Articles in the Opini Category
Opini, Perempuan, Tentang Cinta »
Oleh: Alex & Lakhsmi
Masa satu bulan menjelang Valentine biasanya merupakan masa yang rentan bagi pasangan. Biasanya banyak pasangan yang putus menjelang Valentine. Ini pendapat saya pribadi setelah melihat pasang-surut berpasangan menjelang 14 Februari. Beda dengan masa menjelang akhir tahun, biasanya justru banyak pasangan yang jadian menjelang tahun baru karena mereka nggak mau menghabiskan tahun baru sendirian.
Jadi untuk Valentine kali ini saya akan memberi tips bagaimana memutuskan hubungan dengan baik. I’m very good at break up. Prinsip utama dari putus adalah KALAU PUTUS, YA PUTUS AJA!Yeah, yeah, kamu pasti bilang, “gampang …
Poling »
Oleh: Alex
Tidak pernah ada umur yang tepat untuk hubungan seksual. Untuk pasangan lesbian, hubungan seksual menjadi satu hal “pokok” yang bisa dilakukan dengan mudah tanpa pikir panjang dibanding pasangan heteroseksual, karena tidak adanya konsep menunggu melakukannya setelah menikah nanti.
Sebenarnya tidak ada kejutan besar melihat hasil jawaban dari poling yang dilakukan SepociKopi atas pertanyaan “Pada usia berapakah kamu melakukan hubungan seksual pertama kali dengan sesama perempuan?” Dari 255 responden, 49% atau nyaris setengahnya mengaku melakukan hubungan seksual adalah pada masa usia 17-22 tahun. Pada usia itu, kebanyakan orang secara fisik …
Humaniora, Opini »
Oleh: Oryza Sativa
Tidak jauh dari tempat kami berjalan, ada sebuah belokan. Dari arah itu, melaju sepeda motor, dikendarai laki-laki bersweter garis-garis. Semakin dekat dengan kami, sepeda motor itu melambat. Saya kira dia salah satu kenalan Putri, teman saya. Tapi bukannya menyapa saat berhenti, laki-laki itu malah memegang payudara Putri. Hampir satu menit berikutnya, saya dan Putri berpandang-pandangan. Kami syok dan melongo sampai laki-laki itu hilang dari pandangan. Kejadiannya masih segar, baru beberapa malam lalu. Sekitar pukul delapan, di muka Fakultas Pertanian UGM.
Dua tahun lalu, saya mengalami hal serupa …
Poling »
Oleh: Nuha Guwa
Perselingkuhan. Membaca kata satu ini kuduk pun bergidik. Pasalnya, akan ada yang disakiti, ada yang menyakiti, dan ada korban yang ikut menderita. Namun jika perselingkuhan berjalan dengan aman, lancar, dan tidak terbongkar, tentu saja penderitaan itu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi semua objek dan subjeknya. Namun benarkan perselingkuhan yang “sukses” dapat memberikan kebahagiaan? Apa bukan sebaliknya bahwa, keharmonisan yang diisi dengan banyak kebohongan terhadap pasangan malah menimbulkan penyakit hati, yakni gangguan emosi dan perasaan bersalah?Mari definisikan arti selingkuh. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, selingkuh adalah “suka menyembunyikan …
Coming Out, Opini, Opini »
Oleh: Alex
Ketika sedang berseluncur di dunia maya, seorang sahabat dari masa lalu menyapa saya. Kami berbasa-basi sejenak, saling bertanya kabar, setelah itu bermunculanlah pertanyaan-pertanyaan yang lebih personal. Tentang status pernikahan. Tentang keluarga. Ketika saya menjawab bahwa saya “in a relationship”, dia langsung bertanya, “Sama siapa? Lelaki atau perempuan?”
Sahabat saya ini adalah salah seorang yang sempat terkejut dan ketakutan saat isu tentang diri saya yang lesbian beredar di kampus. Dia adalah salah seorang yang kena imbas informasi ketika saya sedang terkena demam coming out. Dia adalah salah satu sahabat terdekat saya …
Poling »
Oleh: Nuha Guwa
Pernahkah putus dari pacar karena dia harus menikah dengan laki-laki?
