Articles in the Opini Category
Opini, Opini »
oleh: Alex dan Lakhsmi
Dalam buku The World Without Us, Alan Weisman mengajukan teori tentang apa yang bakal terjadi jika manusia musnah di muka bumi ini. Bahwa setelah kehancuran total yang terjadi bumi akan kembali menjadi “surga”. Dan dunia sesungguhnya lebih baik tanpa manusia.
Mari kita berandai-andai lagi. Apa yang terjadi jika seandainya suatu hari kita mendadak mendapati bahwa semua makhluk berkromosom Y musnah akibat virus mematikan atau diculik rombongan alien, misalnya. Dan yang tersisa di bumi ini hanya perempuan. Apakah dunia akan jadi lebih baik tanpa laki-laki? Apa yang akan dilakukan …
Opini, Opini »
Oleh: Lakhsmi
“I’ve seen people kill in the name of them; and die defending them. But you cannot touch an idea, cannot hold it or kiss it. An idea does not bleed, it cannot feel pain, and it does not love.” (V for Vendetta)
Baru-baru ini, aku menghabiskan waktu dengan berbincang-bincang dan berdiskusi bersama pasanganku tentang tujuan dan the code of honor sebagai seorang blogger. Entah apakah orang lain pernah membicarakannya, tapi yang jelas, kami sangat terpesona dengan kemajuan teknologi internet. Internet adalah mesin menakjubkan yang membawa terobosan baru dalam berbagai …
Opini, Opini »
Oleh: Fredric
Seorang teman mengeluh tentang etika persahabatan yang terjadi di dalam kehidupan dunia lesbian. Tikam-menikam, penuh lips service, kisah yang diulang-ulang sampai ke tahap memuakkan, tingkat daur ulang yang tinggi, dan pagar makan tanaman. Saya tersenyum mendengarnya, mengerti sekali dengan apa yang dia maksud. Curhat tentang topik ini telah menghiasi percakapan saya dengan beberapa teman lesbian sepanjang generasi.
Benarkah persahabatan di dunia lesbian seperti itu?
Saya pribadi menganggap urusan tikam-menikam adalah hal wajar yang dapat terjadi di kelompok hubungan pertemanan mana pun. Pertemanan dan urusan politik kantor juga mengantar banyak manusia terlibat …
Opini »
Oleh: Arie Gere
Terlahir sebagai seorang perempuan adalah takdir. Anugerah. Kenyataan. Tulang rusuk lelaki. Istri bagi suami. Ibu bagi anak-anak. Ataukah kepahitan? Jangan-jangan penderitaan? Perempuan umumnya suka berbedak, bergincu, bersisir, mencukur bulu, membersihkan kuku-kuku kaki dan tangan, menjaga kulit agar kelihatan kinclong dan bau badan tetap memikat. Perempuan, oh, perempuan. Bagaimana kaum Adam tak tergila-gila padamu?Setiap senti kulitmu mampu menghantarkan berjuta-juta aliran elektromagnetis yang mengguncangkan jantung, hingga berdetak tak keruan. Setiap sungging senyum di bibirmu mampu membuat kelu lidah, hingga menghambat kata-kata yang sudah tersusun dalam otak, menjadi hancur berantakan. Lalu, …
Opini, Opini »
Oleh: Oryza Satyva
Pasal 1, ayat 1: Pornografi adalah materi seksualitas dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, kartun, suara, bunyi, percakapan, syair, gambar bergerak, animasi, gerak tubuh atau bentuk lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi atau pertunjukan di depan umum yang dapat membangkitkan hasrat seksual atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.
***
RUU APP-RUUP (2006-2008). Saya masih ingat, hebohnya RUU APP dua tahun lalu. Karnaval Budaya, Gelar Seribu Tayub, Aksi Sejuta Umat, sampai pengaduan tentang omongan Fadholy El Muhir. Setelah ramai-ramai kontroversi itu, saya kira RUU ini akan mengundurkan diri dan ternyata …
Opini, Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
Tuntutan melakukan pekerjaan sesuai dengan keilmuan merupakan keharusan. Semua aspek diperhitungkan dengan cermat dan seteliti mungkin, sesuai kaidah yang ada. Dengan mengutamakan pekerjaan sesuai bidang profesi dan keilmuan diharapkan hasil akhir dari tindakan tersebut menjadi maksimal. Sehingga mutu dan kualitas yang dicapai benar-benar prima, karena menyangkut profitabilitas perusahaaan atau kemajuan sebuah organisasi.
