Articles in the Opini Category
Humaniora, Opini »
Oleh: Arie Gere
Loan to Deposit Ratio? Loan to Debt Ratio? Oh, bukan. LDR yang dimaksud dalam tulisan ini adalah Long Distance Relationship, atau sebuah jalinan hubungan di mana kedua manusia terpisah oleh jarak yang cukup jauh dan menjalani kehidupan sehari-hari pada lokasi (baca: kota) yang berbeda. Seberapa dekat LDR dengan kehidupan kaum lesbian itu sendiri? Cukup dekat, bahkan mungkin bersahabat sangat erat. Bagi sebagian besar lesbian, LDR bukanlah menjadi hal aneh yang mesti dipusingkan keberadaannya. LDR itu berjalan bersisian dengan kaum lesbian, menciptakan hubungan abstraks setengah-maya-setengah-nyata, mengalirkan energi cinta serta …
Humaniora, Opini »
Oleh: Lakhsmi
Terkadang, untuk bertahan hidup itu perlu berbohong, mencuri, atau menghilang (“Seni Tipu Muslihat”, National Geography edisi Agustus 2009)
Dalam kerajaan binatang, istilah mimikri berhubungan erat dengan arti kata kamuflase dan menjadi istilah yang sangat familiar. Binatang berkepentingan untuk melindungi dirinya sendiri dari radar predator yang lebih kuat agar mereka dapat terus hidup dan melanjutkan keturunannya. Mimikri adalah kesuksesan binatang menyamar, mengecoh indra, menjiplak kemiripan, dan menciptakan alam imitasi yang menyatu dengan alam sesungguhnya.
Opini, Opini »
Oleh: Lakhsmi
Apa yang membuatku terpukau pada secangkir kopi?
Jawabannya bukan karena kopi dapat dijadikan alasan gampang untuk kopdar. (“Eh, ngopi-ngopi di Starbucks yuk! Udah lama nggak ketemuan.”). Bukan karena ia memiliki toleransi tingkat tinggi dan tampak mudah bergaul dengan jenis cairan lainnya (dengan kata lain ia dapat dicampur dengan susu, manisan, sirup, madu, atau apa saja) lalu menjadi kopi dengan ciri dan cita rasa yang berbeda-beda. Bukan karena ia berpenampilan aduhai jika dipadupadankan dengan cangkir mungil berwarna biru memar atau gelas semampai yang dihiasi ceri di atas tumpahan busa nan genit. …
Poling »
Oleh: Nine Muses
Partner seperti apa yang kamu inginkan? Tema poling kali ini membahas “pertanyaan angan-angan”. Maksudnya, kata ‘ingin’ yang menempel di kalimat artinya jelas, si pelaku belum memiliki atau melakukan yang dikehendakinya. Pertanyaan poling SepociKopi menembak ke arah jawaban yang belum tentu punya realisasi alias kepastian. Lho ribet banget? Begini maksudnya, bisa aja si pelaku ingin punya pacar yang berpenampilan femme tapi kenyataannya dia belum punya pacar sama sekali, atau kenyataannya pacarnya berpenampilan andro, bukan femme. Ingat, keinginan tidak selalu berbanding lurus dengan kenyataan.
Menyentuh isu label memang seperti menyentuh dry …
Humaniora, Opini »
Oleh: Lakhsmi
Seseorang yang belum kukenal menyapaku di YM pada suatu siang yang basah di tengah kesibukanku bekerja. Aku balas menyapanya dengan pertanyaan singkat, “Password?” Orang itu bingung dan bertanya apa yang kumaksud dengan password. Kujawab singkat, “Kata kuncinya adalah menyebutkan label kamu: femme, andro, butch.” Dia langsung menjawab “Aku nggak pake label.”
Aku kehilangan selera. Kututup jendela YM. Kubiarkan teman baruku menghadapi tembok raksasa Cina buatanku.