Bagaimana menghadapi kenyataan bahwa pacar perempuan kita memilih jalan hidup sama seperti kebanyakan perempuan dewasa di muka bumi ini? Menikah dengan seorang pria, berkeluarga, memiliki anak, tampaknya fenomena yang wajar di Indonesia. Lihat jumlah hasil poling SepociKopi yang dilakukan dalam kurun waktu dua minggu.
Total vote: 127Pernah 41% (52 votes)Tidak Pernah 59% (75 votes)
Wow!Hasil polling SepociKopi ternyata tak menunjukkan perbedaaan yang begitu jauh berkaitan dengan fenomena menikah antara pemilih “pernah dan tidak pernah.” Dari 127 pemilih, 41 persen mengaku …
Opini, Opini, Relationship »
Oleh: De Ni
Ke mana akhir dari hubungan sepasang lesbian? Saat kita jadian dengar partner, pernahkah kita berpikir ke mana hubungan ini akan dibawa? Saat pertanyaan ini muncul begitu kuat di hatiku, aku jadi teringat tentang kisah Merry dan Adni yang pernah diceritakan sepupuku ketika aku masih ABG.
Merry dan Adni saling mencinta. Mereka adalah pasangan lesbian yang telah menjalani kebersamaan dalam waktu yang lama. Demi menyenangkan orangtuanya dan demi cita-citanya untuk menjadi seorang ibu, Merry menikahi seorang pria dengan janji akan tetap mempertahankan hubungannya dengan Adni. Tapi dalam perjalanan waktu, …
Poling »
Oleh: Nuha Guwa
Penting nggak pernikahan dengan lelaki untuk menutupi identitas lesbian?
Wah sepertinya hasil poling perdana SepociKopi begitu menohok beberapa Lesbian-mom yang masih terikat perkawinan dengan suaminya, sekaligus menjadi batu pengganjal keragu-raguan para lesbian muda yang bersiap-siap akan menyerahkan diri memasuki gerbang perkawinan. Hasilnya begitu banyak yang mengatakan pernikahan dengan pria tidak penting. Sementara itu bagi yang belum kepikiran atau tidak perlu memikirkan perkawinan hasil kesimpulan poling ini bisa memperkuat nyali untuk tetap “melajang” (kacamata masyarakat umum) dan merasa cukup dengan hanya memiliki pasangan perempuan saja.Lihat hasil poling yang dipasang …
Humaniora, Opini »
Oleh: Nabila Najwa
Aku yakin banyak yang dibuat geram pas membaca artikel di SepociKopi soal Malaysia yang berniat melarang perempuannya untuk berpakaian “maskulin”.
But guess what, ladies? The 80’s era is back, dan dapat dipastikan bahwa gaya androgini akan ikut meraja sebagai tren musim ini. Adakah saya mendengar bunyi sorakan? Hell, yeah!
Duduk-duduk santai dengan teman-teman queer di balkon sebuah kafe di Jakarta (oh, aku sanggup lakukan apa aja untuk makan mango shortcake itu lagi!), dan ketika semuanya sibuk dengan laptop masing-masing, aku izin untuk membaca majalah mode Oyster yang dibawa oleh salah …
Opini, Opini »
oleh: Alex dan Lakhsmi
Dalam buku The World Without Us, Alan Weisman mengajukan teori tentang apa yang bakal terjadi jika manusia musnah di muka bumi ini. Bahwa setelah kehancuran total yang terjadi bumi akan kembali menjadi “surga”. Dan dunia sesungguhnya lebih baik tanpa manusia.
Mari kita berandai-andai lagi. Apa yang terjadi jika seandainya suatu hari kita mendadak mendapati bahwa semua makhluk berkromosom Y musnah akibat virus mematikan atau diculik rombongan alien, misalnya. Dan yang tersisa di bumi ini hanya perempuan. Apakah dunia akan jadi lebih baik tanpa laki-laki? Apa yang akan dilakukan …