Kesuksesan perusahan besar tidak diukur dari berapa usia keberadaan mereka di muka bumi ini. Namun melibatkan semua unsur, mulai dari piranti yang mendukung, inovasi, keahlian sumber daya manusia tanpa memandang usia, hingga …
Opini, Seni Budaya »
Oleh: Alex
Apa sih yang membuat kita tertarik untuk terus-menerus menonton serial The L Word? Apakah semata-mata hanya karena cerita lesbiannya? Apa yang membuatnya bisa bertahan hingga musim tayang kelima? Jawabannya adalah DRAMA dan UANG. Rentetan kisah lesbian-lesbian dalam The L Word adalah standar kisah drama produk budaya televisi Amerika Serikat.
The L Word mulai ditayangkan pada tanggal 18 Januari 2004 oleh stasiun TV Showtime dengan durasi tayang per episode selama 50 menit. Rencananya season keenam dan terakhir akan ditayangkan pada tanggal 4 Januari 2009. Season 6 nanti hanya akan berlangsung sepanjang …
Buku, Opini »
Oleh: Lakhsmi
Sejak aku menulis blog bertema lesbian dua tahun lalu, gairah menulis belum meledak setidaknya seperti sekarang. Blogger lesbian meningkat dan para pembacanya (lesbian) juga meningkat. Itu ditunjukkan dari jumlah blog lesbian yang bertambah (The Planets) serta menaiknya tingkat hit blog SepociKopi ke angka yang mengagumkan. Sebagai (media) blog yang mempunyai celah marketing sempit, yaitu kelompok minoritas homoseksual (lesbian, khususnya), jumlah hit yang masuk ke blog SepociKopi sungguh mencengangkan. Artinya, gejala itu mempertegas konstatasi ketertarikan yang besar pada budaya baca.Aktivitas membaca adalah jalan dan sarana kemajuan. Gejala berkembangnya blog dan …
Buku, Opini, Seni Budaya »
Oleh: Robyn
Seorang pria muda keluar rumah pondokannya di suatu pagi buta. Tidak seperti teman-teman seusianya yang pergi ke bar atau pesta di rumah teman, ia menuju kawasan asrama putri dan mengendap-endap ke ruang tidur seorang mahasiswi.
Tidak, pria muda itu bukan pacar sang perempuan. Ia tidak datang untuk memberikan kencan kejutan. Ia datang untuk membunuh. Ia menghampiri tubuh cantik yang terlelap di atas ranjang, memukul belakang kepalanya dengan benda keras hingga tewas.
Dua paragraf di atas saya sadur dari kliping berita pembunuhan Lynda Ann Healy, mahasiswi Universitas Washington, Amerika Serikat, yang menjadi …
Buku, Humaniora, Opini, Seni Budaya »
Oleh: Lakhsmi
Fiksi dan non fiksi, apa yang membuat mereka berbeda? Seperti namanya – non fiksi, dan semua orang mengetahuinya bahwasanya yang ada di dalam buku-buku non fiksi adalah cabang-cabang ilmu pengetahuan yang mempunyai rumusan tepat serta terurai dari eksperimen penelitian yang berdasarkan fakta-fakta dan kenyataan. Sementara di ujung spektrum terjauhnya, fiksi – mempunyai wajah yang berbeda.
Menurut Hamsad Rangkuti, seorang sastrawan, cerpenis, dan pemenang penghargaan sastra bergengsi Indonesia Khatulistiwa Award, “Sastra = kebohongan”. Sebuah analisis dan pernyataan yang berani dan jujur. “Menulis sastra” berarti menulis kebohongan. Dengan demikian kita dapat menarik …