Sekretarisku datang, menanyakan mobil mana yang kugunakan nanti. Kusebut satu jenis sedan merek yang dilahirkan di Eropa, dia menyampaikan pendapatnya bahwa menyetir mobil itu bakalan nggak …
Poling »
Oleh: Grey Sebastian
Bila seorang perempuan heteroseksual di Indonesia ditanya “Berapa kekasih (termasuk yang sekarang) yang pernah berhubungan seksual denganmu?”, kemungkinan besar dia akan menjawab hanya satu orang saja, yaitu suaminya. Memang jawaban ini tidak berasal dari data yang telah ada, tapi saya percaya masih banyak perempuan yang mempertahankan mahkotanya untuk satu lelaki dalam hidupnya. Tapi berhubung topik poling ini ditujukan kepada perempuan Lesbian, maka 66 votes dengan presentase 42% mengatakan hanya berhubungan dengan satu perempuan dapat bisa dikatakan sangat bagus.
Meskipun hasil poling ini menyatakan lebih dari 50% pemilih pernah berhubungan …
Opini, Sepocikopiana »
Oleh: Lakhsmi
Kalau tanya apa cita-citaku waktu aku kecil, pasti jawabannya bikin kepala emakku cenut-cenut. Aku pernah pengin jadi kepala gangster, atau tukang sulap yang bisa bangunin orang mati (eh itu nabi ya, bukan tukang sulap?), atau pemanggil hujan dan awan dan rembulan, atau penjaga reruntuhan benteng VOC (gara-gara habis wisata sekolah), dan yang menurutku paling keren waktu aku bercita-cita pengin jadi ahli pelayaran atau ahli nujum setelah bolak-balik membaca cerita tentang Sir Magelan yang menemukan pantat dunia. Setelah gede seperti ini, ternyata cita-cita yang nggak pernah terpikirkan olehku sejak kecil …
Poling »
Oleh: Frizzy Jo
Keabadian dalam hubungan lesbian. Apakah benar ada? Jangankan bicara dalam konteks hubungan lesbian, bicara dalam konteks hubungan heteroseksual saja tidak ada yang namanya keabadian. Apalagi dalam hubungan lesbian yang bagi sebagian orang ikatannya masih dianggap ikatan hubungan yang tak kasat mata.
Oke, memang benar di beberapa negara yang telah melegalkan pernikahan sesama jenis, mungkin ikatan ini lebih kuat dibanding mereka yang terpaksa berhubungan dengan sembunyi-sembunyi karena berbagai kondisi yang tidak mendukung. Tapi sekali lagi, apakah pernikahan sesama jenis yang dilegalkan ini juga menjadi jaminan bahwa hubungan akan menjadi abadi? …
Opini »
Oleh: Alex
“Tolong biarkan saya untuk terus berjuang melalui tulisan dan karya sastra.” (Sobron Aidit)
Selamat datang di majalah lesbian on line pertama di Indonesia. Tirai sudah disibakkan, era baru telah tiba. Era lesbian yang menujukkan keberadaan dan visibilitas mereka melalui tulisan. Tidak hanya satu atau dua tulisan tapi ribuan tulisan, yang masih akan terus bertambah setiap harinya.
Sejak imperialisme dikenal di muka bumi, para penguasa dan penjajah lebih takut pada kekuatan pena daripada kekuatan senjata. Imperialis melakukan tindakan divide et impera dan pembodohan secara berkelanjutan terhadap pihak yang direpresi. Kita bisa membaca …
Poling »
Oleh: Lakhsmi
Menikah adalah akhir (atau awal) sebuah babak baru dari hubungan heteroseksual. Biasaya setelah berpacaran sekian lama maka topik pernikahan mulai dibicarakan. Keinginan untuk mematraikan hubungan menjadi legal secara hukum segera terbit di hati setiap perempuan dan lelaki heteroseksual.
Bagaimana dengan lesbian? Dengan ketiadaan pernikahan, maka hubungan yang terjalin “tidak” akan berakhir dengan lembaga pernikahan. Lepas dari argumentasi dan pro kontra tentang kebutuhan akan pernikahan, kenyataan itu tampak jelas. Saat mereka memasuki wilayah asmara, hubungan itu tidak akan ke mana-mana. Dengan kata lain, tidak ada kata akhir (atau awal) untuk memasuki …





