Articles in the Noktah Merah Category
Noktah Merah, Seni Budaya »
Oleh: Lakhsmi
Sepuluh tahun lalu, keberadaan kaum homoseksual di Indonesia masih tidak terlalu berbeda dengan yang sekarang. Boro-boro mencari referensi atau penguatan pada sesama lesbian, hidup dengan berpikir positif saja susah setengah mati. Tapi untunglah, beberapa kemajuan telah berhasil dicapai. Misalnya seperti adanya film festival gay bernama Annual Q Film Festival. Keberadaan SepociKopi – menunggangi teknologi abad 21 – mengajak menulis, membaca, dan berbagi dapat memberikan penguatan kepada sesama lesbian Indonesia, merupakan salah satu langkah kemajuan yang nyata dan ada.
Humaniora, Noktah Merah »
Oleh: Ade Rain
Siapa tokoh lesbian masa lalu yang pantas mengisi Noktah Merah Sepoci Kopi di awal tahun 2010 ini? Pilihan saya jatuh pada Sarah Orne Jewett. Kenapa? Pada awal abad ke-19, ketika dunia lesbian masih dianggap sangat tabu; ketika banyak penulis-penulis lesbian yang menyembunyikan identitas asli, seorang pemenang Pulitzer pertama bernama Sarah Orne Jewett menuliskan hubungan cintanya dengan perempuan sampai terpaksa menyamar sebagai novelis laki-laki. Walah!
Sebenarnya sampai sekarang problema tersebut masih terjadi di lingkungan kita, benar nggak? Kultur budaya yang masih menganggap homoseksual sebagai hubungan tabu menjadi penyebab mengapa …
Noktah Merah »
Oleh: Lakhsmi
Empat puluh tahun telah berlalu sejak Juni 1969 pada sebuah bar di New York yang bernama Stonewall Inn di daerah Greenwich Village mendapatkan perhatian dan ulasan dari seluruh dunia. Kelompok homoseksual melawan dengan keras atas serangan brutal dan penghinaan/caci maki polisi yang kemudian menghasilkan gerakan kebebasan gay pertama kali di Amerika. Bagaimana cerita itu dimulai sampai peristiwa besar dan bersejarah ini terjadi? Yuk, kita dengarkan kisahnya.
Noktah Merah »
Oleh: Ade Rain
Siapa coba manusia nyentrik yang satu ini? Penyanyi dangdutkah? Aktris Indiakah? Walah! Sappo Circa merupakan penyair Yunani yang hidup pada tahun 630 sebelum masehi. Ia merupakan perempuan aristrokrat Yunani Kuno yang menikah dan memiliki seorang anak, namun sangat terkenal di zamannya sebagai perempuan nyentrik. Di saat peran perempuan tidak begitu menonjol dalam dunia seni, ia muncul dengan karya-karyanya yang dianggap baru dan unik. Perempuan yang memiliki anak bernama Cleis ini dipuji-puji Plato sebagai penyair handal. Piuh! Pasti dia sangat istimewa sehingga seorang Plato menyebut-nyebutnya di berbagai pertemuan di …
Noktah Merah »
Oleh: Lakhsmi
Lesbian bukanlah produk zaman modern. Sudah diketahui bahwa homoseksualitas telah tergores dalam sejarah sejak manusia memiliki kemampuan untuk menyimpan dan membagi cerita. Perempuan-perempuan di bawah ini adalah para lesbian yang telah ada sebelum kita lahir dan kehadirannya menorehkan sejarah dan menjadikan “jalan” serta “penerang” bagi kita yang hidup di hari ini. Siapakah mereka semua? Inilah tujuh lesbian pilihanku yang semoga dapat menginspirasi kita:
1. Gertrude “Ma” Rainey
Inilah mombian yang terkenal di abad 19, seorang penyanyi blues sangat populer sampai mendapat gelar the Mother of the Blues. Dia lahir pada 1886, …
Noktah Merah »
Oleh: Oryza Sativa
“History, in illuminating the past, illuminates the present, and in illuminating the present, illuminates the future.” (Benjamin Cardozo-U.S Supreme Court Justice, 1870-1938).*
1920. Seorang pemuda dari sebuah daerah di Jawa Timur menulis pengalaman hidupnya sebagai seseorang yang menjalani hidup seperti kebanyakan orang dan identitasnya sebagai pecinta sesama jenis. Naskah ini tidak diterbitkan saat itu dan ketika membacanya pun, ada kesan bahwa penulisnya sekadar ingin curhat—dan yang akhirnya dihasilkan, adalah sebuah karya yang begitu jernih tutur bahasanya.Djalan Sampoerna judulnya, ditulis oleh Soetjipto. Naskah aslinya ditulis dalam bahasa Melayu Pasar, kini …





