sudah menyadari bahwa ada salah satu bagian kursi yang patah, tapi aku tetap menduduki kursi itu karena logikaku berkata bahwa kursi tersebut masih …